Mr. Bryan

Mr. Bryan
Gadis Ini Mengerikan



"Oke oke ampun kak aku berhenti nih" Diana mengangkat kedua tangannya tanda menyerah


Bryan menghentikan tangannya juga, namun kedua tangannya berada di pinggang Diana


.


.


.


"Sayang" panggil Bryan


"Hmm?"


"Bagaimana kalau kita menikah sekarang juga" ucap Bryan


Diana mengerutkan keningnya


"Kenapa?" tanya Diana bingung


"Karena Kakak ingin membawa mu ke kamar sekarang juga"


Diana melotot saat itu juga


"Dasar dudu mesum" umpat Diana


"Ha ha ha" Bryan tertawa


"Jangan tertawa!" ucap Diana lalu dia hendak turun dari atas tubuh Bryan namun Bryan menahan tubuhnya


"Kak lepas"


"Berikan kakak imbalan dulu" ucap Bryan


"Imbalan apa?" tanya Diana


"Di sini" tunjuk Bryan pada Bibirnya


"Tidak mau" tolak Diana mentah-mentah


"Kalau tidak mau ya sudah kakak tidak akan melepaskan mu" ancam Bryan


"Kak lepasin nanti ada yang lihat" ucap Diana


"Biarin, biarkan mereka melihat seberapa ganas calon istri ku" ucap Bryan sambil tersenyum mes*m


"Kak...." rengek Diana


"Ayo di sini dulu" tunjuk Bryan pada bibirnya


"Hah....." Diana menghela nafas


"Ayo sayang" bujuk Bryan


"Oke, tapi tutup mata kakak" ucap Diana


"Baiklah" Bryan memejamkan matanya


Diana menyeringai, perlahan dia menundukkan tubuhnya agar dapat mencapai bibir Bryan.


Tangannya menyentuh kedua pipi Bryan dan....


Dugh


"Aw!" Bryan menjerit dia melepas kedua tangannya dari pinggang Diana lalu menyentuh keningnya yang terasa sangat sakit.


Diana yang melihat kesempatan itu langsung beranjak turun dari atas tubuh Bryan, sesekali dia mengusap keningnya yang juga terasa sakit akibat benturan yang sengaja ia lakukan.


"Ah sakit sekali, sayang kenapa kamu....?" keluh Bryan sambil menatap kesal ke arah Diana


"Ha ha ha ha maaf kak, gak sengaja kening ku juga sakit nih" ucap Diana tertawa sambil mengusap keningnya


"Sssttthhh sakit sekali kamu pasti sengaja, terbuat dari apa sih kepala mu itu" keluh Bryan


"Tentu saja dari tulang kak, kalau dari bubur lembek dong ha ha"


"Oh tidak oh tidak kepala ku ada apa ini?" ucap Bryan sambil menyentuh kepalanya


Dia langsung menjatuhkan kepalanya di atas pangkuan Diana


"Jangan lebay deh kak"


"Akhh sakit sekali, sepertinya kakak geger otak nih" ucap Bryan lebay


"Heh... mana ada geger otak" ejek Diana


"Aku tidak bercanda sayang kepala kakak sakit sekali" ucap Bryan kesakitan


Diana yang melihat Bryan tampak kesakitan seketika panik


"Kak jangan bercanda gak lucu"


"Agrhhh"


"Kak Bryan! Jangan bercanda"


"Sakit sekali!"


Namun saat kurang beberapa langkah lagi dia melihat telapak tangan Bryan yang bergerak perlahan seperti sedang mengusirnya tanpa sepengetahuan Diana.


Rendy yang mengerti kode dari tuan mudanya langsung mengerti dan kembali mundur bersama anak buahnya yang berada di belakangnya


"Agrhhh"


"Kak jangan begini"


"Dimana bodyguard kakak" Diana menoleh ke sekeliling mencari keberadaannya bodyguard Bryan


"Apa ada orang!? tolong!" Diana berteriak meminta bantuan


Namun tidak ada satu pun yang keluar karena setelah melihat kode dari Bryan, Rendy langsung memberi perintah pada para bodyguard yang berjaga untuk tidak keluar walaupun Diana mencari keberadaan mereka apapun yang terjadi.


"Kak Bryan... Sebenarnya di mana para bodyguard kakak!!" Diana berteriak mengamuk


"Argghhh!!!" Bryan berteriak lalu pingsan


"Kak Bryan... Kak Bryan!! Bangun!!!"


"Kak!!"


Di dalam hatinya Bryan tersenyum melihat kepanikan Diana, akan tetapi senyumannya itu tidak bertahan lama


"Kak Bryan sebaiknya hentikan sandiwara mu itu, jika tidak awas saja" Diana berbisik pada Bryan yang kepalanya masih berada di pangkuannya


Gelk Bryan kesulitan menelan salivanya


"Jadi masih tidak mau bangun?" tanya Diana masih berbisik


"Heh.... aku tidak menyangka tuan muda Adams yang terhormat bisa berakting dengan sangat baik, tapi....." ucap Diana sambil mengusap rambut tebal Bryan


"Walaupun akting tuan muda Adams sangat hebat dia tidak akan bisa menipu ku"


"Dan sepertinya akting ku lah yang lebih bagus karena tuan muda ini sudah sangat senang sekali melihat aku panik, benar tidak tuan muda?"


Dia mengakui kalau benturan kepalanya memang sakit, tapi dari awal Diana tahu bahwa Bryan hanya pura-pura sangat kesakitan dan berpura-pura pingsan saja, jadi dia meladeni akting Bryan.


"Sudahlah kak bangun tidak perlu malu, aku bahkan sudah melihat tangan mu yang bergerak untuk mengusir asisten dan para bodyguard mu itu"


"Hah... gadis ini mengerikan kenapa dia sangat teliti, Bryan Bryan kamu harusnya berhati-hati saat menghadapi gadis muda ini jika tidak habis lah kau Bryan" Bryan menghela nafas sambil menggerutu dalam hatinya


Bryan lupa kalau sebelumnya dia sudah memperingati dirinya sendiri untuk berhati-hati jika berhadapan dengan calon istrinya itu.


Karena calon istrinya itu adalah gadis yang peka dengan sekitar dan juga teliti.


"Sepertinya jika aku menyembunyikan sesuatu dia pasti akan tahu dalam sekejap, ingat Bryan lain kali kamu harus berhati-hati" gerutu Bryan dalam hati


Mau tidak mau Bryan harus bangun, wajahnya di tekuk karena sudah kalah dari Diana


"Geger otaknya sudah sembuh?" tanya Diana sambil tersenyum mengejek


"Sudah" jawab Bryan


"Ha ha ha ha" Diana tertawa melihat kekonyolan Bryan


Dia tidak menyangka pria dewasa yang terlihat dingin itu bisa melakukan hal sekonyol itu, sekarang dia tahu bahwa Bryan sebenarnya adalah pria yang humoris dan hangat.


Bryan sangat bahagia melihat Diana bahagia, jika bisa dia akan melakukan apapun agar senyum di wajah calon istrinya tidak hilang.


"Aku mengantuk, kapan kita pulang?" tanya Diana sambil merebahkan tubuhnya


Diana yang memang sudah kelelahan sejak tadi langsung tertidur pulas, Bryan terus menatap Diana yang sudah pulas.


"Tuan.." panggil Rendy dengan nada berbisik karena melihat nona mudanya sudah terlelap


"Ada apa?" tanya Bryan sambil menatap Rendy


"Nyonya meminta anda segera pulang, karena ibu nona muda khawatir"


"Hmm baiklah" jawab Bryan


Bryan berdiri kemudian melepas jaket yang ia pakai untuk menutupi tubuh Diana, lalu perlahan dia mengangkat tubuh Diana yang masih tertidur.


"Ayo" ajak Bryan dan di angguki oleh Rendy


"Oh ya Ren tolong minta mereka bereskan tempat ini dulu seperti semula"


"Baik tuan" jawab Rendy


Bryan berjalan ke arah di mana mobilnya berada sambil menggendong Diana dan Rendy mengikuti di belakangnya dengan tas jinjing milik Diana di tangannya sambil menelpon seseorang untuk membereskan tempat ini kembali seperti semula.


Sesampainya di mobil Bryan hendak membuka pintu samping depan namun Rendy mencegahnya


"Maaf tuan sebaiknya saya saja yang menyetir, anda pasti sudah lelah tidak baik jika memaksa menyetir lagi pula sepertinya sebentar lagi turun hujan akan lebih nyaman jika anda istirahat saja dan biar saya yang menyetir"


"Hmm kamu benar, tapi hati-hati saat menyetir"


"Tentu tuan"


Bryan masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan oleh Rendy.


Rendy mulai melajukan mobilnya di ikuti beberapa mobil bodyguard di belakang mereka.