Mr. Bryan

Mr. Bryan
Hana Sakit



"Duh ngantuk banget, ini gara-gara kak Bryan nih aku jadi kurang tidur" gerutu Diana


Diana beranjak menuju ranjang, dia bersandar di headboard ranjang sambil memainkan ponselnya.


.


.


.


Namun karena sudah sangat mengantuk Diana tertidur dengan posisi bersandar dan ponsel berada di tangannya.


Beberapa saat kemudian Bryan sudah selesai menelpon dia kembali masuk ke kamar


"Sayang, loh kok gak ada" ucap Bryan yang tidak melihat Diana di sofa


Lalu dia berbalik ke arah ranjang


"Ternyata tidur" ucap Bryan sambil melangkah ke arah Diana


Bryan memperbaiki posisi tidur istrinya agar di saat bangun nanti tubuhnya tidak pegal-pegal.


Bryan juga menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Diana.


Cup


Bryan mengecup kening Diana "Tidurlah yang nyenyak sayang, kamu pasti sangat kelelahan"


Setelah itu Bryan naik ke ranjang lalu masuk ke dalam selimut dan berbaring bersama istrinya


"Kali ini aku akan melepaskan mu sayang karena ini baru pertama kali untuk mu, tapi lain kali tidak" bisik Bryan di dekat istrinya


Setelah itu Bryan memeluk tubuh istrinya dan ikut terlelap


***


Drtttt drtttt, ponsel bergetar sejak tadi namun kedua anak manusia itu tidak mendengar jika ponsel mereka sejak tadi terus bergetar.


Drttt drttt


"Hmmmm" Kali ini salah satu dari mereka mulai menggeliat


Drttt drttt


"Siapa yang telpon ya?" tanya Bryan dengan suara seraknya


Bryan bangun dan mengambil ponsel yang bergetar di atas nakas


"Mama?" gumam Bryan


"Halo ma?"


"Bryan dari mana saja kalian?" tanya mama Anna


"Maaf ma kami tidur ponsel kami dalam mode getar, ada apa ma? Kenapa suara mama begitu?" tanya Bryan


"Bryan Hana masuk rumah sakit"


"Apa!? Apa yang terjadi pada Hana ma?" Tanya Bryan panik


"Hana demam tinggi, jadi kami membawanya ke rumah sakit" ucap mama Anna


"Bagaimana kondisinya sekarang?"


"Dokter bilang Hana baik-baik saja, tapi sejak tadi Hana selalu memanggil Mommy nya"


"Maaf Bryan kami mengganggu kalian berdua"


"Tidak perlu seperti itu ma, Hana putri kami" ucap Bryan


"Iya mama tahu Hana putri kalian, tapi kan kalian baru saja menikah kalian juga butuh waktu berduaan" ucap mama Anna


"Ma, prioritas utama tetap Hana, lagi pula tadi Diana sudah mengajak Bryan pulang karena khawatir pada Hana"


"Begitu.., mungkin itu yang namanya ikatan batin Bryan" ucap mama Anna sambil tersenyum di balik telpon


"Mungkin iya ma Bryan dan Diana akan segera ke rumah sakit ma, Hana di rawat di rumah sakit mana?"


"Rumah sakit keluarga kita" jawab mama Anna


"Baik ma kami segera ke sana, Bryan tutup dulu ma"


"Tunggu Bryan"


"Ya?"


"Kalian jangan terburu-buru, berhati-hati lah" pesan mama Anna


"Iya ma"


"Di mana menantu mama?" tanya mama Anna


"Dia masih tidur ma, kelelahan"


"Bryan kamu harus menahan diri, ingat dia masih belum berpengalaman jadi jangan buat istri mu kelelahan" peringat mama Anna


"Iya ma Bryan tahu, Bryan sudah menahan diri kok"


"Ya sudah kalian pulanglah dulu, honeymoon nya bisa lanjut nanti kasihan Hana selalu mengigau Mommy nya" ucap mama Anna sambil terkekeh


"Iya ma, jika Hana sudah sembuh mama harus memberi kami waktu honeymoon yang lama" ucap Bryan sambil terkekeh


"Iya... Nanti mama kasih waktu yang lama, biar mama segera dapat cucu baru"


"Iya ma, mama bersiap-siap saja"


"Iya hati-hati jangan ngebut-ngebut, Sekarang kondisi Hana sudah aman"


"Iya ma"


"Ya sudah, assalamualaikum"


"Wa'alaikum salam"


"Mama ya kak?"


Bryan menatap ke arah istrinya yang ternyata sudah bangun


"Iya"


"Ada apa?" tanya Diana


"Hana masuk rumah sakit dia panas tinggi"


"Apa?!!" Diana berteriak terkejut


Diana segera membuka selimutnya dan turun dari ranjang


"Kakak ini anak lagi sakit masih bisa bercanda dengan mama" omel Diana


"Sayang jangan panik begitu Ha...." Bryan tak bisa melanjutkan ucapannya karena di potong Diana


"Bagaimana aku tidak panik Hana masuk rumah sakit, kita harus segera ke sana ayo kak" Diana menarik tangan Bryan menuju pintu


"Tunggu sayang... " Bryan menahan tubuhnya yang di tarik istrinya


"Apa lagi kak?" tanya Diana


"Kamu mau pulang dengan tampilan begitu?" tanya Bryan pada istrinya


Diana menatap tubuhnya di cermin


"Jika anak sakit tidak perlu lihat penampilan, ayo kita segera temui Hana" Diana kembali menarik lengan Bryan


"Sayang dengar dulu, Hana sudah baik-baik saja di sana sudah ada mama yang menemani Hana"


"Mama juga meminta kita tidak buru-buru karena Hana sudah aman" lanjut Bryan


"Tapi kak"


"Kita akan pulang, tapi sebelum itu kita harus mengemas bawaan kita"


"Kakak berkata jujur kan? Bahwa Hana baik-baik saja?"


"Iya untuk apa kakak bohong, Hana bukan putri mu saja tapi putri kakak juga"


Saat ini Diana bernafas lega, tadi dia terlalu panik jadi tidak dapat berpikiran jernih


"Baiklah, kita bereskan dulu barang bawaan kita" ucap Diana


Bryan dan Diana mulai membereskan barang-barang mereka, dan beberapa saat kemudian mereka berdua sudah check out dari hotel dan menuju rumah sakit tempat Hana di rawat.


Sesampainya di halaman parkir rumah sakit


"Rumah sakitnya di sini?" tanya Diana


"Iya, ayo turun" ucap Bryan


Mereka berdua turun dari mobil lalu masuk ke dalam dan menuju lift.


Sesampainya di lift, Bryan menekan tombol angka 10


Setibanya di lantai 10 mereka berdua bergegas ke kamar yang di tempati Hana, di lantai itu hanya ada 5 ruangan karena lantai itu di sediakan khusus untuk anggota keluarga Adams.


"Selamat sore tuan muda, nona muda" sapa Rendy yang ternyata sudah ada di sana lebih dulu


"Sore Ren" sapa Bryan


Sedangkan Diana langsung masuk ke dalam ruang inap Hana, dia terlalu khawatir sampai-sampai mengabaikan Rendy


"Maafkan istri ku Ren, dia terlalu khawatir pada Hana" ucap Bryan karena merasa tidak enak pada asistennya itu


"Tidak apa-apa tuan, saya mengerti nona muda pasti sangat khawatir pada nona kecil" ucap Rendy sambil tersenyum


"Terima kasih Ren, kalau begitu aku masuk dulu"


"Sama-sama tuan, silahkan" Rendy mempersilahkan tuannya.


Di dalam ruang inap


"Mommy!! " teriak Hana saat melihat Diana berjalan ke arahnya


Papa dan mama Bryan yang berada di ruangan itu seketika menoleh ke arah menantunya yang sudah datang.


"Hana sayang.... " Diana langsung memeluk tubuh kecil putrinya


"Mommy cenapa lama cekali?" tanya Hana


"Maaf sayang"


"Hiks hiks Mommy Hana cangen Mommy" ucap Hana mulai menangis


"Mommy juga kangen sama Hana, maafkan Mommy ya sayang"


.


.


.