Mr. Bryan

Mr. Bryan
Cantik



Diana mengambil sebuah dress selutut berwarna biru muda


"Sepertinya kak Bryan tidak berbohong, ukurannya pas dengan ku"


.


.


.


Setelah selesai Diana keluar dari ruangan itu, dia melihat suaminya tengah tiduran sambil bermain ponsel.


"Kak"


"Hmm?"


"Liat deh"


Bryan mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan menatap Diana.


"Bagaimana?" tanya Diana sambil berputar


"Cantik"


Mendapat pujian dari Bryan membuat Diana tersipu malu.


"Kemari" ucap Bryan sambil menepuk kasur di sebelahnya


Diana melangkah menghampiri suaminya dan duduk di kasur, Bryan menarik tubuh istrinya membuat Diana jatuh ke pelukan Bryan


"Kakak ih bikin kaget aja" ucap Diana sambil menepuk dada bidang suaminya


"Maaf" ucap Bryan sambil terkekeh


"Kak kita pulang yuk" ajak Diana


"Kita tidur dulu, kakak ngantuk" ucap Bryan


"Baiklah"


Di sore hari Bryan dan Diana sudah sampai di mansion


"Assalamualaikum" ucap Bryan dan Diana bersamaan


"Wa'alaikum salam" sahut para penghuni mansion


"Ternyata kakak ikut kakak ipar" ucap Kiano


"Iya" jawab Bryan sambil menghempaskan tubuhnya di sofa


Diana juga ikut duduk di sebelah Bryan


"Mommy" panggil Hana dari arah taman samping


Hana berlari menghampiri Mommynya lalu memeluknya


"Mommy kok lama cekali? Kacanya Cebental?" tanya Hana


Maaf sayang Mommy lama, di perjalanan pulang macet, sayang"


"Macet apa macet kakak ipar?" Ledek Kiano


"Di jalan memang macet kok, tanya saja kak Bryan" ucap Di serius


"Aku gak percaya tuh, apa lagi tanya kak Bryan pasti kalian sudah sekongkol" sahut Kiano dengan wajah tengilnya


"Kalian sudah kembali" Ucap Bella dari arah taman


Dia sedang menggendong salah satu bayinya dan bayi satunya lagi di gendong Zain


Di menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, Bella dan Zain duduk di sofa


"Baju kakak kok ganti?" tanya Bella saat sadar baju yang di kenakan Diana berbeda


"Katanya di jalan macet" sahut Kiano


"Lalu apa hubungannya sama ganti baju?" tanya Bella


"Ya beda lah, kan macet jadi ganti baju" ucap Kiano usil


Di yang mendengar ucapan Kiano mengerutkan keningnya tidak mengerti


"Aaaa macet.... " ucap Bella yang akhirnya paham maksud saudaranya itu


"Apa maksudnya?" Tanya Diana


"Masa gak tahu sih... " ledek Kiano sambil bolak balik menatap Diana dan Bryan


Di menoleh ke arah suaminya meminta penjelasan.


Bryan menonyor kepala adiknya yang terus saja usil


"Pikiran mu itu, baju kakak ipar mu ganti karena ketumpahan minuman di cafe tadi" ucap Bryan berbohong dia tidak mau kalau istrinya sampai menjadi bahan ledekan adik-adiknya yang sangat usil


"Ohhh ketumpahan minuman katanya" ucap Kiano


Namun wajahnya menunjukkan bahwa dia tidak percaya pada ucapan Bryan


"Sayang tolong ambilkan air dingin untuk kakak dong" pinta Bryan pada istrinya


Diana menganggukkan kepala kemudian beranjak menuju dapur


"Mommy Hana juga mau jus cobeli"


"Iya sebentar sayang, Mommy ambilkan ari dingin dulu untuk Daddy"


"Hana icut"


"Ayo sayang" Diana menggenggam telapak tangan mungil Hana lalu melangkah menuju dapur


Setelah Diana pergi ke dapur, Bryan langsung menyerang adiknya yang sangat usil dengan bantal sofa


"Argghh kenapa kakak memukuli ku?" tanya Kiano sambil menghindari pukulan kakaknya


"Ini hukuman mu" ucap Bryan masih menyerang adiknya dengan bantal sofa


"Salah mu itu karena mulut usil mu itu"


"Kenapa dengan mulut ku?"


Bugh bugh


"Jangan mengusili kakak ipar mu terus Kiano, sana kamu cari istri biar istri mu saja yang kamu usili" ucap Bryan


"Tidak, aku lebih suka mengusili kakak ipar" Ucap Kiano sambil menghindari pukulan kakaknya


"istri ku masih polos Kiano, jangan kamu kotori pikirannya, kamu ini benar-benar menyebalkan" ucap Bryan masih memukuli adiknya


"Justru karena masih polos makanya harus di ajari kak, aku akan bantu kakak mengajari kakak ipar"


"Biar aku saja yang mengajarinya, kamu sebaiknya berhenti mengusili istri ku Kiano" ucap Bryan masih menyerang adiknya yang sangat usil


"Kakak ipar lihat suami mu sudah gila" teriak kiano setelah melihat kakak iparnya berjalan ke arah ruang keluarga


"Ada apa ini?" Tanya Diana


Bryan langsung berhenti menyerang adiknya saat mendengar suara Diana


"Kak, suami mu ini sudah gila dia tiba-tiba menyerang ku" adu Kiano


"Kamu yang gila, enak saja aku di bilang gila" ucap Bryan tidak terima


"Kakak ipar sebaiknya bawa dia ke dokter jiwa" ucap Kiano pada Diana


"Kamu mau kakak pukul lagi?!"


"Lihat kak lihat" ucap Kiano pada Diana


"Kalian seperti anak kecil saja, si kembar nanti bangun" ucap Diana


"Si kembar sudah bangun sejak mereka bertengkar kak" ucap Bella pada Diana


"Kalian ini si kembar jadi bangun, ini air kakak sebaiknya kakak minum saja dari pada bertengkar" ucap Diana sambil memberikan segelas air dingin


"Mommy..!" teriak Hana dari arah dapur


"Sebentar sayang, aku ke dapur dulu jus Hana belum di buat"


"Mbak Bella sama kak Zain mau jus juga?" tanya Diana


"Boleh kak kalau tidak keberatan" sahut Kiano


"Buat sendiri jangan menyuruh istri ku" sahut Bryan


"Kak Bryan" Diana melototi suaminya


"Sayang kamu tidak boleh terlalu lelah" ucap Bryan


"Aku tidak lelah kak, lagian sekalian buat tidak masalah, Sudahlah aku ke dapur dulu"


"Kak sama kan saja jusnya" ucap Kiano


"Iya"


Diana melangkah ke dapur


"Beraninya kalian menyuruh istri ku" ucap Bryan sambil memelototi adik-adiknya


"Kak bukan aku yang jawab, kak Kiano yang jawab ucap Bella


"Aku tidak ikut-ikutan" ucap Zain


Bryan memelototi adik laki-lakinya


Kiano mengangkat kedua tangannya "kakak ipar kan yang menawari, jadi tidak enak kalau di tolak"


"Tidak enak tidak enak, kamu ini memang selalu saja menyusahkan" omel Bryan


"Enak saja, aku tidak menyusahkan siapa-siapa"


"Kiano, sebaiknya kamu cepat cari istri" ucap Bryan


"Yang di katakan kak Bryan benar, kamu cepatlah menikah Kiano" sahut Bella


"Kenapa kalian selalu bahas itu terus sih" ucap Kiano kesal


"Karena cuma kamu saja yang belum menikah"


"Masih ada Hana kok" sahut Kiano


"Hei! Mana bisa di samakan dengan Hana putri ku itu masih kecil" sahut Bryan


"Bentar lagi juga besar kak"


"Kamu ini ya benar-benar menyebalkan"


"Kak Bryan"


Bryan tidak jadi menonjok adik kesayangannya itu, karena mendengar suara istrinya


"Kalau ada pawangnya langsung diem" Gerutu Kiano


"Kamu...!!"


"Sudah jangan berantem terus, pusing dengernya" ucap Diana sambil memasukkan buah Strawberry ke dalam mulut suaminya


Bryan mengunyah Strawberry yang di berikan istrinya, namun sedetik kemudian dia mengerutkan wajahnya karena Strawberry itu sangat asam


"Kamu kenapa kak?" Tanya Kiano yang melihat wajah aneh kakaknya


"Sayang kamu sengaja ya kasih aku yang asem?" tanya Bryan


.


.


.