
Hana masuk ke dalam kamar Bella
"Ada apa sayang?" Tanya Bella
"Auncy, ini boneca uncuk dedek bayi" Hana menyerahkan kedua boneka di tangannya
.
.
.
"Wah terima kasih sayang, bonekanya dari siapa?" Bella mengambil boneka di tangan Hana
"Dali oma"
"Oh oma sama Mommy sudah pulang?"
"Iya, oma cama Mommy cudah pulang" ucap Hana
"Sampaikan pada Oma dan Mommy terima kasih aunty ya"
"Iya"
Tak lama kemudian Zain datang membawa dua paper bag, lalu meletakkannya di kasur
"Dari siapa mas?" tanya Bella
"Dari mama"
"Kenapa banyak sekali?" tanya Bella
"Tidak tahu"
"Auncy, itu cica balang punya dedek bayi cadi Hana cidak bica bawa cemuanya"
Zain dan Bella terkekeh.
"Iya terima kasih" ucap Bella
"Cama-cama Auncy, Hana pelgi dulu mau liat mainan Hana" pamit Hana
"Iya sayang" jawab Bella
Hana keluar dari kamar Bella menuju ruang keluarga
"Dia bahkan belum melihat mainannya sendiri dan langsung membawa kedua boneka itu untuk si kembar" ucap Zain
"Benarkah?" tanya Bella
"Iya"
"Itu berarti Hana sangat sayang pada si kembar, si kembar beruntung punya kakak yang baik" ucap Bella
"Benar" jawab Zain
Di ruang keluarga Hana tengah sibuk membongkar semua mainan yang di belikan omanya
"Ma aku tidak di belikan sesuatu? Tanya Kiano adik laki-laki Bryan
"Tidak" jawab mama Anna
"Mama kok pelit sih, Hana di belikan banyak mainan"
"Kamu sudah besar masa mau mama belikan mainan?"
"Aku kan tetap anak bungsu mama"
"Kamu itu seperti anak kecil saja, kalau kamu nikah kamu sudah punya anak" omel mama Anna
"Gak gak aku gak mau nikah dulu, Kiano masih mau nikmati masa muda Kiano" ucap Kiano
"Terserah kamu Kiano" ucap mama Anna
"Kalau gitu Kiano minta mainan Hana saja" ucap Kiano usil
"Cidak boleh!!" Ucap Hana
Kiano menghampiri Hana
"Kenapa om tidak boleh minta mainan Hana? Kan mainan Hana banyak, om minta satu saja ya, hmmm ini deh" ucap Kiano mengambil mainan Hana
"Ihhh cidak boleh balbie Han, itu punya Hana"
"Itu masih ada satu lagi barbie nya, om ambil satu saja"
"Om Ciano cembalican balbie Hana!" Teriak Hana melengking
"Tidak mau wekk" ucap Kiano mengejek Hana
Hana hendak meraih barbie yang ada di tangan omnya namun Kiano lebih gesit dari Hana, sebelum Hana menyentuh barbienya Kiano segera berdiri
"Ih om Ciano culang, Hana kecil nih" keluh Hana
"Makanya cepetan tinggi" ejek
"Om Ciano cembalican barbie Hana"
"Tangkap om kalau bisa" ucap Kiano lalu kabur
Alhasil terjadilah aksi kejar-kejaran yang tidak seimbang antara Hana dan Kiano. Kiano dengan tubuh tinggi dan kaki yang panjang sedangkan Hana dengan tubuh kecil dan kaki yang pendek.
"Om!! Cembalican!!" teriak Hana
"Hah... Mereka mulai lagi" ucap Bryan
Mereka berdua memang sering seperti itu jika bertemu, Kiano yang sangat usil pada Hana dan Hana yang suka sekali berteriak jika di ganggu om nya itu.
Hana masih mengejar ken yang berlarian kesana-kemari
"Om!! Cembalikan balbie Hana, om kan cowok maca main balbie" ucap Hana memprovokasi Kiano
"Siapa bilang cowok gak boleh main barbie?" tanya Kiano
"Hana yang bilang" sahut Hana
"Itu cuma akal-akalan Hana saja" ucap Kiano
Hana berhenti mengejar Kiano, menghampiri daddynya dan mulai merengek pada Bryan
Bryan mengangkat tubuh mungil putrinya dan membawanya ke pangkuannya
"Biarkan saja sayang, nanti juga di kembalikan"
"Icu balbie baru Hana Daddy" keluh Hana
"Mainan Hana kan masih banyak" ucap Bryan pada Hana sambil menunjuk meja yang penuh dengan mainan Hana
"Iya sayang yang di katakan daddy mu benar, biarkan saja om Kiano ambil barbie itu kasian dia dulu waktu kecil tidak pernah lihat barbie" ucap mama Anna mengejek putra bungsunya
"Ih mama kok gitu sih" keluh Kiano
"Habisnya kamu usil banget sama ponakan" ucap mama Anna
"Mama gak seru" ucap Kiano
"Ya cudah balbienya buat om caja, kacian om cidak pelnah main balbie" ucap Hana
Mama Anna dan Bryan terkekeh mendengar ucapan Hana, sedangkan Kiano yang di ejek pun menjadi kesal
"Tidak usah om tidak mau, ini ambil kembali barbie Hana" ucap Kiano dan menyerahkan barbie Hana lalu dia melangkah naik ke lantai atas menuju kamarnya
"Daddy om cen malah ya?" tanya Hana
"Tidak, om ken capek karena main kejar-kejaran dengan Hana jadi mau istirahat" ucap Bryan
"Oh" ucap Hana sambil mengangguk
"Permisi nyonya" ucap kepala pelayan
"Ada apa pak An?" tanya mama Anna
"Di luar ada kiriman, nyonya" ucap pak An
"Oh mereka sudah datang"
"Iya nyonya"
"Suruh masuk aja pak"
"Baik" ucap pak An lalu pergi dari sana untuk memanggil mereka yang mengirimkan barang
Tak lama kemudian beberapa orang dari toko masuk dan membawa banyak paper bag di tangannya.
"Letakkan saja di sana" ucap mama Anna sambil menunjuk sofa di dekat Bryan
Mereka meletakkan paper bag itu, setelah selesai dengan pekerjaan mereka, mereka pamit pulang.
"Kami permisi nyonya, tuan muda" ucap salah satu dari mereka
"Tunggu dulu" mama Anna menahan mereka
Mama Anna mengambil tas jinjingnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang
"Ini untuk kalian"
"Tidak perlu nyonya, ini sudah perkejaan kami" tolak salah satu dari mereka
"Ambil saja"
Mereka bertiga masih diam mematung
"Ini jangan di tolak, terima kasih sudah mengantarkan belanjaan saya" ucap mama Anna sambil menyerahkan uang itu ke tangan salah satu dari mereka
"Terima kasih banyak nyonya, terima kasih"
"Sama-sama, kalian bagi tiga uang itu" ucap mama Anna
"Baik nyonya, sekali lagi terima kasih banyak"
Mama Anna mengangguk
"Permisi nyonya, tuan muda" ucap mereka berpamitan pada mama Anna dan Bryan
"Iya" jawab mama Anna sedangkan Bryan hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah mereka pergi di antar pak An, Hana bertanya pada omanya
"Oma ini punya ciapa?"
"Punya Mommy sayang"
"Diana belanja sebanyak ini?" tanya Bryan heran
"Tidak itu hadiah dari mama" jawab mama Anna
"Semuanya?" tanya Bryan
"Iya"
"Memangnya dia tidak protes mama membelikan banyak hadiah?" tanya Bryan
"Protes sih, tapi mama paksa" ucap mama Anna sambil tersenyum
"Sudah Bryan duga"
"Sana kamu bawa ke kamar belanjaannya"
"Nanti saja ma, Bryan masih mau nonton"
"Bawa sekarang Bryan, tidak baik jika sampai ada yang tahu apa isinya" ucap mama Anna
"Memangnya apa isinya?" tanya Bryan
"Kamu tidak perlu tahu, sana bawa semuanya"
"Iya"
Bryan mengangkut belanjaan yang di berikan mamanya untuk istrinya.
.
.
.