
"Setelah ini kak Zelin akan menjemputmu dan membawa ke benteng hitam, bang Ikram juga sudah menandatangani bahwa benteng hitam sudah kembali pada kak Zelin, pemilik sahnya,"
Deg, batin Logan tak percaya.
"Apa yang dia rencanakan dengan semua ini," pikirnya yang masih ragu untuk menerima.
"Karena itu kak,"
"Kak?"
"Iya, kakak suami kak Zelin, dia sudah kami anggap seperti kakak kami, jadi mulai sekarang hiduplah dengan baik dan jangan berada dalam masalah lagi, nikmati hidup kedua yang di berikan bang Ikram pada kalian, kalian juga harus bahagia," ucap Nadin.
"Bahagia," gumamnya lirih, kata ini tidak pernah terbesit sedikit pun di hidupnya, seperti sebuah hal yang sangat tidak mungkin terjadi di hidupnya.
"Ah iya, Iriana meminta maaf karena sikap yang tidak sopan padamu, dia hanya kesal karena kakak memberi banyak sekali luka di tubuh abangnya, dia selalu menangis saat bang Ikram terluka setiap kali kembali ke rumah, karena itu di masa depan jangan melakukan hal buruk lagi dan hidup dengan tenang di kehidupan kalian Masing-masing," ucapnya menyampaikan pesan Iriana.
"Kau terlalu banyak bicara," ucap Logan.
"Cih, kakak yang terlalu tidak asik di ajak bicara," ucap Nadin tidak kalah ketus.
"Aku menunggu kak Zelin dulu di depan, aku kurang ahli membuka rantai seperti ini," ucapnya lagi.
Flashback Off
Logan menatap Zelin yang berada di sampingnya, tepat dibelakang kemudi, "mulai sekarang, kita hanya berdua, tidak ada aturan, tidak ada paksaan dan tidak ada tuntutan, yang ada hanya apa yang kita inginkan, aku akan mengejar mu lagi dari awal, dengan cara seperti manusia pada umumnya," batin Logan.
Zelin masih fokus dengan jalanan yang ada di depannya, ia tidak bisa berfikir hendak di bawa kemana oleh Logan, "aku bisa menjaga diri, uang di rekening ku juga cukup untuk biaya hidupku sampai aku mati, apapun yang akan dia lakukan padaku nanti, aku masih bisa hidup dan bangkit kembali," batinnya.
" Itu apa?" tanya Logan saat melihat sebuah kotak hitam yang berada di pangkuan Zelin.
"Ah, ini pemberian dari seorang adik," ucapnya.
"Ah," ucapnya yang langsung nyambung dengan apa yang baru saja di katakan oleh Zelin.
"Sejak kapan dekat dengan mereka ?"
"Sejak pertama kali datang ke sini, mereka sudah hangat sejak awal, aku tidak perlu melakukan apapun untuk berusaha dekat dengan mereka," ucap Zelin.
Suasana kembali hening, tidak ada lagi yang bicara, satu menit, satu jam, bahkan hingga perjalanan ini selesai, keduanya masih berada dalam keheningan.
***
"Bagaimana kak? enak tidak rasanya?" tanya Iriana saat Ellia mulai memasukkan sesuap sendok es krim ke dalam mulutnya.
"Hmmm, rasanya benar-benar meleleh di mulut, enak banget An," ucapnya tidak bisa menyembunyikan rona bahagia dari wajahnya.
"Iya kan, makan yang banyak kakak ipar, nanti kalau kurang kita nambah lagi," ucap Iriana semangat.
Tak lama sebuah pintu terbuka, "telat banget ngasih infonya, gua nggak ketinggalan kan?" tanya Ifraz yang baru saja masuk.
"Tidak ke rumah sakit?"
"Tidak, aku bermain saja bersama kalian," ucap Ifraz yang sudah mengambil es krim milik Iriana ke dalam mulutnya.
"Kita sedang makan, kita nggak bermain,"
"Itu sama saja,"
"Nona, ada sedikit bunga dari orang di sebelah sana," ucap seorang pelayanan memberikan bunganya pada Iriana.
"Lain kali saya tidak mau menerima pemberian seperti ini, bantu aku membuangnya jika ada lagi," ucap Iriana.
"Nggak sopan Na, berikan saja padaku mbak, kalian bisa pergi," ucap Ifraz yang mengambil rangkaian bunga yang di berikan oleh beberapa pelayan.
"Mau di apakan kak ?"
"Nadin sangat suka mawar, aku akan membuat ekstrak mawar untuk parfumnya nanti," jawab Ifraz.
"Kenapa tidak mengatakan langsung padanya kalau dokter Ifraz mencintainya," ucap Ellia.
"Tapi penggemar Iriana banyak juga loh, sampai tau kamu di sini, pakai bawa bunga sebesar ini pun," ucap Ellia lagi.
"Wah tentu saja kakak ipar, aku kan primadona di manapun aku berada," ucapnya percaya diri yang di balas oleh gelak tawa semuanya.
Hari ini setalah sekian lama keluarga ini bisa makan di luar, "bersenang-senang seperti ini juga baik kan kak, tidak di rumah terus atau berada di dalam situasi yang menegangkan terus," tambah Iriana.
"Tapi abang sedang membuat kegaduhan sekarang," ucap Ifraz di sela-sela makan seperti bayi.
"Mas Ikram kenapa ?" tanya Ellia.
"Abang pasti sangat kesal sampai harus turun tangan sendiri, dia berada di sana saat kebun anggur itu terbakar," ucapnya.
"Hah ? tapi mas Ikram tidak apa-apa kan ?" tanya Ellia khawatir
"Tenang kakak ipar, dia sudah berada di kantor dengan selamat, ada Nando dan Andara di sisinya, siapa yang bisa melukainya, terlebih Andara berada di bawah pelatihan ku, dia sudah lebih dari mampu untuk membatu bang Ikram saat terjadi sesuatu yang tidak di inginkan nanti," ucapnya.
"Tapi kenapa mas Ikram sampai melakukan itu ? toga sampai sangat marah itu padaku," ucapnya.
"Mereka mengincar kakak ipar untuk menghancurkan abang,"
"Aku ? kenapa aku ? aku tidak pernah mengusik mereka sama sekali,"
"Mereka tidak bisa menemukan kelemahan abang, jadi mereka pikir kakak ipar adalah kelemahannya, mangkanya ingin melakukan sesuatu yang buruk pada kakak agar bang Ikram kalah,"
"Tunggu-tunggu, tujuannya apa ?"
"Dia adalah orang berpengaruh kedua setelah abang, dia juga hidup dalam samaran, terlihat biasa, tapi Dirgantara sangat kaya,"
"Kalian bagaimana bisa tau sebanyak ini ?"
"Semua hal tentang abang, kita sudah pasti tau terlebih dulu kak,"
***
Danial Group
Ikram datang ke kantor sebagai CEO untuk pertama kali dengan Nando dan Andara di belakangnya, "selamat pagi tuan muda,"
"Pagi semua, kalian bisa bekerja dengan baik seperti biasa, jangan hiraukan aku," ucapnya.yang langsung berjalan masuk menuju kantornya.
Kantor Ikram berada di lantai paling tinggi di tempat ini, "Andara, mulai sekarang kau bisa duduk di sini, semua hal yang berkaitan Dengan mu jika ada yang tidak bisa atau di rasa sulit, bisa langsung bertanya pada Nando oke, ruangan Nando ada di sebelah ruangan ku," jelas Ikram menunjuk sebuah ruangan di samping kantornya.
"Baik tuan muda,"
Berbeda dengan Andara yang berhenti di depan pintu ruangan Ikram, Nando mengikuti Ikram sampai ke dalam, "bagaimana Ellia ?"
"Sudah makan bersama nona muda ketiga dan tuan muda kedua,"
"Ifraz juga ikut ? pengangguran sekali dia," tambah Ikram.
"Katanya malas bekerja tuan,"
"Astaga," ucap Ikram menarik nafas pelan.
"Nona Zelin menolak kembali ke benteng hitam tuan,"
"Biarkan saja," ucapnya yang cukup tau dengan harga diri wanita itu, terlebih Logan ada di sampingnya, sudah pasti di tolak mentah-mentah.
"Tuan muda ketiga memberikan sebuah alat baru buatannya, password-nya adalah nama tuan berdua dan nona ketiga, beliau khawatir kalau terjadi sesuatu dnegan nona Zelin,"
"Ifraz tidak seburuk itu, dia marah dan membanting pintu, tapi masih cukup baik, drama keluarga yang menyenangkan," ucap Ikram senang.
***
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar kak
Selamat membaca