Mr. Bryan

Mr. Bryan
Keisengan Ayah & Anak



"Ahkkk" Diana berteriak


.


.


.


Dia pikir Bryan sungguh memukulnya namun ia salah Bryan justru membalas apa yang ia lakukan pada Hana, Bryan membungkuk dan mencubit pipinya.


"Apa Mommy mencubit pipi Hana seperti ini?" Tanya Bryan pada Hana


"Cidak Mommy pacai dua cangan" ucap Hana


"Hana" ucap Diana memelas


"Oh seperti ini ya?" Bryan jongkok sambil memangku putrinya di hadapan Diana lalu mencubit kedua pipinya


"Iya Daddy" ucap Hana sambil tertawa melihat ekspresi wajah Diana yang menurutnya lucu


"Kak Bryan.." rengek Diana


"Ohh jadi kamu mencubit pipi putri ku seperti ini" ucap Bryan tersenyum sambil menggelengkan kepala Diana ke kanan ke kiri


"Kak Bryan hentikan" rengek Diana


"Tidak mau kamu imut kalau seperti ini" ucap Bryan


"Akhh Hana tolong bantu kakak, bilang pada Daddy mu untuk berhenti" Diana meminta bantuan pada Hana


"Tidak mau muca Mommy lucu hi hi" ucap Hana cekikikan


Mereka berdua kompak sekali mengerjai Diana


"Uhh jahat sekali kalian, ayah anak sama saja" rengek Diana


"Ha ha ha" Hana tertawa di pangkuan Daddy nya begitu juga dengan Bryan


"Kak hentikan sakit tahu"


Bryan melepaskan kedua tangannya dari pipi Diana, Diana mengusap kedua pipinya yang terasa panas lalu menatap tajam ayah dan anak itu.


Kedua teman Bryan yang tadi ikut menyusul Bryan saat Hana berteriak merasa terharu dengan apa yang mereka lihat saat ini.


Pasalnya sejak Bryan tahu istrinya selingkuh keceriaan di wajah pria itu tidak pernah terlihat lagi.


Dan sekarang keceriaan itu datang lagi saat seorang gadis yang Hana klaim adalah Mommy nya itu berada di tengah-tengah kedua anak ayah itu.


"Senang sekali melihat Bryan kembali ceria" ucap Rico


"Kau benar, aku tidak menyangka gadis itu dapat menarik perhatian Bryan terutama Hana" ucap David


"Ya padahal selama ini Hana sangat anti dengan para perempuan yang mendekati Bryan" jawab Rico


Kembali lagi ke Diana


"Maaf" ucap Bryan sambil tersenyum


"Ucapan maaf mu itu sepertinya tidak tulus" ketus Diana


"Ha ha ha maaf Mommy, sayang minta maaf pada Mommy" ucap Bryan pada Hana


"Maaf Mommy" ucap Hana


"Hemm!" dengus Diana sambil membuang pandangannya ke arah lain


"Cium dulu baru aku maafkan" ucap Diana sambil menunjuk pipinya


"Cup" Diana membulatkan matanya merasakan bukan bibir mungil Hana yang mengecup pipinya


"Ish aku minta Hana bukan Daddy nya!" Diana kesal pada Bryan


"He he maaf habis kamu gak bilang sih" ucap Bryan tanpa dosa


"Ish kak Bryan ngeselin"


"Maaf maaf Hana ayo cium Mommy"


"Cup" Hana mengecup pipi Diana


"Cudah" ucap gadis kecil itu


"Uhh gemesin banget sih" ucap Diana sambil menyentuh wajah Hana dengan kedua tangannya membuat gadis kecil itu tertawa karena geli


"Daddy nya gak gemesin juga?" Goda Bryan


"Tidak sama sekali" ketus Diana


"Ekhmm permisi apa masih lama?" tanya Rico


"Eh?" Diana terkejut


"Mereka teman ku" ucap Bryan lalu berdiri sambil menggendong Hana


"Ayo kita sarapan dulu, setelah itu aku akan mengantarmu pulang" ucap Bryan


"Aku masih kenyang kak, aku mau mandi dulu" tolak Diana


"Baiklah mandi saja di kamar ku, aku akan minta bibi siapkan pakaian mu"


"Tidak perlu, aku pakai baju ku saja" tolak Diana


"Baiklah"


20 menit kemudian Diana turun dari lantai dua menuju meja makan, ketiga pria itu masih terlihat tengah memakan sarapan mereka.


"Cepat sekali mandinya?" Tanya Bryan


"Cepat? 20 menit kakak bilang cepat?" Tanya Diana


"Iya"


"Memang harusnya berapa jam?" tanya Diana


"Bukankah kalau perempuan mandi itu 1-2 jam paling bentar?" sahut David


"2 jam? Mandi apa tidur?" Tanya Diana


"Ya mana aku tahu" jawab David sambil Mengedikkan bahunya


"Di rumah kalau mandi memang gak sampai 1 jam" Ucap Diana sambil menarik kursi di sebelah Hana


"Kenapa?" Tanya Rico


"Kalau mandi sampai 1 jam atau lebih bakalan di teriakin dari luar, woy mandi apa tidur?" ucap Diana sambil tersenyum


Diana mudah sekali akrab dengan orang lain asalkan orang itu memulai pembicaraan terlebih dahulu dan dirasa nyaman untuk menanggapi.


Tapi sebaliknya jika seseorang itu tidak kunjung memulai percakapan maka Diana akan diam saja.


Dan jika orang tersebut memulai percakapan terlebih dahulu tapi di rasa tidak nyaman untuk menanggapi Diana hanya akan menjawab seperlunya saja.


"Gitu, tapi aku mandinya bersih kok walau sebentar" jelas Diana


"Hi hi Mommy lucu" ucap Hana cekikikan


"Ya kalau lama itu pasti lagi Main busa" sambung Diana sambil tersenyum pada Hana


"Uhuk uhuk" ke tiga pria itu tersedak saat tengah mengunyah makanannya


"Eh kenapa tersedaknya barengan?" Tanya Diana bingung


"Kamu sih" ucap Bryan menyalahkan Diana setelah meminum air


"Loh kok aku?" tanya Diana heran


"Ya habis kamu bilang main busa" sambung David


"Lah di mana salahnya aku kan cuma bilang main busa"


"Nah itu main busa nya itu, terlalu vulgar" cerocos Rico


"What? Vulgar?" Ucap Diana tercengang


"Iya yang kamu maksud itu kan?" Ucap Rico


"Itu itu apa?" tanya Diana kebingungan


"Itu yang gini" ucap Rico sambil menggerakkan tangannya seperti mengocok sesuatu memberi contoh pada Diana


Blush wajah Diana seketika merah Semerah kepiting, Diana tidak munafik dia mengerti kemana arah pembicaraan para pria itu karena dia juga sudah dewasa.


"Dasar mes*m bukan itu maksudku!" ucap Diana kesal


"Lalu?" Tanya Rico polos


"Dasar kalian para pria! maksud ku main busa itu bukan yang kalian maksud, tapi bikin busa pakai sabun di taruh di gayung terus kalau udah banyak di gayungnya di tiup huff huff gitu!" Jelas Diana


"Ha ha ha"


"Ha ha ha gitu toh maksudnya" ucap Bryan sambil tertawa


"Hana juca cuka bikin buca di bak mandi cerus bucanya di ciup huff huff" celoteh Hana


"Ha ha ha" tawa itu kembali terdengar dari ketiga pria itu mendengar ucapan Hana


"Benarkah?" Tanya Diana ke Hana


"Iya celu banget.." ucap Hana gemes


"Nah denger kan apa kata Hana?" ucap Diana


"Iya iya kami dengar" ucap Rico


"Dasar" kesal Diana


"Sudah sudah, kamu gak mau makan dulu? Tanya Bryan mencoba mengalihkan kekesalan Diana


"Makan dulu deh kayaknya enak"


Bryan tersenyum, Diana tidak ada jaim-jaimnya di hadapan mereka walaupun kemarin Diana terkesan sungkan padanya, tapi hal itu wajar karena mereka tidak kenal.


"Ya sudah kamu makan saja, aku mau mandi dulu" ucap Bryan


"Iya" jawab Diana sambil mengangguk


.


.


.