Baby Blues

Baby Blues
bab 91 kamu hanya milikku



WARNING!! Mengandung konten dewasa!!! Mohon sebaiknya pembaca 18+ ya...


.


Resepsi pernikahan Roger dan Rebecca berlangsung sangat meriah. Semua orang bersuka cita menikmati kebahagiaan.


Terlebih teman-teman SMA Roger dan Aldho banyak yang datang tentu saja sekalian reuni.


Mereka menghabiskan waktu bersama dengan bernostalgia bercerita masa-masa sekolah dulu. Cindy dan Rebecca hanya bisa tertawa saat teman-teman menceritakan hal-hal konyol yang dulu pernah Aldho dan Roger lakukan.


"Sepertinya tidak seru jika tidak ada permainan" ujar Tom, salah satu teman Aldho.


Akhirnya mereka membuat permainan truth or dare dengan memutar botol kosong di atas meja. Semua orang harus menjawab segala pertanyaan atau mereka harus menerima hukuman yang ditentukan.


Pertanyaan demi pertanyaan dan pengakuan dari masing-masing orang yang ikut permainan menjadikan suasana tampak meriah. Ditambah hal-hal lucu saat mereka memilih untuk menerima tantangan saat tidak mau menjawab.


Kali ini Roger harus membuat rayuan maut untuk Rebecca didepan semua orang karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan.


Roger yang sulit menggombal menjadi bahan tertawaan teman-temannya.


Sementara Aldho lebih banyak menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh teman-temannya.


"Ah Kak Aldho nggak seru. Kok dijawab semua sih. Aku kan pengen lihat kamu dihukum juga" omel Cindy.


"Jadi kamu suka aku dihukum nih" balas Aldho. Cindy hanya terkekeh.


Permainan berlanjut, dan kali ini botol mengarah kepada salah satu teman mereka yang bernama Mona. Tom langsung memberi pertanyaan untuknya.


"Mona, siapa diantara kita yang ingin kau cium?" ujar Tom.


Mona langsung menunjuk Aldho. "Tentu saja Aldho, karena aku sering memikirkan mu" tanpa disangka tiba-tiba Mona langsung menghampiri Aldho dan mengecup bibirnya.


Mona yang selalu bersikap spontan dan apa adanya tidak mengetahui bahwa Aldho sudah menikah dengan Cindy karena dia lama tinggal di luar negeri. Yang dia tahu Cindy adalah adiknya.


Seketika semua orang terdiam melihat apa yang dilakukan Mona. Aldho tampak canggung. Sementara Cindy hanya bisa bengong melihat hal itu.


Mimpi apa dia semalam hingga melihat suaminya dicium oleh wanita lain didepannya.


"Maaf aku permisi dulu" Cindy langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan mereka semua.


"Cindy, mau kemana?" Aldho ikut beranjak mengikuti Cindy.


Suasana jadi canggung. Semua orang akhirnya mengakhiri permainan mereka.


"Apa salahku, Aldho kan single jadi tidak masalah dong aku menciumnya" ucap Mona kepada teman-temannya.


"Single Pala lo.. dia sudah menikah dengan Cindy" omel Tom.


Mona akhirnya mendengar kisah cinta antara Aldho dan Cindy hal itu langsung terkejut dan merasa bersalah.


Sementara Cindy terus berjalan pergi tanpa menghiraukan Aldho yang memanggilnya. Dia terus berjalan ke bibir pantai.


"Sayang, jangan pergi. Dengarkan aku dulu" Aldho akhirnya berhasil meraih tangan Cindy.


Dengan cepat Cindy langsung menepis tangan Aldho.


Dia menatap Aldho dengan marah. Matanya sudah memerah dan air matanya mengalir di kedua pipinya.


"Sayang, itu tidak disengaja aku benar-benar tidak tahu. Maafkan Aku" Aldho mencoba untuk menjelaskan.


"Tapi istri mana yang tidak marah ketika suaminya dicium wanita lain didepan matanya" Cindy semakin terisak.


"Maaf sayang, maafkan aku. Aku hanya milikmu. Aku mencintaimu. Bibir ini juga hanya milikmu. Hanya kamu yang berhak" Aldho memeluk Cindy. Kali ini Cindy tidak menolak dia luapkan semua tangisannya di dalam pelukan Aldho.


"Tak boleh ada yang menyentuhmu. Kamu hanya milikku" Cindy mengusap Bibir Aldho. Membersihkan bekas ciuman wanita lain.


Aldho kemudian mencium bibir Cindy dengan penuh kelembutan. Cindy membalas ciuman itu.


Dari kejauhan Roger dan Rebecca terus memperhatikan Cindy dan Aldho. Mereka khawatir jika terjadi sesuatu.


"Sepertinya mereka sudah berbaikan" ucap rebecca.


"Aldho pasti bisa menaklukkan Cindy. Semarah apapun Cindy tak bisa lama-lama jika dengan Aldho" ungkap Roger. Dia tahu betul antara Aldho dan Cindy.


Tiba-tiba Rebecca langsung meraih wajah Roger dan mencium bibirnya.


Roger sedikit terkejut namun sangat bahagia ketika Rebecca yang bertindak duluan. Karena selama ini Rebecca selalu malu-malu saat bersama Roger.


"Kamu milikku sayang, hanya kamu tidak ada yang lain" Roger langsung mengangkat tubuh Rebecca dan menggendongnya menuju kamar pengantin.


Dengan masih membopong tubuh Rebecca perlahan Roger membuka pintu kamar mereka. Aroma semerbak harum mawar langsung menyambut. Hamparan kelopak mawar merah terhampar di setiap sudut lantai dan beberapa lilin menyala di meja membuat suasana semakin romantis.


Roger merebahkan Rebecca diatas Ranjang dan langsung menindihnya. Keduanya tak melepaskan ciuman sama sekali. Begitu gemasnya Roger hingga ingin memakan Rebecca.


Ciuman Roger yang terus menuntut akhirnya menyusuri wajahnya hingga turun ke leher dan terus ke bawah hingga tepat di dada Rebecca.


Rebecca begitu menikmati ciuman Roger hingga tak sadar kini gaunnya telah lolos dari tubuhnya.


Tangan Roger terus bergerilya membuat Rebecca meremang. Sentuhan-sentuhan itu berhasil membawa dirinya terbang ke awang awang terlebih ketika Roger memainkan benda kenyal favoritnya.


Roger sudah tidak sabar dan kini melepas semua pakaiannya dan kembali menindih wanita yang telah sah menjadi istrinya.


Meskipun pernah melakukan dengan Rebecca sebelumnya namun kali ini terasa sangat berbeda. Roger merasa benar-benar jatuh Cinta kepada Rebecca. Tak henti-hentinya dia membisikkan ungkapan Cinta disela-sela pacuannya.


"you're so beautiful Honey, You make me crazy baby..." Roger terus meracau kala Rebecca mengganti posisi diatas tubuh Roger. Tangannya terus membelai dan meremas aset Rebecca yang paling disukai Roger.


Rebecca terus memacu dirinya diiringi dengan racauan keluar dari mulutnya.


"Honey i'm coming..." Rebecca tak kuasa menahan dirinya hingga akhirnya ambruk diatas tubuh Roger.


Tubuhnya yang basah oleh keringat terlihat mengkilap terkena cahaya lilin membuat dirinya tampak lebih seksi.


Roger semakin terpacu dan tak membiarkan Rebecca beristirahat lebih lama. Tubuh Rebecca seolah menjadi candu terbesar untuknya.


Mereka baru menyelesaikan kegiatannya hampir pukul tiga pagi. Tenaganya terkuras habis hingga keduanya tertidur dengan pulas.


Di tempat lain Aldho dan Selina sudah tertidur pulas sementara Cindy masih terjaga. Dia tetap saja memikirkan kejadian itu. Rasanya ingin sekali dia mencakar bibir Mona. Hatinya masih dongkol.


"Mama... Mau pipis" lamunan Cindy terhenti ketika Selina terbangun. Akhirnya Cindy mengantar Selina ke toilet setelah itu dia berusaha tidur meski masih sulit.


.


Keesokan paginya Mona langsung mendatangi Cindy dan Aldho untuk meminta maaf. Dia mengaku bahwa tidak mengetahui bahwa Aldho sudah menikah.


Meski awalnya Cindy masih marah namun akhirnya mereka mulai berbaikan. Dia menganggap kejadian itu sebuah kecelakaan. Jika terjadi lagi Cindy tak segan untuk memberi pelajaran Mona.


Semua orang bersiap untuk kembali ke kediamannya dan melanjutkan pekerjaan. Roger dan Rebecca tinggal lebih lama untuk berbulan madu.


Saat Cindy bersiap packing tiba-tiba Aldho meraih tangannya.


"Sayang, apa sebaiknya kita juga Honeymoon? Kan selama ini selalu gagal." ujar Aldho.


"Tapi kan Selina sudah waktunya masuk sekolah Sayang, nggak enak kalau dia terus-terusan bolos" balas Cindy.


"Ya biar Selina kembali sama Mama dan Ayah sementara kita disini. Tiga hari saja sayang nggak perlu lama-lama." Aldho terus membujuk Cindy akhirnya dia mau.


Sekarang Aldho tinggal membujuk Selina dan kedua orang tuanya. "Yah, Ma, Aldho sama Cindy pengen disini dulu ya, Selina biar pulang dulu. Kan itung-itung Honeymoon yang tertunda. Hehe.." Bujuk Aldho.


"Yasudah kalau itu mau kamu. Tapi kasih tau Selina sendiri. Nanti ayah yang kasih tahu dia nolak lagi?" ujar Pak Tirta.


Akhirnya Aldho memberitahu Selina langsung. "Sayang, kamu pulang duluan sama Kakek dan nenek tidak apa kan? Papa sama mama masih ada urusan disini"


"Memangnya kenapa? Papa ada urusan apa?" tanya Selina penasaran.


"Katanya kamu pengen adek, nanti papa buatkan adek sayang" bujuk Aldho.


"Adek yang dari perut mama? Mau pa.. Selina mau. Tapi kenapa Selina tidak boleh ikut lihat?" dengan polosnya bocah itu bertanya.


"Kamu masih kecil sayang, nanti kalau sudah dewasa baru ngerti. Bolehkan Papa disini dulu?"


"Iya Papa sayang..." balas Selina sembari tersenyum bahagia.


.


.


...****************...