Mr. Bryan

Mr. Bryan
Kecemburuan Bryan



"Pa...percayalah pada ku pa aku tidak melakukan itu... Pa mere..... "


PLAKKK....!!!!!


.


.


.


"HAH.... PAPA!!!" teriak mama Cika saat suaminya menampar putri mereka


"HENTIKAN KEBOHONGAN MU CIKA!!!!" amuk papa Cika


"Kamu pikir papa orang yang gampang di kelabui? Tidak Cika" sentak papa Cika


"Papa tahu sendiri bagaimana Bryan yang sangat menantikan kelahiran anak perempuannya, begitu pula dengan kedua mertua mu itu !"


"Ah bukan maksud papa, kedua mantan mertua mu"


"Papa... " rengek Cika masih menyentuh pipinya yang sudah dua kali mendapat tamparan


"Pa, kenapa kamu malah percaya dengan ucapan orang lain ketimbang putri mu sendiri?!" ucap mama Cika


"Mama.... " rengek Cika pada mamanya


"Apa perlu papa tunjukkan semua buktinya ma? Bahkan sebelum mereka menunjukkan bukti-bukti itu papa sudah lebih dulu tahu bagaimana kelakuan putri kesayangan mu itu di luar sana"


"Apa maksud papa?" tanya mama Cika


"Papa salah, papa kira kamu akan berubah Cika tapi ternyata tidak"


Papa Cika menghadap ke arah keluarga Bryan


"Maaf kan saya tuan dan nyonya Adams, sebenarnya selama ini saya sudah tahu bagaimana kelakuan buruk Cika selama menjadi model, maafkan saya karena keegoisan saya keluarga besar anda harus menanggung semuanya"


"Saya pikir Cika akan berubah setelah menikah dengan Bryan, tapi ternyata tidak, saya sungguh minta maaf sebesar-besarnya pada kalian"


Cika dan mamanya hanya bisa menangis


"Sudahlah semuanya sudah terjadi tuan Hermawan, tapi perceraian ini tidak akan bisa di batalkan" ucap papa Heru


"Baik tuan, saya akan terima semuanya"


"Papa tidak bisa begitu! Ini pernikahan Cika! Papa tidak bisa berbuat seenaknya!" teriak Cika


"Diam! Kamu yang sudah merusak semuanya jadi terima saja!" sentak papa Cika


"Ayo pa ma, kita pergi" ucap Bryan sambil menggendong putrinya yang baru saja lahir


Papa mama mengikuti Bryan pergi dari sana di ikuti Rendy dan bik Arum di belakangnya.


Orang tua Cika hanya bisa pasrah cucu mereka di bawa pergi sebelum mereka dapat bertemu.


Sedangkan Cika histeris karena di ceraikan Bryan dia tidak jadi mendapatkan harta warisan keluarga Adams, luka bekas operasinya terbuka lagi sampai-sampai papa Cika harus memanggil dokter dan perawat.


3 bulan kemudian persidangan akhirnya selesai dan hak asuh bayi perempuan itu jatuh pada tangan Bryan.


Bryan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan hak asuh putrinya, persidangan itu berakhir dengan kedua belah pihak berdamai.


Sebagai kompensasi Cika meminta uang 10 Miliyar pada Bryan, Bryan yang tidak mau ambil pusing menyanggupi keinginan Cika.


Tapi pada dasarnya Cika memang wanita yang tak berperasaan, dengan cepat dia bisa melupakan Bryan dan anaknya apalagi dia sudah mendapatkan banyak uang dari Bryan sebagai kompensasi perceraian.


Cika yang dulunya gadis lugu dan polos berubah setelah dia menginjakkan kaki di dunia modeling.


Dia menghabiskan uang itu untuk bersenang-senang dan mencari pria lain, karena pacar gelapnya saat itu tak kunjung muncul di hadapannya.


Dia sudah menduga bahwa Bryan pasti sudah melakukan sesuatu pada kekasih gelapnya itu dan dia tidak peduli lagi pada kekasih gelapnya karena dia berpikir dia masih bisa mendapatkan pria lain yang lebih gagah dari kekasih gelapnya.


Cika tahu jika sisi kejam Bryan muncul pria itu akan berubah menjadi sangat menakutkan, dan dengan bodohnya Cika membangunkan sisi kejam Bryan yang selama ini tertidur.


Dia termasuk orang yang beruntung dapat selamat dari Bryan, Bryan memang melepaskan Cika karena wanita itu yang pernah ada di hatinya dulu dan juga karena dia adalah ibu dari bayinya.


Maka karena itulah Bryan memberi keringanan pada Cika, hanya itu yang bisa dia lakukan untuk seseorang yang pernah ada di dalam hatinya.


Tapi jika wanita itu meminta kembali padanya hal itu tidak akan mungkin dia lakukan.


Flashback End


"Sayang" panggil Bryan


"Dari luar sungguh tidak bisa melihat apapun yang terjadi di dalam sini kan?" tanya Bryan


"Benar seperti yang aku katakan barusan"


"Jadi kalau kita sedang begituan tidak akan ada yang lihat kan?" ucap Bryan sambil tersenyum nakal


"Begituan apa?" tanya Diana bingung


"Itu loh" ucap Bryan sambil menaik-turunkan alisnya


"Apaan kak?"


Bryan mendekati istrinya lalu berbisik "Bagaimana kalau kita ber cinta di sini? Kan tidak ada yang lihat, tapi saat kita melakukannya kita seolah-olah sedang di lihat banyak orang. Pasti sensasinya akan sangat berbeda, bagaimana mau coba?"


"Ka....kakak kamu itu mes*m banget ih" ucap Diana tergagap


"Ayolah sayang kakak pengen coba" rayu Bryan pada istrinya


"Tidak mau" tolak Diana, karena dia tidak akan melakukan hal yang beresiko di tempat kerjanya


"Sebentar saja"


"Tidak kak, kakak diam di sini saja aku mau ngecek barang" ucap Diana dan langsung kabur dari sana


"Ha ha ha imut banget sih" Bryan tertawa melihat istrinya yang lari terbirit-birit


"Tapi sepertinya seru juga kalau melakukannya di sini" ucap Bryan sambil memindai seluruh ruangan


Niatnya Bryan hanya mengerjai Diana tapi setelah di pikir-pikir dia malah tertarik untuk mencobanya.


"Lain kali akan aku bujuk lagi"


***


Sudah hampir satu jam Bryan berada di ruangan Diana, minuman dan dessert yang di bawa Diana pun sudah ludes di makan Bryan yang bosan menunggu istrinya.


"Kemana dia, kenapa lama sekali"


"Aku susul saja deh"


Bryan keluar dari ruangan Diana, dia melangkah ke arah gudang yang luasnya hampir sama dengan ruangan istrinya.


"Diana, sayang kamu di sini?" panggil Bryan


"Gak ada di sini, mungkin di depan"


Bryan melangkah ke tempat pertama kali dia masuk


"Itu dia" ucap Bryan saat melihat istrinya tengah duduk berbincang di salah satu meja yang ada di sana


"Saya... " Bryan menghentikan langkah dan panggilannya saat melihat istrinya sedang berbincang dengan seorang pria


Tadi dia tidak melihat pria itu karena terhalang tubuh pengunjung lain yang sedang lewat.


Entah kenapa kecemburuannya tiba-tiba muncul, padahal dia tahu istrinya tidak hanya berdua dengan pria itu tapi bersama dengan temannya yaitu Ross dan terlihat juga seorang pria yang sepertinya adalah asisten dari pria yang sedang berbincang dengan Diana


"Ha ha ha benar sekali" ucap Diana sambil tertawa


"Apa yang mereka bicarakan sampai-sampai dia tertawa seperti itu" ucap Bryan cemburu


Bryan yang terbakar api cemburu melangkah menghampiri Diana dan langsung memeluknya


"Sayang"


"Kak Bryan" ucap Diana terkejut karena mendapat pelukan yang tiba-tiba.


Ketiga orang yang berada di sana juga tak kalah terkejut.


"Gawat" pikir Ross


Sedangkan kedua pria berjas itu bertanya-tanya siapa pria yang saat ini sedang memeluk Diana


.


.


.