
"Kakak ngapain?"
.
.
.
"Kamu menempati semua kasurnya jadi kakak mau membetulkan posisi tidur mu, maaf membuat mu terbangun"
"Maaf kak aku gak sadar"
"Tidak apa-apa" ucap Bryan lalu dia naik ke atas ranjang
"Tidurlah" ucap Bryan, dia memeluk tubuh istrinya
"Emm selamat malam mas" ucap Diana, dia langsung menyembunyikan wajahnya di dekapan Bryan
Bryan yang tadinya memejamkan mata seketika langsung membuka kembali kelopak matanya.
"Sayang kamu bilang apa barusan?" tanya Bryan
Diana tidak menyahuti Bryan
"Kakak tahu kamu belum tidur" ucap Bryan
"Sayang.... " panggil Bryan sambil menoel-noel lengan istrinya
"Hmmm?" jawab Diana yang masih menyembunyikan wajahnya
"Kamu bilang apa barusan?" tanya Bryan
"Selamat malam" jawab Diana
"Bukan yang itu"
"Aku ngantuk selamat malam" ucap Diana
"Dasar malu-malu kucing" ucap Bryan sambil terkekeh
Bryan mengeratkan pelukannya dan tak lama mereka berdua sudah tertidur pulas.
***
Beberapa minggu kemudian
Tak terasa usia pernikahan Bryan dan Diana sudah masuk di bulan ke 5.
Di sore hari pukul 4 sore
"Mas" panggil Diana yang baru saja masuk ke dalam rumah setelah pulang dari Mansion mertuanya.
"Apa? Mas di sini" sahut Bryan dari arah ruang keluarga, dia baru saja pulang dari kantor.
Diana berlari menghampiri suaminya
"Kenapa istri ku? pulang-pulang biasanya Assalamualaikum dulu" tanya Bryan
"Maaf aku lupa, Assalamualaikum" ucap Diana
"Waalaikumussalam, ada apa?"
"Kenapa tidak bilang pada ku ulang tahun Hana 2 minggu lagi" omel Diana
"Mas kira kamu sudah tahu"
"Sudah tahu dari mana? aku baru mendengarnya dari mama, waktu nganter Hana ke mansion mama"
"Maaf, mas kira kamu sudah tahu sayang"
"Sudahlah, oh iya bolehkah aku yang menyiapkan pestanya?" tanya Diana
"Kamu?"
"Iya boleh ya" ucap Diana berharap
"Memangnya bisa?" tanya Bryan
"Tentu saja"
"Oke, tapi ingat jangan terlalu lelah"
"Siap bos" ucap Diana sambil memberi hormat pada Bryan
"Ke ke ke" Bryan terkekeh
"Konsep pesta-pesta sebelumnya seperti apa, mas?" tanya Diana
"Tanya bik Arum ya, karena pesta sebelumnya bik Arum yang menyiapkan"
"Oh oke, kalau gitu aku mau mandi dulu lalu cari bik Arum"
"Iya"
Diana pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket karena seharian menemani Hana bermain dengan si kembar di Mansion.
Setelah selesai mandi Diana mencari bik Arum di dapur.
"Kok gak ada" ucap Diana saat dia sampai di dapur
"Bik Arum" panggil Diana
"Sebentar non"
Diana melangkah ke arah asal suara bik Arum
"Bik"
"Iya non, anda butuh sesuatu?" tanya bik Arum
"Itu bik ulang tahun Hana sebentar lagi, aku mau tanya konsep pesta sebelumnya seperti apa?"
"Oh, nona yang mau siapkan pestanya kali ini?" tanya bik Arum
"Iya bik"
"Tuan muda sudah mengizinkan?" tanya Bik Arum, pasalnya tuan mudanya itu sering kali melarang istrinya bekerja karena takut kelelahan.
"Iya sudah"
"Kalau begitu mari ikut saya"
"Baik"
Di ruang keluarga saat ini bik Arum sedang memberitahu konsep pesta ulang tahun Hana di tahun-tahun sebelumnya, bik Arum juga memperlihatkan foto-foto ulang tahun Hana.
Sedangkan Bryan yang tadi ada di sana menghilang entah kemana, mungkin sudah masuk ke kamar.
"Oh jadi konsepnya Barbie ya bik" tanya Diana pada bik Arum yang duduk di sofa sebelahnya
"Benar non, nona Hana kan suka barbie"
"Tahun-tahun sebelumnya barbie semua, kali ini kalau di buat agak beda Hana bakalan mau gak ya bik?"
"Pengennya sih kayak princess gitu bik"
"Anda coba tanya nona Hana dulu, siapa tahu nona Hana mau"
"Iya, tapi Hana lagi di rumah mama"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam" sahut bik Arum dan Diana
"Mommy" teriak Hana sambil berlari ke arah Diana
Diana bangun dari sofa di ikuti bik Arum, lalu Diana menghampiri Hana.
"Loh kok Hana sudah pulang? katanya mau nginep?" tanya Diana pada putrinya
"Kangen Mommy katanya" ucap Mama Anna
"Maaf jadi ngerepotin mama, silahkan duduk ma" ucap Diana pada mama Anna
"Tidak apa-apa, kamu lagi apa? kayaknya sibuk banget" tanya mama Anna lalu dia duduk di sofa
"Oh ini ma, persiapan ulang tahun Hana"
"Mom"
"Kenapa sayang?" tanya Diana
"Hana mau kado dali Mommy"
"Tentu saja sayang, Hana mau kado apa?" tanya Diana sambil tersenyum pada putrinya
"Dedek bayi"
"Hah...?" ucap Diana terkejut, sedangkan mama Anna dan bik Arum tertawa mendengar ucapan Hana
"Jadi Hana mau kado dedek bayi?" tanya mama Anna
"Iya oma, waktu itu Mommy cudah janji cama Hana tapi mommy belum kacih dedek bayinya"
"Mommy Hana mau dedek bayi" rengek Hana pada Diana
Diana kebingungan harus menjawab apa
"Minta Daddy ya sayang" ucap Diana
"Cenapa minta Daddy?" tanya Hana
"Daddy yang tahu dedek bayinya ada di mana"
"Benelan Mommy?" ucap Hana dengan wajah berbinar
"Iya"
"Dimana Daddy, Mom?"
"Mommy tidak tahu, mungkin Daddy ada di kamar"
"Calau gitu Hana mau cali Daddy dulu"
Diana menganggukkan kepalanya, dan Hana pergi mencari Daddynya.
"Hati-hati sayang, jangan berlari" ucap Diana
"Iya mom"
"Kamu ada-ada saja sayang, nanti kalau Bryan bilangnya suruh minta ke kamu gimana" ucap mama Anna sambil terkekeh
"Habisnya aku bingung ma mau jawab gimana" ucap Diana sambil cengengesan
"Ma boleh aku bertanya?"
"Silahkan" ucap mama Anna
"Non, saya permisi dulu mau menyiapkan teh" pamit bik Arum
"Iya bik"
"Kamu mau tanya apa sayang?" tanya mama Anna
"Gini ma, aku mau tanya tentang pesta ulang tahun Hana, kali ini pestanya aku yang siapkan"
"Kamu sudah bilang ke Bryan?"
"Iya ma, mas Bryan sudah kasih izin kok"
"Ohh, jadi kenapa dengan pestanya?" tanya mama Anna
"Kata bik Arum, mama juga menyiapkan pestanya"
"Benar"
"Tahun-tahun sebelumnya konsepnya kan Barbie kalau sekarang konsepnya princess boleh gak, ma?"
"Princess?"
"Iya"
"Boleh aja sih, tapi sebaiknya kita tanya Hana dulu"
"Iya, niatnya memang mau tanya ke Hana, ma"
"Sayang" panggil suaminya
"Iya kenapa?" sahut Diana
"Hana mau adik" ucap Bryan sambil melangkah menuruni anak tangga bersama Hana di gendongannya
"Terus?" tanya Diana
"Kamu kok nyuruh minta ke mas sih" keluh Bryan
"Memangnya kenapa?" tanya Diana
"Ya minta ke kamu lah kok ke mas? kan kamu yang hamil"
"Daddy Hana cudah minta ke Mommy" sahut Hana
"Kan aku belum hamil jadi mintanya ke mas lah" jawab Diana
Mama Anna yang mendengar perdebatan anak dan menantunya hanya bisa geleng-geleng kepala
"Ya udah ayo ke kamar" ajak Bryan
.
.
.