Mr. Bryan

Mr. Bryan
Aku Membenci Mu



Bukan karena masalah tadi tapi karena rasa kesal saat Bryan memaksanya di awal walaupun lambat laun dia juga menyukainya


.


.


.


"Ahhhh....."


"Bagaimana sayang kamu suka?" Bisik Bryan di telinga istrinya dengan suara yang tereng*h-engah dengan tubuh yang masih bergerak cepat


"Tidak!" Jawab di ketus


"Benarkah?" Tanya Bryan sambil tersenyum dia menyentak tubuhnya dengan keras


"Arhhgg"


"Lihat kamu berteriak begitu masih bilang tidak suka? Hah.. hah.." ucap Bryan dengan nafas tereng*h-engah


Bryan kembali menyentak tubuhnya "Masih tidak suka?" tanya Bryan lagi


Diana memilih bungkam, dan memejamkan matanya, Bryan menambah kecepatan gerakannya 30 menit kemudian


"Hen...tikan a....ku..." Ucap di terputus-putus sambil menahan suaranya


"Keluarkan saja sayang" bisik Bryan, dia tahu sebentar lagi istrinya itu akan sampai kerena saat ini milik istrinya semakin menc*ngkr*m kuat bambunya.


Diana berusaha menahannya, tapi "arrgghhhh" lengking*n Diana terdengar dia sudah sampai Bryan menghentikan gerakannya merasakan s*mbur*n di dalam sana


"Hah.. Hah.. Hen...tikan..." Pinta Diana dengan tubuh yang masih ters*nd*t-send*t


"Belum saatnya sayang" ucap Bryan lalu kembali bergerak


"Arghhh! Kak ber....henti du...lu... Aku baru...saja kelu ..ar...!!! Arghh"


"Tahanlah Dek" ucap Bryan dengan suara seraknya


2 jam kemudian


"Argghhhh" teriak keduanya, mereka sampai bersamaan.


Bryan jatuh lemas di atas tubuh istrinya, nafas mereka saling bersautan setelah beberapa detik Bryan memeluk tubuh istrinya dan mengubah Posisinya.


Dia tiduran di samping istrinya tanpa melepas miliknya. Wajah mereka berhadapan Bryan menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya


"Tidurlah kamu pasti lelah, barusan kamu keluar Berkali-kali" bisik Bryan menggod* istrinya


"Aku membenci mu.." Ucap Diana yang lemas


"Ya maksud mu benar-benar cinta, kan?" ucap Bryan, dia ingin membuat istrinya tertawa namun istrinya tidak sedikitpun tertarik dengan gurauannya.


Diana sudah tidak sanggup menyahuti Bryan, tubuhnya sudah lemas dan dia mengantuk, dalam hitungan detik Diana sudah terlelap di pelukan Bryan.


***


Keesokan harinya di sore hari


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam"


Ceklek


"Ibu... "


"Diana.. kalian di sini?"


"Iya, bu" jawab Diana sambil mengecup punggung tangan ibunya, di ikuti Bryan.


Sedangkan Hana saat ini tengah tidur di gendongan Daddynya.


"Ayo masuk"


Mereka bertiga masuk ke dalam rumah


"Kenapa gak ngabarin dulu kalau mau ke sini?" tanya ibu Ida


"Buat kejutan" jawab Diana sambil tersenyum


"Kamu ini ada-ada saja, kalau misalnya ibu gak ada di rumah gimana?"


"Ya tinggal masuk aja nunggu di dalam"


Ibu Ida hanya bisa tersenyum mendengar jawaban putrinya


"Nak Bryan, tidurkan Hana dulu di kamar" ucap ibu Ida


"Iya bu, saya permisi dulu"


"Iya"


Bryan naik ke kamar Diana untuk menidurkan putrinya.


"Yang lain pada kemana?" tanya Diana


"Ayah mu lagi jemput adik mu Ayla"


"Jemput kemana?"


"Di sekolahnya"


"Belakangan Ayla pulang sore terus ya bu?"


"Iya tugas-tugas sekolahnya numpuk"


"Begitu"


Tak lama Bryan turun dari lantai atas


"Hana masih tidur?" tanya Diana pada suaminya


"Iya"


"Assalamualaikum" ucap seseorang dari luar


"Waalaikumussalam"


"Oh kalian di sini?"


"Iya yah" ucap Diana, dia dan Bryan menghampiri ayah Evan lalu mengecup punggung tangannya


"Ayla mana?" tanya Diana


"Aku di sini" sahut Ayla sambil berjalan masuk


"Hana mana?" tanya Ayla sambil mengecup punggung tangan kakaknya


"Hana tidur di kamar"


"Tidur? padahal aku mau main sama Hana"


"Nanti kan bisa" jawab Bryan sambil tersenyum


"Sana kamu mandi dulu, bau" ucap Diana sambil menutup hidungnya


"Mana ada, aku harum tahu kakak ini kebiasaan ngejek terus" ucap Ayla kesal


"Sudah-sudah kebiasaan deh kalau ketemu bertengkar terus" lerai ibu Ida


"Kamu ini jail banget sih" tegur Bryan


"Biarin kapan lagi aku bisa buat dia kesal" jawab Diana sambil terkekeh


Sedangkan Ayah, ibu dan suaminya hanya dapat menggelengkan kepala mereka.


"Bryan, ikut ayah yuk" ajak ayah Evan


"Kemana yah?" tanya Bryan


"Ke belakang, 1 minggu lalu ayah bikin kolam ikan"


"Benarkah?"


"Iya"


"Ya sudah ayok, yah"


Ayah Evan melangkah lebih dulu ke halaman belakang di ikuti Bryan.


"Ikut... " ucap Diana


"Eitt kamu bantuin ibu di dapur" ucap ibu Ida sambil menahan lengan putrinya


"Bantuin apa bu? aku mau lihat kolam ikannya ayah dulu"


"Bantuin masak"


"Iya bentar, aku lihat kolam ikannya dulu ya"


"Ya sudah, tapi jangan lama-lama"


"Iya bu"


Malam harinya


Semua anggota keluarga saat ini berada di ruang keluarga setelah selesai makan malam.


"Mommy" panggil Hana


"Kenapa sayang?" tanya Diana


"Hana mau cidul cama Auncy boleh ya Mom?"


"Memangnya sama aunty di bolehin?" tanya Diana


Hana menoleh ke arah Ayla


"Ancy boleh ya..?"


Ayla menganggukkan kepalanya "boleh"


"Yey... " ucap Hana senang


"Boleh Mom"


"Ya sudah, Hana boleh tidur sama Aunty "


"Maacih Mommy, cup" ucap Hana sambil mengecup pipi Diana


"Sama-sama sayang"


"Bryan memangnya besok kamu gak kerja?"


"Enggak yah, Bryan sengaja gak masuk kerja besok"


"Kenapa?"


"Kemarin Bryan sudah janji ke Hana mau jalan-jalan tapi kemarin gak jadi, jadi hari ini Bryan ajak ke sini. Besok sore baru pulang"


"Oh begitu"


"Kak aku ajak Hana ke kamar ya" ucap Ayla


"Iya"


"Ayo Hana ikut Aunty, Aunty punya sesuatu buat Hana"


"Ayo Auncy"


Mereka berdua melangkah ke kamar Ayla


"Ibu denger Hana sekolah ya?" tanya ibu Ida setelah Hana dan Ayla masuk ke kamar


"Iya bu, tapi berhenti lagi" jawab Bryan


"Kenapa?" tanya ayah


"Panjang ceritanya yah" ucap Diana


Flashback


Setelah kejadian Hana dan Diana kepergok di mall, Bryan dan Diana sepakat Hana berhenti sekolah.


Setelah pulang dari Mall Diana berbicara dengan Hana, dan gadis kecil itu menceritakan kejadian yang terjadi di sekolah.


Di mansion orang tua Bryan.


Saat ini Diana sedang menemani Hana di kamarnya.


"Hana sayang"


"Iya Mom?"


"Bisakah Hana cerita kenapa Hana malas ke sekolah?"


Hana terdiam


"Kalau Hana tidak cerita ke Mommy, gimana caranya Mommy cari alasan ke Daddy nanti?"


"Mommy... " tiba-tiba Hana menangis


"Kenapa menangis sayang? Hana gak mau cerita ya? kalau Hana gak mau cerita gak papa"


Hana menggeleng


"Sayang.... "


"Ceman-ceman Hana bilang calau Mommy cidak cayang Hana"


Deg


"Siapa bilang Mommy gak sayang Hana? Mommy sangat sayang pada Hana"


"Capi Ceman-ceman Hana bilang Mommy itu Ibu tili, ibu tili itu jahat"


Hati Diana sakit mendengar ucapan putrinya.


"Sayang... Hana kan tahu sendiri Mommy sangat menyayangi Hana"


Hana menganggukkan kepalanya


.


.


.