Mr. Bryan

Mr. Bryan
Ayah Tidak Setuju



"Pria itu duda dengan satu anak"


"Duda?"


.


.


.


"Iya"


"Tidak, mas tidak setuju" ayah Diana yang tadinya Terdengar sangat setuju seketika langsung menolak


"Kenapa mas?"


"Dia seorang duda, dia bercerai pasti dia berulah"


"Bisa jadi wanitanya yang berulah, mas"


"Tidak, pokoknya mas tidak setuju putri kita itu cantik dan pintar, masih banyak pria yang mau dan tentunya masih lajang"


"Iya kalau mereka baik" sahut ibu Ida


"Tentu saja harus baik kalau Diana ingin menikah, mas yang akan mencarikan pria yang pas untuk nya"


"Tapi Diana menyukai pria itu mas" ucap ibu


Walaupun putrinya itu mengatakan tidak tahu apakah dia menyukai pria itu atau tidak.


Namun ibu Ida dapat menangkap pancaran dari manik mata putrinya bahwa sebenarnya putrinya itu tertarik pada pria itu.


karena itulah ibu mengatakan pada ayah Diana kalau Diana menyukai pria itu walaupun sebenarnya dia sendiri kurang setuju karena pria itu duda beranak satu.


Orang tua mana yang tidak menginginkan anak-anaknya mendapatkan yang terbaik.


Begitu juga dengan ibu Ida, dia sebagai seorang ibu hanya bisa mendukung apa yang memang bisa membuat anak-anaknya bahagia.


"Pokoknya mas tidak setuju"


"Mas, dia pria yang baik buktinya anaknya ikut dia" ucap Ibu Ida masih membela pria yang bahkan tidak ia ketahui rupa dan sifatnya seperti apa.


"Ya mungkin dia baik pada anaknya karena darah dagingnya sendiri, tapi bagaimana kalau pria itu hanya memanfaatkan putri kita hanya untuk mengasuh anaknya itu"


"Mas bisa jadi benar, tapi aku harus mengatakan apa pada Diana? Anak itu sepertinya sangat tertarik pada pria itu" ibu Ida juga merasa apa yang di katakan suaminya itu ada benarnya juga.


"Katakan pada Diana bahwa mas tidak setuju dan kalau dia mau mas akan Carikan pria yang lebih baik untuknya"


"Iya mas, Kalau begitu aku tutup telponnya" ibu Ida tidak membantah ucapan suaminya karena ia tidak mau ribut malam-malam


Nanti dia akan memikirkan cara untuk membujuk suaminya, tapi sebelum itu dia harus mendengar langsung dari putrinya, apakah putrinya itu memang sungguh menyukai pria itu atau tidak.


Dan jika Diana sangat menginginkan pria itu dia akan lakukan berbagai cara agar suaminya mau merestui mereka, tapi jika Diana tidak menginginkan hal itu dia tidak akan membujuk suaminya.


"Iya, 2 hari lagi mas akan pulang"


"Iya mas"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab ibu


Keesokan harinya


Ibu sedang memasak di dapur lalu Diana datang menghampiri ibunya.


"Pagi Bu"


"Pagi nak"


"Ibu sudah menghubungi ayah?" tanya Diana


"Sudah"


"Lalu bagaimana?" tanya Diana sudah tidak sabar


"Kita bicarakan hal ini setelah sarapan ya" ucap ibu Ida lembut


"Baiklah Bu"


Selesai sarapan, Ayla pamit berangkat ke sekolah


"Bu, aku berangkat" ucap Ayla sambil mengecup punggung tangan ibunya


"Kakak balik kapan?"


"Gak tahu mungkin besok atau lusa"


"Baiklah, aku berangkat" Ayla juga mengecup punggung tangan kakaknya


"Iya, Assalamualaikum"


"Waalaikumusalam" sahut Diana dan Ibu Ida bersamaan


Setelah Ayla berangkat, ibu mengajak Diana untuk bicara


"Nak"


"Iya Bu?"


"Begini, ayah tidak setuju kamu menikah dengan pria itu"


"Bagaimana dengan ibu?" Diana balik bertanya


"Sebenarnya ibu juga kurang setuju sayang karena setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, maaf tapi karena statusnya apalagi sudah punya anak kami kurang setuju, maaf sayang"


"Baiklah kalau ayah dan ibu tidak setuju aku tidak akan memaksa Bu, toh sebenarnya aku juga masih sedikit ragu" ucap Diana sambil tersenyum pada ibunya


"Tapi sayang jika kamu memang sangat menyukai pria itu, ibu akan berusaha membujuk ayahmu dan untuk ibu sendiri jika kamu bahagia dengan pria itu ibu juga akan bahagia" ucap ibu Ida sambil menggenggam telapak tangan putrinya


"Tidak apa-apa Bu, sebenarnya aku mau menikah dengannya karena putrinya saja Bu"


"Putrinya?"


"Ya, anak kak Bryan perempuan dan dia sangat lengket dengan ku sejak pertama kali bertemu"


"Dimana kalian bertemu?" tanya ibu Ida


"Di mall saat aku dan Ross sedang belanja, waktu itu dia tersesat dan kami yang menemukannya"


"Jadi begitu"


"Gadis kecil itu tiba-tiba saja memanggil ku Mommy, Bu"


"Mommy?"


"Memangnya dia tidak pernah bertemu dengan ibunya? Apa ibunya meninggal?" tanya ibu Ida


"Tidak Bu, ibunya tidak meninggal ibunya masih ada. Keluarganya mengatakan dia tidak pernah bertemu ibunya sejak lahir, tapi kemarin saat anak itu tidak mau aku tinggalkan dia mengatakan pernah bertemu ibunya di suatu tempat sambil menangis"


"Coba ceritakan"


Diana menceritakan kejadian saat Hana yang menangis agar tidak di tinggal pergi oleh dirinya sampai saat dimana dia bertemu orang tua Bryan, Diana menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi dari ibunya.


Kecuali saat dia bermesraan dengan Bryan di malam itu, karena jika dia mengatakan itu ibunya pasti akan menceramahinya sampai pagi.


Ibu Ida yang mendengar apa yang di katakan putrinya merasa sangat kasihan dengan gadis kecil itu.


Tapi dia juga merasa sedikit kesal pada putrinya karena berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu hanya karena seorang gadis kecil yang menangis tidak mau ditinggal dirinya.


"Ya Allah jahat sekali ibunya, bisa-bisanya memperkenalkan pacar barunya pada anak sekecil itu"


"Aku sangat kasihan pada gadis kecil itu, bu"


"Ya karena itulah kamu bicara tanpa berpikir dulu" sindir ibu Ida


"He he he maaf bu, saat itu aku juga sedang emosi"


"Lalu apa penyebab mereka bercerai?" tanya ibu Ida


"Ibunya selingkuh dan kak Bryan menceraikannya tepat setelah melahirkan"


"Ya Allah, kasihan sekali mereka"


"Karena itulah Aku kasihan padanya, dan mengatakan pada kak Bryan kalau dia mau aku jadi ibu putrinya dia harus mendapat persetujuan dari ayah dan ibu, tapi karena ayah dan ibu tidak setuju aku tidak akan memaksa Bu, toh aku tidak suka pada kak Bryan"


Nyuttt ada rasa tidak nyaman di jantung Diana saat mengatakan hal itu, tapi dia tidak tahu apa itu.


"Maafkan kami nak tapi ini demi kebaikan mu"


"Aku tahu Bu" jawab Diana sambil tersenyum


"Kalau kamu mau, ibu akan bujuk ayah mu lagi ibu akan lakukan itu sampai mendapat persetujuan dari ayah mu, bagaimana?"


"Tidak perlu bu, aku tidak ingin ayah memberi restu dengan terpaksa itu tidak akan baik untuk hubungan ku kebelakangnya, bu"


"Baiklah, tadi malam Ayah bilang kalau kamu mau menikah ayah akan mencarikan pria lain untuk mu, bagaimana kamu mau?" ucap ibu Ida menyampaikan pesan suaminya


"Tidak perlu Bu, untuk saat ini aku tidak mau" tolak Diana


.


.


.