Mr. Bryan

Mr. Bryan
Memasak



Sesaat kemudian Diana tersadar "Aduh maaf nek saya ketemu nenek dalam keadaan begini, maaf kalau saya tidak sopan nek"


Diana keluar kamar mandi hanya menggunakan Bathrobe saja.


.


.


.


"Tidak apa-apa, kamu kan baru selesai mandi"


"Maaf nek"


"Tidak apa-apa cu"


Diana mengangguk sambil tersenyum


"Nek?! nenek dimana?" panggil Bryan dari luar


"Apa nenek di sini?" tiba-tiba Bryan menerobos masuk ke kamar tamu yang di tempati Diana.


"Aghh" Diana berteriak karena terkejut dan langsung bersembunyi di balik punggung nenek


"Anak nakal berbalik" seru nenek karena melihat Bryan yang masih tidak kunjung berbalik


"Ahh maaf nek" ucap Bryan langsung berbalik


"Masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu Bryan"


"Maaf nek, pintunya gak tertutup rapat jadi aku langsung masuk"


"Sekarang keluar, lari 10 kali mengelilingi halaman depan" ucap nenek


"Tapi nek" protes Bryan dan reflek berbalik ke arah neneknya


"Berbalik Bryan" ucap nenek tegas


"Maaf" Bryan langsung berbalik kembali


"Ayo sekarang cepat ke lapangan"


"Tapi nek 10 kali terlalu banyak, 1 kali saja Bryan sudah tepar apa lagi 10 kali, Bryan juga harus ke kantor nek" keluh Bryan pasalnya halaman depan mansion utama itu sangat luas


"Tidak perlu ke kantor, ambil cuti saja sebentar lagi hari pernikahan mu" ucap nenek


"Tapi nek"


"Tidak ada tapi-tapian nenek juga sudah bicara dengan papa mu, mulai sekarang kamu cuti dan kalian berdua tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan"


"Tapi nek, Diana kan masih ada di sini" ucap Bryan


"Diana akan di antar supir setelah sarapan, dan setelah itu kalian tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan, kalian berdua mengerti?"


"Mengerti nek" jawab Diana dan Bryan


"Ya sudah sekarang Bryan pergi selesaikan hukuman dari nenek"


"Baik nek, tapi sebelum itu Bryan mau minta morning kiss dulu" ucap Bryan sambil menoleh ke belakang


"Kemari biar nenek yang kasih morning kiss"


"Ih bukan nenek, tapi ke sayang ku nek"


"Sini biar nenek saja yang kasih" nenek mendekati cucunya


"Gak mau bibir nenek sudah keriput" ucap Bryan dan sebelum mendapat pukulan dari neneknya dia langsung kabur dari sana


"Bryan!!" teriak nenek


Diana tersenyum melihat keakraban sepasang cucu dan nenek


"Dasar cucu nakal" omel nenek


"Cu" panggil nenek pada Diana


"Iya nek?"


"Kamu segera pakai pakaian mu, itu sudah nenek siapkan" tunjuk nenek ke paper bag yang berada di atas ranjang


"Baik nek"


"Nanti kalau sudah selesai susul nenek ke dapur ya"


"Baik nek, terima kasih untuk pakaiannya"


"Sama-sama"


Nenek Bryan keluar kamar dan menuju dapur, sedangkan Diana dia ke kamar mandi untuk berpakaian.


10 menit kemudian Diana sudah berada di dapur


"Nek" panggil Diana


Nenek Sekar yang tengah mengupas sayuran menoleh ke arah Diana


"Wah kamu cantik sekali cu" puji nenek


"Terima kasih nek, duh jadi malu di puji nenek" ucap Diana tersipu malu sambil memegang kedua pipinya


"Ke ke ke" nenek terkekeh melihat Diana yang tersipu


"Cu kamu bisa masak?" tanya nenek


"Bisa nek"


"Kemari dan bantu nenek masak"


"Baik nek"


"Ini tolong kupas kan semuanya ya" ucap nenek sambil menyerahkan pisau, bawang putih, bawang merah, bawang bombay dan beberapa sayur-sayuran yang belum di kupas nenek .


"Baik nek"


Diana mulai mengupas semua bahan yang di berikan nenek, dan dalam waktu singkat Diana sudah menyelesaikan pekerjaannya padahal Bahan-bahan yang di berikan nenek cukup banyak


"Sudah nek" ucap Diana


"Sudah?" tanya nenek terkejut lalu melangkah mendekati Diana


"Cuma kupas doang cu, gak mungkin ada yang tidak sesuai" ucap nenek setelah mengecek hasil kerja Diana


"Iya nek"


"Ya sudah sekarang coba kamu masak untuk kami 1 menu saja, bisa kan?" pinta nenek


"Saya nek?" tanya Diana terkejut


"Iya" jawab nenek sambil tersenyum


"Tapi nek, saya ragu takut tidak sesuai untuk kalian"


"Coba saja dulu, 1 menu saja ya" ucap nenek


Diana berpikir sejenak lalu menjawab "Baik nek"


"Bagus, kamu masak apa cu?" tanya nenek


"Apa nenek punya ayam?" tanya Diana


"Ada"


"Kalau masak ayam saus asam manis boleh, nek?" tanya Diana


"Tentu saja boleh, malah sangat boleh Bryan dan papanya sangat suka ayam saus asam manis"


"Benarkah nek? itu menu andalan saya loh nek" ucap Diana semangat


"Bagus, kalau begitu sekarang kamu masak ya, nenek akan tunggu di meja makan"


"Lalu bagaimana dengan sayurannya nek?"


"Kamu tenang saja, sekarang kamu masak saja Ayam nya" ucap nenek


"Baik nek"


"Anggap dapur ini milik mu sendiri"


"Baik nek"


Nenek berjalan ke arah meja makan dan duduk mengawasi Diana dari sana, sedangkan Diana mulai memasak.


Diana mencuci semua Bahan-bahan yang di perlukan lalu memotong Bahan-bahan tersebut sesuai ukuran yang di inginkan.


Nenek yang mengawasi dari meja makan, tersenyum karena melihat kelihaian tangan Diana saat memotong Bahan-bahan.


30 menit kemudian ayam saus asam manis sudah masak, Diana memindahkan masakannya itu ke sebuah piring


Nenek yang melihat Diana sudah selesai memasak lantas menghampirinya.


"Sudah selesai?" tanya nenek


"Sudah nek"


Nenek melirik kearah masakan Diana


"Sepertinya enak, boleh Nenek cicipi?"


"Tentu saja nek, silahkan"


Nenek mengambil sebuah sendok lalu mencicipi masakan Diana, nenek mengunyahnya dengan perlahan untuk merasakan bumbu-bumbu yang menempel di daging ayam.


Diana menunggu di samping nenek dengan harap-harap cemas, takut masakannya tidak enak.


"Bagaimana nek?" tanya Diana setelah melihat nenek menelan makanannya


Nenek mengacungkan kedua jempolnya "Enak"


Diana tersenyum "benarkah nek?"


"Iya enak sekali, rasanya pas kamu pintar masak cu"


"Terima kasih nek"


Nenek tersenyum menanggapi Diana


"Selamat pagi nyonya, selamat pagi nona" sapa kepala pelayan di mansion


"Pagi"


"Pagi pak" sahut Diana


"Cu perkenalkan ini pak An kepala pelayan di sini" ucap nenek


"Nama saya Diana, pak An"


"Senang bertemu dengan anda nona muda" pak An menunduk


"Tidak perlu seperti itu pak"


Pak An hanya tersenyum


"Pak An tolong minta yang lain lanjutkan memasak" ucap nenek


"Baik nyonya"


"Oh ya dan ini masakan cucu ku jangan sampai ada yang menyentuhnya"


"Baik nyonya"


"Ayo cu, kamu ikut nenek"


"Baik nek"


Nenek dan Diana pergi dari dapur, setelah mereka pergi Pak An memanggil para pelayan untuk lanjut memasak dan memperingati mereka untuk tidak menyentuh masakan Diana.


1 jam 30 menit kemudian semua keluarga sudah berkumpul di meja makan, semua hidangan juga sudah tersusun rapi di meja makan termasuk masakan Diana


"Wah ada ayam saus asam manis" ucap Bryan


Nenek tersenyum melihat Bryan yang heboh, dia sengaja tidak mengatakan siapa yang memasak lauk itu.


.


.


.