
Saat ini Heru, Anna, Bryan dan Hana pamit untuk pulang, keluarga Evan mengantar mereka sampai ke depan.
Tadi setelah sarapan mereka membahas tentang kapan tanggal pernikahan anak-anak mereka, dan akhirnya pernikahan akan di laksanakan satu minggu lagi.
Satu minggu lagi adalah Akad Nikah dan satu bulan setelah akad nikah adalah resepsi pernikahan.
Dan kedua belah pihak setuju dengan rencana ini.
"Baiklah Van, kita bertemu satu minggu lagi" ucap Heru sambil memeluk teman baiknya yang sudah lama tidak berjumpa
"Ya aku tunggu kedatangan kalian" ucap Evan
Lalu mereka berdua melepas pelukannya
"Kami pulang dulu, ayo ma"
"Iya pa"
"Jeng Ida kami pamit" ucap Anna
"Iya jeng hati-hati di jalan"
"Iya terima kasih" jawab Anna sambil tersenyum
"Sayang kami pulang dulu ya, kalau bisa besok kamu dan Bryan datang ke butik langganan mama untuk membuat pakaian pernikahan kalian nanti, sekalian beri tahu pemilik butiknya ukuran orang tua, adik-adik mu dan yang lain biar sekalian di buatkan" ucap Anna panjang lebar
"Iya ma, insyallah Diana usahakan"
"Bagus, mama tunggu ya"
"Iya"
"Ya sudah ayo pa, sampai jumpa semuanya"
"Sampai jumpa"
"Bryan, Hana ayo" ajak Anna
"Ayah Ibu, Bryan dan Hana pulang dulu" mencium punggung tangan ayah dan ibu Diana
"Iya"
"Hana ayo salim dulu" ucap Bryan pada Hana yang berada di gendongannya
Hana mencium punggung tangan orang tua Diana dengan wajah cemberut
"Hana, jangan sedih nanti seminggu lagi Hana ketemu Mommy lagi kok, setelah itu Hana bisa terus sama Mommy Diana terus" ucap Ibu Ida
"Celius nek?" tanya Hana semangat
"He'em" ucap ibu Ida sambil mengangguk dan tersenyum
"Yey... " ucap Hana senang
"Sayang pamit ke Mommy juga" ucap Bryan pada Hana
"Mommy Hana puyang dulu" ucap Hana sambil mencium punggung tangan Diana
"Iya sayang"
"Kakak pulang dulu, besok kalau bisa kita ke butik yang di tunjuk mama"
"Iya"
"Bye Mom, kakek dan nenek" ucap Hana sambil melambaikan tangannya
"Bye"
"Ayah ibu, sampai jumpa" ucap Bryan
"Sampai jumpa, hati-hati di jalan"
"Iya nak, hati-hati di jalan"
Heru dan Ida menjawab bersamaan
"Iya ayah ibu, terima kasih"
Bryan menyusul papa dan mamanya yang sudah berada di samping mobilnya
"Sampai jumpa, satu minggu lagi kami ke sini" Teriak Heru
"Ya aku tunggu" jawab Evan
Kedua mobil mewah tersebut melaju meninggalkan halaman rumah Orang tua Diana.
Selepas mengantar tamunya mereka masuk ke dalam.
***
Keesokan harinya
"Ayah Ibu kami pamit" ucap Diana
"Iya hati-hati di jalan"
"Iya"
"Nak Ross titip Diana ya" ucap Ibu Ida
"Tante tenang saja, calon pengantinnya aman bersama saya" ucap Ross
"Iya" jawab ibu Ida sambil tersenyum
"Ya sudah kami berangkat" ucap Diana
"Iya, hati-hati jangan ngebut" ucap Ayah Heru
"Oke Yah"
Diana dan Ross kembali ke cafe, karena Cafe sudah di tinggal dari kemarin walaupun sudah di pasrahkan pada Adit dan kedua temannya.
Biasanya Diana dan Ross tidak pernah meninggalkan cafe di bawah pengawasan orang lain, kalau pun di tinggal salah satu dari mereka akan tetap mengawasi cafe.
Kedua teman Adit sudah menjadi pekerja tetap di sana, karena sejak kemarin cafe mereka kebanjiran pembeli.
Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di sana, tepat pukul 11.00 pagi mereka sampai.
Ting ~ Diana mendorong pintu cafe dan masuk kedalam di ikuti Ross di belakangnya, Diana langsung menuju kasir dimana ada Adit di sana.
"Assalamualaikum, Dit bagaimana keadaan cafe?" tanya Diana
"Iya, gimana cafe?" tanya Diana lagi
"Tenang saja bos, cafe kalian aman dari kemarin pelanggan terus meningkat"
"Alhamdulillah kalau begitu"
Tin ~... Sebuah pesan masuk ke ponsel Diana lalu dia mengeceknya sebentar.
"Ross kalau kamu lelah istirahat saja, sementara biar Adit yang handle cafe" ucap Diana setelah melihat pesan di ponselnya
"Tidak aku tidak lelah di perjalanan kan aku tidur terus, seharusnya kamu yang lelah, kamu gak istirahat aja dulu Di"
"Enggak aku gak lelah, ya sudah aku berangkat ya kak Bryan udah ada di depan"
"Iya, hati-hati"
"Iya bye"
Diana keluar dari cafe dan masuk ke sebuah mobil berwarna hitam, sesaat kemudian mobil itu melaju meninggalkan cafe
"Bos" panggil Adit
"Apa?" tanya Ross
"Bos Diana mau kemana?"
"Butik"
"Ngapain?"
"Kamu kok kepo banget sih Dit"
"Jawab aja napa Bos apa susahnya"
"Hurrff dengerin baik-baik"
"Oke" ucap Adit sambil memasang telinganya baik-baik agar tidak ada yang terlewat
"Diana ke butik mau bikin gaun pengantin, dan mobil hitam barusan milik calon suaminya"
"Apa!" Adit berteriak karena terkejut membuat pengunjung cafe seketika menoleh ke arah mereka
"Sutttt" Ross meletakkan jari telunjuknya di bibirnya
"Maaf semuanya, maaf silahkan di lanjutkan" ucap Adit sambil menunduk minta maaf pada para pengunjung
Pletak
Ross menonyor kelapa Adit
"Bisa diam gak? Kamu ini bikin pelanggan terkejut tahu" omel Ross
"Maaf bos aku kan cuma kaget, jadi bos Diana mau nikah?" tanya Adit
"Iya"
"Kapan?"
"Seminggu lagi"
"Ap... Hmmppp" hampir saja Adit berteriak lagi tapi tangan Ross dengan gesit membekap mulut Adit
"Suttt diam jangan berisik"
"Hmmpp" Adi mengangguk dan meminta Ross melepas bekapannya
Ross melepaskannya bekapannya dan menatap kesal pada Adit
"Sorry Boss, tapi kenapa mereka nikahnya dadakan Bos apa Bos Di.... "Adit tidak melanjutkan ucapannya dia memberi kode dengan tangannya di atas perutnya
Bugh
Ross memukul lengan Adit dengan tas jinjing nya
"Jangan sembarangan mulutnya" peringat Ross
"Maaf bos, lalu kenapa?"
"Di jodohin" ucap Ross dia tidak bisa memberi tahu Adit yang sebenarnya karena dia terlalu malas untuk menjelaskannya dari awal
"Ohhh, ya memang gak mungkin Bos Diana melakukan hal begitu kalaupun ada yang mengatakan begitu tentang dia aku gak bakalan percaya"
"Benar makanya jangan ngomong sembarangan, gimana nanti kalau Diana denger ucapan mu itu dia pasti kecewa sama kamu"
"Iya maaf gak akan aku ulangi lagi" ucap Adit menyesal
"Ingat jangan bilang siapa-siapa dulu kalau Diana mau nikah tunggu dia bilang sendiri ke kalian"
"Oke"
"Ada apa nih?" tanya Hafid, dia dan Dinda menghampiri keduanya
"Gak ada apa-apa" ucap Ross
"Ini Bos Diana katanya mau nikah"
Ross melotot mendengar ucapan Adit, padahal beberapa detik yang lalu dia sudah memperingati dia
"Upss maaf Bos keceplosan" ucap Adit sambil cengengesan
"Nikah?" tanya Dinda dan Hafid bersamaan
"Adit mulut mu ini memang ember ya" ucap Ross kesal sambil memukuli Adit
"Aduh, aduh maaf bos gak sengaja"
"Jadi bos Diana mau nikah?" tanya Dinda
"Wah bagus nih, nanti kita di undang tidak?" tanya Hafid
"Gak tahu lihat nanti, sudah lanjut kerja jangan gosip mulu" ucap Ross
"Baik bos" jawab ketiganya.
.
.
.