Mr. Bryan

Mr. Bryan
Takut



"Kak hati-hati infusnya Hana" ucap Diana mengingatkan


"Iya" jawab Bryan


.


.


.


"Kamu duduklah dengan mama dan papa biar kakak yang menidurkan Hana" ucap Bryan pada Diana


"Baik kak" jawab Diana


Diana melangkah menuju sofa yang di tempati kedua mertuanya


"Mama papa, maaf Diana baru menyapa kalian" ucap di sambil menyalami kedua mertuanya


"Tidak apa-apa nak" ucap papa Heru


"Kemari duduklah sayang" ucap mama Anna sambil menepuk sofa kosong di sampingnya


"Iya ma" Diana duduk di samping mama mertuanya


"Bagaimana kabar mu nak?" Tanya mama Anna sambil menggenggam telapak tangan menantunya


"Baik ma" sahut Diana sambil tersenyum


"Kamu nampak lelah" ucap mama Anna


"Tidak ma Di baik-baik saja" ucap Diana


"Syukurlah kalau begitu, jika Bryan meminta jatah pada mu terus, tolak saja kamu juga butuh istirahat sayang" ucap mama Anna


"Jatah? Jatah apa ma?" tanya Diana yang otaknya belum connect


"Jatah ranjang" bisik mama Anna pada Diana


Wajah Diana seketika memerah


"Kamu mengerti sayang?" Tanya mama Anna sambil menatap wajah menantunya


Diana hanya sanggup menganggukkan kepalanya


"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Bryan yang menghampiri mereka bertiga sambil membawa infus stand putrinya dan putrinya di dalam gendongannya.


"Tidak kami tidak membicarakan apapun" elak mama Anna


"Lalu kenapa wajah istri Bryan merah begitu ma?" Tanya Bryan pelan karena takut membangunkan Hana yang berada di gendongannya


"Kami tidak membicarakan apa-apa kok" ucap Diana


Bryan menatap curiga pada kedua wanita kesayangan itu


"Pa, mereka membicarakan apa?" Kali ini Bryan bertanya pada papanya yang sejak tadi hanya diam bermain game di ponselnya


"Tidak tahu, papa sejak tadi main game" sahut papa Heru


"Kalian ini sama saja" ucap Bryan kesal


"Ayo pa kita pulang" Ajak mama Anna


"Ayo ma" ucap papa Heru setelah mematikan gamenya dan mengantongi ponselnya


Diana ikut berdiri dan mengantar mertuanya, di ikuti Bryan yang menggendong Hana. Sesampainya di luar ruangan.


"Hati-hati di jalan ma pa" ucap Bryan


"Iya nak" jawab mama Anna


"Ren, tolong kamu antar mama dan papa" ucap Bryan pada asistennya


"Baik tuan" sahut Rendy


"Bagaimana jika kalian perlu sesuatu nanti, jika Rendy mengantar kami? Sebaiknya Rendy tetap di sini, tadi kami bawa supir ke sini" Ucap mama Anna


"Tidak apa-apa ma, di sini masih ada anak buahnya Rendy, ini sudah malam Bryan akan lebih tenang jika mama dan papa di antar Rendy" ucap Bryan


"Ya sudah baiklah" ucap mama Anna


Mama Anna menghampiri cucunya yang baru saja tertidur di dalam gendongan daddynya


"Cepat sembuh cucu oma, oma sama opa pulang dulu ya sayang" ucap mama Anna pelan sambil mengusap rambut cucunya


"Ayo ma" ucap papa Heru


"Iya pa"


"Nak kami pulang dulu" ucap papa Heru


"Iya pa" jawab Diana, Diana menyalami kedua mertuanya di ikuti Bryan


"Hati-hati di jalan ma pa" ucap Diana


"Iya sayang" ucap mama Anna sambil tersenyum


"Ren, hati-hati mengemudinya" ucap Bryan


"Baik tuan, saya permisi dulu tuan nona" pamit Rendy pada Bryan dan Diana


"Iya" jawab Bryan dan Diana hanya menganggukkan kepalanya


Setelah ketiganya masuk kedalam lift Bryan mengajak Diana masuk kedalam ruang inap.


"Ayo kita masuk" ajak Bryan


"Iya kak" Diana membantu mendorong infus stand Hana


"Kak" panggil Diana


"Hmm?" Bryan berhenti melangkah lalu menatap pada istrinya


"Apa di lantai ini cuma ada kita bertiga?" tanya Diana


"Memangnya kenapa?" tanya Bryan


"Rada serem kalau cuma hanya ada kita bertiga" ucap Diana bergidik ngeri


"Iya, memangnya kenapa?" tanya Diana


"Beberapa anak buah Rendy ada di sana dan akan bergantian setiap 1 jam sekali untuk menjaga di luar" ucap Bryan


"Benarkah?" tanya Diana


"Iya sayang"


"Syukurlah kalau begitu" ucap Diana bernafas lega


Bryan terkekeh mendengar helaan nafas lega istrinya


"Sayang coba lihatkan Hana, sudah lelap belum" ucap Bryan


"Sebentar" diana melangkah ke belakang suaminya untuk melihat hana yang tidur


"Sepertinya sudah lelap kak, ini ilernya sampai netes ke baju kakak" ucap Diana sambil terkekeh


"Benarkah?" tanya Bryan


"Iya, tunggu aku foto dulu buat kenang-kenangan"


Diana mengambil ponselnya yang berada di sakunya, lalu memotret Hana yang sedang tertidur


Cekrek


"Lihat kak" Diana menunjukkan hasil jepretannya pada Bryan


Bryan tersenyum melihat foto yang di tunjukkan oleh Diana


"Tunggu kak, tetap seperti itu" Diana menahan Bryan


Cekrek


Diana tersenyum melihat hasil jepretan keduanya


"Sudah?" Tanya Bryan


"Sudah" ucap Diana tersenyum


"Kalau sudah tolong bantu kakak menidurkan Hana" ucap Bryan


"Oke" Diana menyimpan kembali ponselnya dan membantu suaminya menidurkan Hana yang sudah terlelap, di brankarnya


Setelah itu Bryan menarik selimut dan menyelimuti tubuh putrinya.


Diana mengusap lembut rambut Hana lalu mengecup keningnya "Cepat sembuh putri Mommy" bisik Diana pada Hana


Bryan tersenyum menatap keduanya


"Kak"


"Ya?" sahut Bryan


"Aku mau mandi dulu lalu mau shalat, kakak temani Hana dulu nanti gantian"


"Iya"


Diana melangkah ke kamar mandi, namun baru beberapa langkah dia berhenti lalu mendekati suaminya


"Kenapa?" tanya Bryan


"Baju-baju kita masih ada di mobil" ucap Diana


"Oh iya benar, kalau begitu kakak ambil dulu" Bryan hendak melangkah namun Diana sudah lebih dulu menarik ujung pakaian Bryan


"Kenapa sayang?" tanya Bryan


"Aku takut sendirian disini"


"Kan berdua sama Hana"


Diana menggeleng "Tidak, Hana tidur aku takut"


"Sayang, di ruangan depan banyak orang loh di depan juga ada bodyguard yang berjaga" ucap Bryan


"Kan di luar bukan di sini, tidak pokoknya aku takut kalau tinggal sendirian di sini, aku itu penakut kak" rengek Diana


"Lalu bagaimana?" tanya Bryan


"Kakak minta tolong ambilkan kopernya pada bodyguard di depan saja"


"Oh iya benar juga, kalau begitu kakak akan keluar dan menyuruh mereka"


"Iya"


Bryan melangkah keluar untuk meminta bodyguard di luar mengambilkan koper di dalam mobilnya.


Ceklek


"Selamat malam tuan" sapa dua orang bodyguard


"Anda butuh sesuatu ,tuan?" tanya salah satu bodyguard yang berjaga saat ini


"Malam, tolong salah satu dari kalian ambilkan koper saya di mobil ini kunci mobilnya" ucap Bryan sambil memberikan kunci mobilnya


Salah satu dari mereka mengambil kunci mobil yang di berikan Bryan "Baik tuan"


Setelah itu Bryan masuk kembali ke dalam


"Sudah kak?" tanya Diana saat suaminya sudah kembali


"Sudah sebentar lagi kopernya datang, kamu mandilah dulu di kamar mandi ada Bathrobe"


"Oke"


Diana melangkah ke kamar mandi lalu masuk dan menutup pintu kamar mandi.


.


.


.