Mr. Bryan

Mr. Bryan
Pulang Terlambat



"Mau salim"


Bryan tersenyum dan memberikan telapak tangannya untuk di kecup istrinya


.


.


.


"Aku berangkat dulu ya kak"


"Iya hati-hati di jalan"


"Iya" jawab Diana


"Kak Rico kak David aku pergi dulu, titip Kak Bryan sama Hana"


"Tentu" jawab Rico dan David


"Aku berangkat Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam"


Diana melangkah pergi tapi beberapa detik kemudian dia kembali lagi


"Kenapa sayang? ada yang ketinggalan?" tanya Bryan saat melihat istrinya kembali


"Kak aku boleh bawa mobil kakak?" tanya Diana


"Mobil? kamu mau nyetir sendiri?" tanya Bryan


"Iya boleh ya..."


"Tidak boleh, kamu berangkat di antar pak Ujang"


"Tapi kak... aku udah lama gak bawa mobil sendiri" rengek Diana


"Tidak boleh sayang...."


"Biarkan saja Bryan, sesekali istri mu butuh Me Time" sahut Rico


"Benar" jawab Diana sambil mengangguk


"Tidak, kamu berangkat di antar pak Ujang atau tidak perlu ke cafe" Bryan memberikan dua pilihan yang sama sekali tidak ada yang di sukai oleh Diana


"Kak Bryan menyebalkan, aku pergi Assalamualaikum" ucap Diana cemberut, dia melangkah sambil menghentakkan kakinya karena kesal


"Waalaikumussalam" sahut ketiga pria itu


"Istri mu kalau ngambek tambah imut Bryan" ucap Rico


Bryan menatap tajam ke arah temannya itu


"Sorry sorry kamu jangan marah aku cuma bicara saja" ucap Rico


"Bryan kamu merusak mood istri mu" ucap David


"Tidak apa-apa, nanti pas balik moodnya udah kembali seperti semula" sahut Bryan


"Dasar suami tidak pengertian kamu" ucap Rico, Bryan tidak mendengarkan ucapan Rico


***


Mobil yang mengantar Diana sudah sampai di halaman cafenya, Diana membuka pintu mobil lalu turun.


"Terima kasih pak" ucap Diana pada pak Ujang


"Sama-sama nona, nona mau di tunggu atau gimana?" tanya pak ujang


"Tidak perlu di tunggu pak saya di sini sampai sore, nanti saya pulang dengan teman saya saja"


"Baik nona, kalau begitu saya balik dulu"


"Iya pak hati-hati di jalan"


"Iya Nona"


Diana menutup pintu mobil, setelah itu pak Ujang melajukan mobil majikannya. Setelah pak Ujang pergi Diana masuk ke dalam Cafe


Tring...


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam"


"Diana.... " teriak Ross dan berlari untuk memeluk temannya


"Akhirnya kamu datang juga, aku kangen banget"


Diana terkekeh "Lebay deh waktu itu kan aku juga ke sini"


"Waktu itu kamu cuma sebentar di sini karena suami tampan mu itu lagi ngambek" ucap Ross


Diana kembali terkekeh "Biasa lagi bucin-bicinnya dia"


Mereka berdua tertawa


"Di mana yang lain?" tanya Diana


"Belum datang, mungkin sebentar lagi datang"


"Ohh... oh ya kemarin acaranya kak Cho gimana?" tanya Diana


"Kamu tenang saja semuanya lancar jaya" jawab Ross


"Alhamdulillah, maaf aku gak bisa bantu kalian"


"Tidak apa-apa Di, kamu serahkan saja urusan cafe pada kami dan fokus saja buat ponakan untuk ku" ucap Ross sambil terkekeh


"Apaan sih" ucap Diana malu


"Jadi gimana udah isi belum?" tanya Ross


"Apanya yang isi?" tanya Diana


"Udah ada keponakan ku belum?" tanya Ross


"Gak tahu"


"Kok gak tahu sih? kan kamu sama suami mu yang bikin"


"Ya aku emang gak tahu Ross"


"Udah coba tes belum?" tanya Ross


"Belum"


"Coba cek deh Di, suami mu juga coba di cek ke dokter"


"Kenapa kak Bryan harus di cek?" tanya Diana


"Ya kali aja dia...."


"Gak perlu begituan" jawab Diana


"Tentu saja tidak perlu di pertanyakan" jawab Diana malu-malu


"Kalau begitu kalian ikut program hamil aja biar cepat hamil" ucap Ross


"Iya nanti saja untuk sementara aku gak terlalu mikirin itu, aku masih mau fokus ke Hana dulu dua minggu lagi dia sudah masuk sekolah"


"Hana sekolah?" tanya Ross


"Iya"


"Pasti lucu banget deh kalau pakai seragam" ucap Ross gemas


"Nanti kirimin fotonya pada ku ya Di" ucap Ross


"Iya"


"Tapi Di... "


"Kenapa?" tanya Diana


"Suami mu gak marah kamu belum hamil?" tanya Ross


"Enggak kak Bryan gak marah, kak Bryan bilang kita jalani saja kalau aku hamil ya alhamdulillah kalau masih belum hamil berarti belum rezeki"


"Baguslah kalau begitu, tapi Di usahain kalian harus punya anak"


"Kenapa begitu?" tanya Diana


"Supaya ikatan pernikahan kalian makin erat"


Diana menganggukkan kepalanya tanda mengerti


Tring.... pintu cafe terbuka


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam" sahut Diana dan Ross


"Dimana Adit?" tanya Ross pada kedua orang yang baru saja datang


"Aku di sini selamat pagi semuanya" sahut Adit membuat suasana di sana menjadi ramai


"Oh Boss di sini?"


"Emm" jawab Diana sambil mengangguk


"Kali ini boss di sini hanya sebentar atau sampai malam?" tanya Adit


"Sampai sore saja" jawab Diana


"Ohh"


"Oke sekarang waktunya bekerja, beberapa menit lagi waktunya buka" ucap Ross


"Baik" jawab mereka serentak


Mereka semua bersiap-siap untuk membuka Cafe. Setelah beberapa menit cafe di buka satu-persatu pelanggan mulai berdatangan.


Diana dan yang lain bekerja dengan giat, dan tibalah saat waktunya cafe tutup.


"Hah.... cepeknya" ucap Diana setelah cafe tutup dia duduk bersandar di salah satu kursi di sana


"Di... " panggil Ross?


"Apa?"


"Suami mu gak marah kamu pulang malam?" tanya Ross


"Astagfirullah!!" teriak Diana yang langsung berdiri


"Gawat Ross!!"


"Kenapa? kenapa?" tanya Ross ikut heboh


"Aku lupa ngabarin kak Bryan, gimana ini dia pasti bakalan marah"


"Tadi pagi kamu sudah pamit sama suami mu kan?" tanya Ross


"Iya"


"Kalau begitu kenapa kamu heboh?" tanya Ross


"Aku cuma izin sampai sore, tapi sekarang sudah pukul 9 malam gimana Nih Ross?"


"Ya gak tahu, kenapa tadi sore gak di hubungi lagi?"


"Aku lupa kalau aku sudah punya suami, karena biasanya kan emang kerja sampai malam" jawab Diana


"Kamu itu suami sendiri di lupain, kalau gitu sana cepetan pulang"


"Iya iya..." Diana buru-buru melepas apron dan pergi mengambil tasnya


"Aku pulang duluan" ucap Diana


"Tunggu Di"


"Kenapa?" tanya Diana


"Kamu pulang sama siapa? kamu bawa mobil?" tanya Ross


Diana menepuk keningnya "Ya ampun aku lupa, aku gak bawa mobil tadi di anter supir"


"Dasar kamu ini, ayo aku antar" ucap Ross


"Terima kasih teman ku yang baik"


"Aku ambil tas dulu" ucap Ross sambil melepaskan apron


"Iya, cepetan ya"


"Iya"


Ross sudah kembali setelah mengambil tasnya


"Dit.. " panggil Ross


"Ada apa boss?" tanya Adit


"Kami pulang duluan, dia dalam masalah" ucap Ross sambil menunjuk pada Diana


"Dalam masalah apa?" tanya Adit


"Dia lupa menghubungi suaminya, aku akan mengantarnya pulang kalian bisa kan tutup cafe"


"Tentu saja boss, serahkan saja pada kami"


.


.


.