
"Duduklah Bryan kamu pasti lelah juga" ucap ayah Evan
"Baik yah"
.
.
.
Bryan duduk di sebelah istrinya dan mereka berbincang-bincang dengan orang tua mereka
"Hana dimana bu?" tanya Diana
"Lagi main sama adik-adik mu" jawab ibu Ida
"Oh"
"Nah itu mereka" ucap mama Anna
"Kakak" panggil Ayla
"Mommy" panggil Hana
"Jalan perlahan sayang" ucap Bryan pada Hana
"Oce daddy"
"Cieee... Pengantin baru" ledek salah satu sepupu Diana
"Diam lah, atau uang saku untuk balik ke pondok tidak akan kakak cairkan" ancam Diana
"Oke oke maaf kak, pengantin baru tidak boleh marah-marah" ucap Nabila sepupu Diana
"Kak kita selfie dulu ya" ajak kembaran Nabila yang bernama Aisyah
"Tadi kan sudah" ucap Diana
"Lagi dong kak mumpung kakak lagi cantik" rayu Nabila
"Oh jadi biasanya kakak jelek?" tanya Diana
"Bukan begitu, biasanya kakak cantik kok tapi sekarang makin cantik" ucap Trisa adik si kembar
"Mulutnya manis benget ya... " ucap Diana sambil tersenyum kesal
"He he mau ya kak" rayu Aisyah
"Oke tapi di sini saja ya..., tadi di panggung kan sudah" ucap Diana
"Oke"
"Hei kita gak di ajak nih" ucap Rico yang berjalan ke arah mereka bersama David
"Siapa mereka berdua kak?" tanya Ayla mewakili sepupunya
"Teman kak Bryan" jawab Diana
"Ohhh"
"Kalian dari mana saja?" tanya Bryan pada kedua temannya
"Dari tadi kami duduk di gazebo, biasa ngerokok" sahut Rico
"Halo paman bibi" sapa mereka berdua pada orang tua Diana
orang tua Diana mengangguk sambil tersenyum
"Kami tidak di sapa nih?" ucap papa Heru
"Tadi di hotel kan sudah om" sahut Rico
"Ha ha ha, iya iya om cuma bercanda" ucap Heru
"Ha ha ha aku sudah tahu itu om, om pasti bercanda" sahut Rico
"Dimana Zain?" tanya Bryan
"Zain menemani adik mu Bella katanya dia capek" sahut Rico
"Kalau Kiano?" tanya Bryan
"Bryan aku bukan pengasuh keluarga mu, kenapa kamu tanya pada ku" keluh Rico
"Tinggal jawab saja apa susahnya si Co" ucap Bryan
"Kiano masih di gazebo" sahut Rico agak kesal
"Aku di sini" sahut Kiano
"Hai kakak ipar" sapa Kiano
"Hai, kak dia adik mu?" tanya Diana pada Bryan setelah dia menyapa Kiano
"Iya, dia adikku yang paling bandel" ucap Bryan
"Kak jangan buka kartu dong, apa lagi di depan kakak ipar dan gadis-gadis cantik di hadapan ku ini" ucap Kiano sambil menatap para sepupu perempuan Diana
"Jangan macam-macam kamu Kiano" peringat Heru
"Gak macam-macam kok pa, cuma satu macam saja benar kan cantik" ucap Kiano pada Ayla
"Ngomong-ngomong siapa nama mu cantik" tanya Kiano pada Ayla sambil menundukkan tubuhnya agar menyamai tinggi badan Ayla
"Ngapain tanya-tanya?!" tanya Ayla ketus
"Uhh ketus banget sih, kok tidak seperti kakaknya" ucap Kiano genit
"Memangnya kamu tahu siapa kakaknya?" tanya Bryan pada Adiknya
"Mereka kan adik sepupunya kakak ipar" sahut Kiano
"Lebih tepatnya dia adik kandung kakak ipar mu" sahut Bryan
"Owh" Kiano menutup mulutnya terkejut
"Kenapa beda sekali? kakak ipar sepertinya lemah lembut" ucap Kiano
"Hey! uang sakunya mau kakak potong?" ancam Diana
"Nah lihat kan, kak lain kali jangan ketus-ketus sama adik sendiri biar tambah cantik"
"Awas kamu" ancam Diana sambil tersenyum menahan kesal
"Sudah-sudah jadi tidak nih yang mau selfie? kalau gak jadi aku mau tidur" ucap Maulana adik laki-laki Diana
"Jadi lah" sahut Trisa
"Kami ikut" ucap Rico
"Ayo"
Para orang tua sejak tadi hanya mengamati sekumpulan anak muda di hadapan mereka, sesekali mereka menggeleng melihat kelakuan mereka.
Mereka mulai mengambil selfie dari yang bersama kedua mempelai dan juga bersama para orang tua mempelai.
Dan saat ini hanya tersisa kedua mempelai, Hana, para adik-adik Diana, adik Bryan dan kedua temannya.
Karena orang tua mereka sudah pergi dari sana untuk mengantar para kerabat yang hendak pulang setelah berpamitan pada kedua mempelai barusan.
"Sudah ya, kalian sudah dapat banyak foto" ucap Diana
"Lagi ya kak, kan barusan para tamu masih pamitan dengan kalian jadi kita jeda dulu selfienya" ucap Nabila
"Kakak lelah adik-adik ku sayang" ucap Diana
"Lelah apa lelah?" ejek adik sepupu laki-lakinya sambil menaik-turunkan kedua alisnya
"Kakak sungguh lelah" jawab Diana serius
"Baiklah 1 kali lagi ya, kita mau foto kalian berdua ayo kakak ipar duduk lebih dekat" ucap Nabila
Bryan menuruti kemauan adik-adik Diana, walaupun dia juga sudah lelah dan ingin segera beristirahat tapi dia tidak mau membuat mereka kecewa.
"Tunggu dulu" Rico menghentikan Nabila yang sudah bersiap mengambil gambar dengan kamera Dsrl milik Diana, karena tiba-tiba otak jahilnya memiliki ide bagus.
"Apalagi sekarang?" tanya Diana
"Tunggu sebentar ya..." ucap Rico
Rico berbisik pada Nabila tentang rencananya
"Bagaimana?" tanya Rico
"Oke oke" sahut Nabila
"Kak sini dulu deh, itu make up nya aku benerin dulu karena sedikit berantakan" ucap Nabila
Diana membiarkan sepupunya memperbaiki make up nya.
Walaupun sebenarnya dia sedikit curiga, sedangkan di satu sisi Aisyah membisikkan sesuatu pada Bryan atas perintah Rico.
"Kakak ipar" panggil Aisyah
"Ya?" sahut Bryan
"Sini deh aku mau ngomong"
Bryan agak menjauhkan tubuhnya dari Diana, lalu Aisyah berbisik tentang rencana yang di susun Rico
"Gimana kak? mau ya?" tanya Aisyah sambil berbisik
"Gak ah nanti kakak mu marah" ucap Bryan berbisik
"Untuk apa marah, kakak kan suaminya"
"Kakak mu itu pemalu bisa-bisa nanti dia marah karena kakak lakukan hal itu di hadapan kalian" ucap Bryan sambil terkekeh
"Tidak apa-apa, ayolah ya kak tidak sulit kok nanti kalau kakak marah tinggal gendong saja bawa ke kamar" ucapnya sambil terkekeh
"Baiklah"
"Di hitungan ketiga ya kak, oke?" ucap Aisyah
"Oke"
"Apa yang kalian bisikkan?" tanya Diana
"Tidak ada apa-apa, aku hanya memberitahu kakak ipar di hidungnya ada kotoran" ucap Aisyah
"Ayo kak duduk berdekatan biar kita cepat selesai fotonya" ucap Nabila
"Yang mesra dikit napa kak, kakak ipar cepat rangkul kakak" ucap Ayla
Bryan menuruti arahan adik iparnya itu
"Senyum kak" ucap Ayla
Diana dan Bryan tersenyum
"Oke satu dua...tiga!"
Cup
Cekrek
Diana melongo karena Bryan dengan beraninya mengecup pipinya di hadapan semua orang.
Sorakan heboh terdengar dari mulut Kiano, para adik Diana dan juga kedua teman Bryan
"Wah hasilnya bagus" ucap Nabila
"Kamu dapat rekamannya kan" tanya Nabila pada kembarannya
"Iya dapat"
"Kak Bryan!!!" teriak Diana setelah tersadar dari rasa terkejut nya
.
.
.