Mr. Bryan

Mr. Bryan
Siapa Dia?



Pukul 5 pagi Diana terbangun


"Duh aku ketiduran" ucap Diana


Dia bangun dari tempatnya duduk menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya kemudian shalat subuh.


Setelah shalat subuh dia masih duduk di atas sajadahnya dan berdoa


"Ya Allah tolong sembuhkan lah mas Bryan, angkatlah segala penyakitnya hamba mohon ya Allah semoga mas Bryan kembali sehat seperti sedia kala dan kembali berkumpul bersama kami semua, amin..."


Bik Arum yang baru saja bangun meneteskan air matanya saat mendengar doa nonanya, dia terharu atas ketulusan dari nona mudanya untuk tuannya sangat berbanding terbalik dengan mantan istri tuannya dulu.


Saat itu Bryan juga harus di rawat di rumah sakit karena asam lambung tapi bukannya menemani suaminya itu di rumah sakit.


Cika malah pulang ke rumah dengan alasan dia mual berada di rumah sakit karena saat itu mantan istri tuannya itu juga tengah berbadan dua.


Tapi bukannya pulang ke rumah Cika malah pergi ke rumah selingkuhannya, siapa yang memberitahu?


Tentu saja sopir yang mengantar Cika yang memberitahu, awalnya sopir Cika tidak tahu rumah siapa yang sering di datangi Cika.


Dan saat di tanya Cika hanya mengatakan kalau itu adalah rumah temannya.


Dan di saat Bryan butuh beberapa bukti tambahan agar Perceraiannya cepat selesai sopir Cika memberitahu Bryan bahwa Cika sering kali datang ke sebuah rumah.


Akhirnya Bryan menyuruh asistennya itu untuk menyelidiki dan ternyata rumah itu adalah rumah selingkuhan Cika.


Setelah melipat sajadah dan mukenanya Diana menghampiri bik Arum yang duduk di sofa


"Bibik sudah bangun"


"Maaf nona bibik ketiduran"


"Tidak masalah bik, bibik kan juga perlu tidur"


"Bibik mau ke musholla, apakah nona tidak apa-apa sendirian di sini?" tanya Bik Arum


Diana melihat ke jam dinding yang ada di sana


"Bik Arum ke musholla saja, aku tidak apa-apa di sini sendirian lagi pula kan ada mas Bryan, bik"


"Sungguh tidak apa-apa nona?"


"Iya tidak apa-apa, nanti kalau mas Bryan bangun aku akan langsung memanggil dokter"


"Baiklah saya tinggal dulu jika anda butuh sesuatu, di depan ada beberapa bodyguard yang di utus tuan besar"


"Iya bik"


"Bibik tidak akan lama"


"Iya bik santai saja"


"Saya permisi nona"


Diana mengangguk, setelah bibik keluar Diana Menghampiri Bryan dan duduk di kursi sebelah ranjang Bryan


"Mas, kenapa belum bangun? Mas tidak rindu pada ku?"


"Hiks hiks mas aku rindu, aku ingin dipeluk seperti biasanya"


"Cepatlah bangun aku punya kabar bahagia Untuk mu"


"Hiks hiks, maafkan aku yang selalu menyusahkan mu"


"Hiks hiks hiks"


Diana menunduk di atas brankar Bryan sambil menangis, dia sungguh tidak tega melihat banyak alat-alat di tubuh Bryan di tambah lagi banyak lecet-lecet di wajah tampan suaminya itu.


Hampir satu jam Dia menangis, sedangkan bik Arum dia sudah kembali setengah jam yang lalu.


Tapi saat akan masuk ke ruang inap tuannya bik Arum melihat dari kaca yang ada di pintu, nona mudanya tengah menangis jadi bik Arum menunggu nonanya selesai menangis baru akan masuk ke dalam.


"Mas, aku rindu suara mu mas jadi tolong bangunlah"


Sesaat setelah Diana mengatakan itu jari jemari Bryan yang berada di genggaman Diana perlahan bergerak.


Diana yang merasakan itu mendongak menatap jemari itu, senyum bahagia terbit di wajahnya.


"Mas..." Diana memanggil suaminya tangannya bergerak menekan tombol untuk memanggil dokter


"Mas..."


Bik Arum melihat dari kaca kecil di pintu nonanya itu menekan tombol, lantas dia segera masuk ke dalam.


"Ada apa nona? apa tuan sudah bangun"


"Bik jari mas Bryan bergerak"


Bik Arum juga melihat jari tuannya itu bergerak, tepat saat itu dokter sudah datang.


"Dok, jari mas Bryan bergerak dok" ucap Diana saat melihat dokter sudah di sana


"Baik dok"


Diana dan bik Arum menunggu di luar ruangan dan ternyata kedua mertuanya itu sudah datang bersama Hana yang tertidur di gendongan papa Heru.


Mama yang melihat menantu dan bik Arum di luar menjadi panik


"Nak ada apa?"


"Jari mas Bryan bergerak ma, dokter sedang memeriksa mas Bryan"


"Benarkah?"


"Iya ma, semoga mas Bryan sadar"


"Iya pasti"


Ceklek pintu terbuka dokter keluar dari sana


"Dok bagaimana keadaan anak saya?" tanya mama


"Alhamdulillah tuan Bryan sudah siuman"


"Alhamdulillah..."


"Kami bisa menemuinya dok?" tanya mama Anna


"Tentu saja nyonya, silahkan"


Dokter memberi jalan agar mereka bisa masuk setelah itu dokter dan 2 orang suster kembali ke ruangan mereka


"Bryan" panggil mama Anna pada Bryan yang sudah duduk bersandar


"Mama" jawab Bryan masih lemah beberapa alat yang menempel di tubuh Bryan sudah di lepas oleh dokter


"Syukurlah kamu sudah bangun sayang"


"Ma dimana istri ku?" tanya Bryan


"Dia disini, sayang kemarilah Bryan mencari mu"


Diana yang tadi berdiri di belakang papa dan mama melangkah menghampiri Bryan dengan senyuman.


"Mas"


Bryan mengerutkan keningnya


"Ada apa sayang?" tanya mama Anna pada putranya


"Siapa dia ma? aku mencari istri ku Cika"


Deg sakit itulah yang di rasakan Diana saat ini, suaminya tidak ingat padanya


"Apa maksud mu Bryan?" tanya mama


"Cika di mana ma? Kenapa dia tidak ada di sini? malah perempuan lain yang ada di sini"


"Bryan dia istri mu"


"Bukan ma istri ku itu Cika bukan perempuan itu"


"Bryan kamu dan Cika sudah lama bercerai karena Cika selingkuh dan dia istri mu yang sekarang, apa kamu lupa kalian baru saja menikah 5 bulan lalu"


"Apa maksud mama, Cika itu tengah hamil anak ku ma bagaimana bisa kami bercerai apa lagi aku sudah menikah lagi"


"Bryan apa kau sudah gila! dia istri mu" ucap mama Anna yang sudah kesal


"Tidak ma bukan"


"Ma sebaiknya jangan paksa Bryan" ucap papa


"Papa diam"


"Bryan dengarkan mama, kau dan Cika sudah bercerai hampir empat tahun memang benar Cika hamil anak mu tapi kalian bercerai tepat setelah putri mu lahir dan sekarang putri mu itu sudah berumur hampir 4 tahun, beberapa hari lagi putri mu ulang tahun, Bryan"


"Tidak mungkin ma, jangan membohongi Bryan"


"Mama tidak bohong Bryan untuk apa mama berbohong kamu lihatlah sendiri, lihat itu gadis kecil yang tengah tertidur di gendongan papa mu namanya Hana dia putri mu umurnya hampir 4 tahun"


"Ha ha ha mama mana mungkin dia anak ku, anak ku masih di dalam perut Cika, ma" ucap Bryan sambil tertawa


"Ya Allah, Bryan sadar Bryan kau sudah bercerai dengan Cika dia selingkuh lalu dia putri mu dan perempuan ini adalah istri mu yang baru kau nikahi 5 bulan lalu!"


.


.


.