Mr. Bryan

Mr. Bryan
Bryan Pulang.



"Lalu kalau Hana bagaimana? tadi mama agak kaget pas dia video call, papa gak bilang-bilang kalau mau video call"


"Sengaja buat kejutan"


.


.


.


"Jadi gimana? apa Bryan sudah ingat pada Hana?" tanya mama Anna


Papa Heru menggeleng "Dia belum ingat juga pada Hana" ucap papa Heru


"Begitu" ucap mama Anna lesu


"Tapi ma, dia sendiri yang inisiatif buat melakukan panggilan video" ucap papa Heru


"Benarkah? kok bisa?" tanya mama Anna penasaran


"Papa cuma bilang kalau sekarang ulang tahun Hana terus dia jawab kenapa papa gak kasih tahu dia dari tadi"


"Lalu Bryan minta tolong papa untuk menyiapkan proyektor di pestanya Hana awalnya papa gak ngerti buat apa"


"Lalu Bryan bilang dia mau nelpon Hana, jadi papa buru-buru nelpon Pak An buat siapin proyektor"


"Begitu" ucap mama Anna sambil mengangguk


Satu minggu setelah ulang tahun Hana


Tepat pukul 7 malam Bryan sudah di perbolehkan pulang, awalnya dokter menyarankan Bryan pulang besok pagi saja karena hari sudah malam.


Namun Bryan menolak dengan alasan sudah sangat bosan berada di rumah sakit.


Padahal yang sebenarnya adalah dia merindukan sosok wanita yang katanya adalah istrinya itu karena itulah Bryan buru-buru ingin pulang.


Dia sendiri tidak tahu kenapa, walaupun dirinya tidak ingat pada Diana tapi saat tidak melihatnya Bryan justru merindukan Diana.


Dan tentu saja Bryan tidak mengatakannya pada siapa pun hanya dia dan 'Allah' saja yang tahu.


Sudah 3 minggu Diana tidak mengunjunginya karena persiapan ulang tahun Hana di tambah keadaan Diana yang masih lemas dan pucat.


Dokter melarang Diana pergi ke rumah sakit dan menyuruh Diana agar istirahat total.


Sampai sekarang mama dan papa tetap pura-pura tidak tahu tentang kehamilan Diana, mereka ingin menantunya sendiri yang mengatakan pada mereka.


Papa Heru juga sudah minta maaf pada Diana saat mengantar menantunya itu pulang, dia mengatakan bahwa saat itu dia pura-pura memarahinya hanya untuk mengetes Bryan apakah dia masih peduli atau tidak pada Diana.


Dan bisa dilihat walaupun saat itu Bryan tidak ingat pada Diana tapi dia masih peduli padanya.


Saat papa Heru memarahi menantunya itu Bryan pasang badan agar papanya tidak memarahi Diana, mungkin itu adalah insting seorang suami.


Karena itulah Diana bukannya marah pada papa Heru justru dia berterima kasih pada papa mertuanya itu.


Ting... tong...


Suara bel terdengar, saat ini Diana dan Hana tengah makan malam di temani bik Arum, mereka bertanya-tanya siapa kiranya yang datang bertamu di jam segini.


Bik Arum hendak membuka pintu namun di cegah Diana


"Tunggu bik, biar aku saja yang buka pintunya" ucap Diana


"Jangan non biar bibik saja, anda lanjutkan makan malamnya"


"Baiklah"


Bibik melangkah ke arah pintu utama lalu membukanya


Ceklek


"Tuan, nyonya" ucap bik Arum


"Tuan muda juga sudah pulang?"


"Iya bik, Bryan sudah boleh pulang" jawab mama Anna


"Silahkan masuk" ucap Bik Arum


"Saya tidak masak banyak nyonya, karena saya tidak tahu kalau kalian akan pulang sekarang"


"Tidak apa-apa bik, tadi kami sudah mampir le restoran" ucap mama Anna


"Ohh baiklah nyonya"


"Di mana Diana dan Hana bik? " tanya mama Anna


"Nona muda dan nona kecil sedang makan malam"


Mama, papa melangkah ke arah ruang makan dan Bryan mengikuti di belakang mereka bersama bik Arum.


"Assalamualaikum, selamat malam sayang-sayangnya mama" panggil mama Anna


"Oma opa" teriak Hana


"Mama papa?" ucap Diana terkejut melihat kedua mertuanya sudah ada di hadapannya lantas ia langsung berdiri dan menghampiri mereka


"Hai sayang bagaimana keadaan mu?" tanya mama Anna sambil memeluk Diana


"Aku baik ma"


"Loh mas Bryan juga pulang?!" ucap Diana terkejut untuk kedua kalinya


Mama Anna melepas pelukannya


"Daddy cudah cembuh?" tanya Hana sambil memeluk Daddynya


"Tentu caja tidak Daddy"


"Bagus gadis pintar"


Hana tersenyum mendengar pujian Daddynya


Diana masih berdiri di tempatnya sambil menatap Bryan, dia senang Bryan akhirnya sudah pulang ke rumah.


"Sayang kalian lanjutkan makan malamnya, mama dan papa mau istirahat dulu" ucap mama Anna


"Iya ma" jawab Diana


"Bryan kamu juga istirahatlah, kamu ingat pesan Dokter? Dokter bilang kamu tidak boleh kecapean" ucap mama Anna


"Iya ma, ini Bryan mau ke kamar"


"Kamar mu di lantai dua" bisik papa Heru pada Bryan


"Iya pa, terima kasih" ucap Bryan, lalu Bryan menuju kamarnya


"Mama papa sudah makan?" tanya Diana


"Sudah, tadi di perjalanan pulang kami mampir ke restoran"


"Ohh, iya ma"


"Ya sudah kalian berdua lanjut makan, mama mau istirahat"


"Iya ma pa selamat malam"


"Selamat malam" ucap mama dan papa bersamaan


"Selamat malam Opa oma"


"Selamat malam sayang" ucap mama papa bersama


Diana dan Hana melanjutkan makan malam mereka yang tertunda, dan 10 menit kemudian mereka selesai.


"Mommy"


"Ya sayang?"


"Boleh tidak malam ini Hana tidur dengan Daddy dan Mommy?" tanya Hana


"Tentu saja sayang, tapi kita tanya Daddy dulu ya" ucap Diana


"Oke Mom"


Tok tok


"Masuk"


Ceklek pintu terbuka dan Hana muncul di balik pintu itu sambil menarik tangan Diana agar mengikutinya dari belakang


"Daddy"


"Ada apa Hana?" tanya Bryan


"Boleh tidak Hana tidur di cini cama Daddy dan Mommy?"


Diana tidak berani menatap Bryan karena sejak Bryan lupa ingatan Diana sedikit menjaga jarak di antara mereka berdua, dia hanya tidak ingin Bryan merasa tidak nyaman jika berada di dekatnya.


"Tentu saja sayang" jawab Bryan


Diana bernafas lega, setidaknya dia tidak akan merasa canggung jika hanya berdua saja dengan suaminya.


"Ayo naik kesini sayang" ucap Bryan pada Hana


"Tunggu Hana gosok gigi dulu, sayang" ucap Diana pada Hana yang sudah akan naik ke ranjang


"Oh iya Hana lupa"


Diana tersenyum menatap Hana yang menggemaskan


"Ayo sayang"


Diana mengajak Hana gosok gigi di kamar mandi yang ada di kamar itu, sikat gigi milik Hana juga ada di sana karena Hana beberapa kali juga tidur di kamar Daddy dan Mommynya.


Beberapa menit kemudian setelah Diana dan Hana gosok gigi mereka keluar dari kamar mandi, lalu naik ke atas ranjang.


Hana tidur di tengah-tengah Bryan dan Diana


"Selamat malam sayang" ucap Diana pada Hana dia juga mengecup pipi gembul Hana


"Celamat malam Mom"


"Selamat malam mas" ucap Diana memberanikan diri bicara pada suaminya


"Emm"


Sejak tahu dirinya hamil, Diana sangat mudah lelah dan mengantuk. Beberapa detik setelah memejamkan mata dia langsung tidur nyenyak.


Bryan memandang wajah Diana


"Daddy" panggil Hana agak keras


.


.


.