
Roger mengantar Cindy dan Aldho ke kamar mereka. Sebelum itu Rebecca menggendong Selina terlebih dahulu dan memindahkan ke kamarnya karena tidak mungkin mereka akan tidur bertiga.
"Sayang biar Selina tidur bersamaku ya" ujar Rebecca. Roger pun mengangguk. Dia senang melihat Rebecca begitu menyayangi putrinya.
Sementara Aldho kini telah berada di kamarnya bersama Cindy. Melanjutkan kegiatan yang dia mulai sejak tadi di mobil. Untung saja kamar di apartemen Roger kedap suara sehingga pertempuran mereka tak akan mengganggu tidur yang lain.
.
Tak terasa liburan Cindy di Milan telah usai. Kini semua orang mulai kembali ke tanah air. Kali ini Roger tidak sendiri melainkan Rebecca juga ikut.
Sampai di Indonesia mereka disibukkan dengan persiapan pernikahan Roger. Rebecca secara khusus meminta Cindy untuk mempersiapkan gaun pengantinnya. Tentu saja sebagai calon adik ipar Cindy harus memberikan yang terbaik.
Pak Theo begitu senang ketika pertama kali melihat Rebecca. Dia percaya Rebecca adalah pilihan terbaik untuk Roger. Perlahan kesehatannya juga mulai membaik setelah anak-anaknya kembali akur.
"Jully, apa menurutmu tubuhku terlalu kurus?" Ungkap Rebecca saat mencoba gaun pengantin buatan Cindy.
"Sepertinya, ku pikir ukuran tubuhmu masih sama seperti kemarin. Baiklah aku akan memperbaiki ukurannya lagi, masih ada waktu" Cindy segera meneliti gaunnya untuk diperbaiki.
Kedekatan antara Cindy dan Rebecca kini kembali terjalin setelah masalah Roger beberapa waktu lalu.
Selina tampak begitu antusias terlebih Rebecca sekarang ikut tinggal bersama Roger. Mereka sangat cocok satu sama lain.
Tiba hari pernikahan mereka. Semua orang kini telah berada di salah satu Resort milik Pak Theo. Tempat dimana Roger dan Rebecca melaksanakan acara pernikahan mereka.
Semua orang sudah berkumpul dan mempersiapkan acara. Tampak keluarga besar orang tua roger serta rekan dan sahabat-sahabatnya.
Rebecca kini sudah siap. Meski hanya dengan riasan natural serta gaun pengantin buatan Cindy. Kecantikannya bak manekin hidup. Membuat semua orang pasti terpana saat melihatnya.
"Rebecca ayo kita bersiap keluar. Tamu sudah berkumpul semua" ujar Cindy sembari memeriksa gaun Rebecca.
Namun saat Cindy hendak keluar tiba-tiba Rebecca menarik tangan Cindy.
"Jully, aku merasa gugup"
Cindy tersenyum melihat Rebecca. Gadis itu sudah dia anggap seperti saudaranya.
"Tidak usah gugup. Ini hari bahagiamu dan Roger. Aku yakin Roger tidak akan kabur kali ini" Cindy memeluk Rebecca untuk menenangkannya.
"Lalu apa aku akan berjalan di altar sendirian? Tidak ada satupun keluargaku yang datang." ucap Rebecca sendu.
"Tidak Rebecca, ayah akan menemanimu berjalan di altar nanti. Kamu sudah seperti putri ayah" tiba-tiba Pak Tirta datang.
"Terimakasih ayah" Pak Tirta memeluk Cindy dan Rebecca. Rebecca merasa benar-benar beruntung mengenal Cindy dan keluarganya.
Tiba saatnya pemberkatan Roger sudah berdiri di altar ditemani Pak Theo menunggu kedatangan mempelai wanita.
Untuk pertama kalinya dalam hidup Roger benar-benar dibuat gugup. Dia berharap ini adalah pernikahan pertama dan terakhir kali untuknya.
Rebecca tampak berjalan menuju Altar. Kali ini dia tidak sendiri melainkan diantar oleh Pak Tirta. Sementara didepannya ada Selina dan anak laki-laki salah satu kerabat membawa buket bunga mengiringi pengantin.
Semua orang dibuat takjub oleh pesona pengantin wanita yang begitu cantik bak bidadari.
Roger tak kuasa menahan air matanya saat menyambut Rebecca di atas altar. Dia tidak menyangka kisah cinta mereka berlabuh hingga ke pelaminan.
Dengan mengucap janji suci pernikahan keduanya kini sah sebagai sepasang suami istri.
Cindy tampak berkaca-kaca menyaksikan pernikahan sahabatnya itu. Aldho merangkul Cindy untuk menenangkannya.
"Kamu baik-baik saja sayang?" tanya Aldho sembari mengusap air mata Cindy.
"Iya, aku hanya terharu melihat mereka berdua. Ini pernikahan yang indah dan penuh kebahagiaan." Dibanding pernikahan Cindy dahulu yang penuh duka dan keterpaksaan. Walaupun kini keduanya saling mencintai.
"Nggak lah sayang, aku kan sudah jadi istri kamu masak mau nikah lagi" omel Cindy.
Aldho terkekeh. Rupanya istrinya salah menangkap ucapannya.
"Maksudnya kita menikah lagi sayang, buat acara resepsi seperti ini. Pengantinnya kamu dan aku" ucap Aldho sembari mencubit ujung hidung Cindy.
"Tidak perlu, setiap hari bersamamu itu sudah membuatku sangat bahagia." Cindy mengecup lembut pipi Aldho.
Acara dilanjutkan dengan jamuan para tamu. Rebecca dan Roger sibuk menyambut tamu-tamu yang hadir. Walaupun tak satupun dari mereka yang Rebecca kenal tapi semua tamu sangat ramah terhadap dirinya. Sehingga Rebecca tak terlalu canggung.
Dari kejauhan tampak seorang pria paruh baya yang terus memperhatikan Rebecca.
Selina yang mengetahui hal itu segera memberitahu Rebecca.
"Mommy, ada orang yang terus memandang Mommy. Mommy kenal kakek itu?" Selina berbisik kepada Rebecca.
Rebecca langsung melihat sosok yang di tunjuk oleh Selina. Betapa terkejutnya dia saat melihat orang itu.
"Ayah?"
Rebecca hendak menghampiri pria yang diduga ayahnya tersebut. Namun pria itu buru-buru pergi dari tempat itu.
"Sayang, ada apa?" Roger menghampiri Rebecca yang tampak mencari seseorang.
Rebecca langsung memeluk Roger. Sambil berkaca-kaca dia memberitahu Roger tentang sosok yang dia lihat.
"Mungkin kamu salah lihat sayang, kalau dia ayahmu pasti akan menghampiri kemari bukannya pergi" ujar Roger.
"Benar juga" Dalam hati Rebecca dia begitu yakin dengan apa yang dia lihat. Pria pasti ayahnya tapi kenapa dia tidak menghampiri Rebecca.
.
Sorenya acara masih berlanjut resepsi. Roger dan Rebecca tampak lebih santai memakai gaun malam. Cindy tampil dengan gaunnya berwarna hitam satin tanpa lengan dengan punggung terbuka membiarkan kulitnya tampak eksotis kala sinar menyorot dirinya. Lagi-lagi Aldho dibuat terpana oleh kecantikan istrinya.
"You look so sexy baby, lihat kamu gini gak sabar pengen berduaan di kamar sama kamu." bisik Aldho menggoda Cindy.
"Kan tiap hari juga berduaan di kamar" balas Cindy.
"Bukan itu sayang, maksud aku kita pas bikin adek buat Selina." bisik Aldho sambil terkikik.
Seketika Cindy mencubit pinggang Aldho. Sejak insiden kepergian Cindy ke Milan dan mereka bertemu kembali kini Aldho semakin gencar menggoda Cindy. Bahkan jika ada kesempatan dia tak segan meminta jatahnya kepada Cindy. Maklum dia benar-benar rehat selama enam tahun menahan hasratnya. Dan kembalinya Cindy adalah obat yang sangat dia rindukan selama ini.
Tiba waktunya sesi dansa sepasang pengantin itu mulai berdansa dengan begitu mesra. Disusul oleh para tamu dan kerabat. Aldho langsung meraih Cindy untuk berdansa. Alunan irama musik dengan lagu Perfect dari Edd Sheeran membuat suasana semakin romantis.
Roger tak berhenti memandangi wajah cantik Rebecca yang kini menjadi istrinya. Diciumnya bibir mungil itu dengan begitu mesra membuat semua orang yang ada di hadapan mereka bersorak sorai.
Rebecca yang tidak terbiasa bermesraan didepan banyak orang menjadi malu.
Namun lain halnya dengan dua sejoli yang dimabuk asmara itu. Aldho dan Cindy tengah memadu kasih dengan saling berpagutan mesra seolah dunia hanya milik berdua.
Rebecca dan Roger hanya bisa menghela nafas panjang. Lagi-lagi mereka kalah dengan kakaknya.
Sementara Rebecca memeluk Roger dengan mesra tiba-tiba dia melihat sosok pria itu lagi.
"Ayah..."
.
Bersambung.