Baby Blues

Baby Blues
bab 11 perlakuan manis



Hubungan Cindy dengan Roger semakin romantis. Bak dimabuk asmara Cindy selalu bersemangat saat bertemu Roger karena ini pertama kalinya dia menjalin hubungan dengan lawan jenis.Bisa dibilang saat ini Roger adalah cinta pertamanya.


Cindy yang kembali ceria membuat kedua orang tuanya serta Aldho turut bahagia. Akhirnya Roger juga memiliki tempat kembali di hati keluarga gunawan terutama Aldho. Hubungan yang sempat renggang kini terjalin kembali.


"Sayang, kenapa bawa makanan sebanyak ini? aku jadi merepotkanmu" Roger memprotes Cindy yang datang ke rumah sakit membawa banyak makanan.


"Tidak apa-apa kan kamu harus kuat buat jagain papa" Cindy memang sudah begitu akrab dengan ayah Roger. Ayah Roger sendiri yang meminta dipanggil papa oleh Cindy.


"Baiklah aku makan ini ya" Roger segera mengambil sendok dan makan masakan buatan calon istrinya.


"Bagaimana rasanya?"


"hmm..jika begini berat badanku bisa cepat bertambah"Roger kembali mengambil beberapa makanan.


"enak tidak?" tanya Cindy penasaran.


"Benar-benar sangat enak. Aku sangat beruntung nanti punya istri yang pintar memasak sepertimu" puji Roger.


Cindy tersenyum malu-malu. Dia memang mempelajari semua masakan dari Mama Grace. Dari kecil Cindy dan Aldho selalu membantu mamanya memasak maupun membereskan rumah. walaupun dari keluarga yang cukup berada Mama Grace tidak pernah mencari asisten rumah tangga. Hanya petugas kebersihan yang kadang-kadang datang dua minggu sekali untuk membersihkan rumah.


Tak terasa Roger makan begitu banyak hingga kekenyangan.


"Sayang aku benar-benar kenyang hari ini. Biasanya aku makan makanan cepat saji seadanya. Namun kali ini sangat spesial sampai aku lupa dengan kapasitas perutku" Roger menyenderkan dirinya di sofa.


Cindy terkekeh melihat tingkah calon suaminya yang konyol itu.


"Cindy, kau di sini nak?" Papa Roger menyapa Cindy.


"Iya pa, papa sudah bangun? bagaimana keadaan papa?" Cindy menghampiri ranjang calon mertuanya.


"Aku sudah mulai membaik. Nak maaf gara-gara papa kamu harus mengundur pernikahanmu"


"Tidak masalah pa, yang penting papa harus sehat dulu"


Papa Roger begitu menyukai Cindy. Bahkan dia lebih perhatian terhadap Cindy daripada Roger. Dia percaya bahwa Cindy akan membuat putranya lebih baik.


"Aku akan mengantarmu pulang" Roger membereskan kotak bekal yang dibawa Cindy.


"Tak apa aku akan pulang sendiri. Kak Roger jaga Papa saja" tolak Cindy.


"Jangan. Biarkan Roger mengantarmu" Papa Roger juga meminta kepada Cindy.


Akhirnya mau tidak mau Cindy menuruti Roger.


"Kak, tapi aku harus mampir ke suatu tempat. Ada janji dengan teman-temanku"


"Baiklah aku akan antarkan"


Cindy dan Roger berhenti di sebuah cafe. Disana sudah ada ketiga sahabatnya. Zara, Windy dan Tika.


Sebenarnya Roger ingin menunggu di mobil namun Cindy meminta untuk tetap ikut.


"Sayang, biarkan aku disini saja. Bagaimana kalau nanti teman-temanmu merasa tak nyaman ada aku?"


"Ayolah... tak apa, biar mereka juga mengenalmu" Cindy terus membujuk Roger yang akhirnya menuruti permintaannya.


Cindy berjalan memasuki cafe dengan diikuti Roger. Mereka segera menemukan teman-temannya dan tentu disambut dengan hangat.


"Emm.. kamu mengajak siapa?" tanya Zara


"oh, kenalkan dia kak Roger" Cindy mengenalkan Roger kepada teman-temannya. Sebagian dari mereka sudah mengetahui bahwa itu Roger namun belum saling mengenal.


Roger mengenalkan dirinya dan menjabat tangan teman Cindy satu persatu.


Saat Cindy akan duduk buru-buru Roger melarangnya membuat Cindy bingung.


"Jangan, sebentar aku carikan kursi lain"


Roger mengganti kursi Cindy dengan kursi yang beralas empuk serta memiliki sandaran.


"Kursi itu tidak akan nyaman untukmu" Perlakuan manis Roger membuat Cindy tersipu.


"terimakasih" ucap Cindy dengan tersenyum.


Sikap Roger yang begitu perhatian akhirnya mengubah pandangan teman-teman Cindy. Sebetulnya dia bukan Pria beringas seperti yang Cindy alami sebelumnya. Nyatanya Roger adalah pria manis dengan sejuta perhatian.


Mereka bercengkrama dan saling berbagi cerita masing-masing. Roger cepat akrab dengan teman-teman Cindy. Tiba-tiba ponsel milik Roger berdering.


Mendengar panggilan sayang untuk Cindy maka teman-temannya langsung menggoda gadis itu.


"Ciee.. sudah sayang-sayangan ni yeee..." goda Tika.


Cindy hanya mengelak malu-malu.


"Cindy, kamu sudah berbaikan dengan Roger?" tanya Windy penasaran.


"hmm.. iya bisa dibilang begitu" jawab Cindy sembari tersenyum.


"Aku lihat Roger juga begitu perhatian kepadamu. Lalu kalian sejak kapan bisa semesra ini?" lanjut Zara.


Akhirnya Cindy menceritakan semua yang dialaminya bersama Roger. Dia juga menegaskan bahwa saat ini dia sudah siap untuk menikah dengan Roger.


Roger kembali datang bergabung dengan mereka. Dia memperlakukan Cindy dengan begitu baik hingga membuat teman-temannya iri.


"Hey ayolah, apa kami harus menonton kemesraan kalian terus?" protes Tika.


Cindy dan Roger hanya tertawa.


.


Cindy sudah dirumah sedang membantu Mama Grace menyiapkan makan malam. Kebetulan Aldho baru saja pulang kerja.


"Cindy panggil Ayahmu juga kakakmu untuk makan malam" pinta Mama Grace.


"Iya Ma" Cindy segera mencari ayah dan kakaknya untuk makan malam bersama.


Suasana makan malam kembali ceria karena Cindy sudah kembali jadi gadis yang periang. Hingga makan malam selesai mereka kembali melakukan aktivitas masing-masing.


Beberapa hari ini Aldho begitu sibuk serta Cindy juga menghabiskan waktunya dengan Roger membuat mereka jarang bertemu.


Cindy mulai merindukan Aldho dan berniat untuk menjahili kakaknya. Dia mengetuk pintu kamar Aldho.


"Kak, boleh aku masuk?" ucap Cindy sembari mengetuk pintu.


"Iya Cindy, masuk saja" jawab Aldho dari dalam.


Cindy membuka pintu kamar Aldho dan mulai memasukinya. Dia melihat sekeliling ruangan itu. Terlihat Aldho sedang sibuk dengan laptopnya. Kamarnya begitu rapi dan nyaman.


Aldho memang sangat rajin menata kamar tidurnya. Dia begitu rapi dan bersih tidak seperti kebanyakan pria lainnya.


Mula-mula Ci ndy mulai mendekati rak buku Aldho dan mengambil beberapa buku.


"Ayolah Cindy, aku tahu niatmu kesini hanya untuk mengacaukan kamarku kan?" Protes Aldho


Cindy seolah tidak mendengarkan ucapan Aldho. Dia terus mengacak-acak barang Aldho yang lain.


"Hey, Cindy jangan dipindah itu"


"Cindy, dengar kakak tidak sih?"


"Cindyy....."


Cindy hanya menoleh dengan wajah tengilnya dan justru terus menggoda Aldho.


Akhirnya Aldho mulai mendekati Cindy dan Cindy justru berlari menjauhi Aldho.


"Kak Aldho tidak akan bisa menangkapku" Dengan tangan jahilnya Cindy terus menarik selimut dan bantal Aldho hingga berserakan di lantai.


"Dasar anak ini, jangan lari Cindy kamu bisa jatuh" Aldho terus mengejar Cindy.


Cindy tidak menghiraukan perkataan Aldho hingga akhirnya kakinya tergelincir selimut dan hampir jatuh ke lantai. Dengan sigap Aldho langsung menangkap tubuh Cindy namun karena keseimbangannya tidak tepat membuatnya ikut terjatuh.


Cindy jatuh diatas tubuh Aldho. Bibirnya membentur bibir Aldho membuat mereka tak sengaja saling berciuman.


Tatapan mereka saling menyatu. Sejenak kedua insan itu saling menatap dan memperhatikan satu sama lain.


.


.


jangan lupa kembang kopinya kawann...