
"Sayang coba duduk di sini"
Diana dapat menatap bambu Bryan yang mengacung di bawah air karena saat Bryan masuk ke dalam bathtub sebagian airnya meluap keluar di tambah bambu milik Bryan yang memang berukuran sangat panjang.
.
.
.
Diana mencoba duduk dengan
menghindari benda tersebut.
"Intinya di duduki sayang" ucap Bryan
"Ih gimana" rengek Diana yang masih merasa tabu dengan hal ini karena baru melakukannya sekali
Bryan mengangkat bok*ng Diana dan melebarkan kakinya, kemudian mendudukkannya
tepat di atas bambu miliknya yang mengacung tegak.
"Gak muat kak" ucap Diana dengan bibir bergetar merasakan bagaimana kepala bambu tersebut mencoba
masuk, rasanya aneh.
"Muat kan tadi malam sudah" Bryan perlahan-lahan menurunkan tubuh Diana
Diana memejamkan mata merasakan bambu itu mulai menyatu dengan tubuhnya.
"Kak udah deh, gak masuk semua"
"Masuk sayang" ucap Bryan sambil melepaskan tangannya yang menahan tubuh Diana
"Akkkkkhhhh...." Diana berteriak ketika seluruh bambu Bryan sudah di lahap oleh miliknya, rasanya begitu penuh.
Berbeda dengan Bryan dia memejamkan matanya, menikmati bambunya yang terasa di per*s
"Tau gitu Kakak lakukan ini dari 1 bulan lalu"
Diana mengabaikan ucapan Bryan, Diana masih mencoba beradaptasi dengan benda yang berada di dalam tubuhnya.
"Kak sepertinya airnya masuk ke dalam" ucap Diana
"Tidak apa-apa tambah enak" Ucapnya sambil mengangkat pantat Diana Kemudian menjatuhkannya kembali seketika
"Kakkkk.... Eungghhh"
"Enak kan?"
Diana yang terhentak-hentak itu memejamkan mata, membiarkan Bryan bermain di lehernya
sambil menghentaknya dari bawah
"Sayang enak gak?" tanya Bryan lagi
"Hmmmpp....." Diana memejamkan mata dan memeluk bahu Bryan semakin erat.
"Jawab dong sayang enak gak di tusuk kayak gini?"
"Kakkk..."
"Jawab sayang...."
"E....Enak kak" ucap Diana sambil memejamkan matanya membuat Bryan mengangkat tinggi-tinggi tubuhnya kemudian melepaskan tangannya lagi.
"Kak Bryan!" jerit Diana
"Punya adek masih sempit aja" ucap Bryan dengan suara seraknya
"Arghhh a...dek...?" tanya Diana di sela des*h*nnya
"Kenapa? Adek gak suka panggilan kakak?" tanya Bryan
"Bu...kan begitu... Hhhmmmppp ta....pi cuma kaget saja kakak tiba-tiba panggil aku adek"
"Kalau begitu kamu suka?" tanya Bryan
Diana menganggukkan kepalanya
Bryan semakin gencar dengan gerakannya, sepertinya pagi ini dia akan telat sarapan, dia suka bagaimana kepolosan istrinya di nod*i olehnya.
***
Diana bergerak dari tidurnya, ia merasakan tubuhnya tambah pegal. Dan yang membuatnya tambah terkejut adalah saat dia masih merasakan sesuatu masih berada di dalam dirinya.
Bryan belum mencabut bambunya dari dalam dirinya, dan posisi pria itu memeluk nya dari belakang
membuat Diana mengingat ini adalah posisi terakhir yang mereka lakukan.
Semuanya benar-benar gila Diana bahkan malu dengan dirinya karena mengatakan hal-hal
seperti.
"Lagi kak, yang kenceng....Geli kak... jangan di gigit" ingatan itu membuatnya sangat-sangat malu dia menyembunyikan wajahnya pada guling yang sedang di peluknya
"Adek jangan banyak gerak, punya kakak masih di jepit kamu"
"Kak Bryan..." Diana mencoba menjauhkan tubuhnya, agar bisa melepas bambu milik Bryan
Tapi pria itu menarik pinggangnya hingga bambunya kembali tenggelam di dalam
"Enak anget"
"Ish.... Kak lepasin dulu aku gak nyaman" Pinta Diana meronta
"Masak gak enak di tusuk kayak gini, kan tadi kamu suka" ucap Bryan
"Kakak Bryan....!!!! Tarik gak nanti gede lagi" amuk Diana
"Ya nanti tinggal gerak aja biar lemes lagi"
"Kak aku lapar lepas ih..." kali ini Diana merengek agar Bryan luluh
Mendengar itu Bryan membuka mata dan menarik bambunya keluar, ternyata cara itu ampuh untuk membuat Bryan luluh
"Liat dek keluar banyak" ucap Bryan ketika melihat lelehan cairan keluar
"Akhhhh" Diana terjatuh karena kakinya lemas dan miliknya yang perih
"Sayang kamu baik-baik saja?" Bryan dengan sigap menghampiri istrinya yang terduduk di lantai
"Perih kak" keluh Diana
"Maaf sayang..." ucap Bryan
"Aku lapar" ucap Diana dengan mata yang berkaca-kaca
"Kakak pesankan dulu ya..."
Diana mengangguk
"Aku mau mandi dulu kak"
"Oke, biar kakak gendong"
"Aku jalan sendiri saja"
"Emang bisa?" tanya Bryan
Diana terdiam
"Biar kakak gendong ke kamar mandi, kakak gak bakalan lakuin lagi kok" ucap Bryan yang mengerti kekhawatiran istrinya
"Janji?" tanya Diana
"Iya janji"
"Oke" Diana merentangkan kedua tangannya
Bryan tersenyum melihat wajah manja yang di tunjukkan oleh Diana, lalu Bryan menggendong istrinya ke kamar mandi
"Mau berendam lagi?" tanya Bryan
"Tidak, turunkan aku di shower saja kak"
"Baiklah" Bryan menurunkan tubuh istrinya tepat di bawa shower
"Bisa berdiri?" tanya Bryan, dia masih memegangi tubuh Diana karena takut masih belum kuat berdiri
"Iya kak" jawab Diana
"Yakin? Kalau tidak kuat berdiri kita mandi bersama saja" tawar Bryan
"Ishh itu mah akal-akalan kakak saja" tuduh Diana
"Tidak sayang, kakak cuma takut kamu jatuh lagi" kali ini Bryan memang berniat membantu istrinya
"Aku bisa berdiri kak, kakak keluar dulu saja dan pesankan aku makanan"
"Baiklah" Bryan melepas tangannya dari tubuh Diana
"Nanti kalau perlu sesuatu panggil kakak" ucap Bryan
"Oke"
Bryan keluar dari kamar mandi, lalu dia mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya dan setelah itu dia menghubungi room service untuk memesan makanan
30 menit kemudian
Din dong~
Bryan berjalan ke arah pintu lalu membukanya
"Selamat siang tuan saya mengantarkan makan siang anda" sapa pelayan pria yang mengantar makanan yang di pesan Bryan
"Tunggu sebentar" ucap Bryan
"Baik tuan"
Bryan mengambil dompetnya lalu kembali menghampiri pelayan hotel
"Tinggalkan saja Trolley nya di situ"
"Baik tuan"
"Totalnya berapa?" tanya Bryan
Pria itu mengambil bill lalu memberikannya pada Bryan
"Ini totalnya tuan"
Bryan mengambil billnya lalu mengeluarkan uang pecahan seratus ribu sebanyak 10 lembar, setelah itu memberikannya pada pelayan itu
"Ini" Bryan menyodorkan bill dan uang
Pria itu menerima bill dan uang dari Bryan
"Maaf tuan uangnya lebih"
"Sisanya untuk mu"
"Terima kasih banyak tuan" ucap pelayan itu senang
"Hemm, sekarang pergilah" Bryan mengusir pelayan itu
"Baik, selamat menikmati saya permisi tuan"
"Hmm"
Begitulah Bryan, dia akan bersikap dingin pada semua orang kecuali pada orang terdekatnya.
Pelayan itu pergi dari sana lalu Bryan membawa masuk Food Trolley ke dalam kamarnya dan menyusun piring-piring itu di atas meja yang berada di depan sofa
Di saat Bryan sibuk menyusun piring-piring itu, Diana sudah keluar dari kamar mandi
"Kak, kenapa makanannya banyak sekali?" tanya Diana yang baru saja selesai mandi
.
.
.