
"Kamu mengantuk?" tanya Bryan
Diana menggeleng
"Mau nonton?"
"Tidak mau" tolak Diana karena dia trauma menonton film dengan Bryan
"Lalu mau ngapain?" tanya Bryan
"Tidak tahu" jawab Diana
"Gimana kalau bikin baby saja" bisik Bryan
"Kakak mau aku hajar?" tanya Diana sambil memperlihatkan kepalan tangannya
"Bercanda sayang"
"Gak lucu"
"Ya sudah kamu tidur saja"
"Tidak mau"
"Kenapa?"
"Takut, aku tidak biasa tidur sendirian lagi pula aku tidak mengantuk"
"Ayo kakak temenin sampai kamu tidur"
"Gak mau"
"Lalu mau bagaimana sayang?" tanya Bryan sabar
"Kita nonton saja deh, tapi nonton drakor"
"Ya sudah ayo"
Bryan mengajak Diana ke ruang keluarga karena sejak tadi mereka masih berdiri di ruang makan.
"Duduklah"
Diana duduk di sebelah Bryan, Bryan menghidupkan Smart TVnya dan mensetting nya lalu dia membuka aplikasi V*u di Smartphone yang sudah terhubung dengan smart Tv
"Ini sayang pilihlah yang kamu mau" ucap Bryan menyerahkan Smartphone pada Diana
"Wahh kakak tahu aplikasi ini?" tanya Diana
"Tentu saja, karena adik perempuan kakak suka nonton drakor sama seperti mu"
"Ohh" ucap Diana sambil mengangguk
"Mau nonton yang mana?" tanya Bryan
"Tunggu kak, aku masih cari"
"Kamu suka drakor apa?"
"Apapun asal gak seram, terus aktornya harus cantik dan tampan"
"Kalau cari yang tampan lihat kakak saja"
Diana menoleh ke arah Bryan "kakak memang tampan tapi aku kan mau nonton film bukan nonton wajah orang, bakalan bosen aku"
"Wajah kakak gak bosenin kok" ucap Bryan dengan percaya dirinya
"Tapi kalau di lihat terus tanpa ngapa -ngapain bosen juga kali kak"
"Ya sudah ayo pilih filmnya"
"Ini aja deh"
"Film apa itu?" tanya Bryan
"Malaikat maut"
"Kok nonton itu? katanya takut nonton film horor?"
"Gak serem kok"
"Judulnya apa?"
"Tomorrow"
"Tomorrow?"
"Emm" jawab Diana sambil mengangguk
"Itu filmnya udah mulai" ucap Diana
Mereka berdua mulai diam dan menatap layar TV.
Di menit ke 08.37 mereka tertawa melihat sang aktor yang berakting hampir pingsan karena merasa sudah di tipu oleh perusaan tempat dia melamar kerja.
"Ha ha ha kasihan dia di tipu, padahal pelamar yang satunya adalah putri pemilik perusahaannya" ucap Bryan
Dia menoleh ke arah Bryan yang tertawa
"Kakak belum pernah nonton drakor ya?" tanya Diana
"Belum pernah, baru kali ini"
"Oh pantas saja"
"Ha ha ha lihat dia mengamuk" ucap Bryan heboh
"Kak jangan berisik"
"Tidak apa-apa kamar di sini kedap suara" ucap Bryan
Mereka lanjut menonton dan di menit ke 21
"Oh dia dapat Gucci" seru Bryan
"Itu bukan Gucci" jawab Diana
"Itu Gucci sayang, lihat"
"Bukan lihat saja"
"Ha ha ha Aguccim" Bryan tertawa
"Kan bener apa kata ku"
"Kamu sudah pernah nonton?" tanya Bryan
"Belum, baru kali ini"
Menit 23.30
"Oh tempatnya bagus sekali" ucap Diana
"Seperti di kantor"
Menit 27.27
"Oh siapa itu? Sepertinya keren" seru Diana
Beberapa detik kemudian Diana berdecak kagum "Wahhhh..... aktornya tampan banget"
Bryan menoleh ke arah Diana dengan wajah cemberut, lalu kembali menatap TV
"Oh dia malaikat mautnya" ucap Diana
Beberapa menit kemudian Bryan mengerutkan keningnya, sambil menatap TV dengan serius.
Diana menoleh ke arah Bryan "Kakak kenapa?"
"Aktornya..."
Diana menoleh ke Tv lalu menoleh ke arah Bryan lagi "memangnya kenapa dengan aktornya?"
"Apa hanya perasaan ku saja ya?" ucap Bryan
"Kenapa?"
"Kenapa aktornya itu mirip dengan kakak?"
"Hah?"
"Coba perhatikan" tunjuk Bryan pada layar Tv
Diana menoleh ke Tv, lalu dia juga ikut mengerutkan keningnya
"Eh iya bener, kok mirip" ucap Diana
"Apa kakak aktor?" tanya Diana
"Mana mungkin, kakak gak bisa akting"
"Tapi dia mirip kakak"
"Enggak pasti cuma mirip sekilas"
"Apanya sekilas itu sama persis"
"Enggak beda"
"Apa kakak punya kembaran?" tanya Diana
"Tidak"
"Apa kakak keturunan Korea?"
"Nenek buyut kakak orang korea"
"Nenek?"
"Iya ibunya kakek orang Korea"
"Aaaa pantas saja, apa kakak masih kontakan dengan keluarga di Korea?"
"Kami sudah lama tidak kontakan, semenjak kakek meninggal kerena sibuk dengan keluarga masing-masing" jelas Bryan
"Pasti aktor itu masih satu keluarga dengan kakak"
"Kenapa begitu?"
"Karena dia sangat mirip dengan kakak, namanya Lee Soo-hyuk"
"Lee Soo-hyuk?"
"Iya"
"Kalau gak salah nama nenek buyut kakak ada Lee nya juga, Lee itu nama marganya kan?"
"Iya benar, udah pasti ini mah Lee Soo-hyuk oppa itu pasti masih satu garis keturunan sama kakak"
"Bisa jadi sih, tapi kan bisa aja cuma kebetulan mirip" ucap Bryan
"Udah lebih Baik kakak cari tahu saja, tapi mungkin agak sulit karena di sana privasinya sangat ketat terutama publik figur yang terkenal"
"Iya nanti kakak cari tahu, kakak juga tanya nenek siapa tahu nenek tahu"
"Iya, nanti kalau bisa saat resepsi kita di undang ya kak" rayu Diana
"Iya, sekarang kita lanjut nonton saja" ucap Bryan
"Emmm" jawab Diana mengangguk sambil tersenyum
Mereka lanjut menonton sesekali Diana menoleh ke arah Bryan jika aktor yang mirip Bryan muncul.
Hampir 2 jam mereka menonton, Bryan yang tidak mendengar suara Diana menoleh ke sampingnya dan ternyata Diana sudah terlelap.
"Ternyata sudah tidur" ucap Bryan pelan
Bryan mematikan Tv lalu menggendong Diana ke kamar tamu. Dengan hati-hati Bryan menurunkan tubuh Diana di kasur kemudian Bryan keluar dari kamar itu menuju kamarnya.
Keesokan harinya
Diana mulai terbangun tepat pukul 5 pagi dia membereskan kasur setelah itu menuju kamar mandi untuk mandi, 20 menit kemudian Diana keluar dari kamar mandi.
Dia sedikit terkejut karena setelah keluar kamar mandi, di kamar itu ada seorang wanita tua tengah duduk di ranjang yang ia tempati tadi malam.
Dengan hati-hati Diana melangkah menghampiri wanita tua itu.
"Assalamualaikum, maaf apa anda nenek kak Bryan?" tanya Diana hati-hati
Wanita tua yang sejak tadi hanya menatap Diana dengan tatapan tajam seketika tersenyum pada Diana yang tampak kebingungan.
"Benar, saya nenek Bryan"
"Aaa.... Assalamualaikum nek, perkenalkan saya Diana nek" ucap Diana sambil mencium punggung tangan nenek
"Wa'alaikum salam, nama nenek Sekar" jawab nenek lalu berdiri di hadapan Diana
"Iya nek, senang bertemu dengan nenek, oh iya boleh kan saya memanggil nenek?" tanya Diana
"Tentu saja boleh dong"
Diana tersenyum "terima kasih nek"
"Sama-sama"
Sesaat kemudian Diana tersadar "Aduh maaf nek saya ketemu nenek dalam keadaan begini, maaf kalau saya tidak sopan nek"
Diana keluar kamar mandi hanya menggunakan Bathrobe saja.
.
.
.