Mr. Bryan

Mr. Bryan
Kepergok



Bryan segera membuka selimut yang menutupi tubuh mereka, Bryan mengangkat sedikit tubuhnya tangan kanannya dia gunakan sebagai penopang tubuhnya.


"Dimana sayang?" tanya Bryan


.


.


.


"Itu" tunjuk Diana pada tubuh bagian bawah Bryan


Netra Bryan mengikuti arah jari Diana menunjuk


"Tck sayang kalau itu tikusnya kamu pakai celana dal*m atau tidak tetap akan bisa masuk"


"Ke ke ke" Diana terkekeh


"Kamu mau coba? kalau mau kakak akan ambilkan celana dal*m mu sekarang" tantang Bryan


"Tidak usah kak terima kasih, aku mau tidur saja" ucap Diana masih terkekeh


"Tapi kakak pengen coba" ucap Bryan


"Ish di goda dikit aja langsung connect, udah sebaiknya kita tidur besok kakak kerja"


"Besok kakak libur" ucap Bryan


"Libur? kenapa?" tanya Diana


"Karena sekarang kakak ingin coba ide yang kamu katakan barusan"


"Ish dasar menyebalkan"


"Jadi gimana mau coba tidak?" tanya Bryan


"Jangan aneh-aneh deh kak"


Diana menarik tubuh suaminya agar kembali tidur


"Sudah malam kak aku ngantuk, ayo kakak peluk aku lagi aku mau tidur"


Bryan langsung memeluk istrinya barusan dia hanya bercanda saja, dia tahu istrinya itu pasti sangat lelah dan dalam sekejap mereka sudah tidur pulas


***


1 bulan kemudian


Hana sudah mulai masuk preschool 3 minggu lalu


"Daddy berangkat dulu ya"


"Iya Daddy"


"Sayang, Kakak berangkat duluan ada meeting"


"Tunggu kak"


"Kenapa?" tanya Bryan


"Dasinya miring aku perbaiki dulu" Diana menghampiri dan memperbaiki dasi suaminya


Bryan menatap istrinya yang tengah fokus memperbaiki dasinya


"Sudah"


"Terima kasih sayang" ucap Bryan


"Sama-sama" jawab Diana sambil tersenyum


"Hana Daddy berangkat dulu ya jangan nakal kasihan Mommy" Bryan mengecup pipi Hana lalu mengecup kening istrinya


"Iya Daddy, haci-haci daddy"


"Iya sayang"


"Kakak berangkat dulu ya"


"Ayo kak aku antar ke depan, Hana Mommy anter Daddy ke depan dulu ya" ucap Diana sambil mengedipkan sebelah matanya pada Hana


"Oce Mommy" jawab Hana sambil tersenyum lebar


Sesampainya di depan


"Kak, hati-hati di jalan" ucap Diana sambil mengecup punggung tangan suaminya


"Iya"


"Tunggu kak"


"Ada apa?"


"Sini membungkuk sebentar"


"Kenapa? dasinya miring lagi?" tanya Bryan


"Ish kakak cerewet banget sih" Diana menarik dasi Bryan


Cup


Diana mengecup pipi Bryan, Bryan membeku mendapat serangan dari istrinya


"Nah sudah" ucap Diana sambil melepaskan dasi Bryan


"Sayang"


Diana tersenyum "Sana berangkat" ucap Diana sambil mendorong pelan tubuh Bryan


"Bye kak" ucap Diana lalu kabur dari sana


Bryan yang masih terkejut menyentuh pipinya yang di cium istrinya barusan


"Tuan kita berangkat sekarang?" Tanya supir Bryan


"Ah iya mang kita berangkat sekarang" ucap Bryan lalu melangkah ke mobil


Di dalam Rumah


"Mom, Daddy cudah belangcat?" tanya Hana


"Sudah sayang, Hana makannya sudah belum?"


"Cudah Mom"


"Oke kalau gitu kita sekarang siap-siap dulu setelah itu berangkat"


"Oce Mom"


Beberapa saat kemudian Hana dan Diana sudah siap berangkat, Diana menggandeng tangan mungil Hana menuju keluar lalu memanggil pak Ujang untuk mengantar mereka


"Pak Ujang"


"Iya Nona"


"Kita berangkat"


"Baik nona"


Saat sudah di mobil


"Loh nona kecil kok tidak pakai seragam?" tanya pak Ujang yang baru sadar Hana tidak memakai seragam preschool


"Kenapa ke mall?"


"Hana lagi malas ke sekolah jadi saya ajak ke mall saja, pak Ujang tolong jangan kasih tahu kak Bryan ya sekali ini aja kok"


"Tapi nona kalau tuan muda marah gimana?"


"Pak Ujang tenang aja, saya yang tanggung jawab kalau kak Bryan marah"


"Baiklah nona"


"Terima kasih pak"


"Sama-sama nona"


Sesampai di mall


Pak Ujang mengikuti kedua nonanya karena takut terjadi sesuatu


Diana mengajak Hana ke arena bermain di mall itu. 3 jam mereka bermain di sana


"Hana kita makan dulu yuk, Mommy lapar" ajak Diana


"Oce Mom"


Skip selesai makan


"Hana mau ke mana lagi?" tanya Diana


"Hana mau mainan Mom"


"Oke"


"Maaf pak, pak ujang pasti capek nungguin kita" ucap Diana tidak enak


"Tidak apa-apa nona"


"Pak Ujang duduk aja di sana" ucap Diana sambil menunjuk kursi di depan toko mainan


"Baik nona"


Diana dan Hana masuk ke sebuah toko mainan, dan saat tengah asik memilih mainan tiba-tiba terdengar suara seseorang


"Sayang, Hana kenapa kalian di sini?"


Deg


Sepasang ibu dan anak itu terkejut mendengar suara orang itu


"Hana kok kayak suaranya Daddy ya?" tanya Diana pada Putrinya


"Iya mom cepelti suala Daddy" jawab Hana


"Ekhhm"


Kedua nona muda itu menoleh ke belakang, di saat menoleh kebelakang mereka melihat Bryan yang sudah melipat kedua tangannya di dada


"Kenapa kalian di sini? Sekarangkan seharusnya kalian masih di sekolah?" tanya Bryan


"Eh kak Bryan kok ada di sini?" tanya Diana


"Memangnya kakak gak boleh ke sini?" tanya Bryan


"Ya boleh aja, tapi katanya kakak meeting?"


"Meetingnya sudah selesai" jawab Bryan


"Lalu kenapa kakak di sini?" tanya Diana


"Tuan sedang mengecek mall, nona" ucap Rendy


"Mall ini milik kakak?" Tanya Diana terkejut


"Menurut mu" ucap Bryan


Diana menganga tak percaya "Mampus kamu Diana kenapa malah datang ke mallnya kak Bryan tapi kan aku gak tahu kalau ini milik kak Bryan" ucap Diana dalam Hati


"Hana" panggil Bryan


"Iya Daddy" jawab Hana yang sejak tadi bersembunyi di belakang tubuh Mommynya


"Daddy ada urusan sama Mommy, Hana ikut uncle Rendy ya..."


"Oce Daddy"


"Mari nona ikut saya" ucap Rendy sambil menggandeng tangan Hana


"Kak, mainan Hana belum di bayar"


"Ren, tolong sekalian bayar mainannya Hana" ucap Bryan pada asistennya


"Baik tuan"


"Mommy sama Daddy pergi dulu ya" ucap Bryan pada Hana


"Iya Daddy"


"Sekarang kamu ikut kakak" ucap Bryan sambil menggandeng tangan istrinya dan keluar dari toko mainan


Di luar toko


"Loh tuan muda nona" ucap pak Ujang terkejut


"Pak Ujang bisa pulang duluan Hana sama asisten saya, saya masih ada perlu dengan istri saya" ucap Bryan pada pak Ujang


"Baik tuan" jawab pak Ujang


Bryan membawa Diana masuk ke dalam lift


"Kak kita mau kemana?" tanya Diana


"Menghukum mu"


"Apa?!" teriak Diana terkejut


Ting lift sampai di lantai paling atas mall itu


"Kak ini di mana?" tanya Diana


Bryan membuka membuka pintu ruangan dengan sidik jarinya, lalu Bryan membawa masuk istrinya ke sebuah ruangan yang sangat mewah.


"Duduk" ucap Bryan


"Kak..."


"Duduk sayang"


"Iya"


"Sekarang jelaskan" ucap Bryan


"Jelaskan apa?" tanya Diana


"Jelaskan kenapa kalian malah belok ke mall bukannya ke sekolah"


.


.


.