
Mama Anna melangkah ke kasir, lalu mengeluarkan black cardnya dan menyerahkannya pada petugas kasir.
.
.
.
Wanita yang menjaga kasir itu mengambil black card dari mama Anna, lalu melakukan pembayaran.
"Ini kartu anda nyonya" Petugas Kasir mengembalikan black card mama Anna setelah melakukan pembayaran
Mama Anna mengambil kembali black cardnya dan menyimpan kembali di dompetnya.
"Tadi yang di pisah mana?" tanya mama Anna
"Ini nyonya" salah satu dari mereka menyerahkan paper bag pada mama Anna
Mama Anna mengambil paper bag itu
"Sayang ayo kita pulang" mama Anna memanggil menantunya
"Baik ma" Diana menghampiri mama Anna
"Saya akan bawa yang ini, sisanya tolong kirimkan ke rumah saya" ucap mama Anna
"Baik nyonya"
"Terima kasih, akan saya tunggu" ucap mama Anna
"Baik nyonya, terima kasih kunjungannya" ucap salah satu wanita di sana yang merupakan manajer di sana
Mama Anna dan Diana keluar dari toko itu.
"Ma, mereka tahu alamat mama?" tanya Diana pasalnya mertuanya itu tidak memberi tahu alamatnya pada mereka
"Tentu saja sayang, toko ini langganan mama"
"Ohh begitu"
"Kamu mau belanja lagi gak?" tanya mama Anna
"Oh iya Di hampir lupa, mainan Hana ma"
"Oh benar mama juga hampir saja lupa, ayo kita ke toko mainan"
"Iya ma"
Mereka berdua melangkah menuju sebuah store mainan dan masuk ke dalam sana.
Seperti yang di lakukan tadi saat di toko pakaian dalam, mama Anna kembali memborong banyak mainan untuk Hana dan kedua cucu barunya.
Bella sudah melahirkan 2 minggu setelah akad nikah Bryan dan Diana di langsungkan.
1 jam kemudian mama Anna dan Diana sudah berada di kasir
"Ma, apa papa tidak marah mama belanja banyak?" tanya Diana penasaran
"Tidak papa tidak akan marah, toh mama pakai uang yang selama ini mama simpan"
"Papa memberikan uang setiap bulan untuk mama belanja, tapi mama jarang sekali pakai karena semua kebutuhan mama sudah tercukupi."
"Uang yang di berikan papa itu semacam bonus gitu, kalau untuk uang belanja kebutuhan beda lagi"
"Oh... Jadi begitu" ucap Diana mengerti
"Apa Bryan tidak kasih kamu kartu seperti mama, nak?" tanya mama Anna
"Kak Bryan kasih kok ma, tapi tidak pernah Diana gunakan"
"Kenapa?" tanya mama Anna
"Karena sudah ada bibi yang pergi belanja, kak Bryan menyerahkan uang belanja ke bibi katanya biar Di tidak repot urus belanjaan"
"Jadi kartu yang di berikan kak Bryan tidak pernah Diana gunakan"
"Sekali-kali pakai kartunya sayang, gunakan untuk keperluan mu jika kamu ingin beli baju atau make up, sayangkan uangnya nganggur"
"Iya ma, tapi Di bingung mau belanja apa karena semuanya sudah kak Bryan sediakan, lagi pula Di tidak suka pakai make up"
Mama Anna tersenyum "Begini saja, jika kamu sedang kesal pada Bryan gunakan saja uang itu terserah kamu mau di pakai untuk apa, asalkan bukan untuk hal yang buruk"
"Yang di katakan mama benar, lain kali jika kak Bryan membuat Di kesal akan Di habiskan uangnya itu" ucap Diana sambil tersenyum
Mama Anna terkekeh "Benar lakukan seperti itu, mama kalau lagi kesal pada papa juga seperti itu"
Diana mengangguk
***
Saat ini mama Anna dan Diana sudah sampai di mansion utama. Untuk sementara Bryan, Hana dan Diana akan tinggal di mansion utama.
Awalnya Bryan tidak mau tapi Hana ingin tinggal di sana karena ingin bermain dengan si kembar.
Karena kamar itu dulunya dia tempati dengan Cika, Bryan tidak ingin tidur di tempat itu dan membuat istrinya tidak nyaman tinggal di sana.
Mama Anna menyanggupi syarat putranya, mama Anna menyingkirkan semua yang ada dikamar itu dan mengosongkan kamar itu.
Lalu mama Anna mengubah kamar tamu utama menjadi kamar baru Bryan dan Diana.
Mama Anna juga mengganti semua perabotan dengan yang baru.
"Assalamualaikum" ucap mama Anna saat masuk kedalam
"Waalaikumussalam" sahut keempat orang yang berada di ruang keluarga.
Bryan, Hana, Kiano dan Zain sedang berada di ruang keluarga.
"Mommy" Hana berlari menghampiri Mommy nya
"Hati-hati sayang" ucap Diana
"Momny cenapa lama cekali?" tanya Hana sambil memeluk Mommy nya
Diana menggendong putrinya "Maaf sayang"
"Mainan Hana mana Mom?"
"Coba tanya oma" ucap Diana sambil tersenyum
"Oma mainan Hana?" Hana mengulurkan kedua tangannya
"Kita duduk dulu ya sayang, kaki oma pegal"
Hana menganggukkan kepalanya dan meminta turun dari gendongan Mommy nya, mama Anna melangkah ke sofa kemudian duduk di sana di ikuti Hana.
Sedangkan Diana melangkah ke arah suaminya dan menyalaminya, tapi Diana tidak bicara dengannya.
"Ma, Di ke kamar dulu" pamit Diana pada mertuanya
"Iya nak"
Diana mengambil sebuah paper bag yang tadi dia letakkan di samping sofa, lalu setelah itu dia masuk ke kamarnya lebih tepatnya kamarnya dan kamar Bryan.
Pandangan Bryan mengikuti kemana arah istrinya melangkah, dia di buat terheran karena istrinya itu tidak bicara sedikit pun padanya.
"Terserahlah mungkin dia lelah" ucap Bryan dalam hati dan kembali menonton TV
Mama Anna yang memperhatikan Bryan terkekeh dalam hati, dia akan melihat apakah putranya itu masih kekeh pada pendiriannya atau tidak saat rencana yang dia dan menantunya susun di jalankan nanti malam.
"Oma ayo mana mainan Hana" ucap Hana
"Oh iya maaf sayang, ini mainan Hana " mama Anna menyerahkan beberapa paper bag berisi mainan Hana.
"Lalu yang dua icu uncuk ciapa Oma?" Tanya Hana sambil dua menunjuk paper bag.
"Yang itu untuk dedek kembar sayang" ucap mama Anna
"Ohhh, boleh Hana kacihkan ke Auncy, oma?" tanya Hana
"Tentu saja" ucap mama Anna
Hana mengambil dua buah boneka kelinci dari dalam paper bag, karena tubuhnya terlalu kecil untuk membawa dua paper bag besar itu.
Lalu Hana melangkah ke kamar yang di tempati Bella dan kedua bayinya
"Zain, tolong bawa sisanya"
"Baik ma" Zain mengambil dua paper bag berisi mainan dan baju-baju milik si kembar
"Terima kasih banyak ma"
"Sama-sama nak"
"Zain susul Hana dulu, ma"
"Iya"
Tok tok, Hana mengetuk pintu kamar Bella yang terbuka. Gadis kecil itu sangat sopan dia meminta izin terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar orang lain.
"Oh Hana, masuk sayang" ucap Bella yang sedang menyusui salah satu si kembar
Hana masuk ke dalam kamar Bella
"Ada apa sayang?" Tanya Bella
"Auncy, ini boneca uncuk dedek bayi" Hana menyerahkan kedua boneka di tangannya
.
.
.