
"Ya udah ayo ke kamar" ajak Bryan
.
.
.
"Ih apaan sih mas, ada mama nih" ucap Diana malu
"Gak papa sayang, suami istri mah dah biasa begitu" ucap mama Anna sambil terkekeh
Bryan duduk di sofa sambil memangku putrinya
"Daddy mana dedek bayinya?" rengek Hana di pangkuan Bryan
"Harus buat dulu sayang" ucap Bryan sambil menatap wajah imut putrinya
"Ya cudah buat cekarang" ucap Hana
"Sana bilang ke Mommy dulu" suruh Bryan
"Mommy... "
"Apa Hana sayang" sahut Diana
"Buat dedek bayi cekalang"
"Iya nanti, sekarang Hana lihat ini dulu" ucap Diana mencoba mengalihkan perhatian Hana
"Liat apa?" tanya Hana
"Sini dulu sayang" ucap mama Anna pada cucunya
Hana turun dari pangkuan Bryan dan menghampiri Mommy dan omanya
"Lihat ini, kalau pesta ulang tahunnya kayak gini mau gak?" tanya Diana sambil menunjukkan beberapa gambar di ponselnya
"Nanti Hana pakai baju princess, Hana mau gak?" tanya mama Anna
"Plincess?"
"Iya, princess nanti Mommy buatkan bajunya" ucap Diana
"Sayang kamu juga mau buat bajunya?" tanya Bryan yang sudah bergeser ke samping istrinya
"Iya"
"Memangnya bisa?" tanya Bryan
"Tentu saja, apa yang gak bisa aku lakuin?" ucap Diana menyombongkan dirinya
"Jangan sombong gak baik" ucap Bryan sambil menyentil kening istrinya
"Argh! mas Bryan kebiasaan nyentil kening" keluh Diana
"Permisi" ucap bik Arum sambil membawa nampan berisi teh, di ikuti seorang pelayan di belakangnya yang membawa nampan berisi camilan.
"Silahkan bik" ucap mama Anna
Bik Arum menyajikan teh dan camilan, lalu dia undur diri. Mama Anna meminum teh yang di sajikan oleh bik Arum.
"Mommy, Hana mau ini" ucap Hana sambil menunjuk sebuah gambar gaun
"Hana mau gaun ini?" tanya Diana
"Iya Mom"
"Boleh, ini baju yang Mommy buat dulu loh" ucap Diana
"Ini beneran kamu yang buat?" tanya Bryan
"Mas Bryan kok gak percayaan sih" ucap Diana kesal
"Bukannya gak percaya sayang, mas cuma tanya" ucap Bryan
"Terserahlah kalau gak percaya ya sudah" ucap Diana yang moodnya tiba-tiba jelek
"Lah kok ngambek sih, ma lihat menantu kesayangan mama akhir-akhir ini sering banget ngambek"
"Kamu sih Bryan, sudah tahu istri mu dulu pernah kuliah tata busana malah di raguin" bela mama Anna
"Lah Bryan kan cuma tanya doang, ma"
"Kenapa? apa karena aku cuma kuliah sebentar jadi mas Bryan ragu?" tanya Diana yang sudah kesal
"Bukan gitu sayang, sungguh mas cuma tanya"
"Sudah sayang jangan di dengerin ucapan suami mu dia memang gitu sama kayak papanya" ucap mama Anna
"Mama" keluh Bryan
"Oh iya gaun yang kamu buat masih ada?" tanya mama Anna pada Diana
"Ada ma, masih aku simpen"
"Kamu buat gaun itu untuk siapa?" tanya mama Anna
"Dulu niatnya cuma iseng-iseng sih ma, tapi pas sudah selesai ternyata bagus jadi niatnya mau di pakai pas ulang tahun putri aku kelak"
"Begitu" ucap mama Anna sambil menganggukkan kepalanya
"Iya dan sekarang aku sudah punya putri jadi gaun itu untuk putri aku yaitu Hana" ucap Diana sambil tersenyum pada Hana
"Gaunnya punya Hana Mom?" tanya Hana
"Iya sayang, ukurannya juga pas untuk Hana" ucap Diana sambil tersenyum
"Calau begitu cekalang mana gaunnya" tanya Hana
"Hana ikut" ucap Hana
"Mas besok bolehkan aku pulang ke rumah sama Hana?" tanya Diana pada Bryan
"Kamu sudah gak kesel lagi sama mas?" tanya Bryan
"Tergantung, kalau besok boleh pergi aku gak kesal lagi"
"Ya sudah.."
"Boleh pergi" ucap Diana senang
"Siapa bilang boleh? mas bilang ya sudah besok kamu gak boleh pergi biar kesal sama mas terus" ucap Bryan sambil terkekeh membuat Diana seketika cemberut
"Bryan.. " peringat mamanya
"Daddy kok gitu cih" omel Hana
"Habisnya Daddy suka lihat Mommy kesal, tambah imut" ucap Bryan sambil tertawa
"Mas Bryan memang suka gitu ma, nanti kalau aku kesel beneran baru nyesel" ucap Diana mengadukan tingkah laku suaminya
"Jangan usil terus Bryan kasian istri mu"
"Bencanda doang ma, besok kamu boleh pulang"
"Ajak Hana boleh?" tanya Diana
"Boleh, tapi di anter pak ujang ya soalnya besok mas ada meeting penting"
"Oke, makasih mas"
"Sama-sama" jawab Bryan sambil tersenyum
"Oke kalau gitu Hana mau kan konsep pestanya ala princess?" tanya Mama Anna
"Iya oma, Hana mau jadi plincess" ucap Hana sambil melompat-lompat karena senang
"Oke, nanti mama panggilkan Event organizer langganan mama, kamu bisa diskusikan dengan mereka konsepnya"
"Iya ma"
"Kalau misalnya nanti ada yang gak cocok bilang saja ke mama, nanti mama carikan yang lain atau kamu punya rekomendasi sendiri"
"Aku sih gak ada kenalan di bidang itu ma jadi mama saja yang pilihkan EO nya, kalau misalnya aku kurang cocok nanti aku bilang ke mama"
"Baiklah, karena besok kamu mau pulang gimana kalau lusa?"
"Boleh ma"
"Oke, kalau gitu mama pulang dulu ya sudah mau maghrib"
"Gak makan malam di sini dulu ma?" tanya Bryan
"Maaf hari ini gak bisa mungkin lain kali, Bella sendirian di mansion" ucap mama Anna sambil bangun dari sofa di ikuti Bryan, Diana dan Hana
"Papa sama Zain kemana ma?" tanya Bryan
"Papa mu pergi main sama teman-temannya bilangnya pulang nanti setelah makan malam, kalau Zain ke luar kota ngecek pembangunan hotelnya"
"Ohh, perusahaan Zain makin maju aja" ucap Bryan
"Alhamdulillah" ucap mama Anna
"Berapa lama biasanya Zain keluar kota, ma?" tanya Bryan
"Biasanya berangkat subuh pulang subuh" jawab mama Anna
"Walaupun jaraknya jauh?" tanya Bryan
"Iya jadi kamu gak perlu khawatir, mama yakin dia pria yang setia dan bertanggung jawab" ucap mama Anna yang tahu kekhawatiran putra sulungnya
"Iya ma"
"Ya sudah kalau begitu mama pulang dulu ya"
"Iya ma"
Mereka mengantar mama Anna sampai ke depan, lalu mereka mengecup punggung tangan mama Anna.
Mama Anna melangkah ke arah mobilnya dan masuk ke dalam. Mama Anna membuka kaca mobilnya.
"Hati-hati ma" ucap Diana
"Iya, Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam" sahut mereka
Setelah mobil mama Anna meninggalkan halaman mereka bertiga masuk ke dalam dan kembali ke ruang keluarga.
"Mas sudah mandi?" tanya Diana setelah meminum tehnya
"Iya"
"Kalau gitu aku mau mandikan Hana dulu, setelah itu kita shalat Maghrib bersama"
"Iya"
Malam harinya, saat ini sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Bryan tengah tengkurap di atas kasurnya sambil memainkan ponselnya.
.
.
.