
"Siapa yang menyukai siapa?!!" Tanya Adit yang tiba-tiba nongol di depan mereka
"Hais Adit kau bikin kaget saja" seru Ross kesal
.
.
.
"He he maaf habisnya aku penasaran siapa yang menyukai siapa bos?" Tanya Adit
"Bas bos bas Bos sudah berapa kali aku katakan jangan panggil bos" ucap Ross
"Biarin lah bos gak enak kalau manggil mbak, bos kan bukan mbak ku" sahut Adit sambil cengengesan
"Ehh anak ini makin hari makin berani ya" ucap Ross
"Di, Sebenarnya kamu dapat ini orang dari mana sih?" tanya Ross pada temannya
"Nemu di jalan" sahut Diana cuek
"He he sudahlah bos katakan siapa yang suka siapa?" tanya Adit lagi
"Buat apa aku kasih tahu kamu?" Tanya Ross
"Ishh pelit banget sih" jawab Adit
Ting suara pintu cafe terbuka menandakan seorang pembeli datang berkunjung
"Biarin Wekkk.. , sudah sana ada pembeli datang tuh" ucap Ross
"Iya iya" ucap Adit lalu kembali ke meja kasir
"Selamat datang ada yang bisa saya bantu?" Tanya Adit
"Saya pesan ice Americano 1 dan.... "
Kembali lagi pada Ross dan Diana
"Di, kamu dengar yang aku katakan barusan?"
"Yang mana?" Tanya Diana
"Ishh yang mereka berdua menyukai mu itu" ucap Ross
"Siapa?" tanya Diana
"Ayah anak itu yang kemarin di mall"
"Sudahlah Ross jangan mulai lagi" ucap Diana
"Di, aku serius dari awal aku sudah tahu mereka menyukai mu, apa lagi waktu makan bersama kemarin pria itu terus menatap mu dengan tatapan tertarik sepertinya dia sungguh jatuh cinta pada mu" jelas Ross
"Jatuh cinta pandangan pertama gitu maksud mu?" Ucap Diana sambil menatap Ross
"Iya, jatuh cinta pandangan pertama uhh so sweet.." ucap Ross
"Sudah jangan bahas terus pusing aku dengarnya" ucap Diana dan kembali pada pekerjaannya
"Di, kamu ingat gak ucapan mu waktu itu?" tanya Ross
"Yang mana?" Tanya Diana masih tetap fokus pada pekerjaannya
"Itu pas kamu doa sambil teriak semoga aku bertemu dengan pria yang dewasa tidak apa-apa walaupun duda asal kaya, tampan dan baik oh ya dan umurnya tidak terlalu jauh dari ku" ucap Ross menirukan ucapan Diana saat itu
Diana menghentikan pekerjaannya lalu menatap Ross
"Ingat gak? Waktu itu pas kita ke pantai itu" ucap Ross
"Iya ingat, lalu?" jawab Diana sambil mengerutkan keningnya bingung.
"Nah nah Diana sepertinya doa mu itu terkabul sekarang" ucap Ross girang
"Oh ya tuhan!!" seru Diana sambil membenturkan keningnya di atas meja setelah dia sadar dengan apa yang ia katakan saat itu.
"Ha ha ha" Ross tertawa meledek temannya yang sedang frustasi itu
"Jangan tertawa Ross!!" peringat Diana
"Yang sabar ya Diana harusnya kamu bahagia doa mu terkabul" ledek Ross
"Hah seharusnya aku tidak bicara sembarangan" ucap Diana menyesal
"Sembarangan gimana, pria itu tampan kaya dan baik bukankah itu sebuah keberuntungan" ucap Ross
"Tapi dia punya buntut Ross" ucap Diana
"Memangnya kenapa kalau punya buntut kamu tidak suka? Hana kan cantik dan lucu" ucap Ross
"Tidak bukannya aku tidak suka tapi aku hanya takut suatu saat jika hubungan ku dan Daddy Hana benar terjalin, aku takut saat itu Hana malah benci padaku seperti di novel-novel" ucap Diana
"Ish kamu ini berhentilah membaca novel, novel-novel itu membuat mu jadi seperti ini takut untuk memulai hubungan" ucap Ross memarahi temannya itu
Beruntung pengunjung cafe tidak terlalu peduli dengan apa yang di lakukan pemilik cafe itu, namun ada seseorang yang sejak tadi mengawasi mereka dari meja yang dia tempati.
Setelah puas Diana mengangkat kepalanya dan menatap Ross
"Ross apa yang harus aku lakukan?" Tanya Diana frustrasi
"Kenapa?" Tanya Ross bingung
"Akhhh harusnya aku tidak bilang tidak apa-apa walaupun duda" ucap Diana kembali berteriak frustasi
"Terus? Seharusnya kamu bilang yang perjaka gitu?" Tanya Ross usil
"Iya"
"Hahahaha tidak apa-apa Di, duda itu lebih hot lebih pengalaman" sahut Ross
"Karena itulah Ross, karena dia lebih pengalaman dia akan membuat ku tidak bisa berjalan seminggu seperti..." Ucapan Diana di sela Ross
"Seperti di novel-novel yang kamu baca itu?" Sela Ross
Diana menganggukkan kepalanya
Ucapan Diana membuat Seseorang yang tengah mengawasi mereka berdua terkekeh pelan
"Memangnya kalian bakalan nikah?" Tanya Ross
"Emm" ucap Diana sambil mengangguk
"What?!! Really?!!!" Ross terkejut mendengar pengakuan temannya itu
"Iya!" jawab Diana
"Lihat sudah aku duga pasti ada apa-apa ini, benar kan kalian malah berencana menikah dan menyembunyikannya dari ku" ucap Ross
"Maaf, aku tidak tahu harus bicara bagaimana dengan mu karena ini mendadak sekali"
"Kenapa? Apa...?" Ucap Ross tidak melanjutkan ucapannya ia malah menutup mulutnya sambil menatap seluruh tubuh temannya itu dari bawah sampai atas
"Tidak!" Sahut Diana cepat dia mengerti apa yang di pikiran temannya itu
"Lalu?" tanya Ross
"Aku yang memintanya agar menikahi ku" ucap Diana
"Apa?!! Diana segitunya kamu ingin nikah sampai-sampai memintanya menikahi mu? kamu masih waras kan?"
"Cih aku tidak segila itu hanya karena alasan itu, bukankah aku sudah katakan pada mu aku tidak tertarik dengan pernikahan" ucap Diana kesal
"Lalu kenapa?" tanya Ross
"Aku melakukannya karena Hana, aku sungguh tidak tega melihat dia menangis terus karena aku tinggalkan. Tadi pagi saja dia menangis saat tahu aku akan pulang"
"Kamu sangat menyukai Hana ya?" Tanya Ross
"Iya dia gadis kecil yang manis, aku sangat menyukainya" ucap Diana
"Lalu bagaimana dengan Daddy nya?" Tanya Ross sambil tersenyum mengejek
"Aku tidak tahu! Kenapa malah tanya tentang Daddy nya sih!!" jawab Diana ketus
"Tidak tahu gimana?.." Goda Ross
"Aku tidak tahu aku menyukainya atau tidak, tapi dia pria yang baik, pandai memasak, dia juga perhatian walaupun terkadang tingkahnya menyebalkan" ucap Diana sambil tersenyum saat mengingat Bryan
"Fix nih udah sana nikah sama dia secepatnya" Ross menyuruh temannya itu agar segera menikah dengan Bryan
Diana menatap Ross bingung
"Kamu ini Di.., giliran tentang uang aja kamu cepat tanggap giliran tentang pria kamu lemotnya minta ampun" ucap Ross gemas pada temannya yang lemot jika berkaitan dengan pria.
"Apa maksud mu Ross?" tanya Diana
"Kami ini.., jelas-jelas kamu juga menyukai Daddy Hana itu atau mungkin kamu sudah jatuh cinta padanya" ucap Ross yakin
"Kenapa kamu seyakin itu?" tanya Diana
"Melihat mu membicarakan dia sambil senyum-senyum begitu sudah jelaslah Diana..., kamu itu jatuh cinta padanya!!" jawab Ross
"Jangan ngaco deh" kilah Diana
"Ya sudah terserah kamu aja Di, aku mau bantuin Adit aja kasihan dia pelanggan sudah mulai ramai" ucap Ross dan beranjak untuk membantu Adit
"Iya" jawab Diana
.
.
.