
David berjalan menuju ruang TV dan menemukan Bryan yang tidur sambil memeluk seorang perempuan
"Bibi kenapa Bryan tidak ada di kamarnya? Aku cari di kamar Hana juga tidak ada" Tanya Rico yang sudah turun dari lantai dua
"Makanya kalau orang tua ngomong itu di dengerin, kemari" sahut David sambil menggerakkan tangannya menyuruh Rico ke tempat ia berdiri
"Loh kenapa ada tirai di sini?" Tanya Rico yang tidak pernah melihat ada tirai saat berkunjung ke rumah Bryan
"Cepat kemari dan lihat ini" ucap David
Rico melihat ke dalam ruangan yang terbuat dari tirai itu dan terkejut
"Oh My God!!" Teriak Rico terkejut namun mulutnya langsung di bungkam oleh David dan menyeret teman tengil nya itu menjauh dari sana
"Susst jangan teriak" ucap David
Bryan yang mendengar suara teriakan terbangun, ia melepaskan pelukannya dari Diana perlahan agar tidak membangunkan gadis itu lalu pergi melihat siapa yang berulah di rumahnya itu.
Bryan melangkah malas karena ia masih mengantuk
"Kenapa kalian ada di sini?" Tanya Bryan jutek
"Aduh pagi-pagi jangan jalak-jalak atuh" ucap Rico
"Cepat katakan mau apa kalian pagi-pagi ada di rumah ku?"
"He he hari ini kan weekend jadi kami kemari mau main sama Hana" ucap Rico
"Pagi-pagi sekali?" Tanya Bryan
"Pagi? Ini sudah pukul 08.30 burung perkutut Dan Sekalian kita numpang sarapan" ucap Rico ngegas
"Cih dasar mengganggu saja" ucap Bryan dan melangkah kembali ke tempat ia tidur tadi
"Loh loh kok kita di tinggal sih? Btw siapa gadis itu? sepertinya cantik" Tanya Rico dengan sifat tengilnya
Bryan menghentikan langkahnya lalu berbalik
"Bukan urusanmu" jawab Bryan
"Wah kita di lupain begitu aja nih kalau dapat yang baru Bryan ! Bryan !" panggil Rico
"David tolong kau bawa burung perkutut itu pergi ke meja makan tunggu aku di sana" ucap Bryan
"Oke" ucap David dan menyeret Rico ke ruang makan
"Hei! hei! Bryan kau tega sekali pada ku habis manis sepah di buang" cerocos Rico
"Diamlah Rico kau bocah tengil" ucap David
Bryan melangkah menuju sofa yang di tempati Diana, ingin sekali dia tidur sambil memeluk gadis itu sampai puas.
Tapi teman-temannya itu datang dan mengacaukan semuanya, Bryan merapikan selimut yang di pakai Diana.
"Tidurlah yang nyenyak, aku akan mengurus kedua bocah itu dulu" pamit Bryan pada Diana dan mendaratkan kecupan di keningnya lalu pergi ke meja makan
"Bi Hana sudah bangun?" Tanya Bryan
"Nona Hana sedang bersiap di bantu Lala, tuan"
"Oh oke"
"Bryan, siapa gadis itu?" Tanya Rico
"Daddy..!" Panggil Hana yang sedang berjalan turun lewat tangga
"Pagi sayang" sapa Bryan menghampiri putrinya lalu memberinya pelukan
"Pagi Daddy" sahut hanya sambil memeluk erat daddy nya
Cup "ternyata putri daddy sudah wangi ya" ucap Bryan sambil menggendong putrinya dan mengecup pipi gembul Hana
"Tentu caja Hana cudah wanyi can cudah mandi, daddy bau belom mandi" ucap Hana sambil menutup hidungnya
"Ha ha ha duh gemasnya" Bryan menciumi pipi Hana karena gemas
"Ha ha ha Daddy belhenti geli" ucap Hana kegelian
"Ok daddy berhenti" Bryan duduk di kursi makan sambil memangku Hana
"Daddy di mana Mommy" tanya Hana
"Daddy kira kamu bakalan lupa Hana" Ucap Bryan dalam hati
"Mommy masih tidur sayang" jawab Bryan
"Mommy?!" Ucap Rico dan David bersamaan
"Mommy macih tidul?" Tanya Hana dengan logat cadelnya
"Iya"
"Hai Hana sayang, kemari.." ucap Rico
"Pagi uncle Lico uncle Dapid" sapa Hana
Hana turun dari pangkuan daddy nya lalu menghampiri kedua teman daddy nya itu.
"Pagi Hana" sapa David sambil tersenyum
"Pagi sayang" ucap Rico
"Sayang boleh uncle tanya?" ucap Rico
"Canya apa ?"
"Hana ketemu Mommy?"
"Iya" jawab Hana sambil mengangguk
"Di mana?"
"Di mall wakcu Icut Daddy beli baju"
Rico mendongak menatap Bryan yang sejak tadi hanya mendengarkan mereka
"Bukan, perempuan lain" jawab Bryan
"Lalu kenapa dia panggil Mommy?" Tanya David
"Mana aku tahu, Hana bertemu dia di mall" sahut Bryan
"Gadis tadi itu?" tanya Rico
"Iya"
Hana yang melihat Daddy dan temannya bicara terlihat bingung
"Daddy"
"Ya sayang?"
"Hana mau ke Mommy"
"Mommy lagi tidur sayang"
"Hana banyuncan boleh?"
"Oke bangunkan saja sudah waktunya sarapan" ucap Bryan
"Oce makacih Daddy"
"Mommy tidur di sana sayang" ucap Bryan sambil menunjuk tirai di ruang tv
"Mommy cidur di cana?"
"Iya, sana bangunkan Mommy" ucap Bryan lembut
"Oce Daddy"
Lalu Hana berlari menuju Diana
"Hati-hati sayang, jalan perlahan" ucap Bryan pada Hana
"Oce Daddy" ucap Hana dan berhenti berlari
Sesampainya Hana di sana
"Mommy" panggil Hana namun Diana masih lelap
"Mommy banyun" ucap Hana sambil menepuk lengan Diana pelan
"Mommy"
"Hemm?"
"Mommy banyun ini cudah pagi Daddy bilang curuh carapan" ucap Hana
Diana mulai membuka matanya perlahan, dan saat kedua matanya sudah terbuka ia melihat Hana tepat di depan wajahnya
"Hana?"
"Akhilnya Mommy bangun cuga"
"Ada apa Hana?" Tanya Diana dengan suara seraknya
"Daddy curuh Mommy carapan"
"Sarapan?"
"Iya"
"Tapi kakak masih kenyang sayang"
"Mommy macih kenyang?"
"Iya dan ngantuk juga"
"Tapi Daddy bilang ke Hana kalau cudah pagi cidak bangun nanti di pacok ayam"
"Ha ha ha apanya yang di patok ayam sayang?"
"Cidak cau Daddy cuma bilang di pacok ayam"
Dari ruang makan ketiga pria itu tersenyum mendengar percakapan kedua gadis berbeda umur itu, karena jarak yang dekat Mereka bisa mendengar suara keduanya dari sana.
Mereka merasa lucu dengan apa yang di ucapkan Hana dan Diana yang menanggapi dengan lembut bocah kecil itu.
"Uhhh gemes banget sih" ucap Diana sambil mencubit pelan pipi gembul Hana
"Ahhh mommy cangan di cubit"
"Pelan kok cubitnya habisnya Hana gemesin banget sih"
"Akhhh Daddy!!" Hana berteriak lagi karena Diana mencubit pipinya lagi
"Hana kenapa berteriak?" Tanya Bryan dengan wajah panik dia kira Hana terjatuh
"Mommy cubit pipi Hana" adu Hana pada Daddy nya dan Diana langsung mendudukkan tubuhnya yang tadi masih tiduran tanpa menatap Bryan karena takut.
Mendengar aduan putrinya itu, Diana langsung mendapat tatapan tajam dari Bryan.
"Maaf kak aku cubit nya pelan kok gak kerasa habis Hana gemesin banget, lain kali gak akan aku ulangi" ucap Diana menunduk takut
Melihat Diana takut Hana memeluk kaki Daddy nya yang sedang berdiri di hadapan mereka.
"Daddy cidak cacit kok Mommy cubit nya pelan" rayu Hana agar Daddy nya tidak memarahi Diana
Bryan menggendong Hana dan melangkah menuju Diana, sedangkan Diana yang mendengar langkah kaki Bryan takut ia mendongakkan sedikit kepalanya dan melihat Bryan mengangkat tangan kanannya.
Diana takut Bryan akan memukulnya karena sudah berani mencubit putrinya.
"Akkhhh" Diana berteriak
.
.
.