Mr. Bryan

Mr. Bryan
Kulkas



"Sebaiknya kamu cepat bawa teman mu itu ke UKS, jika tidak lukanya akan bertambah parah" ucap Cho pada Diana


Mendengar ucapan Cho, Diana seketika menoleh ke arah temannya itu


"Ya Allah, maaf Ross aku lupa"


Ross hanya tersenyum pada temannya itu


.


.


.


"Ayo kita ke UKS" ucap Diana sambil menarik temannya


"Tunggu"


"Apa lagi sih?" tanya Diana


"Maaf kak" ucap Ross pada Cho


"Iya tidak apa-apa ini bukan salah mu" ucap Cho sambil tersenyum


"Tck untuk apa juga minta maaf, kan mereka yang salah bukan kamu" ucap Diana kesal


"Ayo cepat pergi dari sini" ajak Diana


"Tapi mangkoknya..." ucap Ross


"Biar aku bereskan mangkoknya, kamu obatin saja luka mu" ucap Cho


"Tapi... "


"Tck... kamu ini cepat ikut ke UKS jangan membuat ku tambah kesal" ucap Diana kesal pada temannya itu sambil menyeretnya pergi dari sana tanpa pamit


"Di kita belum pamit ke..." ucap Ross


"Untuk apa pake acara pamit segala" Diana menyela ucapan temannya itu


"Di, dia itu BEM Universitas" ucap Ross


"Bodo amat mau BEM Universitas kek mau siapa kek aku tidak peduli" sahut Diana


"Di..."


Cho tersenyum mendengar ucapan Diana, dia tidak menyangka ada juga seorang perempuan yang tidak peduli siapa dirinya, karena biasanya semua perempuan berbondong-bondong mendekati dirinya.


Dulu saat masih menjadi mahasiswa baru Ross adalah tipe orang yang pemalu dan penakut, berbanding terbalik dengan Diana.


Diana adalah gadis yang tidak akan sungkan atau pun takut jika dia tidak berbuat salah.


"Bro ayo pergi" ucap salah satu teman Cho


"Tunggu aku panggil Cleaning service kampus dulu untuk bersihkan mangkoknya, kalian duluan saja" ucap Cho pada teman-temannya


"Oke"


Sejak kejadian itu, setiap kali Cho melihat kedua gadis itu di kantin atau pun saat berpapasan dia selalu menghampiri mereka dan menyapanya.


Di awal-awal Cho hanya menyapa mereka, namun lambat laun dia dan teman-temannya menjadi lebih dekat dengan kedua gadis itu.


Mereka juga makan bersama di kantin jika bertemu di sana, dan terkadang Cho dan teman-temannya mengajak kedua gadis itu pergi jalan-jalan atau pun pergi nonton.


Akan tetapi di saat Diana berhenti kuliah komunikasi mereka terputus, Cho dan Ross yang mulai sibuk dengan tugas-tugas mereka dan Diana yang saat itu sangat susah di hubungi.


Cho merasa sangat kehilangan sosok gadis cantik itu, dia bahkan sudah jatuh hati pada gadis itu.


Bertahun-tahun berlalu dan satu minggu yang lalu Cho kembali bertemu dengan kedua gadis itu.


Saat itu dia menemui temannya di salah satu Cafe dan secara kebetulan pemilik Cafe tersebut adalah Diana dan Ross.


Dia sengaja tidak menyapa mereka karena dia ingin membuat kejutan untuk mereka.


Cho membuat rencana dengan memesan banyak Minuman dan dessert di cafe mereka dengan bantuan sang asisten.


Flashback end


"Mari silahkan duduk" ucap Cho mempersilahkan ke dua gadis itu duduk di sofa


Diana dan Ross duduk di sofa di ikuti Cho


"Angga kemari lah duduk bersama kita" Ajak Cho pada sang asisten


"Tidak perlu tuan" jawab Angga


"Tck kamu ini kayak sama siapa gitu, sebelum jadi bos mu aku itu teman mu"


"Ta... "


"Kemari ini adalah perintah, duduk lah di sini mereka kan juga teman mu" ucap Cho


"Hei Mr jangan terlalu kejam begitu" ucap Diana


"Biarin, sejak bekerja dengan ku Angga jadi pria dingin dan kaku sama seperti diri mu nona dingin" ucap Cho


"Kenapa anda selalu memanggil saya nona dingin sih?" ucap Diana cemberut


"Nah lihat, ini nih sebabnya aku memanggil mu nona dingin"


"Kamu ini selalu bicara formal pada ku, dan saat pertama kali kita bertemu di kantin dulu kamu tidak peduli aku itu BEM Universitas, kamu main pergi gitu aja tanpa pamit"


Diana menoleh ke arah lain karena Cho terus menatapnya, dan pandangan netra nya jatuh pada pria yang sejak tadi duduk diam di sebelah Cho


"Kak Angga apa kabar?" tanya Diana pada Angga


"Baik, bagaimana dengan mu?"


"Aku juga baik" jawab Diana sambil tersenyum


Cho memutar bola mata nya malas


"Giliran sama Angga bicaranya manis banget, giliran bicara sama aku dingin nya minta ampun dasar kulkas" gerutu Cho


"Ha ha ha" mereka menertawakan Cho yang ngambek


"Kak, Diana itu emang sengaja dia cuma mau buat kamu kesal" ucap Ross


"Ih apaan sih kok malah ngadu" ucap Diana sambil memukul lengan temannya


"Aduh, nah lihat kan dia nya ngaku" tunjuk Ross pada Diana


"Jadi selama ini kamu emang sengaja?" tanya Cho, dia membulatkan matanya yang agak sipit itu


"He he maaf, oh ya aku bawa cake buat anda.. eh maaf buat kakak" ucap Diana sambil cengengesan


Cho masih melotot pada Diana


"Udah kak gak usah melotot gitu, mata kakak gak bakalan bisa besar kayak punya aku walau pun kakak melotot sampai matanya keluar"


"Eh gak boleh menghina ya"


"Siapa yang menghina kan kenyataan nya emang gitu"


"Kayak nya hobi mu itu emang bikin aku kesal ya?" ucap Cho masih kesal


"Ha ha ha maaf maaf, nih cake nya" ucap Diana sambil menggeser box cake nya ke hadapan Cho


"Nyogok nih cerita nya?" tanya Cho


"Nyogok gimana? aku tuh tulus tau" ucap Diana cemberut


Cho tersenyum melihat Diana yang cemberut


"Oke oke aku terima cake nya, gak usah manyun-manyun gitu gak cocok sama kamu"


"Tck dasar menyebalkan" Diana mengubah kembali raut wajahnya


"Nah begitu baru cocok" ucap Cho sambil terkekeh


"Nyesel aku bikin cake, padahal aku kan niatnya baik karena denger ada yang ulang tahun"


"Jadi kamu sengaja bikin ini?"


"Iya kak, Diana sengaja bikin cake karena dengar bos di sini ulang tahun" sahut Ross


Mendengar itu Cho tersenyum, dia sangat senang mendapat cake dari Diana


"Kok ada dua? satu nya untuk siapa?" tanya Cho


"Diana bilang dia tidak tahu bos di sini suka cake apa, jadi dia bawa dua cake ter Favorit di cafe" lagi-lagi Ross yang menjawab


"Wah pengertian banget deh aku jadi makin cinta eh maaf salah maksudnya aku jadi makin senang karena dapat kejutan di hari ulang tahun ku" ucap Cho sambil tersenyum


Cho memang sengaja mengatakan itu, dia suka melihat wajah Diana yang memerah.


"Cieeee ada yang salting nih" ejek Ross pada Diana


"Apaan sih lebay tahu" ucap Diana ketus


"Lebay-lebay lalu kenapa tuh muka merah?" tanya Ross


"Gak, muka aku gak kenapa-napa" ucap Diana sambil memalingkan wajahnya


.


.


.