
"Permisi" Diana memberanikan diri untuk menyapa
Kedua pria itu berbalik menghadap ke arah Suara Diana
"Kalian!!!" ucap Diana dan Ross sedikit berteriak karena terkejut
.
.
.
Pria yang duduk di kursi kebesarannya itu tersenyum pada kedua gadis itu
"Hai..!" sapa nya sambil melambaikan tangannya pelan
Diana dan Ross sungguh terkejut bahkan keduanya tercengang, bibir mereka terbuka lebar karena saking terkejutnya.
Pria itu tersenyum melihat keduanya, dia bangun dari kursinya dan menghampiri mereka.
"Hei tutup bibir kalian, nanti ada nyamuk masuk" ucap pria itu sambil terkekeh
"Ternyata kamu bos di sini" ucap Ross
"Benar, selamat datang di kantor ku" sambut pria itu, dia berdiri di depan Ross
"Apa kabar?" pria itu mengulurkan tangannya pada Ross
Ross menerima uluran tangan pria itu "Baik, bagaimana dengan mu?"
"Seperti yang kau lihat" sahut pria itu sambil tersenyum
"Lalu bagaimana dengan mu nona dingin? Apa kabar?" tanya pria itu, dia berbalik menghadap Diana sambil mencondongkan tubuhnya pada Diana
"Baik, ternyata anda tetap sama seperti dulu" ejek Diana
"Ha ha ha tentu saja, aku masih Cho yang sama" ucap pria itu sambil tertawa terbahak
Ternyata pemilik perusahaan itu adalah pria tampan keturan Cina Indo bernama "Nicholas Selim" .
Dia adalah kakak tingkat di kampus kedua gadis itu, Cho mengambil jurusan Bisnis di kampus itu.
Diana dan Ross yang saat itu adalah mahasiswa baru, dan Cho adalah BEM Universitas, saat itu mereka berpapasan di kantin kampus.
Saat itu Ross yang sedang membawa nampan berisi sebuah mangkok bakso panas tidak sengaja menyenggol tubuh Cho yang juga sedang berjalan di kantin.
Nampan berisi mangkok bakso panas itu jatuh mengenai tangan Ross dan kakinya, Ross yang kepanasan seketika berteriak membuat seluruh penghuni kantin menatap ke arah mereka dan mulai berkerumun.
Flashback
"Aghhhh panas..!!" teriak Ross
Diana yang sedang antri untuk membeli makanan untuk dirinya langsung menghampiri temannya itu setelah melihat dan mendengar teriakan Ross.
"Ross kamu baik-baik saja?" tanya Diana
"Panas Di" keluh Ross
"Hei kalau jalan itu pakai mata" ucap seorang perempuan
Diana dan Ross yang mendengar ucapan perempuan itu seketika menoleh ke arahnya.
"Benar, untung saja kuah bakso itu tidak mengenai tubuh Kak Cho, kalau sampai kena sedikit saja, habis kamu" sahut perempuan lainnya
"Syukurin tuh, paling dia cuma mau merayu kak Cho aja"
"Maaf, tapi kalau ada yang kena musibah itu bukannya di syukurin tapi di tolong" sahut Diana kesal
"Eh buat apa di tolongin paling cuma pura-pura tuh"
"Enak aja kamu ngomong, lihat tuh tangan teman saya melepuh!!" ucap Diana sambil menunjuk tangan Ross yang memerah
"Udahlah dia itu cuma caper aja" sahut perempuan itu
"Kamu!!" Diana hendak menghampiri perempuan yang nyolot itu namun lengannya di tahan oleh Ross
"Udahlah Di jangan di perpanjang" cegah Ross karena dia tidak mau bertengkar
"Tapi dia..!"
"Sudah"
Ross menatap ke arah pria yang tadi di senggol nya atau lebih tepatnya pria itulah yang menyenggol nya
"Maaf kak saya tidak sengaja menyenggol kakak" ucap Ross
"Makanya jalan itu pakai mata" ucap perempuan tadi
"Hei sejak tadi kenapa anda nyolot terus sih..!" ucap Diana yang sudah sangat kesal
"Diam kamu, aku lagi ngomong dengan teman mu yang ceper itu bukan dengan mu" sahut perempuan itu
"Hei kenapa kamu malah nyalahin kak Cho jelas-jelas teman mu itu yang salah"
Diana tersenyum mengejek pada perempuan itu "Anda pikir saya buta? jelas-jelas dia yang menyenggol teman saya, karena anda tiba-tiba datang dan menubruk kan tubuh anda pada lengan pria itu" ucap Diana
"Eh sekarang malah nyalain aku, dasar mahasiswa baru gak tahu diri!"
"Andalah yang tidak tahu diri!! semua ini terjadi gara-gara anda!! coba saja anda berhati-hati ini tidak akan terjadi, dasar kecentilan" sahut Diana
"Apa kata mu?!!!" perempuan itu mulai marah
"Ternyata selain kecentilan anda juga budek ya" ejek Diana
"BERANI-BERANINYA KAMU!!" teriak perempuan itu
"Lihat tak lama lagi, anda akan menembakkan laser dari mata anda" Diana masih mengejek perempuan itu
"Kau...!!"
"Sebaiknya anda minta maaf pada teman saya" ucap Diana memotong ucapan perempuan itu
"Hentikan omong kosong mu itu, enak saja kau menuduh ku!!"
"Maaf, tapi saya tidak menuduh itu adalah fakta"
"Sudah aku katakan hentikan!!" teriak perempuan itu
"Anda lah yang harus berhenti" ucap Diana sambil menunjuk ke arah kamera Cctv di sebelah kanan atas.
Perempuan itu menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Diana, bukan hanya dia tapi semua orang yang berkerumun di sana ikut melihat ke arah tangan Diana menunjuk.
Glek perempuan itu menelan saliva nya kasar
"Kak Cho lihat dia menuduh ku" rengek perempuan itu sambil menggoyangkan lengan Cho
Cho yang memang sejak tadi ada di sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun, melirik ke arah dimana perempuan itu menyentuh lengannya.
Sejak tadi dia hanya mengamati mereka berdebat, ah tidak lebih tepatnya dia mengamati gadis yang tengah membela temannya itu.
Dia terus menatap wajah yang menurutnya sangat cantik itu, sepertinya dia terpesona dengan kecantikan dan keberanian Gadis yang tengah mencari keadilan untuk temannya.
"Kak.. " rengek perempuan itu lagi
"Lepas" ucap Cho sambil melepaskan lengannya dari perempuan itu
"Kak Cho"
"Hentikan Manda, sudah cukup" ucap Cho tegas
"Tapi kak"
"Cukup!" bentak Cho
Mendengar bentakan Cho, perempuan yang ternyata namanya adalah Manda itu seketika terdiam.
Dia terkejut karena Cho yang biasanya tidak meninggikan suaranya itu malah membentak dirinya hanya karena mahasiswa baru.
Bukan hanya Manda yang terkejut, mahasiswa lain pun tak kalah terkejutnya karena selama ini yang mereka tahu Cho adalah pemuda yang ramah dan baik.
"Minta maaf sekarang" ucap Cho tegas
"Tapi aku tidak salah"
"Minta maaf sekarang!! jelas-jelas ini salah mu, jika saja kamu tidak tiba-tiba menubruk ku ini tidak akan terjadi" ucap Cho
Manda hanya bisa menunduk, dia takut melihat pria yang ia sukai itu marah.
"Minta maaf sekarang Manda, jangan sampai aku mengulang ucapan ku lagi!" tegas Cho
"Maaf" ucap Manda pelan bahkan hampir tidak terdengar
"Lebih keras Manda" ucap Cho
"Maaf!! aku minta maaf!! puas kau!!" teriak Manda dan langsung pergi dari sana di susul teman-temannya
"Hah... dasar tidak sopan" gerutu Diana
"Sebaiknya kamu cepat bawa teman mu itu ke UKS, jika tidak lukanya akan bertambah parah" ucap Cho pada Diana
Mendengar ucapan Cho, Diana seketika menoleh ke arah temannya itu
"Ya Allah, maaf Ross aku lupa"
Ross hanya tersenyum pada temannya itu
.
.
.