
Mama Bryan hendak masuk namun di cegah oleh papa Heru.
.
.
.
"Mommy cenapa Daddy bencak Hana? Apa Daddy cidak cayang Hana lagi?" tanya Hana
Diana tersenyum sebelum menjawab Hana
"Hana sayang, Daddy sayang kok sama Hana tadi Daddy cuma tidak sengaja bentak Hana apa biasanya Daddy suka bentak Hana?"
"Cidak biacanya Daddy cidak pelnah bencak Hana" ucap Hana
"Nah lihat kan, biasanya Daddy tidak pernah bentak Hana jadi tadi Daddy cuma tidak sengaja lagi pula niat Daddy baik kok biar Hana tidak manja cuma tadi mungkin Daddy lupa setel suara biar tidak terlalu keras makanya tadi Daddy begitu" ucap Diana mencoba mencairkan suasana
"Di cetel?" tanya Hana sambil menatap wajah Diana
"Iya di setel, misalnya waktu Hana lagi nonton TV tapi tidak sengaja mengeraskan volume suara tv nya nah suara Daddy tadi keras karena lupa di setel sayang" Diana memberi penjelasan agar nantinya Hana tidak takut pada Bryan
"Ke ke ke jadi Daddy polume nya cidak cengaja di cetel ceras ya Mommy?" Tanya Hana sambil terkekeh dan masih menatap wajah Diana
"Iya nanti kalau Daddy lupa lagi Mommy cubit hidungnya biar volume nya kecil, seperti ini" ucap Diana tersenyum sambil mencubit pelan hidung Hana
"Ha ha ha hidung Daddy di cubit cama Mommy" akhirnya Hana kembali ceria
"Iya, jadi sekarang Hana jangan marah lagi sama Daddy ya"
"Iya Mommy" ucap Hana sambil mengangguk
Mama Bryan menitikkan air mata bahagia melihat cucunya tertawa lepas bersama seorang gadis
Mereka pergi dari sana karena tidak ingin mengganggu kebersamaan itu dan juga mereka ingin meminta penjelasan pada Bryan
Flashback end
"Aku baru bertemu dia kemarin di mall" ucap Bryan
"Mall?"
"Iya, kemarin Hana Ikut aku ke mall tapi karena Hana bosan menunggu dia pergi keluar dan hilang" ucap Bryan
"Hilang?!! Bagaimana kamu bisa ceroboh begitu Bryan" amuk mama Anna
"Ma tenanglah, Teruskan Bryan" ucap papa Heru
"Entah bagaimana Hana bisa berada di gendongan gadis itu pa dan memanggilnya Mommy, waktu itu aku menemukannya saat mereka keluar dari salah satu toko di sana"
"Apa kamu yakin dia gadis baik-baik?" tanya papa Heru
"Pa dia gadis yang baik, dia dan temannya hanya kebetulan menemukan Hana dan hendak membawanya ke tempat informasi" sambung Bryan
"Baiklah mama percaya, mama juga lihat dia sepertinya gadis baik"
"Lalu kenapa dia bisa ada di sini?" tanya Anna
"Kemarin Hana tidak mau berpisah darinya, Hana bahkan ingin ikut dengan dia pulang ke rumahnya niatnya aku akan mengantar Hana pulang terlebih dahulu dan menunggu sampai Hana tidur, tapi gadis itu dan Hana tertidur di mobil aku tidak tega membangunkannya jadi membawanya ke rumah dan akan mengantar nya saat dia bangun"
"Lalu kenapa dia masih di sini?" tanya Anna menginterogasi putranya
"Itu ma" Mendadak otak encer Bryan membeku
"Itu apa?" desak Anna
"Bryan tidur dengannya Tante" ucap Rico menyela
"Apa?!!" Kedua orang tua Bryan terkejut
"Bryan kamu menidurinya?!!" Tanya mama Anna
"Ma jangan percaya ucapan bocah tengil itu" sangkal Bryan
"Cepat katakan!!" Desak mama Anna
"Iya kami tidur bersa..."
Bryan belum selesai bicara tapi Mamanya itu sudah berdiri dan memukul anaknya itu
"Mama dengarkan penjelasan ku dulu, aduh.."
"Penjelasan apa lagi dasar anak nakal" ucap mama Bryan sambil memukul anaknya itu dengan bantal sofa
"Ma kita cuma tidur bersama saja bukan seperti yang di pikirkan mama" jelas Bryan di tengah pukulan sang mama
"Mama tidak percaya"
"Mama sungguh aku tidak bohong, mama bisa tanyakan pada Diana"
"Diana? Perempuan mana lagi itu?" ucap Anna yang sudah terlanjur emosi
"Bukan begitu ma, gadis itu namanya Diana" jelas Bryan
"Ma ampun ma"
"Mama sudah hentikan kita dengarkan dulu sampai selesai" lerai papa Heru
"Huff dasar" Anna kembali duduk di sebelah suaminya
"Tapi Bryan tadi kami lihat kamu tidur sambil memeluknya di sofa sana" ucap Rico memanas-manasi sambil menunjuk sofa yang di tempati Bryan dan Diana tadi malam
Bryan memelototi temannya itu
"Oke oke tidur sambil meluk saja dan cium pipi dikit" ucap Bryan dan memelankan suaranya di akhir kalimat
Namun mamanya yang memiliki pendengaran tajam itu mendengar kalimat terakhir yang Bryan ucapkan.
"Dasar anak nakal kamu ini ya, kalau kebablasan gimana?!!"
"Emang kebablasan kok ma waktu dia tidur Ups" ucap Bryan setelah itu ia menutup mulutnya karena keceplosan
"Apa!!" Teriak mama Anna
"Kamu ini dasar anak nakal!!"
Sebelum mamanya mendaratkan pukulan lagi Bryan segera berlari menjauh
"Kemari kau anak nakal" Anna mengejar putranya
"Ma ampun ma Bryan khilaf ma" sahut Bryan sambil berlari menghindar dari amukan mamanya
"Sini kamu!!, mama tidak pernah ajari kamu seperti ini tidak tahu kalau papa mu!!"
"Loh kok aku juga yang kena ma" keluh papa Heru
"Dasar kamu Bryan kemari kamu!!" Anna tak menghiraukan keluhan suaminya fokusnya sekarang adalah menghukum Bryan
"Maaf ma sumpah Bryan kebablasan" ucap Bryan sedikit berteriak
"Kemari kau Bryan Adams!!"
"Ampun ma!!" Teriak Bryan
"Bryan!!" panggil Anna
Di kamar Hana
"Loh Daddy kenapa teriak ya Hana?" tanya Diana
"Cidak tau Mommy capi cayaknya ada cuara Oma" ucap Hana
"Oma?" tanya Diana
"Iya"
"Kalau gitu kita pergi lihat" ucap Diana sambil menggendong Hana
"Ayo Mommy" ajak Hana
Mendengar keributan di bawah Diana dan Hana turun dan setelah sampai di bawah betapa terkejutnya Diana melihat Bryan berlarian kesana-kemari seperti anak kecil menghindari seorang wanita yang sudah cukup berumur namun masih terlihat cantik.
Diana mematung di dekat tangga sambil menggendong Hana, melihat Diana dan Hana Bryan berlari ke belakang tubuh gadis itu
"Sayang tolong bantu aku" ucap Bryan bersembunyi di belakang punggung Diana dan menyentuh kedua bahunya
"Kak Bryan jangan begini aku lagi gendong Hana nanti jatuh" peringat Diana
"Jauhkan tangan mu itu Bryan" ucap mama Bryan
"Gak papa lah mah bentar lagi kita bakalan nikah kok" ucap Bryan
"Apa!!" teriak Anna terkejut dengan apa yang di katakan anaknya itu
Diana menutup matanya mendengar teriakan mama Bryan dan Hana menutup kedua telinganya dengan tangan mungilnya itu sambil tersenyum menatap omanya sedangkan Bryan semakin bersembunyi di balik punggung Diana.
"Bryan kemari" perintah papanya
"Tapi pa"
"Kemari cepat" ucap Heru tidak mau di bantah
"Baik pa"
Bryan mendorong perlahan Diana agar berjalan menuju sofa di samping tempat papanya duduk dan dia masih bersembunyi di belakang Diana.
"Duduk Bryan, mama juga duduk" ucap Heru
"Iya pa" ucap Bryan
"Kamu juga nak duduk lah" ucap papa Heru pada Diana yang tengah menggendong Hana
"Iya tuan"
"Papa"
"Maaf?"
"Panggil papa" ucap Heru sambil tersenyum karena Diana sangat sopan begitu juga mama Bryan, dia sepertinya akan sangat senang jika mendapat menantu seperti Diana
.
.
.