
"Ini" Diana memberikan sendok dan menggeser piring berisi nasi goreng itu ke tengah-tengah mereka
"Terimakasih...." Ucap Bryan
.
.
.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, saat ini Diana tengah berada di sofa depan TV sedangkan Bryan sedang mencuci piring, tadinya dia yang akan mencucinya tapi Bryan melarangnya.
"Hah, aku ingin pulang Duda itu benar-benar seenaknya kita bahkan baru bertemu kemarin siang tapi seperti sudah kenal berbulan-bulan, Dasar menyebalkan". gerutu Diana
"Siapa yang menyebalkan?" Tanya Bryan yang tiba-tiba datang
"Bukan siapa-siapa" ucap Diana
"Kakak tidak tidur?" tanya Diana mengalihkan pembicaraan
"Tidak, tidak ngantuk Kau mengantuk?" tanya Bryan
"Tidak, sudah bosen" jawab Diana
Hening
"Emm mau nonton film?" Tawar Bryan memecah keheningan
"Film apa?" tanya Diana
"Kamu mau nonton film apa?" tanya Bryan
"Tidak tau"
"Kemari" Bryan beranjak dari sofa menuju Meja di TV
"Wah banyak sekali, kakak suka nonton?" Ucap Diana antusias
"Iya kalau lagi bosen"
"Kakak saja yang pilih aku tidak tahu" ucap Diana
"Oke, bagaimana kalau blue film?" Tanya Bryan iseng
"Blue film? Apa itu?" Tanya Diana tidak tahu walaupun umurnya sudah 25 tahun dan sudah dewasa dia tidak tahu apapun tentang Film itu
"Film porn*" bisik Bryan
Diana membulatkan matanya pada Bryan "kakak!!"
"Ha ha ha maaf maaf aku hanya bercanda, mana ada aku punya yang begituan" ucap Bryan
Bryan berbohong, Sebenarnya dia punya film itu tapi dia tidak menaruhnya di sana melainkan di kamarnya dan kalau pun Diana mau menonton film itu dia tidak akan membawa Diana ke kamarnya karena film itu hanya ia nikmati sendiri saat sedang jenuh.
Bryan tidak akan pernah menyentuh perempuan selain istrinya karena itulah yang di ajarkan kedua orang tuanya sejak dulu.
Senakal- akalnya Bryan dia hanya berani sampai tahap menci*m saja, tapi dengan Diana dia berbeda Bryan berani mer*banya.
"Dasar duda mes*m, lama-lama kalau aku di dekat kakak terus bisa tertular" ucap Diana kesal
"Ha ha ha" Bryan tertawa dia seperti mendapatkan mainan baru berwujud manusia
"Tidak apa-apa kan sekalian belajar, nanti prakteknya setelah kita nikah" ucap Bryan sambil tersenyum
"Ishh siapa yang mau nikah sama duda mes*m kayak kakak" ucap Diana kesal
"Banyak kok yang mau" jawab Bryan PD
"Dih" ejek Diana
"Tapi aku gak mau sama mereka aku maunya sama kamu aja" ucap Bryan
"Sudahlah kak hentikan, katanya tadi mau nonton film" ucap Diana mencoba menghentikan kegilaan Bryan
"Oke oke" Bryan memilih CD film dan memasukkan nya ke CD player
Bryan duduk di tengah-tengah sofa
"Duduklah di sini" ajak Bryan
"Tidak di sini saja" tolak Diana
"Kau yakin?"
"Ya, memangnya kenapa?" Tanya Diana heran
"Ya sudah"
Film pun mulai di putar
"Opening nya kok rada serem ya? Jangan-jangan dia milih film horor" ucap Diana dalam hati
"He he bentar lagi kamu bakalan ketakutan lalu memeluk ku sayang". Ucap Bryan dalam hati
Film yang di pilih Bryan memang film horor, ia sengaja supaya bisa berdekatan dengan Diana tapi nyatanya Diana tidak mau duduk di dekatnya.
Sudah 15 menit Diana tetap diam di tempatnya sambil menutup sebagian matanya, Bryan sudah benar dengan memilih film horor karena Diana terbukti takut.
Akan tetapi tebakannya salah jika mengira Diana akan memeluknya karena ketakutan, Bryan sudah mulai kesal karena gadis itu masih kekeh di tempatnya.
"Di" panggil Bryan
"Ya kak?"
"Kalau kau takut duduk di sebelah ku saja". Ucap Bryan sambil menepuk sofa di pinggir nya
"Tidak usah kak" tolak Diana
Glek Diana menelan ludah kasar
"Iya yakin"
Mendengar jawaban Diana, Bryan langsung jengkel karena rencananya untuk berdekatan dengan Diana tidak berhasil alias gagal total.
"Baiklah" jawab Bryan
Dan beberapa menit kemudian yang di katakan Bryan benar hantu paling seramnya muncul.
"Aaaaaaa" Diana berteriak dan langsung menyembunyikan kepalanya di balik bantal sofa
Diana sangat ketakutan beruntung di rumah itu hanya ada dirinya, Bryan dan Hana sedangkan para pelayan ada di rumah bagian belakang yang sudah di sediakan oleh Bryan.
Lalu bagaimana dengan Hana? Gadis kecil itu sudah biasa tidur sendiri dan tidak akan terbangun karena tidurnya sangat nyenyak.
"Kak tolong matikan filmnya aku takut" pinta Diana
"Kena kau" gumam Bryan.
Bryan bukannya mematikan filmnya ia malah semakin menambah volume suaranya
"Aaaaaaa kak Bryan aku kan minta di matikan kenapa malah di tambah volumenya?"
Bryan tidak menjawab ia malah beranjak dari tempatnya menuju ke belakang Diana sambil mengendap-endap kemudian hendak menyentuh bahu Diana
"Kak.. kak Bryan kakak kemana kenapa tidak menjawab?" Diana sedikit mendongakkan kepalanya mencari Bryan
"Kak, kakak ke mana? Kenapa aku di tinggal sendirian?" Panggil Diana
Dan dari arah belakang
"Dianaaaaa" Bryan menyentuh pundak Diana dan membuat suara seseram mungkin
"Aaaaaaaaaaa" Diana terkejut sekaligus ketakutan ia bahkan sampai terjatuh dari sofa
Beruntung ada karpet lembut di bawah sana jadi dia tidak langsung mendarat ke lantai.
"Ha ha ha ha" Bryan tertawa terbahak-bahak
Diana yang masih duduk di bawah sangat kesal karena Bryan sudah menakutinya, ia bahkan sudah hampir menangis.
"Hiks hiks kak Bryan jahat huaaaaa"
"Ke ke ke maaf-maaf aku hanya bercanda" ucap Bryan sambil menghampiri Diana
"Kakak jahat, jahat sudah tahu aku takut". Diana kesal ia mengambil bantal sofa lalu memukul Bryan.
Buk buk buk "jahat jahat huaaa aku ketakutan setengah mati kak bryan malah menertawakan ku"
"Maaf aku tidak akan mengulanginya lagi, maaf" ucap Bryan sambil memeluk Diana
"Hiks hiks bagaimana kalau aku jantungan? Kau harus tanggung jawab" ucap Diana
"Iya iya nanti kakak nikahin kamu" jawab Bryan enteng
"Kok malah nikah bukan itu maksudku, hiks dasar duda menyebalkan aku kan bilangnya kalau aku jantungan" protes Diana
"Ke ke ke kalau jantungan nanti kakak bawa ke rumah sakit, tapi kan kamu gak jantungan jadi kakak nikahin aja gimana?" Ucap Bryan ambil kesempatan dalam kesempitan
"Ihhh lepasss dasar duda nyebelin mes*m, siapa yang mau nikah" ucap Diana dia hendak melepaskan pelukan Bryan namun tidak bisa
"Kita lah masak Hana" ucap Bryan enteng
"Aaakkhhh menyebalkan"
"Tapi suka kan?" Goda Bryan
"Ngakkk!!"
"Bener nih?" Tanya Bryan
"Iyaaaa ih cepat lepaskan!!"
"Kalau aku gak mau?" Tanya Bryan lagi
"Harus mau" jawab Diana
"Ahhhh kak mau ngapain kamu? Turunkan aku"
Bryan menggendong Diana dan duduk di sofa
"Kak ngapain sih lepasin aku" Diana memberontak di pangkuan Bryan
"Sutttt jangan berisik"
"Ya udah makanya lepas dan juga tolong tv nya matikan, suaranya itu serem"
"Kakak masih mau nonton" ucap Bryan
"Gak gak ganti yang lain saja"
"Oke, bagaimana kalau blue film?" tawar Bryan lagi
"Hais... Dasar duda mes*m!!"
.
.
.