
Bryan berbalik lagi ke arah lain dan pergi dari sana, tapi sebelum beberapa langkah Diana sudah lebih dulu memeluk Bryan dari belakang.
"Maaf"
.
.
.
"Maafkan aku kak" ucap Diana dari balik punggung suaminya, dia mengencangkan pelukannya
"Maaf seharusnya aku tidak berbohong pada kakak, aku hanya takut kakak tidak memperbolehkan ku pergi ke cafe"
"Kedua pria itu senior ku dulu kak, ya walaupun aku hanya bertahan di kampus hanya sebentar mereka tetap senior ku"
"Aku tidak punya hubungan apapun dengan mereka, mereka hanya senior ku dan mereka ke cafe hari ini karena ingin membicarakan bisnis pria yang memakai jas hijau itu pemilik perusahaan dan sebentar lagi acara ulang tahun perusahaannya, cafe kami di tunjuk untuk menyediakan hidangannya"
"Maafkan aku, harusnya aku bicara jujur pada kakak tapi aku takut kakak tidak memperbolehkan ku menemui mereka"
"Maaf"
Bryan tidak tega mendengar istrinya terus minta maaf pada dirinya.
Bryan melepas tangan Diana dari tubuhnya, Diana kira Bryan melepaskan tangannya karena tidak mau di peluk dirinya dan masih marah.
Tapi ternyata Diana salah, Bryan malah berbalik dan menyerang bibirnya, tubuhnya terdorong ke arah meja kitchen set
Tapi sebelum tubuh istrinya menyentuh meja tangan Bryan sudah lebih dulu menghalangi pinggang istrinya agar tidak membentur pinggiran meja
Bryan ******* bibir istrinya dengan gan*s seolah-olah dia akan kehilangan bibir manis itu.
Setelah cukup lama Bryan melepas cium annya dia menyatukan keningnya dengan kening istrinya.
Kedua telapak tangannya berada di kedua pipi Diana dengan nafas keduanya terengah-engah.
"Jangan lakukan itu lagi" ucap Bryan dengan suara serak
Diana menganggukkan kepalanya
"Berjanjilah" tuntut Bryan
"Aku janji" ucap Diana
"Lain kali katakan dengan jujur pada kakak, kakak tidak akan menghalangi mu"
Diana kembali mengangguk "Iya, maafkan aku kak"
Bryan memeluk erat tubuh istrinya "Hmm kali ini kakak memaafkan mu tapi jika lain kali kamu menemui pria lain dan tidak mengatakannya pada kakak, kakak akan mengurung mu di kamar dan tidak akan membiarkan mu keluar sedetik pun"
Diana yang mendengar ancaman Bryan seketika takut, suaminya itu sangat menakutkan jika marah sudah pasti dia tidak akan main-main dengan ucapannya
"Iya" jawab Diana
Bryan mengangkat tubuh istrinya seperti koala dan membawanya ke kamar lalu membaringkannya di kasur kemudian dia naik ke atas tubuh istrinya.
"Kakak mau ngapain?"
"Kamu harus di hukum dulu biar jera" ucap Bryan
"Aku kan sudah minta maaf kak" rengek Diana
"Ya kamu sudah minta maaf tapi kakak belum menghukum mu"
"Jangan pukul aku" ucap Diana ketakutan
"Kakak tidak akan memukul mu, tapi kakak akan menyuntik mu"
"Di suntik? Aku takut jarum suntik kak kumohon jangan di suntik, lagi pula memangnya kakak dokter? Kakak tidak bisa menyuntik ku sembarangan kakak bukan dokter" ucap Diana heboh
Bryan terkekeh melihat kehebohan istrinya
"Duh istri ku kok gemesin benget sih" ucap Bryan sambil mencubit kedua pipinya
"Argghh... Kakak gak boleh KDRT nanti aku laporin ke polisi"
"Laporin aja, nanti kakak tinggal bilang kalau istri kakak yang KDRT duluan"
"Eh mana boleh begitu itu namanya fitnah, aku kan gak pernah pukulin kakak"
"Ya namanya kan cuma cari alasan" ucap Bryan sambil terkekeh
"Apa-apaan sih kakak" ucap Diana ngambek
"Duh ngambek nih" ucap Bryan sambil menyolek pipi Diana
"Enggak"
"Ternyata sayang ku ngambek nih, jadi makin imut deh tiap hari ngambek terus aja gak papa deh"
"Ih apaan sih gombal mulu, muka kakak itu gak cocok gombal-gombal gitu" ketus Diana
"Lalu cocoknya gimana?" tanya Bryan
"Ha ha ha dan lain-lainnya itu apa aja?" tanya Bryan sambil tertawa
"Tauk pikir sendiri, aku capek mikirnya" ucap Diana
"Berarti kamu kurang vitamin, kalau begitu biar kakak suntik dulu" ucap Bryan usil
"Kok bahas suntikan lagi sih" ucap Diana kesal
"Katanya kamu capek jadi perlu vitamin" sahun Bryan
"Gak! aku gak butuh di suntik"
"Biar sehat, kakak suntik dulu"
Diana berusaha pergi dari kukungan Bryan tapi tidak bisa
"Kakak tuh bukan dokter, gak boleh suntik sembarangan" ucap Diana memberontak, dia sangat takut dengan jarum suntik
"Siapa bilang cuma dokter aja yang bisa nyuntik, kakak juga bisa kok"
"Ihhh kakak minggir deh aku gak mau di suntik, jarum itu sakit kak aku takut sama jarum suntik"
"Gak sakit kok, enak malah" ucap Bryan sambil terkekeh
"Apanya yang enak, kakak ini psikopat ya?! Kok di suntik malah enak!" teriak Diana sambil mendorong tubuh Bryan
Diana berhasil mendorong tubuh Bryan, lalu dia merangkak dan hendak turun dari ranjang.
Tapi Bryan sudah lebih dulu menarik kakinya dan menidurkannya di tempat semula.
"Kakak aku nangis nih ya..." rengek Diana
"Nangis aja nanti juga kamu berteriak keenakan"
"Huaaa tolongggg kak Bryan jadi psikopatttt..!!!!" teriak Diana
"Ibu ayah!!! Tolong Diana...!! Huaaaa tolongggg, papa mama!!!! tolong aku...!!"
"Apartemen ini kedap suara sayang" ucap Bryan masih dengan senyuman di wajahnya
"Kak Bryan jahat.. Hiks hiks" ucap Diana sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"Lah nangis beneran" ucap Bryan sambil terkekeh
"Hiks hiks"
Bryan melepas jaket dan kaos yang di pakainya bersiap menyuntik istrinya.
"Sayang buka deh wajahnya" Bryan mencoba membuka wajah Diana yang di tutupi dengan telapak tangannya
Diana tidak mau membuka wajahnya, dia menahan tangannya semakin kencang
"Dasar cengeng kayak bayi aja" bisik Bryan di telinga Diana
"Biarin aku emang masih bayi! pas kakak sudah sekolah aku masih bayi, siapa suruh kakak nikah sama bayi" ucap Diana kesal
"Iya kakak salah nikah sama bayi" ucap Bryan sambil terkekeh
"Kakak ini menyebalkan! ya aku masih bayi tapi bayi ini sudah bisa bikin bayi!" ucap Diana menunjukkan wajah cemberutnya
Mendengar ucapan istrinya Bryan tertawa terbahak-bahak
"Ha ha ha ha"
"Jangan tertawa!" ucap Diana masih kesal
" Ha ha ha "
Bryan masih saja tertawa membuat Diana tambah kesal dia memelototi suaminya.
"Iya iya kakak berhenti nih" ucap Bryan sambil menahan tawanya
"Kalau kakak gak berhenti juga mulai sekarang kita tidak usah buat bayi! aku mau tidur sama Hana saja!" ancam Diana
"Lagian kakak yang enak terus akunya yang capek!" ucap Diana kesal
"Kamu kan juga enak sayang" sahut Bryan
"Memang, tapi besoknya tubuh ku sakit semua" ucap Diana masih kesal
"Nanti kalau sudah biasa gak bakalan gitu kok" ucap Bryan sambil menaik-turunkan alisnya
"Gak aku udah terlanjur kesal, mulai besok kakak tidur sendiri aku mau tidur sama Hana" ucap Diana kesal
.
.
.