
'Glek' Diana menelan salivanya dengan susah payah saat mendengar bisikan Bryan.
.
.
.
"Apa begitu?" tanya Bryan
"I..iya" jawab Diana gugup
"Tapi sepertinya mas selalu memanggil mu Adek walau lagi gak ingin begituan" ucap Bryan sok tahu
"Kata siapa?" tanya Diana
"Kata mas"
"Tidak tidak setiap mas memanggil ku adek pasti akan berakhir dengan cium*n bahkan lebih, atau biasanya mas memanggil ku adek jika mas sangat menikmati itu..."
"Menikmati itu? maksudnya Sek... mpptt" belum sempat Bryan menyelesaikan ucapannya Diana sudah lebih dulu menutup mulut suaminya dengan kedua telapak tangannya
"Suttt jangan di teruskan" ucap Diana, Bryan menganggukkan kepalanya. Diana melepas tangannya.
"Kok di tutup sih?" keluh Bryan
"Habis mas bicaranya sih"
"Kenapa? kamu malu?" tanya Bryan sambil terkekeh
Diana menganggukkan kepalanya
"Kamu imut sekali, dek" ucap Bryan tersenyum manis pada Diana
Diana melotot pada Bryan
Cup
Bryan mengecup bibir Diana yang masih berada di pangkuannya itu
"Nah lihat kan" ucap Diana sambil melotot
"Ke ke ke itu karena kamu melotot begitu pada mas" ucap Bryan sambil terkekeh
"Tidak tidak aku harus segera menjauh dari mu mas" ucap Diana mencoba melepaskan diri dari suaminya
"Kenapa harus menjauh dek?" tanya Bryan
"Nah nah lagi, itu tanda bahaya mas" ucap Diana
"Kamu ini ada-ada saja tanda bahaya dari mana, itu namanya tanda cinta" ucap Bryan
"Tanda cinta? memangnya mas ingat kalau mencintai ku?" tanya Diana
"Tidak ingat tapi mas yakin sebelum lupa ingatan mas sangat mencintai mu jadi itu adalah tanda cinta bukan tanda bahaya, sayang"
"Ya dan aku tidak bisa berjalan 2 hari karena tanda cinta mu itu yang sering kali berlebihan" ucap Diana kesal
"Ha ha ha"
Cup
Bryan mencium bibir istrinya dia melum*tnya, awalnya Diana menolak tapi lambat laun dia membiarkan hal itu.
"Ehhmmm" Des*han Diana mulai terdengar saat lidah Bryan masuk ke dalam mulut istrinya
Diana yang sudah hampir kehabisan napas memukul dada bidang suaminya dan Bryan melepas cium*annya
"Hah hah hah" nafas keduanya bersautan
"Sepertinya kau benar sayang, mas menginginkan mu" bisik Bryan dengan suara seraknya
"Tapi ini masih gelap" ucap Diana dengan nada suara yang terdengar berbeda
"Kau rasakan di bawah mu itu, dia sudah membesar" ucap Bryan
Glekk
Diana menelan salivanya dengan susah payah
"Tapi mas ada Hana di sini" ucap Diana mencari alasan
"Dia tidak akan bangun" ucap Bryan
"Tidak mas, jika dia bangun dan melihat kita itu tidak baik, apa lagi nanti kalau dia mengatakannya pada semua orang" ucap Diana
"Kita lakukan di kamar mandi"
"Maaf mas bukannya aku menolak, tapi aku sedang hamil aku takut itu berdampak buruk untuk bayi kita"
"Kalau begitu mas pindahkan Hana dulu saja" ucap Bryan tak kehabisan akal
"Di pindah kemana?" tanya Diana
"Sutt.. Itu akan jadi urusan mas, jadi kamu tinggal bersiap saja"
"Mas kebiasaan deh kalau lagi pengen gak bisa di tunda, padahal lagi lupa ingatan juga" ucap Diana dengan wajah cemberut
Bryan hanya bisa tersenyum manis pada istrinya, walau dia tidak ingat tentang Diana tapi sepertinya tubuh Bryan mengenali wanitanya.
"Mas, kalau subuhnya kesiangan gimana?" tanya Diana
"Tenang saja mas akan selesaikan dalam waktu 1 jam, subuhkan sekitar jam 4 pagi"
"Di mana kamar Hana?" tanya Bryan
"Kamar sebelah" jawab Diana
Bryan melangkah keluar dari kamarnya menuju kamar Hana, sesampainya di mana dia menurunkan tubuh putrinya ke atas kasur milik Hana.
"Hana tidur yang nyenyak ya, Daddy mau jengukin adik mu" bisik Bryan kemudian mengecup kening putrinya
Lalu dia melangkah keluar dari kamar Hana, dengan perlahan Bryan menutup pintu kamar Hana. Kemudian dia kembali ke kamarnya.
Tapi saat dia sudah sampai di depan istrinya dia berdecak pinggang sambil tersenyum
"Aduh istriku ini.." ucap Bryan karena Ternyata Diana sudah tertidur di sofa dengan posisi duduk
Sejak hamil Diana sangat mudah mengantuk dan lapar, mungkin karena bawaan sang jabang bayi.
Dan persis Seperti saat pertama kali Bryan bertemu dan dia langsung tertarik pada Diana, hal itu terjadi lagi saat ini.
Bryan yang kehilangan ingatannya juga langsung tertarik pada wanita yang kata semua orang adalah istrinya.
Walaupun saat itu dia menolak kenyataan yang sebenarnya tapi setelah Diana menyuapinya di rumah sakit perlahan dia menerima kenyataan bahwa Diana saat ini adalah istrinya.
Dan saat istrinya itu tidak mengunjunginya selama beberapa minggu Bryan merasakan seolah-olah ada yang kurang di dalam dirinya.
Bryan mengangkat tubuh istrinya lalu membaringkannya perlahan di kasur. Bryan juga naik dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya.
Bryan menghadap ke samping, dia terus saja memandangi wajah cantik istrinya.
"Maaf mas tidak bisa mengingat apapun tapi sebisa mungkin mas akan berusaha untuk menjaga mu, bayi kita dan juga Hana dengan baik" ucap Bryan pelan
Tubuh Diana bergerak lalu dia membalik tubuhnya ke arah kiri, perlahan netranya terbuka
"Mas Bryan" ucap Diana saat melihat wajah suaminya tepat berada di depannya
"Kenapa mas senyum begitu?" tanya Diana yang masih berkedip beberapa kali karena masih mengantuk
"Karena mas suka melihat wajah manja mu itu" jawab Bryan
"Apaan sih mas" ucap Diana tersipu
"Bagaimana kondisi mu? apa masih mual?" tanya Bryan
Diana menggeleng " Tidak mas, berapa lama aku tidur?"
"Baru Beberapa menit kok" jawab Bryan
"Benarkah?" tanya Diana
"Iya"
"Maaf mas, akhir-akhir ini aku gampang sekali ngantuk" ucap Diana
"Tidak apa-apa, itu sudah biasa untuk ibu hamil" jawab Bryan sambil tersenyum
Tak tahan karena di tatap terus menerus oleh suaminya, Diana mengalihkan pandangannya ke arah jam
"Ternyata masih pukul tiga, aku mau mandi lalu shalat Tahajjud dulu" ucap Diana beranjak bangun
"Tunggu dulu sayang" ucap Bryan sambil menahan tangan Diana
"Kenapa mas?" tanya Diana yang sudah duduk di pinggiran ranjang
"Kita belum melakukannya" ucap Bry
"Melakukan apa?" tanya Diana bingung
"Itu alasan mas memindahkan Hana"
"Hah?" Diana masih tak paham maksud dari Bryan
"Aduh sayang masa sebentar aja udah lupa" keluh Bryan
"Apaan sih mas? aku sungguh gak paham"
Bryan bangun lalu duduk di belakang istrinya kemudian berbisik
"Mas belum mengunjungi bayi kita" bisik Bryan
"Mengunjungi?" tanya Diana
"Iya"
"Gimana caranya? bayinya kan masih di dalam perut belum lahir" ucap Diana
"Astaga" ucap Bryan dalam hati sambil menepuk keningnya
.
.
.