
3 minggu Kemudian di minggu pagi yang cerah
Hana lagi serius melihat sesuatu dari balik kaca besar sambil memakan camilannya di sofa ruang keluarga yang mengarah ke taman samping.
"Lagi liatin apa sih sayang?" tanya Diana yang baru saja datang ikut berkumpul bersama di ruang keluarga
"Liat om Ciano cama uncle Lico" jawab Hana
"Emang mereka lagi ngapain?" Tanya Diana
"Cidak cau"
Di taman samping
"Nih aku ajarin perhatikan baik-baik" Rico mengajari Kiano Boxing
Kedua teman dan adik Bryan dari kemarin menginap di rumah mereka, setiap hari sabtu Bryan mengizinkan istrinya pergi ke cafe.
Jadi setiap sabtu pagi mereka akan datang ke rumah Bryan karena di hari sabtu dan minggu mereka tidak bekerja.
Selain itu mereka juga datang dengan alasan ingin membantu Bryan menjaga Hana dan mereka akan pulang di minggu sore karena keesokan harinya mereka harus pergi bekerja.
"Nih coba"
"Begini" tanya Kiano
"Ya benar"
Di ruang keluarga
"Kak Bryan kapan kita berangkat?" tanya Diana
"Nanti sore" jawab Bryan sibuk memakan keripik kentang sambil menonton berita di TV
"Ohh..."
Kiano dan Rico masuk ke dalam rumah setelah selesai latihan Boxing
"Bryan mau gak aku ajarin jadi cowok cool gak?" ucap Rico
"Kamu kena syndrome cowok cool apa gimana sih? dari kemarin itu terus yang kamu bahas lagian kalau aku gak perlu di ajarin karena dari sononya emang udah cool" jawab Bryan
"Temen mu itu emang lagi kena syndrome kak soalnya di mau caper sama si Tina" ucap Kiano
"Tina siapa?" tanya Diana
"Apapun aku lakukan untuk Tina ku tersayang" sahut Rico
"Bukannya kamu naksir sama anaknya pak Zaini, yang cantik itu" sahut David yang baru saja bergabung di sana
"Aku baru di tolak dia kemarin, padahal aku gak salah apa-apa njir" ucap Rico
"Kak Rico ada anak kecil" ucap Diana
"Ups maaf, aku lupa"
"Tapi si Tina kan naksir Bryan" ucap David
"Apa...!!!" teriak Diana sambil menatap tajam ke arah Bryan
Sedangkan Bryan yang melihat tatapan tajam istrinya seketika menggelengkan kepalanya dengan cepat
"Iya dia petinggi sekte Bryan Marry me" jawab Kiano
"Gawat" gumam Bryan
"Hei kalian hentikan" ucap Bryan mencoba menghentikan adik dan kedua temannya yang usil
"Gila Bryan sekte mu makin lama makin kayak Yamaha" ucap Rico yang tak mau berhenti
"Apaan Yamaha?" tanya Bryan, yang malah ikut tertarik mendengar percakapan adik dan kedua temannya
"Semakin di depan" ucap Kiano
"Seneng?" tanya Diana
"Eh enggak sayang enggak barusan cuma bercanda" ucap Bryan yang kelabakan
"Udah terusin aja" ucap Diana kesal
"Gawat nih kalau istri ku ngambek" gumam Bryan
"Ha ha kasihan banget di marahin ibu negara" ucap Kiano mengejek kakaknya
"Diem kak Kiano mana kebab yang di janjikan kakak waktu itu?" Diana menagih janji Kiano beberapa hari yang lalu
"Maaf aku lupa yang mulia" jawab Kiano sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya sok imut
"Makanya gak usah ngetawain kena semprot juga kan" ucap Rico menertawakan Kiano
"Kak Rico diem juga" omel Diana
"Emang paling bener kalau gue mingkem aja" gumam Rico
Diana kembali menatap tajam ke arah Bryan
"Beneran sayang barusan itu cuma bercanda doang"
"Tadi pagi aku lihat kak Bryan keluar bawa mobil" adu Kiano
"Nih anak malah ngompor" sahut Bryan
"Tadi pagi kakak mau beliin kamu bubur ayam sayang" ucap Bryan
"Lalu mana buburnya?" tanya Diana
"Iya lalu mana buburnya?" tanya Diana
"Gak ada, kakak telat datengnya buburnya udah habis"
"Alasan, kakak itu udah punya 1 anak awas macem-macem" ancam Diana
"Perang nih" ucap Rico
"Kalian nih biang kerok dari semua perkara, mending kalian pulang aja deh" ucap Bryan kesal
Kiano hanya tertawa
"Aku gak ikut-ikutan ya" sahut David
"Gak ikut-ikutan gimana? wong kamu yang bilang duluan si Tina suka ama Bryan" sahut Rico
"Gak ada yang bener lu pada" sahut Bryan kesal
"Jadi aku juga gak bener?!" ucap Diana kesal
"Ya Allah, bukan kamu sayang" ucap Bryan yang serba salah
"Kakak, kakak doang yang gak bener, udah salahin kakak aja, salahin kakak saja sayang ku" bujuk Bryan
"Udahlah terserah kakak aja" ucap Diana dengan kesal lalu pergi dari sana
"Guys kalian gak pengen pesen gofuut?" tanya Kiano sambil mengotak-atik ponselnya
"Bisa-bisanya nih anak mikirin makanan" sahut Bryan
"Hana mau om" ucap Hana
"Oke cantik" ucap Kiano
***
Hana tengah menyantap makanannya bersama Kiano di ruang keluarga, mereka berdua duduk di atas karpet dengan makanan yang berada di meja.
"Hhmmm enak banget, bener gak Hana?" tanya Kiano
"Iya om enyak" jawab Hana
"Habis ini om mau pesan makanan lagi, Hana mau gak?"
"Mau om"
Di sisi lain terlihat Bryan tengah duduk termenung, Daddy tampan itu galau karena istrinya sedang marah padanya
"Bro kamu gak mau bujuk istri mu?" tanya Rico
"Gimana caranya? Takut tambah marah singanya keluar" sahut Bryan asal
"Kakak bilang apa?!" Ucap Diana yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya
"Astagfirullah, maaf sayang kakak becanda" ucap Bryan yang terkejut
"Terserah" jawab Diana dengan ketus, dia duduk di dekat Hana sambil memperlihatkan putri kecilnya makan dengan lahap
"Mommy mau?" tanya Hana sambil menyodorkan ayam gorengnya pada Diana
"Tidak sayang, Hana habiskan saja" jawab Diana lembut sambil tersenyum manis
"Sayang kamu mau gak dengerin penjelasan kakak?" tanya Bryan
"Gak" jawab Diana kembali ketus pada Bryan, padahal beberapa detik yang lalu dia sangat lembut saat berbicara dengan Hana
"Tadi pagi tuh kakak emang mau beli bubur ayam untuk mu dan Hana"
"Kenapa gak pamit ke aku?" tanya Diana dengan nada suara yang masih kesal
"Kamu masih tidur nyenyak" jawab Bryan
"Kakak gak keluar sama si Tina kan?" tanya Diana
"Astaga kenapa jadi si Tina" ucap Bryan
"Kata kak David dia naksir kakak"
"Iya, seperti yang Kiano katakan tadi dulu dia ketua sekte Bryan merry me" sahut Rico
"Diamlah Rico jangan menghasut istri ku"
Diana menunjukkan wajah datarnya yang sedang kesal
"Kakak kan gak naksir dia sayang" ucap Bryan
"Udahlah" ucap Diana ngambek
"Guys kalian beneran gak mau pesan gopuut? lagi banyak promo" sahut Kiano yang sibuk menatap layar ponselnya menunggu makanan yang dia pesan
"Sempet-sempetnya njir, padahal ada pasutri lagi perang dunia" Ucap David sambil terkekeh
"Bener bener bocah ngeselin sedunia" ucap Bryan
"Ya emang kenapa sih? Kan perang juga butuh tenaga, iya kan Hana? " sahut Kiano
.
.
.