Mr. Bryan

Mr. Bryan
Kostum Badut



"Jangan bawa yang berat berat" ucap Bryan sambil melangkah ke salah satu meja yang sudah di siapkan di sana


.


.


.


"Gak berat kok mas" ucap Diana sambil menyusul langkah kakinya suaminya


Tapi saat baru beberapa langkah dia tidak melihat batu kecil yang ada di depannya alhasil dia hampir saja terjatuh karena tergelincir kerikil.


Beruntung dengan sigap Rendy berhasil menangkap lengan Diana.


"Nona anda baik-baik saja?" tanya Rendy membuat Bryan langsung berbalik ke belakang dan menghampiri istrinya


"Aku baik-baik saja kak Ren" jawab Diana


Bryan menyerahkan nampan berisi sate milik istrinya kepada Rendy dan dia langsung mengecek keadaan Diana dengan rasa khawatirnya.


"Kamu baik-baik saja sayang?" tanya Bryan


"Iya mas aku baik baik saja"


"Lain kali lebih berhati-hati" ucap Bryan Khawatir


"Iya mas, barusan aku menginjak batu kerikil jadinya licin"


"Kita ke dokter ya" ajak Bryan


"Gak usah mas, aku kan gak sampai terjatuh" tolak Diana


"Tapi bagaimana kalau babynya terkejut?"


"Jangan lebay deh mas, aku baik-baik saja"


"Kamu yakin?" tanya Bryan


"Iya"


"Baiklah, sebaiknya kita duduk dulu"


Diana menganggukkan kepalanya, Diana melangkah ke arah meja sedangkan Bryan melangkah di dekat istrinya dengan posisi siap sedia jikalau terjadi sesuatu lagi pada istrinya.


Sesampainya di meja, Diana duduk di salah satu kursi Bryan mengambil nampan dari tangan Rendy lalu meletakkannya tepat di hadapan istrinya.


"Makanlah" ucap Bryan


"Iya aku panggil Hana dulu" jawab Diana


"Iya" jawab Bryan


"Hana" panggil Diana pada putri kecilnya yang sedang bermain kembang api bersama dengan pengasuhnya lala.


Lala sekarang menjadi pengasuh Hana sejak Diana hamil


"Apa Mom?"


"Sini dulu sayang, kita makan" ucap Diana sambil melambaikan tangannya memanggil Hana


"Oke" ucap Hana sambil melangkah agak cepat ke arah Mommynya di ikuti lala di belakangnya


"Aduh" keluh Hana karena dia terjatuh


"Nona kecil" ucap Lala ketakutan saat melihat nona kecilnya jatuh, dia langsung membantu gadis kecil itu berdiri


Diana yang melihat putrinya terjatuh hendak bangun menghampirinya


"Tunggu di sini, biar mas yang bawa Hana" ucap Bryan menahan pundak istrinya


Diana kembali duduk dan Bryan langsung menghampiri putrinya lalu dia langsung menggendongnya, Bryan melangkah kembali ke arah meja dengan Hana di gendongannya.


Diana menarik kursi yang berada agak jauh dari kursi yang dia duduki, Rendy yang melihat itu dengan sigap membantu Diana.


Bryan menurunkan putrinya di kursi yang berada di dekat Diana


"Hana tidak apa-apa?" tanya Diana


"Cakit Mom" ucap Hana sambil menangis


"Tidak apa-apa sayang, terjatuh itu sudah biasa Mommy dulu juga pernah jatuh" ucap Diana sambil mengusap air mata putrinya


"Kapan Mommy jatuh?" tanya Hana


"Dulu waktu masih kecil Mommy juga pernah jatuh" ucap Diana


"Kecil ceperti Hana?" tanya Hana


"Iya" jawab Diana sambil mengangguk


"Tapi jika kita terjatuh kita harus segera bangkit kembali dan jangan takut untuk berdiri lagi"


"Karena jika Hana jatuh dan Hana cuma diam menangis di sana luka Hana akan tetap sakit" Ucap Diana sambil menunjuk ke arah tempat Hana jatuh


"Jadi agar lukanya tidak sakit Hana harus bangun dan mengobati lukanya supaya cepat sembuh. Hana mengerti?" Tanya Diana di akhir kalimat


"Iya Mom" jawab Hana sambil mengangguk


Bryan dan Rendy tersenyum melihat cara Diana menenangkan Hana.


"Nona ini kotak obatnya" ucap Lala yang tanpa di suruh sudah berlari ke dalam rumah untuk mengambil kotak obat


"Terima kasih" ucap Diana sambil menerima kotak obatnya


"Maafkan saya nona, tuan" ucap Lala sambil menunduk karena takut


"Tidak apa-apa anak-anak memang terkadang sering jatuh, itu sudah biasa" ucap Diana sambil tersenyum


"Maaf nona muda, ini kelalaian saya" Ucap Lala masih menunduk


"Ini bukan kelalaian mu Lala, kamu sudah menjaga Hana dengan baik" ucap Diana sambil membersihkan luka di lutut Hana


"Terima kasih sudah menjaga Hana selama beberapa bulan ini" ucap Diana sambil tersenyum ke arah Lala


"Nona..." Ucap Lala berkaca-kaca


Diana tersenyum lalu dia beralih lagi ke luka Hana. Beberapa menit kemudian.


"Sudah, luka Hana sudah di obati sebentar lagi akan sembuh" ucap Diana sambil tersenyum ke arah putrinya


"Terima kacih Mom"


"Sama sama sayang" jawab Diana Sambil Tersenyum


Diana menoleh ke sampingnya kirinya


"Loh Lala kenapa masih di sini?" tanya Diana


"Ya nona?"


"Kenapa tidak gabung dengan yang lain? aku kira kamu sudah bergabung bersama yang lain" ucap Diana


"Aa itu...." Lala bingung harus menjawab apa, pasalnya dia tidak berani beranjak dari sana tanpa izin majikannya.


"Kamu bisa gabung sama yang lain dan silahkan di nikmati satenya, satenya enak loh" ucap Diana, tadi dia sudah mencicipinya sedikit


Lala terdiam


"Kamu tidak mau gabung?" tanya Diana


"Aaa... tidak tidak nona bukan itu maksud saya, saya akan bergabung dengan yang lain" ucap Lala sambil melangkah mundur sedikit demi sedikit


Diana tersenyum dan mempersilahkan Lala


"Hana makan juga ya" Ucap Diana sambil mengambil satu tusuk sate kemudian dia membuang ujung tajam di tusuk satenya lalu memberikannya pada Hana


"Ini sayang"


"Terima kacih Mom"


"Sama-sama"


Diana menoleh ke arah samping kanannya


"Mas gak makan?"


"Makan kok" ucap Bryan lalu dia duduk di kursi sebelah putrinya


Kemudian Diana menoleh ke samping belakangnya


"Kak Rendy duduklah" ucap Diana


"Saya akan makan bersama yang lain nona muda" jawab Rendy


"Oh baiklah"


"Saya permisi" ucap Rendy lalu pergi dari sana setelah mendapat anggukan dari Bryan


Flashback end


"Ini dia pesanan anda yang mulia" ucap Bryan sambil memperlihatkan masakannya pada Diana


Diana yang melihat pasta pesanannya sudah sangat bersemangat


"Wah akhirnya"


"Hati-hati sejak hamil kamu jadi semakin ceroboh, sayang"


"Iya mas" jawab Diana lalu dia mulai memakan


Ingatan Bryan perlahan mulai kembali, Bryan sangat bersyukur akan hal itu.


"Mas"


"Kenapa? apa tidak enak?" tanya Bryan


"Enak kok"


"Lalu kenapa?" tanya Bryan


"Aku pengen lihat mas pakai kostum badut seperti waktu itu"


Bryan membulatkan matanya padahal tadi dia sangat senang karena Diana tidak meminta hal aneh, tapi sekarang apa? dia kembali meminta hal aneh.


"Sayang tolonglah jangan yang itu, mas sangat trauma" ucap Bryan memelas


Diana mengulum bibirnya menahan tawa


"Aku hanya bercanda mas, kemari duduklah di sini" ucap Diana sambil menepuk-nepuk sofa di sampingnya


Bryan bernafas lega, lalu dia duduk di samping istrinya


"Kamu yakin cuma bercanda?" tanya Bryan, karena dia tidak mau istrinya tidak terpenuhi keinginannya.


.


.


.