
"Astaga Diana !!.
.
.
.
Ross bersembunyi di balik punggung Diana, dia malu saat melihat pria yang dia ketahui adalah Daddy dari gadis kecil kemarin di mall, tepat saat ini dia ada di hadapannya.
"Terima kasih bantuannya kak mari aku antar ke depan" ucap Diana
Diana melangkah dan menarik tangan Bryan, pria itu dengan senang hati mengikuti kemanapun Diana membawanya.
Sementara Ross yang masih berada di dalam, kebingungan melihat keduanya terlihat sangat akrab.
Sesampainya di luar
"Kak Bryan terima kasih atas bantuannya"
"Sama-sama" ucap Bryan sambil tersenyum
"Bahu kakak tidak apa-apa kan?" tanya Diana khawatir
"Tidak apa-apa, kakak baik-baik saja tenanglah" ucap Bryan menenangkan Diana
"Syukurlah kalau begitu" ucap Diana bernafas lega
"Dimana cafe mu?" Tanya Bryan
"Itu di samping rumah" tunjuk Diana
"Ohh itu, dari luar terlihat bagus kapan-kapan kakak akan berkunjung dengan Hana" ucap Bryan sambil tersenyum
"Baik silahkan berkunjung nanti aku kasih diskon khusus" ucap Diana
"Hahahaha oke "
"Kalau begitu kakak pulang dulu ya, kamu bicarakan dengan orang tua mu tentang pembicaraan kita tadi"
"Iya kak" jawab Diana
"Istirahatlah, jangan terlalu capek" ucap Bryan sambil mengusap sayang pucuk kepala Diana lalu ia menunduk kemudian berbisik di telinga Diana
"Kakak pulang dulu sayang sampai jumpa" setelah itu Bryan langsung menuju mobilnya dan pergi
Sesaat Diana tercengang dengan bisikan lembut yang keluar dari mulut Bryan.
"Dia manis sekali..... dan juga seksi" gumam Diana tanpa sadar
"Akhh pesona duda tampan sungguh mengerikan" ucap Diana mencoba menyadarkan dirinya dengan menepuk-nepuk kedua pipinya
Sedangkan di dalam mobil, Bryan tersenyum melihat Diana yang diam membatu kemudian setelah itu menepuk-nepuk pipinya hanya karena karena bisikannya barusan.
"Dia manis sekali aku tidak sabar menikahinya" ucap Bryan sambil tersenyum setelah itu Bryan melajukan mobilnya.
Kembali lagi pada Diana, dia masuk ke dalam rumah setelah mengantar Bryan, jelas saja Ross sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Kemari Di" ucap Ross tidak mau di bantah
"Ada apa?" tanya Diana dia melangkah dengan malas
"Kamu semalam dari mana? Kenapa baru pulang sekarang? ponsel mu juga tidak aktif" cecar Ross
Diana menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena bingung harus menjawab apa
"Diana!!Tekan cita
"Pelan-pelan, tanya satu persatu Ross" ucap Diana
"Oke, kamu semalam dari mana? "
"Kan kamu tahu sendiri aku ikut Hana" jawab Diana
"Kenapa ponsel mu gak aktif?"
"Aduh kamu ini kayak polisi saja interogasi aku" keluh Diana
"Jawab saja Diana... "
"Oke oke, ponsel ku mati dan aku tidak bawa charger
"Lalu semalam tidur di mana?"
"Semalam aku tidur di rumahnya Hana"Jawab Diana
"Apa!!"
Ross berteriak karena terkejut sedangkan Diana menutup matanya dan memundurkan kepalanya karena teriakan Ross
"Jangan bilang kalian.." Ross tidak bisa melanjutkan ucapannya dia hanya bisa bergantian menunjuk pada Diana dan ke arah luar seolah-olah tengah menunjuk Bryan
"Tidak, ini tidak seperti yang kamu pikirkan" sangkal Diana
"Lalu?"
"Kamu kan tahu sendiri kemarin Hana tidak mau lepas dari ku, awalnya kak Bryan akan mengantarkan Hana terlebih dahulu baru mengantar ku tapi..."
"Tapi karena kemarin macet aku dan Hana tertidur di mobil, kak Bryan bilang dia tidak tega membangunkan ku karena itu dia membiarkan ku tidur di rumahnya dan akan mengantarkan ku setelah bangun" jelas Diana panjang lebar
"Lalu kenapa kamu baru pulang sekarang?" tanya Ross
"Itu karena aku bangun tengah malam, kak Bryan tidak mau mengantar ku karena sudah malam bahaya, dia bilang akan mengantar ku setelah sarapan"
"Pukul berapa sarapan di sana?"
"Tidak tahu, tapi tadi kami sarapan sekitar pukul setengah sembilan lebih kalau gak salah" jawab Diana mencoba mengingat
"Tapi sekarang sudah hampir pukul 12 Di!! aku terkunci di dalam hampir 2 jam" ucap Ross
"Maaf, awalnya aku akan pulang setelah sarapan tapi orang tua kak Bryan datang"
"Orang tuanya datang?!! Dan kalian tertangkap basah gitu? Makanya kalian di interogasi?!" ucap Ross
"Apanya yang tertangkap basah, kita kan gak ngapa-ngapain" ucap Diana
"Ya siapa tahu gitu kalian sedang..." Ucap cita sambil menggerakkan kedua tangannya saling mematuk
"Maksud mu sedang cium*n? Mana mungkin!!" Elak Diana
"Ya siapa tahu kan secara kalian terlihat akrab dan kamu manggil dia Kak Bryan kak Bryan gitu" ucap Ross sambil menirukan gaya bicara Diana yang terdengar manja
Wajah Diana memerah mendapat ledekan dari Ross
"Lihat-lihat wajah mu memerah pasti ada sesuatu" tuduh Ross
"Tidak, tidak terjadi apapun" ucap Diana
"Kamu gak bohong kan, Di?" tanya Ross tidak percaya
"Tidak Ross"
"Benarkah?" Tanya Ross masih tidak percaya
"Iya"
"Apa istrinya ada?" tanya Ross
"Tidak dia duda" jawab Diana
"Wah duren tuh" ucap Ross antusias
"Duren?" tanya Diana
"Iya duda keren, aku makin yakin nih pasti ada apa-apa sama kalian ini pasti deh" ucap Ross yakin
"Sudah-sudah kamu mulai ngelantur pasti karena lama terkunci di kamar mandi nih, sana masuk pakai baju" ucap Diana sambil mendorong Ross menuju kamarnya
"Eh Diana aku belum selesai bicara"
"Sudah cukup bicaranya sana ganti baju kita harus cepat ke cafe ini sudah terlambat" ucap Diana
"Kan di sana ada Adit, biarin aja Adit yang jaga cafenya kita bicara dulu"
"Bicara apa lagi Ross, aku sudah katakan semuanya kita harus cepat ke cafe kasihan Adit kalau jaga sendirian" desak Diana
"Ishh Diana..."
Brak, Diana menutup pintu kamar Ross dengan cepat.
"Cepetan Ross jangan lama-lama" teriak Diana dari luar kamar
"Iya iya bawel"
"Maaf Ross aku belum bisa mengatakan kalau kita akan menikah" ucap Diana dalam hati.
Beberapa saat kemudian Diana dan Ross sudah berada di cafe, Diana sedang menghitung pemasukan Minggu kemarin.
Sedangkan Ross duduk di sampingnya tengah memikirkan sesuatu sambil memangku kelapanya dengan sebelah tangan.
"Hiss... Sudah ku duga!" tiba-tiba Ross berseru
Diana menoleh ke arah temannya itu setelah mendengar gumamnya, lalu melanjutkan pekerjaannya lagi tanpa memperdulikan apa yang sedang di pikirkan temannya itu.
"Benar sudah ku duga, Di" ucap Ross lagi sambil memukul meja.
"Apanya?" tanya Diana dia tetap fokus pada pekerjaannya dan hanya bersuara saja
"Seperti yang aku katakan Kemarin saat di restoran itu" ucap Ross
"Apa?" Tanya Diana tidak mengerti
"Mereka berdua menyukai mu" jawab Ross
"Siapa yang menyukai siapa?!!" Tanya Adit yang tiba-tiba nongol di depan mereka
"Hais Adit kau bikin kaget saja" seru Ross kesal
.
.
.