
"Bener bener bocah ngeselin sedunia" ucap Bryan
"Ya emang kenapa sih? Kan perang juga butuh tenaga, iya kan Hana? " sahut Kiano
.
.
.
Hana hanya menganggukkan kepalanya karena gadis kecil itu masih sibuk dengan ayam gorengnya.
"Hei bocah, emang kamu bener-bener gak merasa berdosa apa gimana Gitu?" tanya Bryan
"Emamg aku kenapa kak?" tanya Kiano
"Terserah pikir sendiri" sahut Bryan judes
Adik Bryan tertawa dengan mulut yang masih penuh dengan dengan makanan
"Ya ampun Wahai bocah-bocah ngeselin bantu aku bujukin istri aku buruan..." ucap Bryan frustasi
Ting... tong...
"Ya ampun akhirnya gopuut aku datang" ucap Kiano saat mendengar suara bel, dia segera pergi mengambil pesanannya
Pukul 10 pagi
Hana sedang makan jeruk sambil menonton Film kartun kesukaannya di tv
"Bentar kayaknya waktu belanja Mommy gak beli jeruk, kan?" tanya Diana pada Hana
"Iya"
"Hana dapet jeruk dari mana?" tanya Diana
"Dali Aunty Na"
"Aunty Na siapa?" tanya Diana
"Aunty Tina" jawab Hana lalu memasukkan buah jeruk ke dalam mulut mungilnya
"Hana sayang...." panggil Bryan
Hana tercengang, gadis kecil itu lupa jika Daddynya melarang dia untuk tidak mengatakan pada Mommynya dari mana asal jeruk itu
"Oh iya cidak boleh kacih cau Mommy" ucap Hana sambil menutup mulutnya dengan tangan mungilnya
"Ada apa ini?" tanya Diana
"Gini sayang kemaren pas kamu ke cafe Tina kesini bawa jeruk satu karung" ucap Bryan melebih-lebihkan
"Pasti modus tuh dia kan naksir Bryan" sahut adik ipar Bryan yang tak lain adalah Zain suami Bella
Satu jam yang lalu dia dan Bella datang ke rumah Bryan karena Hana ingin mengajak si kembar jalan-jalan dan saat ini Bella tengah beristirahat di kamar tamu dengan si kembar.
"Diem gak usah ngomporin, baru aja aku baikan sama istri ku kamu malah ngomporin lagi" ucap Bryan memarahi adik iparnya
Zain hanya terkekeh melihat Bryan
"Kamu doang yang di kasih?" Tanya Diana
"Waduh waduh gawat istri ku kesel nih" ucap Bryan dalam hati.
Karena mendengar istrinya memanggil kamu pada dirinya, Bryan hafal betul jika Diana memanggil dirinya kamu berarti istrinya itu tengah kesal pada dirinya
"Semuanya di kasih kok" jawab Bryan
"Kok aku gak di kasih" ucap adik Bryan yang tengah menyantap pizzanya sambil menonton film kartun kesukaan Hana
"Kamu mending diem deh Kiano, sejak tadi kerjaan mu hanya makan saja kan, jadi gak usah ikutan bicara fokus saja sama makanan mu" omel Bryan
"Kenapa sih?" Tanya adik Bryan
"Sekali lagi kamu ngompor aku pulangin kamu bocah"
"Kok gatel ya padahal udah keramas?" Ucap adik Bryan sambil menggaruk kepalanya
"Sumpah kalian berdua ngomongin apa dah gak nyambung benget" ucap Rico yang berada di dekat Hana sambil main game
"Demi apapun aku sendiri juga gak paham" ucap Bryan
"Ha ha ha" Rico, David dan Zain tertawa bersama melihat kerandoman kakak adik itu
"Bryan tapi Tina emang cakep banget gila" ucap Rico menambah minyak di dalam api
Mendengar itu Diana langsung memasang wajah kesal
"Tapi kenapa dia cuma demen ama kamu?" Lanjut Rico
"Benarkah?" tanya Bryan salting
"Salting terussss.... istri kesel di cuekin" sahut Diana
"Gak gitu sayang.... siapa yang cuekin kamu" ucap Bryan mencoba membujuk istrinya
"Tina emang cantik banget tapi selera cowoknya aneh" ucap Rico
"Aneh Gimana?" tanya Zain
"Ya masa dia cuma suka ama Bryan, aku kan lebih tampan dari Bryan"
"Ha ha ha" David, Kiano dan zain menertawakan Rico
"Sebenarnya siapa Si Tina itu?" tanya Diana
"Kakak ipar tidak tahu?" Tanya Kiano
"Tidak" jawab Diana ketus
"Dia teman satu kampusnya kak Bryan sekaligus teman masa kecilnya"
Ting tong...
"Tidak" jawab Kiano
"Lalu itu siapa?"
"Ya mana aku tahu" jawab Kiano
Diana berdiri lalu pergi membuka pintu
Ceklek
"Cari siapa?" tanya Diana
"Bryannya ada?"
"Ada" jawab Diana
"Boleh saya masuk?"
Diana membuka pintu lebih lebar dan mempersilahkan tamu itu masuk, Diana menutup kembali pintu lalu melangkah ke ruang keluarga.
"Siapa yang datang?" tanya Bryan
"Aku" sahut orang itu sambil mengangkat tangannya
"Wah ternyata kamu" ucap Rico
Bryan menghampiri tamu yang datang lalu tamu itu cipika cipiki dengan Bryan dan yang lain
"Tolong buatkan minum ya" ucap Bryan pada istrinya
Tanpa tahu siapa perempuan itu Diana melangkah ke dapur membuatkan teh untuk tamu itu, walaupun sebenarnya dia sedikit kesal karena Bryan cipika cipiki dengan tamunya
Beberapa saat kemudian Diana sudah selesai membuat teh, dia membawa nampan berisi camilan sedangkan tehnya di bawa bik Arum.
"Silahkan di nikmati"
"Terima kasih" ucap tamu itu
"Mommy Hana mau cidul" ucap Hana sambil merentangkan kedua tangannya meminta di gendong
"Baiklah, ayo Mommy temani" ucap Diana lalu pergi dari sana tanpa pamit karena merasa di abaikan oleh semua orang
"Gadis itu siapa, Bryan? kenapa Hana memanggilnya Mommy?" tanya Tina
"Istri ku" jawab Bryan
"Dia istri mu?" tanya Tina terkejut
"Iya"
Kemarin Tina datang ke rumah Bryan setelah 2 tahun hilang kontak dengan Bryan dan keluarga Adams.
Sekarang dia datang berkunjung lagi, dia juga tidak tahu ternyata Bryan sudah menikah lagi.
Lalu bagaimana dia bisa tahu rumah Bryan? tentu saja dia tahu alamat rumah Bryan dari mama Anna karena sebelum ke rumah Bryan Tina mencari Bryan di mansion orang tuanya.
Karena Tina adalah teman masa kecil Bryan jadi mama Anna memberikan alamat rumah Bryan.
"Kapan kamu menikah Bryan?" tanya Tina
"Beberapa bulan yang lalu" jawab Bryan
"Kenapa tidak mengundang ku?"
"Bagaimana caranya aku mengundang mu? kamu dan keluarga mu tiba-tiba hilang begitu saja"
"Iya kau benar" ucap Tina sambil terkekeh
Di sore hari
"Ayo kak" ajak Diana yang sudah kembali ceria setelah tidur siang dengan Hana
"Tunggu" ucap Bryan
"Ada apa? Ada yang ketinggalan?" tanya Diana
"Ganti pakaian mu sayang"
"Kenapa? Bajunya jelek? aku gak bagus pakai ini ya?"
"Cantik"
"Lalu kenapa harus di ganti?" tanya Diana
"Kakak tidak suka kamu pakai baju itu"
"Kenapa kak? katanya cantik" ucap Diana
Baju itu memperlihatkan sedikit pundak Diana
"Ganti sekarang" ucap Bryan tidak mau di bantah
"Tidak mau" jawab Diana juga tidak mau di bantah
"Jangan keras kepala sayang"
"Tadi kakak bilang pakai apapun yang aku suka"
"Kakak tarik lagi ucapan kakak"
"Pria yang di pegang adalah ucapannya" ucap Diana mulai kesal, entah kenapa akhir-akhir ini Diana gampang sekali kesal
"Ganti sekarang Diana" ucap Bryan sekali lagi
.
.
.