
"Kak Bryan!!!" teriak Diana setelah tersadar dari rasa terkejut nya
.
.
.
Beruntung semua tamu sudah pulang, dan hanya tersisa keluarga inti saja yang menatap pada Diana yang meneriaki suaminya.
"Kenapa Diana berteriak?" tanya Ibu
"Tidak apa-apa dik, pasti lagi dikerjain sama mereka, lihat mereka tertawa semua hanya putri mu saja yang kelihatan kesal" ucap ayah Evan
"Sepertinya benar" ucap Ibu
Kembali pada Diana
"Daddy, Hana cuga mau di cium ceperti Mommy" ucap Hana yang merentangkan tangan kecilnya pada Bryan.
"Sini sayang"
Cup cup cup Bryan memberikan banyak kecupan untuk putrinya.
"Cudah Daddy cangan banyak-banyak" ucap Hana membuat semuanya tertawa
Diana menatap gemas pada Hana, namun saat netranya menatap Bryan rasa kesalnya kembali lagi
"Kak Bryan ngeselin" ucap Diana merajuk dan beranjak melangkah ke dalam rumah dengan berjalan hati-hati karena takut terjatuh
"Sayang mau kemana?" tanya Bryan dan hendak menyusul Diana namun suara Hana menghentikannya
"Ciee.... Sayang" ejek semuanya membuat Diana tambah kesal saja saat mendengarnya
"Mommy cama Daddy mau cemana?" Tanya Hana pada Daddynya
"Daddy susul Mommy dulu ya sayang Mommy lagi ngambek, Hana main sama Aunty dan Uncle ya" bujuk Bryan
"Oce"
"Dek titip Hana ya" ucap Bryan pada Ayla
"Iya kak"
Bryan menyusul Diana ke dalam setelah menitipkan Hana.
"Hana main sama kita dulu ya" ucap Ayla
"Oce Aunty, capi Hana mau main di cana" tunjuk Hana ke arah ayunan
"Oke ayo" ucap Ayla
"Hole ayo Aunty" Hana menarik tangan Ayla
Di dalam rumah, Diana melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya di ikuti Bryan dari belakang.
"Sayang tunggu" ucap Bryan namun Diana tidak mendengarkan
Ceklek pintu terbuka
Diana langsung masuk ke kamar yang sudah di dekor ala kamar pengantin baru dan Bryan membuntuti dari belakang lalu mengunci pintu.
"Sayang" panggil Bryan
Namun Diana tetap tidak mau menjawab
"Sayang masa baru beberapa jam menikah kakak sudah di cuekin"
"Aku lelah kak" Diana duduk di atas ranjangnya
Bryan juga duduk di sebelah istrinya
"Maaf ya itu semua ide Rico, lihat saja nanti kakak hukum dia" ucap Bryan
"Iya aku tahu" jawab Diana
"Jadi jangan marah ya" bujuk Bryan
"Aku tidak marah" sahut Diana
Bryan tersenyum mendengar jawaban Diana
Tring tring ponsel Diana berdering
"Aku angkat telp dulu kak, teman ku menelpon" ucap Diana
"Iya, tapi jawab di sini saja" ucap Bryan
Diana mengangguk "Halo?"
"Halo Di, bagaimana akad nikahnya sudah selesai?" tanya Ross
"Sudah, baru saja selesai" jawab Diana
"Maaf ya aku tidak bisa datang"
"Iya tidak apa-apa, bagaimana keadaan paman?" tanya Diana
"Ayah baik-baik saja Di"
"Paman sakit apa Ross?" tanya Diana
"Biasa darah tingginya naik"
"Oh begitu semoga cepat sembuh, sampaikan salam ku untuk paman maaf aku belum bisa jenguk" ucap Diana
"Iya gak apa-apa, aku yang harusnya minta maaf karena gak bisa dateng ke pernikahan mu padahal aku pengen banget dateng"
"Tidak apa-apa Ross ayah mu lebih penting, tapi 1 bulan lagi kamu harus datang ke resepsi ku kalau bisa ajak paman dan bibi juga" ucap Diana
"Insyallah, Di ya sudah aku tutup dulu ya"
"Iya"
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam"
Tutt panggilan terputus
"Teman mu yang tinggal bersama mu kan?" tanya Bryan
"Iya"
"Ayahnya sakit?" tanya Bryan
"Begitu"
"Kak Bryan"
"Hmm?"
"Boleh foto bareng? Mau aku Upload di Instagram" ucap Diana
"Boleh, ayo" ucap Bryan semangat karena sudah tidak melihat raut wajah istrinya yang kesal
"Pakai ponsel siapa?" tanya Diana
"Pakai punya mu saja ya, ponsel kakak ada di Kiano kakak males yang mau ambil, tadi lupa gak kakak ambil"
"Oke, tapi kakak yang pegang"
"Oke"
"Satu dua tiga"
Mereka berdua mulai berselfie dari foto yang biasa sampai foto yang ekstrim contohnya saat Bryan menci*m bibir Diana tanpa persetujuan dari Diana
"Kakak" protes Diana
"Tidak apa-apa sayang, gak ada yang lihat" ucap Bryan
"Ihh malu tahu"
"Mulai sekarang kamu harus terbiasa" ucap Bryan sambil tersenyum manis
"Udah ah, fotonya sudah banyak"
"Oke, nanti kirim ke ponsel kakak ya"
"Iya"
"Sayang" panggil Bryan
"Ya kak?"
"Nanti mau photo prewed gak? Kita kan belum punya photo prewed" ucap Bryan
"Mau" jawab Diana
"Mau konsep apa? Biar kakak yang urus"
"Aku maunya coba semua pakaian adat pengantin, boleh gak kak?" tanya Diana sangat berharap
"Boleh"
"Serius kak?" Diana tersenyum
"Iya, biar nanti kakak bicarakan dengan tante Nara untuk pakaiannya"
"Terima kasih kak" ucap Diana sangat senang
"Sama-sama, lalu ada lagi tidak?" tanya Bryan lagi
"Kalau konsep kayak prewed Koreaan boleh?" tanya Diana mulai banyak maunya
"Boleh boleh, tapi.... " Bryan menjeda kalimatnya
"Tapi apa?" tanya Diana
"Ada bayarannya" ucap Bryan sambil tersenyum nakal
"Bayaran apa?" Diana mulai khawatir
Bryan menunjuk bibirnya "Kiss dulu"
"Kakak" rengek Diana
"Ayo sayang kiss dulu, nanti kakak kabulkan semua keinginan mu" ucap Bryan
"Janji ya?" tanya Diana memastikan
"Iya janji"
"Awas saja kalau kakak bohong"
"Kakak tidak bohong"
"Oke, tutup mata kakak" pinta Diana
Bryan memejamkan matanya seperti yang di inginkan Diana, perlahan Diana mendekat ke arah suaminya walaupun jantungnya sudah berdetak kencang karena gugup dia tetap melakukan itu.
Dengan keinginannya yang tinggi, Diana mengecup bibir Bryan namun saat hendak melepas kecupannya Bryan menarik tengkuk Diana dan memperdalam cium*nnya.
Awalnya Diana sedikit memberontak, namun lama kelamaan dia mulai menikmatinya karena Bryan menci*mnya dengan sangat lembut.
Beberapa menit kemudian Bryan melepaskan cium*nnya, nafas keduanya memburu
"Sudah?" tanya Diana yang masih memejamkan matanya
"Sudah" ucap Bryan sambil mengusap bibir istrinya yang sedikit bengkak karena ulah bibirnya
"Kakak tidak boleh ingkar janji" ucap Diana dengan pipi yang memerah
"Iya"
"Kakak mandilah duluan" ucap Diana mencoba mengusir Bryan agar bisa menyembunyikan rasa malunya
"Iya"
Bryan membuka jas dan celana pengantinnya, lalu menggantungnya di tempat gantungan yang ada di kamar Diana
Diana memalingkan wajahnya saat melihat Bryan melucuti pakaiannya, pipinya terasa panas
Setelah Bryan masuk ke kamar mandi Diana melangkah ke meja riasnya dan melepas satu persatu hiasan yang ada di kepalanya dan juga menghapus make up nya karena dia tidak terlalu suka memakai make up
Dan saat hendak melepas bajunya, dia ingat bahwa kancing pakaiannya berada di belakang punggungnya.
Diana kesulitan untuk membuka kancing baju pengantinnya
"Duh gimana ini" gumam Diana
Diana berusaha membuka kancing bajunya dan saat itu juga ada sebuah tangan dingin yang menyentuh kulit punggungnya lalu membantu dirinya untuk melepas kancing baju yang melekat di tubuhnya.
.
.
.