
Kurang lebih sepuluh menit, Maxim telah menyudahi performance-nya. Ia menuruni panggung kecil itu dan berjalan menghampiri sang istri dan mengajaknya berdansa bergabung dengan pasangan yang lainnya.
Musik pengiring pesta dansa masih mengalun indah mengiringi gerakan tubuh dan ketukan kaki dari setiap pasangan yang sedang menikmati atmosfer romantic dan merasakan euforia secara berjama'ah.
^^^Background Music Senorita^^^
^^^Camila Cabelo ft. Shawn Mendes^^^
I love it when you call me senorita
I wish I could pretend, I didn't need ya
But every touch is oh la la la
It's true la la la
Oh, I should be running
Oh, you keep me coming for you
Land in Miami
The air was hot for summer rain
Sweat dripping of me
Before I even knew her name la la la
It feel like ooh la la la
Yeah, no..
Shappire moonlight
We dance for our in the sand
Tequila sunrise
Her body fit right in my hand la la la
"It feel like ooh la la la, yeah.." Lantun Aufar lembut di telinga sang istri mengikuti lirik lagu yang sedang terputar nyaris tak terdengar oleh Alia. Bak dibubuhi dengan soda kue, senyuman Alia mengembang seperti bentuk sebuah roti.
Lalu mereka berdua melantunkan lirik demi lirik lagu tersebut bersama-sama. Alia menyandarkan kepalanya dengan posisi miring di dada bidang sang suami. Sedangkan kedua tangannya masih melingkar indah di leher Aufar. Tingkah manja sang istri ini berhasil menarik kedua sudut bibir Aufar sehingga membentuk lengkungan indah bak bulan sabit. Ia meletakkan dagu seksinya di puncak kepala Alia dan mengeratkan pelukannya di pinggang sang istri.
I love it when you call me senorita
I wish I could pretend I didn't need ya
But every touch is oh la la la
It's true la la la
Oh, I should be running
Oh, you keep me coming for you
Di tengah-tengah suara musik yang mendominasi seluruh ruangan, sayup-sayup terdengar bisikan dari pasangan manusia raksasa yang baru saja memasuki lantai dansa di telinga Alia dan Aufar.
"Hei, aku ingin berdansa seperti putri dalam dunia novel," bisik Miya kepada Kingston.
"Hem..bagaimana caranya?" Tanya Kingston dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Kita sudah pernah melakukannya. Angkat tubuhku lalu pijakkan kakiku di atas kakimu." Jelas Miya sambil berbisik namun masih bisa terdengar.
Kingston terlihat sedikit menunduk menatap kaki Miya. "Tapi hak sepatumu agaknya sa..."
CUP..
Belum selesai laki-laki bertubuh kekar dan bermata tajam itu menjawab, namun Miya sudah mendaratkan bibirnya di pipi sang terkasih. Hal itu membuat Alia dan Aufar ikut tersenyum melihat tingkah lucu dari dua manusia raksasa yang merupakan sahabat lamanya itu.
Sementara di sisi lain, tampak Fafa dan Alex yang gaya dansanya sangat berbeda dengan pasangan yang lain. Agaknya mereka mempunyai masalah yang belum terselesaikan.
"Iiih..lu ngapain nginjek kaki gue, Dul?" Celetuk Fafa.
"Eeeh, siapa juga yang nginjekin? Dasar kaki elu aja kek remahan rengginang." Seloroh Alex sambil menoyor kening Fafa. Namun sebelah tangannya masih tetap menggenggam tangan Fafa dan tubuh mereka pun masih bergerak seiring lantunan musik ala barat daya itu.
"Enak aja bilang kaki gue kek remahan rengginang. Gini-gini gue produk asli Indonesia wooi..! Elu gak akan nemuin bentuk yang kek gue di negara elu itu. Gue ini masuk dalam nominasi manusia unik, ngarti kagak lu?" Menoyor balik kening si Alex.
"Lambe lemes lu, liat aje yee gue bakalan bikin lu menderita di bab terbaru novel gue nanti!" Ancam Fafa yang merupakan Author dari novel My Vampire Ceo.
"Cielah..ngancam gue lu? Keknya otak lu lagi eror akut. Elu lupa siape gue?" Alex menaikkan sebelah alisnya.
"Apa elu mau gue berubah wujud dan memporak porandakan acara temen lu ini?" Ancaman Alex membuat Fafa menelan salivanya dengan berat.
"Iye iye..udah ah, jan ngaco lu. Bisa kaga sih lu romantis dikit ama Author sendiri?" Cebik Fafa sambil memonyongkan bibirnya.
Hal itu membuat Alex terkekeh kecil, "dasar Author singa.co..!!! Kalian sengaja kan bikin part ini menjadi kolaborasi yang bisa bikin kalian para Penulis Singa.co naik ke permukaan?" Cerca Alex sambil tergelak semakin keras sehingga terdengar di telinga para Authors.
"EMANG MASALAH BUAT ELO SERIGALA DEKIL???" Suara para Penulis Singa.co terdengar serentak di seluruh ruangan.
Bersamaan dengan hal itu, semua makhluk yang berada di ruangan tersebut tampak mendongakkan pandangannya karena melihat cahaya putih mengkilat yang berasal dari puncak Ballroom hotel tersebut. Tak terkecuali si Raja dan Ratu sehari dalam acara malam itu. Pesta dansa seketika terinterupsi sejenak.
"Mas, itu cahaya apa?" Tanya Alia yang menampakkan wajahnya sedikit ketakutan.
Aufar dengan wajah masih mendongak ke atas tersenyum simpul dan menjawab pertanyaan si istri.
"Pemeran utama novel Diary Paravisi karya Penulis Keparat Jibril Ibrahim yang pernah kita bicarakan waktu itu, sepertinya menerima undangan kita, Sayang."
"Apa? Mak..maksud Mas Penulis Keparat yang hobi menceburkan Athena ke lautan itu?" Alia bergidik ngeri.
"Yup..ayo kita sambut mereka." Aufar menggiring tubuh sang istri yang masih terlihat ketakutan.
"Tenang aja, Sayang..mereka cuma tokoh novelnya bukan si Author Keparat itu." Aufar mengelus lembut punggung Alia.
Tampak dari balik cahaya putih itu dua pasang suami istri, Athena dan Senja Terakhir melayang mengitari langit-langit Ballroom dan perlahan mendarat sempurna di lantai. Athena mengenakan pakaian serba tertutup khas timur tengah namun tetap membiarkan bagian wajahnya terekspos sehingga wajah cantik bak Monalisa itu membuat semua mata terhipnotis.
Berbeda dengan Senja Terakhir. Ia terlihat lebih formal dengan setelan jas yang hampir mirip dengan Aufar. Namun rambut hitam gondrong itu tetap menjadi ciri khas yang tidak bisa ditemukan pada diri seluruh laki-laki yang berada di ruangan tersebut.
Aufar dan Alia berjalan menghampiri kedua tamunya yang hadir agak terlambat itu.
"Kalian hampir saja melewatkan pesta dansanya." Ucap Aufar sambil mengulurkan tangan kanannya kepada senja.
"I'm really sorry Far, tadi sore kami berdua agak sibuk. Ada misi ranjang yang harus kami selesaikan." Jelas Senja tanpa ragu sambil menoleh ke arah Athena dan mengedipkan sebelah matanya. Lalu menyambut tangan Aufar.
"Dasar Raja Mesum," pekik Athena di dalam hati.
Alia yang melihat keunikan dua penyihir itu hanya bisa tersenyum kikuk.
Aufar mengajak Senja Terakhir dan Athena memasuki lantai dansa dan menyambung kembali moment yang sempat terpotong itu.
Ketika Aufar ingin memberi kode dengan jarinya kepada pemain musik, terdengar pekikan seorang wanita yang tidak terlalu tua namun memang sudah emak-emak dari pintu masuk.
Dia berjalan tergopoh dengan seorang laki-laki bertubuh tinggi sekitar 170 cm.
"Pegimane bisa elu mau ngakhirin part ini tanpa gue, hah?" Seloroh wanita itu dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
"Aha..gua kira elu gak bakalan dateng Jojon.." Ucap Aufar sambil terkekeh.
"Gue diundang juga, masa' kaga dateng. Gimane sih lu? Emang Bu Author lu kaga bilang apa kalo gue datengnye telat? Tadi gue harus update bab terbaru gue dulu. Kenalin nih laki gue." Tutur Author novel Derita Si Kembang Desa dengan suara cemprengnya.
Aufar tersenyum sekilas dan menjabat tangan si bang toyib.
Setelah itu pesta dansa dilanjutkan kembali dengan background music yang sama.
All along I've been coming for ya
And I hope it meant something to ya
Call my name I'll be coming for ya
Coming for ya, coming for ya, coming for ya
For ya, for ya, for ya
Dengan berakhirnya pesta dansa itu, maka berakhir pula rangkaian acara resepsi pernikahan Alia dan Aufar. Mereka sangat bersyukur semua teman-teman dari novel sebelah bisa menghadiri acara ini.
Semua pasangan itu satu persatu menyalami sang pengantin, memberikan selamat, dan juga memberikan kado pernikahan.
Ariel, Anggun, Maxim, Mikha, Archie, Anya, Kingston, Miya, Alex, Fafa, Jojon dan suaminya pamit undur diri dan berjalan bergantian menuju pintu keluar.
Namun berbeda halnya dengan Athena dan Senja Terakhir. Mereka kembali ke tempat asalnya dengan cara yang sama dengan seperti halnya mereka datang ke tempat ini. Hentakan kaki senja terakhir membuat kedua tubuh mereka melayang dan menghilang ditelan cahaya putih mengkilau.
Bersambung..