Ellia's Husband

Ellia's Husband
Kebenaran



Malam sudah cukup larut, namun hiruk pikuk tempat ini masih juga belum berubah sepi, beberapa orang masih senang berada di tempatnya, bermain game bersama, menyalakan api unggun dan menikmati kebersamaan, tak hanya itu menyanyi dan menari bersama juga mereka lakukan di sini.


Hanya Ikram yang terlihat berbeda, laki-laki itu hanya duduk diam dengan tatapan kosong mengarah ke depan, terlihat sangat hampa tidak perduli seberapa ramai sekelilingnya.


"Mas Ikram," panggil Ellia.


"Mas Ikram," panggil Ellia lagi ketika Ikram masih tidak menjawab panggilannya.


"Ah ada apa?" tanyanya dengan sebuah senyum di bibirnya.


"Laki-laki ini setiap bicara tidak pernah sekalipun menghilangkan senyum dari bibirnya, bahkan hendak membunuh orang pun dia juga masih bisa tersenyum, sempurna sekali topeng yang ia kenakan agar semua orang tidak tau apa yang sebenarnya ia rasakan." batin Ellia.


"Ada apa sayang?" tanya Ikram lagi yang sudah menarik lembut jemari Ellia di pangkuannya.


"Ini sudah malam, kita kembali saja yuk, mas Ikram masih harus banyak istirahat kan?" ajak Ellia.


"Kenapa ?, disini saja, ini pesta pertama yang di buat istriku, aku tidak ingin pergi, ini sangat menyenangkan," ucapnya berbohong.


"Aku tidak mengadakan pesta, lagipula jagung yang ku beli sangat sedikit, aku tidak tau kenapa bisa jadi banyak dan tidak habis-habis," gumam Ellia.


"Lihatlah," tunjuk Ikram ke beberapa penjual yang sengaja ia panggil untuk meramaikan acara ini.


"Astaga," ucap Ellia tidak percaya.


Bukan beberapa penjual, sangat banyak sekali penjual jagung dengan banyak sekali karung-karung di belakang mereka.


"Aku sengaja agar semua orang di tempat ini bisa menikmati jagung bakar seperti yang selalu kau sukai itu dengan banyak sekali rasa," ucap Ikram.


Ellia hanya mendekat dan menarik tubuh suaminya ke dalam pelukannya, "mas, kita sudah menikah kan? aku tidak masalah jika mas Ikram membagi semua perasaan yang mas Ikram rasakan padaku, aku memang tidak bisa membantu tapi aku bisa menjadi pendengar yang baik,"


"Kenapa tiba-tiba," tanya Ikram melepaskan tubuhnya dari tubuh Ellia.


"Hanya ingin bilang saja, mas Ikram selalu tau apa yang aku inginkan tanpa aku perlu bilang apapun sebelumnya, tapi aku tidak sepintar mas Ikram, jadi kedepannya tolong bilang padaku apa yang mas Ikram butuhkan, apa yang mas Ikram inginkan, aku ingin belajar semua hal tentang mas Ikram,"


"Benarkah? di mulai dari mana?" tanya Ikram.


"inginnya dari mana?" jawab Ellia.


"Tidak jadi, aku tidak ingin apapun," jawab Ikram.


"Cih, nggak asik,"


Ikram hanya menatap istrinya yang tengah kesal dengan bibir maju ke depan.


"Bukan tidak ingin berbagi El, tapi beban ku sangat berat untuk ku bagi dengan siapapun, tidak denganmu, tidak juga dengan kedua adikku, aku hanya cukup terlihat baik-baik saja di depan kalian agar kalian tidak khawatir, kebahagiaan kalian jauh lebih penting dari apa yang aku rasakan." batin Ikram.


***


"Bagaimana Ikram bisa tau hubungan kita?" tanya Logan pada Iriana.


"Aku juga tidak tau, abang juga tau kalau kita semalam, uhm," ucap Iriana lagi.


"Bagaimana jika Ikram tidak setuju dengan hubungan kita?" tanya Logan.


"Tidak akan, selama aku bahagia, bang Ikram pasti akan menyetujuinya."


Logan tersenyum, "benarkah? dia pasti sangat menyayangimu,"


"Tentu saja, bang Ikram pasti sangat sayang padaku, aku adik perempuan satu-satunya," ucap Iriana dengan sangat percaya diri.


Logan membelai lembut jari jemari milik Iriana yang saling mengisi jari jemarinya, "bukankah tanganmu sangat pas di tanganku?"


Ini bukan hubungan pertama Iriana, sebelum dengan Logan Iriana sudah pernah berhubungan dengan laki-laki lain, namun karena semua orang yang pernah berhubungan dengannya adalah orang biasa, ia merasa sangat biasa saja ketika menjalin hubungan, tidak ada sensasi khusus, hanya datar saja, sangat membosankan pikirnya.


Namun karena ini adalah anak buah abangnya, ia harus menjalin hubungan secara rahasia, terlebih Logan juga tidak mau mempublikasikan hubungan ini, dengan latar belakang mereka yang sama, jadi sedikit banyak mereka faham satu sama lain.


"Logan," panggil Zelin.


"Ikut denganku," teriaknya.


"Siap bos, aku pergi dulu," pamitnya pada Iriana yang menghela nafas panjang setelah kepergian orang yang di cintai nya itu.


Zelin membawa Iriana ke sebuah hutan, hampir tidak ada orang di sini.


Plak


Sebuah tamparan mengenai pipi Logan hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana.


"Zelin apa ini?"


"Ini bukan cara yang benar, gadis itu tidak melakukan apapun sampai kau harus membuatnya menerima semua kebohongan ini,"


Seringai menakutkan terlihat di wajah Logan, "Kenapa? sudah mulai cemburu padanya ? ah atau tidak ingin melihat Ikram terluka karena aku akan menyakitinya," tanya Logan.


"Logan ini bukan masalah cemburu, ada seseorang yang harus terlibat di hubungan kita yang sudah rumit ini, tolong jangan memperkeruh situasi, ini tidak benar."


"Iriana itu urusanku, jangan mencampurinya,"


"Kau pikir Ikram akan diam saja?"


"Hahaha, Ikram, sejak dulu hanya namanya saja yang ada di hati dan pikiranmu itu, lihat Zelin ? Laki-laki itu sudah menikah, akhirnya hanya aku yang akan tetap bersamamu, kenapa kamu masih tidak mengerti," ucap Logan.


"Cinta tidak bisa di paksakan, aku tidak bisa bilang aku mencintaimu jika memang tidak, aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri," teriak Zelin.


"Bisa, kau pasti bisa melakukannya," ucap Logan.


"Crazy, aku tidak menyangka kau akan menjadi gila seperti ini,"


"Semua ini karena mu," ucap Logan lagi.


"Lepaskan dia, selesaikan hubunganmu dengannya dan kita akan kembali ke benteng hitam," perintah Zelin.


"Tidak, aku akan tetap di sini bersamanya,"


"Ini perintah,"


"Zelin, tidak adakah sedikit cinta untukku di hatimu, sedikit saja," ucap Logan.


Zelin masih diam di tempatnya, tidak ada sebuah jawaban pun yang keluar dari mulutnya, hingga laki-laki ini tersenyum, "Aku memundurkan diri, kamu sudah tidak bisa mengaturku lagi," ucap Logan yang langsung meninggalkan Zelin mematung di sana.


"Jika aku tidak bisa denganmu, aku akan menghancurkan orang yang ada di hatimu, pilarnya akan ku hancurkan satu persatu, dimulai dari Iriana," ucapnya terakhir sebelum menghilang entah kemana.


Ifraz yang sejak tadi sembunyi di balik pohon terdiam, tidak percaya dengan apa yang ia dengar, firasatnya membawanya kesini setelah Zelin berbicara dengannya tadi, namun ini cukup untuk membuktikan kebimbangan Ikram sangat beralasan.


***


Terimakasih untuk semua teman-teman yang masih mau melanjutkan membaca cerita yang hampir semua orang lupakan ini, juga untuk support dan waktu yang kalian luangkan saat memberi like, komentar dan vote.


Khusus hari ini Author hanya bisa update satu chapter dulu ya, sampai ketemu besok.