Mr. Bryan

Mr. Bryan
Sebelum pulang kita lakukan lagi



Di saat Bryan sibuk menyusun piring-piring itu, Diana sudah keluar dari kamar mandi


"Kak, kenapa makanannya banyak sekali?" tanya Diana yang baru saja selesai mandi


.


.


.


"Oh kamu sudah selesai" ucap Bryan saat menoleh pada Diana sambil tersenyum


Sungguh berbeda dari saat dia berbicara dengan pelayan hotel tadi dia berbicara dengan sangat dingin di tambah wajah datarnya.


Namun sikapnya langsung berubah hangat dan penuh perhatian saat bicara dengan istrinya.


"Hmm" jawab Diana sambil mengangguk


"Kak makanannya kenapa banyak sekali?" tanya Diana lagi


"Sedikit kok" jawab Bryan


"Kalau ada sisanya kan mubazir" ucap Diana


"Gak bakalan ada sisanya, kita kan sangat lapar nanti habis juga kok" ucap Bryan


"Ya sudah"


"Kakak mandi dulu ya, kamu makan lah lebih dulu nanti kakak nyusul" ucap Bryan sambil mengusap lembut pucuk kepala Diana


"Oke" jawab Diana sambil tersenyum


Bryan masuk ke kamar mandi, sedangkan Diana memilih berpakaian lebih dulu


25 menit kemudian Bryan sudah selesai mandi, dia keluar dengan handuk di pinggangnya dan handuk kecil di kepalanya


Bryan mengeringkan rambutnya lalu pandangannya mengarah pada makanan yang masih utuh di atas meja


"Dia belum makan" ucap Bryan


Bryan mengedarkan pandangannya mencari istrinya


"Sayang Kamu dimana?" panggil Bryan


"Dek..." panggil Bryan sedikit keras


"Bentar kak..." sahut Diana


Diana menghampiri Bryan


"Ada apa kak?" tanya Diana


"Kamu dari mana?" tanya Bryan


"Dari balkon" jawab Diana


"Kenapa belum makan?"


"Oh, Mama nelpon jadi aku angkat dulu"


"Kenapa mama telpon?"


"Hana nyariin kita kak, jadi mama nelpon karena Hana mau bicara"


"Ohh, Hana baik-baik saja kan?"


"Iya"


Keluarga besar Bryan langsung pulang ke mansion setelah acara resepsi mereka berdua, begitu pula dengan keluarga Diana mereka juga langsung pulang dan di antar sopir dari keluarga Bryan.


"Ya sudah kamu makan lah, kakak pakai baju dulu"


"Ini kak pakaiannya" Diana memberikan pakaian Bryan yang sudah dia letakkan di atas sofa


"Thank you baby" ucap Bryan sambil tersenyum


"You're welcome" jawab Diana


Lalu Bryan melepas handuknya di hadapan Diana lalu memakai pakaiannya


"Kak kenapa pakai baju di sini? sana pakai di kamar mandi" ucap Diana langsung menutup matanya dengan kedua telapak tangannya


"Kakak males bolak balik kamar mandi" ucap Bryan beralasan


"Ihhh kakak mah gak punya malu"


"Untuk apa malu kan kamu sudah lihat semuanya" ucap Bryan sambil terkekeh


Diana tidak meladeni ucapan suaminya itu


"Udah belum kak?" tanya Diana


"Sudah" sahut Bryan


Diana membuka kedua tangannya lalu menoleh ke arah Bryan


"Kok masih belum pakai baju?" tanya Diana saat melihat Bryan hanya memakai celana pendeknya saja


"Gak apa-apa sayang, kakak lagi males pakai baju" sahut Bryan lalu dia duduk di sofa


Diana menghampiri Bryan lalu mengambil kaos yang berada di pundak Bryan, setelah itu dia memakaikan kaos itu ke tubuh Bryan


"Sayang kakak lagi gak pengen pakai baju" keluh Bryan namun tetap membiarkan istrinya memakaikan kaos pada tubuhnya


"Jangan kak bahaya"


"Bahaya? kenapa bahaya?" tanya Bryan


"Itu.... AC di sini dingin banget nanti kakak sakit"


"Takut kakak sakit atau takut tergoda?" Tanya Bryan sambil tersenyum mengejek


"Kakak jangan sembarangan bicara, aku gak bakalan tergoda kalau cuma lihat kakak telanjang dada"


"Ohhh gitu, kalau kakak telanjang semua gimana? Tergoda gak?" goda Bryan


"Gak bakalan" sahut Diana


"Ya udah kakak lepas aja celana kakak ya?" tangan Bryan sudah bersiap melepas celana pendeknya


"Jangan!" teriak Diana menghentikan Bryan


"Kenapa? katanya gak tergoda?" ejek Bryan


"Risih tahu gak kak, aku tuh mau makan ya kali makan sambil lihat kakak telanjang bulat"


"Kan seru yang, setelah makan kit....hmmpppttt"


"Sutttt di depan makanan gak boleh bicara kotor, mengerti?"


Bryan menganggukkan kepalanya


"Bagus" Diana melepas tangannya dari bibir Bryan


Diana duduk di bawah tepat di samping Bryan duduk


"Kok duduk di bawah?" tanya Bryan


"Kalau duduk di sofa gak enak kak, sofanya terlalu tinggi"


Bryan mengiyakan ucapan Diana dan dia juga ikut duduk di bawah


"Makanlah yang banyak" ucap Bryan sambil menyodorkan berbagai menu makanan pada istrinya


"Terima kasih kak"


"Sama-sama sayang"


Mereka mulai menyantap makanannya sambil berbincang-bincang


"Kak"


"Hmmm?" Bryan menoleh ke arah Diana dengan mulut yang masih penuh dengan makanan


"Hana dari semalam tidak bisa tidur"


"Benarkah?" tanya Bryan khawatir


"Iya" jawab Diana sambil mengangguk


"Jadi bagaimana jika setelah ini kita pulang? Kasihan Hana kak"


"Tapi mama papa memberi kita waktu honeymoon 3 hari sayang"


"Kak ingat kita menikah tujuannya adalah Hana, kita tidak boleh egois dan malah melupakan Hana"


Bryan terlihat murung mendengar ucapan Diana


"Kak..."


"Kakak marah?" tanya Diana


"Tidak"


"Kak untuk honeymoon kita bisa melakukannya kapan pun, tapi prioritas utama tetap Hana"


Bryan menganggukkan kepalanya "Baiklah setelah ini kita pulang"


"Terima kasih"


"Tidak perlu berterima kasih sayang, ini sudah tanggung jawab kakak"


Diana tersenyum sambil menatap suaminya yang pengertian, Diana mendekat ke tubuh suaminya lalu berbisik


"Sebelum kita pulang, kita lakukan sekali lagi" bisikan Diana membuat Bryan seketika menoleh ke arah istrinya


"Melakukan apa?" tanya Bryan tercengang


Diana tersenyum lalu menjawab"Honeymoon"


Setelah mengatakan itu Diana kembali menggeser tubuhnya ke tempat asal dan lanjut makan


Sedangkan Bryan masih menatap tak percaya pada istrinya


"Sayang kamu jangan bercanda"


"Siapa yang bercanda kak, aku serius"


"Sudah tidak sakit?"


"Sedikit" jawab Diana cuek


"Jika masih sakit kakak tidak akan memaksa"


"Ya sudah kalau kakak gak mau padahal aku tidak keberatan kok"


"Eh tidak tidak kakak mau" ucap Bryan girang


"Ya sudah cepat habiskan makanannya"


"Oke" sahut Bryan cepat dan langsung melahap makanannya


"Sayang kamu gak boleh ingkar janji loh" ucap Bryan setelah menelan makanannya


"Hmmm" sahut Diana sambil mengangguk


Beberapa menit kemudian mereka berdua selesai makan


"Sayang...."


"Tunggu kak perut ku masi kenyang"


"Oke"


Drttt drttt terdengar suara ponsel bergetar


"Kak ada telpon"


Bryan mengambil ponselnya yang berada di nakas


"Siapa kak?" tanya Diana penasaran


"Rendy"


"Jawab saja kak, mungkin penting"


"Iya kakak jawab dulu"


"Hmmm" jawab Diana sambil mengangguk


Bryan berjalan ke arah balkon, sudah 10 menit Bryan berbicara dengan Rendy di telp


"Hoamm..." Diana menguap karena mengantuk.


"Duh ngantuk banget, ini gara-gara kak Bryan nih aku jadi kurang tidur" gerutu Diana


Diana beranjak menuju ranjang, dia bersandar di headboard ranjang sambil memainkan ponselnya.


.


.


.