
Bryan mengangkut belanjaan yang di berikan mamanya untuk istrinya.
.
.
.
Sesampainya di depan pintu kamar, Bryan meletakkan paper bag yang berada di tangan kanannya lalu membuka pintu kamar.
Ceklek
Bryan membuka lebar pintu kamarnya lalu mengambil paper bag yang dia letakkan dan membawanya masuk.
Saat masuk ke dalam Bryan mendapati istrinya tengah tertidur pulas, Bryan meletakkan bawaannya di meja dengan hati-hati takut membangunkan istrinya.
Bryan duduk di sofa lalu meraih salah satu paper bag
"Sebenarnya apa yang di belikan mama"
Bryan akan membuka paper bag di tangannya, namun Hana menghentikannya
"Daddy!"
"Suuttt" Bryan meletakkan jari telunjuknya agar Hana memelankan suaranya lalu menunjuk ke arah ranjang
"Ups, solly Dad" ucap Hana pelan sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya yang mungil, sungguh sangat imut.
Hana melangkah menghampiri daddynya
"Ada apa sayang?" tanya Bryan
"Ayo cemani Hana main, Hana cendilian di cana"
"Oma kemana?" tanya Bryan
"Oma cidur, kacanya capek"
"Baiklah, ayo" Bryan meletakkan kembali paper bag yang dia pegang lalu mengikuti Hana yang menariknya keluar
"Tunggu sayang daddy tutup pintu dulu"
Hana berhenti menarik Daddynya, membiarkan Daddynya menutup pintu terlebih dahulu
"Ayo" ajak Bryan
Bryan mengikuti putrinya ke ruang keluarga dan bermain dengannya, dua jam kemudian Hana mulai mengantuk
"Tidur siang dulu yuk sayang, sudah pukul 2 siang waktunya Hana tidur" ucap Bryan setelah melihat ke arah jam tangannya
"iya daddy, Hana ngancuk"
"Kita bereskan dulu mainannya ya" ucap Bryan
Hana menganggukkan kepalanya, Bryan membereskan mainan-mainan Hana di bantu Hana.
Beberapa menit kemudian saat sudah hampir selesai Bryan menoleh ke arah putrinya
"Loh ternyata sudah tidur" ucap Bryan sambil terkekeh saat melihat Hana ternyata sudah tertidur di atas karpet
Bryan membereskan sisanya lalu menyusun mainan itu di meja, nanti dia akan membawa masuk mainan putrinya.
Sekarang dia harus memindahkan lebih dulu putrinya ke kamar, perlahan Bryan mengangkat Hana dan membawanya ke kamar putrinya.
Sesampainya di kamar Hana, Bryan menurunkan perlahan tubuh putrinya di kasurnya yang muat untuk dua orang
Setelah itu Bryan menyelimuti tubuh putrinya, lalu Bryan keluar untuk mengangkut mainan-mainan putrinya ke kamar Hana.
Bryan menyusun semua mainan Hana di lemari yang di sediakan khusus untuk mainan-mainan Hana.
"Mainan Hana sudah banyak, lain kali aku akan minta mama dan papa untuk tidak membelikan mainan lagi" ucap Bryan sambil menyusun mainan Hana
"Hmm Daddy"
Bryan menoleh ke arah putrinya
"Hana bangun, kenapa sayang?" Bryan menghampiri putrinya
"Daddy cidul di cini juga" ucap Hana sambil menepuk kasur
"Oke"
Bryan naik ke ranjang putrinya dan merebahkan tubuhnya di samping Hana
"Tidurlah sayang"
"Daddy juga"
"Iya"
Bryan memeluk tubuh mungil putrinya, dan mereka berdua terlelap.
Setelah makan malam semua orang kembali ke kamar mereka masing-masing.
Malam ini Hana tidur dengan oma dan opanya, atas bujukan Omanya. Karena malam ini rencana yang di susun olehnya dan menantunya akan di jalankan.
Di kamar Bryan dan Diana
Diana keluar kamar mandi sambil mengendap-endap, karena pakaian yang dia pakaian saat ini sungguh membuatnya sangat malu.
Kalau saja bukan karena mama mertuanya yang memaksanya memakai itu dia tidak akan pernah mau memakainya
Diana langsung naik ke atas ranjangnya lalu menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut ,kecuali kepalanya.
"Hufff untung saja kak Bryan belum masuk ke kamar" ucap Diana pelan
Saat ini Bryan belum masuk ke kamar karena masih berada di ruang kerjanya, ada pekerjaan mendadak yang di berikan asistennya dan harus Bryan yang mengerjakannya.
Jadi setelah makan malam dia langsung ke ruang kerjanya, karena dokumen itu di perlukan besok pagi.
Bryan masih cuti dia tidak akan menghadiri meeting itu dan akan di wakilkan oleh Rendy, dia hanya mengerjakan dokumennya saja.
1 jam kemudian
"Akhirnya selesai juga" ucap Bryan
Bryan membereskan meja kerjanya, dan memasukkan dokumen yang ia kerjakan ke dalam map untuk di serahkan pada Rendy besok.
Setelah itu Bryan melangkah menuju kamarnya
Ceklek
"Tumben lampunya di matikan" ucap Bryan heran
Karena biasanya istrinya itu tidak pernah tinggal sendirian di tempat yang gelap karena dia takut.
kecuali dia sedang bersama Bryan maka Diana akan mematikan lampunya, saat ini kamar itu hanya lampu tidur saja yang menyala.
Bryan menghampiri istrinya yang ternyata sudah terlelap, Bryan menyentuh kening istrinya takutnya terjadi sesuatu pada istrinya.
"Tidak panas" ucap Bryan setelah memeriksa kening Diana
Sebenarnya walaupun Bryan tidak bicara dengan istrinya beberapa hari ini dia tetap perhatian pada istrinya.
Seperti sekarang dia khawatir istrinya sakit.
"Aku mandi dulu saja"
Bryan melangkah ke kamar mandi, 20 menit kemudian Bryan sudah keluar dari kamar mandi lengkap dengan piyama tidurnya.
Bryan naik ke atas ranjang dan masuk ke dalam selimut yang di pakai istrinya. Bryan memeluk tubuh istrinya yang sedang terlelap dan hal itu juga dia lakukan walaupun tidak bicara dengan Diana.
Tapi Diana tidak tahu akan hal itu, karena setiap dia bangun Bryan sudah lebih dulu bangun dan keluar kamar setelah mandi dan shalat subuh.
"Selamat malam sayang" ucap Bryan sambil mengecup bibir istrinya.
Entah apa tujuan Bryan mendiamkan Diana selama beberapa hari ini, tapi yang pasti saat di malam hari dia akan mencari kesempatan untuk memeluk tubuh istrinya atau melakukan sesuatu yang lain.
Bryan yang belum tidur menatapi wajah Diana yang sedang tertidur, sesekali tangan nakalnya menjalar Kemana-mana.
Bryan menghentikan tangannya saat merasa ada yang berbeda dari tubuh Diana.
"Apa ini? Kok piyamanya tipis begini? Biasanya piyamanya tidak setipis ini" gumam Bryan
Bryan yang penasaran lantas membuka selimut yang menutupi tubuh Diana, dan alangkah terkejutnya dia.
"Astaga... Apa yang dia pakai?" ucap Bryan terkejut
Glek
Bryan menelan salivanya kasar, Bryan bangun kemudian duduk di tempatnya dia terus menatap tubuh istrinya yang berbalut kain tipis, jakunnya terus naik turun.
"Astagfirullah, tahan Bryan tahan" ucap Bryan pada dirinya, lantas Bryan segera menyelimuti kembali tubuh Diana.
"Ini pasti kerjaanya mama nih" gerutu Bryan
Dan detik berikutnya Bryan teringat dengan paper bag yang dia angkut tadi siang.
Bryan turun dari ranjang dan mencari paper bag itu tapi tidak ada di tempat tadi.
Bryan melangkah ke arah walk in closet, setelah masuk ke sana Bryan menemukan paper bag yang sudah di lipat.
Bryan membuka lemari pakaian milik istrinya, betapa terkejutnya dia saat melihat lemari pakaian yang tadinya hanya berisi beberapa pakaian sekarang penuh dengan pakaian-pakaian kurang bahan.
.
.
.