
"Hurrfff.... Hampir saja" ucap Bryan bernafas lega
Diana hampir saja jatuh dari ranjang, beruntung dengan sigap Bryan menangkap tubuh istrinya.
.
.
.
Diana bernafas lega, hampir saja dia jatuh dari ranjang dan jika sampai jatuh malunya itu yang akan membuat sakit apalagi saat ini tubuhnya tidak mengenakan apapun.
Jika sampai jatuh maka dia akan telanj*ng karena selimutnya yang dia pakai juga sedang di pakai untuk menutupi tubuh Bryan.
"Hati-hati sayang" ucap Bryan lagi
Bryan menarik tubuh Diana agar berada di atas tubuhnya lalu dia memeluk erat pinggang Diana.
"Kak..."
"Hmmm?" jawab Bryan sambil tersenyum menatap wajah istrinya yang sudah memerah
"Lepasin tangannya aku mau mandi" ucap Diana
"Mau mandi bareng?" tawar Bryan
"Tidak"
"Kenapa?" tanya Bryan
"Malu"
"Untuk apa malu? Kakak kan sudah lihat semuanya" ucap Bryan sambil terkekeh
"Kakak peka dikit napa, istri lagi malu di godain terus" keluh Diana pada Bryan
"Ha ha ha tambah malu-malu gini malah kakak ingin tambah menggoda mu, apa lagi sambil di goyang" ucap Bryan sambil menaik-turunkan alisnya
"Ishhh minggir kak" Diana mencoba bangun dari atas tubuh Bryan namun Bryan tetap menahan tubuhnya
"Kak... Lepasin dong"
"Kakak lepasin tapi, kakak minta bayaran"
"Bayaran apa?" tanya Diana
Bryan menunjuk bibirnya
"Tck kakak mah gitu ambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Diana kesal
"Sayang gak boleh gitu sama suami" tegur Bryan lembut
"Iya iya maaf, habisnya kakak ngeselin" ucap Diana cemberut
"Oke kakak maafin, sekarang kiss dulu" Bryan menunjuk bibirnya lagi
Cup
"Sudah" ucap Diana
"Gak kerasa tuh, sekali lagi" Bryan memonyongkan bibirnya
Diana mengecup lagi bibir suaminya, Bryan yang tak mau rugi langsung menahan tengkuk istrinya dan memperdalam ciumannya.
"Hhmmmnpppp" Diana memukul-mukul pundak Bryan
Cukup lama Bryan menciumi istrinya dan saat di rasa Diana sudah membutuhkan pasokan oksigen Bryan melepaskannya.
"Hah hah..." nafas keduanya terengah-engah
"Kak aku mau mandi"
"Baiklah"
Bryan melepaskan istrinya, Diana bangun dari atas tubuh Bryan sambil memegangi selimut dengan sangat erat, dan saat hendak turun dari ranjang.
"Awww" Diana berteriak dan kembali duduk di ranjang
"Sayang"
"Kak sakit" ucap Diana dan hampir saja menangis
Bryan turun dari ranjang dan menghampiri istrinya
"Sakit sekali?" tanya Bryan
Diana menganggukkan kepalanya
"Biar kakak gendong ya"
Diana kembali mengangguk
"Tapi selimutnya di lepas dulu" ucap Bryan
"Gak mau" Diana mencengkram erat selimutnya
"Nanti basah sayang, lepas aja toh kakak sudah lihat semuanya lihat kakak juga gak pakai apapun"
Blush pipi Diana memerah, dia memutar kepalanya agar tidak melihat tubuh Bryan
Bryan melepas selimut yang menutupi tubuh istrinya lalu menggendongnya menuju kamar mandi
"Ihh kakak malu.." Diana merapatkan tubuhnya pada Bryan agar Bryan tidak melihat tubuh bagian depannya
Bryan yang merasakan dada Diana menempel padanya seketika tubuhnya menjadi panas dingin.
Sesampainya di kamar mandi, perlahan Bryan menurunkan Diana di atas closet.
"Tunggu sebentar ya"
Diana mengangguk
Lalu Bryan mengisi Bathtub dengan air hangat, Bryan juga menuangkan aroma terapi ke dalamnya.
"Berendam lah sejenak, kakak mandi dulu"
"Kakak mandi di mana?"
"Di sana" Bryan menunjuk shower yang berada di dekatnya sambil menyunggingkan senyumannya
"Kenapa? Kamu mau mandi bareng?" tanya Bryan
"Tidak"
"Kalau begitu mau kakak masuk ke dalam?" tanya Bryan sambil menunjuk ke dalam bathtub
"Tidak tidak, sana kakak mandi saja biarkan aku berendam dulu" Diana mendorong tubuh Bryan agar segera pergi mandi dan cepat-cepat keluar dari sana.
"Iya iya"
Bryan menyalakan shower, air perlahan turun membasahi tubuhnya diam-diam Diana mengintip suaminya yang sedang mandi sambil membelakanginya.
Bak adegan slow motion, gerakan Bryan saat mandi sungguh sangat seksi di mata Diana, ingin sekali dia menghampiri suaminya lalu memeluknya dari belakang.
Namun karena rasa sakit di sekujur tubuhnya dia tidak melakukan apa yang ada di pikirannya, karena jika dia sampai nekat melakukan itu sudah dapat di pastikan Bryan akan mengulang kejadian semalam dan membuatnya menjerit-jerit.
Memang mereka berdua menikmatinya, namun karena baru pertama kali melakukannya Diana masih belum terbiasa.
Gempuran semalam sungguh dahsyat, walau hanya sekali suaminya itu sudah membuat dirinya KO.
"Kenapa lihat terus sayang? Mau mandi bareng?" ucap Bryan dengan suara yang begitu seksi
"Sial" gumam Diana, dia ketahuan tengah memperhatikan suaminya mandi.
"Tidak kak" jawab Diana lalu dia mengalihkan pandangannya
Bryan mematikan shower lalu beranjak dari sana.
"Eh kakak ngapain?" tanya Diana
Bukannya keluar dari kamar mandi ternyata Bryan justru masuk ke dalam bathtub dan dia duduk di belakang Diana.
"Kakak juga mau berendam"
"Nanti aja kak, setelah aku selesai saja"
"Tidak mau, kakak maunya berendam dengan mu"
"Tapi..."
Bryan menarik tubuh Diana agar bersandar di dadanya
"Biar kakak membantu mu mandi"
"Tidak perlu kak aku bisa mandi sendiri"
"Tidak ada penolakan"
"Hah... terserah kakak deh"
"Nah gitu dong kan makin sayang, muuaaachh" Bryan mengecup pipi Diana
Diana hanya diam saja mendapatkan ciuman dari Bryan di pipinya, karena selama sebulan ini Bryan selalu menciuminya dengan berbagai alasan.
Bryan mulai menggosok-gosok tubuh istrinya, awalnya hanya niat memandikan akan tetapi lama kelamaan tangan Bryan mulai nakal
"Kak tangannya" peringat Diana
"Maaf sayang kebablasan"
Namun setelah itu tangan nakal Bryan mulai lagi menyentuh area sensitif Diana, dari telinga, leher dan di bagian-bagian yang lain.
Bibirnya juga sudah turun menyesap leher jenjang istrinya
"Ughh kakkk...." satu des*h*n lolos dari bibir Diana, dia sudah berusaha sekuat tenaga agar tidak mengeluarkan suara-suara yang akan memancing n**su Bryan, namun tetap saja tidak bisa.
"Kakk... Jangannn...."
"Jangan berhenti?" tanya Bryan lalu melanjutkan hisapannya
"Bu...kan... tapi... Ahhh"
Bryan terus membelai tubuh istrinya lalu dia membalik tubuh Diana agar menghadap dirinya.
"Kak Bryan...."
"Kenapa sayang ku....?"
"Sudah ya.."
"Ini masih permulaan sayang"
"Ta.... Hmmppp" Bryan membungkam bibir istrinya
Lama-kelamaan Diana mulai hanyut di di dalam permainan Bryan.
Bryan melepas ciumannya "Mau ya?"
Diana memejamkan matanya kemudian mengangguk, jika di goda seperti itu tentu saja dia akan mengizinkan suaminya melakukan itu.
"Kakak mau gimana ini?"
"Sambil duduk di sini, sambil mandi" Ucap Bryan, dia memposisikan Diana Untuk menduduki bambunya
"Sayang coba duduk di sini"
Diana dapat menatap bambu Bryan yang mengacung di bawah air karena saat Bryan masuk ke dalam bathtub sebagian airnya meluap keluar di tambah bambu milik Bryan yang memang berukuran sangat panjang.
.
.
.
�