Mr. Bryan

Mr. Bryan
Masa Lalu Bryan



Flashback


Saat itu Bryan menikahi kekasihnya yang tak lain adalah Cika yang saat itu adalah seorang model terkenal, awalnya papa dan mama Bryan sangat menentang pernikahan itu.


Karena mereka berpikir Cika yang seorang model terkenal tidak akan punya waktu untuk mengurus suaminya dan anak-anak mereka kelak.


Namun Bryan meyakinkan papa dan mamanya bahwa setelah menikah nanti Cika akan berhenti menjadi model dan akhirnya papa mamanya menyetujui pernikahan mereka dengan syarat Cika harus berhenti menjadi model.


Mulanya Cika tidak terima akan hal itu, tapi Bryan membujuknya agar mau memenuhi syarat dari papa mamanya, dan akhirnya Cika pun mau menikah dengan Bryan.


Akan tetapi di balik persetujuan Cika sebenarnya ada rahasia besar yang tersimpan rapat.


Cika menyetujui Pernikahan itu hanya karena dia dan kekasih gelapnya tengah mengincar harta kekayaan keluarga Adams.


Kekasih gelap Cika saat itu adalah putra dari salah satu saingan bisnis keluarga Adams, dia sengaja mendekati Cika yang saat itu memang kekasih Bryan.


Dia memanfaatkan Cika yang butuh belaian, karena Bryan tidak mau menyentuhnya sama sekali sebelum mereka menikah.


1 tahun setelah Pernikahan mereka berdua, Cika terus mendesak Bryan agar papanya mau menyerahkan perusahaannya pada Bryan, Cika juga masih berhubungan dengan kekasih gelapnya itu.


Dan kebetulan papa Bryan yang saat itu sudah mulai lelah mengurus perusahaan akhirnya menyerahkan tanggung jawab itu pada putranya, yaitu Bryan.


Cika yang mengetahui akhirnya Bryan memegang kendali perusahaan mulai beraksi, di komando oleh kekasih gelapnya.


Setiap hari dia meminta uang pada Bryan dengan nominal yang besar.


Bryan yang saat itu sangat mencintai Istrinya tentu saja memenuhi keinginannya.


Cika yang sudah menikah dengan Bryan selama 1 tahun juga harus menghadapi desakan dari keluarga Bryan dan keluarganya sendiri.


Pasalnya sudah 1 tahun mereka berdua menikah tapi belum juga mempunyai anak.


Dan yang sebenarnya terjadi adalah selama menikah Cika selalu menggunakan kontrasepsi tanpa sepengetahuan Bryan.


Bryan yang di desak mamanya lantas membawa Cika ke rumah sakit memeriksa kesuburan mereka.


Cika yang kala itu tidak bisa mengelak seperti biasanya pun hanya pasrah saat Bryan membawanya ke rumah sakit untuk di periksa.


Dan betapa terkejutnya Bryan saat mengetahui istrinya itu ternyata selama ini menggunakan kontrasepsi.


Bryan membawa Cika pulang ke Apartemennya agar papa dan mamanya tidak mengetahui hal ini.


Karena jika Bryan membawanya kembali ke mansion tempat mereka tinggal saat ini, pertengkaran mereka berdua akan langsung di ketahui semua orang yang berada di sana termasuk papa dan mamanya.


Karena bagaimana pun Bryan sangat mencintai Cika, dia tidak mau orang tuanya memisahkan mereka.


Sesampainya di apartemen mereka berdua bertengkar hebat.


"Teganya kau Cika!! Bukankah kamu tahu aku sangat menginginkan seorang anak!! Mama dan papa juga sengat menantikan kehadiran seorang cucu!! Begitu juga kedua orang tua mu!!" sentak Bryan pada Cika


"Lalu aku harus apa Bryan!! Aku belum siap hamil!!" teriak Cika


"Kenapa belum siap?! Bukankah aku sudah memberikan semua fasilitas terbaik untuk mu!!"


"Aku hanya belum siap itu saja!!!" ucap Cika


"Pasti ada alasannya kau belum siap hamil!! Cepat katakan!!" desak Bryan


"Sudah aku katakan aku belum siap!!"


"Satu tahun Cika!! satu tahun!! dan kamu masih berkata belum siap?!!"


"Ya aku belum siap!! Aku takut tubuh ku rusak karena hamil!! Bahkan sampai saat ini aku masih belum rela melepas pekerjaan ku sebagai seorang model, Bryan!!!"


"Lalu kenapa kamu mau menikah denganku jika memang belum rela melepas pekerjaan mu?!!"


"Itu karena aku....!!!" Cika menghentikan ucapannya, hampir saja dia memberitahu yang sebenarnya pada Bryan


"Karena apa?!! Aku apa?!! Jawab Cika!!!"


"Itu karena aku kasihan padamu Bryan!!, kamu terus saja membujuk ku agar mau menikah dengan mu!!"


"Ya aku memang membujuk mu agar mau menikah denganku, tapi apa kau ingat yang aku katakan saat itu? Aku tidak akan memaksa mu jika kamu memang belum siap berhenti menjadi model" Bryan mulai menurunkan suaranya namun masih tampak kemarahan di setiap ucapannya


"Itu karena aku terpaksa Bryan!! Aku terpaksa!!"


"Terpaksa? Kenapa sampai terpaksa? Aku bahkan tidak memaksa mu" ucap Bryan masih dengan nada kemarahan


"Baiklah jika kamu masih belum rela melepas pekerjaan mu kita bercerai saja, dan kamu bisa melanjutkan karir mu yang tertunda itu"


"Tidak Bryan aku tidak mau bercerai dengan mu, aku tidak mau" tolak Cika


"Aku memang terpaksa melepas pekerjaan ku Bryan hiks hiks, karena aku tidak bisa hidup tanpa mu aku tidak mau kita bercerai, Bryan" Cika mulai mengeluarkan air mata buayanya.


Bryan tidak tega melihat Cika menangis, namun karena rasa kecewanya pada Cika terlalu besar dia mengabaikan istrinya itu dan pergi dari apartemen itu.


"Bryan jangan pergi!! Bryann!!! Aku mohon jangan pergi!!!"


Brakkkk


Cika yang melihat Bryan pergi sambil membanting pintu pun langsung ketakutan, dia segera menelpon kekasih gelapnya untuk melaporkan semuanya.


"Halo"


"Ada apa?" tanya kekasih gelap Cika


"Gawat.. Bryan mengamuk"


"Kenapa dia mengamuk?" tanya kekasih gelap Cika


"Dia tahu bahwa selama ini aku menggunakan Kontrasepsi, bagaimana ini? Bryan juga mengatakan akan menceraikan ku"


"Bodoh!! Kenapa sampai ketahuan?!" sentak kekasih gelap Cika


"Apa maksud mu mengatakan aku bodoh!!! Kamu sendiri yang melarang ku hamil anaknya!!!" Cika mengamuk karena di salahkan


"Hah... Maaf sayang aku terbawa emosi"


"Pokoknya kamu jangan sampai mau jika Bryan sungguh menceraikan mu, pikirkan cara agar Bryan menggagalkan rencananya itu"


"Apa yang harus aku lakukan? Cepat kamu bantu aku pikirkan caranya" ucap Cika gelisah


"Kamu berbaikan saja dengan Bryan, setelah itu katakan padanya kamu akan hamil bayinya"


"Apa kamu sudah gila!!? Bukankah kamu tidak mau aku punya anak dari Bryan, aku juga tidak mau tubuh ku rusak kerena hamil!!


"Hei dengarkan aku, tubuh bisa di perbaiki dengan perawatan setelah kita berhasil menguasai seluruh kekayaan keluarga Adams, dan jika kamu mempunyai anak dari suami mu itu maka akan membuat rencana kita berjalan lebih mudah"


"Apa maksud mu?"


"Aduh kamu ini memang bodoh ya"


"Hei!!!" sentak Cika


"Maaf maaf sayang begini kita ubah rencananya, sekarang kamu minta maaf pada Bryan katakan bahwa kamu siap mengandung anaknya"


"Lalu?"


"Setelah anak itu lahir kamu desak dia agar mengalihkan semua harta warisannya atas nama anaknya, bukan kah dengan begitu akan lebih mudah mendapatkan semua hartanya?"


"Ya kamu benar, tapi apakah dia mau melakukan itu?" tanya Cika


"Tenang saja dia pasti mau melakukan itu"


"Baiklah akan aku lakukan" ucap Cika


"Bagus sekarang kamu coba bujuk dia agar mau berbaikan dengan mu"


"Oke"


"Baiklah sampai jumpa sayang, aku akan pergi meeting dulu"


"Ya"


Entah sebenarnya apa yang di berikan pria itu, sampai-sampai Cika sangat patuh pada pria selingkuhannya itu.


***


.


.


.