Baby Blues

Baby Blues
bab 86 berdamai



Sejak Roger kembali ke Indonesia dia sama sekali tidak menghubungi Rebecca. Bahkan sekedar mengabari pun tidak pernah. Seolah Roger hilang ditelan bumi.


Rebecca kini kembali bekerja untuk ibunya Roger namun dia masih menempati apartemen Roger sesuai permintaannya.


Ibu Roger tidak mengetahui bahwa putranya kembali mencari Cindy. Rebecca sengaja diam karena dia tidak ingin Roger mengalami masalah dengan mamanya.


Satu bulan setelah perginya Roger Rebecca merasa sangat kesepian namun dia tidak ingin mengganggu pria yang dia cintai.


.


Saat Cindy mengucapkan nama Rebecca seketika Roger sadar dan merasa bersalah kepada gadis itu. Tahun-tahun yang mereka lalui sangatlah indah.


Rebecca adalah satu-satunya kekasih yang tak pernah mengeluh bahkan selalu menerima dirinya apa adanya. Hanya saja Roger yang dibutakan perasaannya tak pernah menyadari itu.


"Tidak ada gadis sebaik Rebecca yang mau menerima segala kekuranganmu. Bahkan dia rela terluka demi dirimu. Jika kamu menyia-nyiakannya aku jamin tidak ada pengganti lebih baik dari dia" Cindy terus meyakinkan Roger.


Sejenak Roger terdiam merenungkan ucapan Cindy dan memang itu benar.


"Kamu benar Cindy. Terimakasih sudah menyadarkanku" tampak air mata Roger jatuh membasahi wajahnya.


Cindy mengusap air mata Roger dan pria itu langsung memeluk Cindy. Cindy kaget saat Roger tiba-tiba memeluknya.


"Maafkan aku Cindy aku lancang memelukmu. Tapi ini untuk terakhir kali aku tidak akan melakukannya lagi. Aku hanya merasa senang karena kamu tidak memarahiku"


"aku tidak akan marah kepadamu jika kamu mau menuruti permintaanku yaitu kembali bersama Rebecca" ungkap Cindy.


"Baiklah... mentang-mentang jadi kakak iparku sekarang mulai berani memerintahku" protes Roger.


Pak Theo diam-diam mengamati Roger dan Cindy. Dia khawatir jika terjadi masalah namun yang dia lihat justru hal yang baik. Akhirnya mereka berbaikan dan Pak Theo merasa lega. Sekarang tinggal membuat Roger dan Aldho kembali akur.


.


Seminggu kemudian Pak Theo mengundang keluarga Pak Tirta untuk makan malam bersama di rumahnya. Awalnya Aldho enggan ikut namun Selina yang meminta Papanya ikut akhirnya langsung dituruti.


Sebelum berangkat mereka bersiap-siap. Nampak Aldho sedikit gelisah.


"Sayang, apa yang kamu pikirkan?" Cindy memeluk pinggang suaminya dari belakang.


"Tidak ada, aku hanya merasa canggung jika nanti bertemu Roger. Aku harus bersikap bagaimana?" ujar Aldho.


"Santai saja seperti biasanya. Ini demi Selina, kamu tidak ingin kan melihat putri kita bersedih lagi?"


Aldho berpikir sejenak dan akhirnya dia mengiyakan ucapan Cindy.


Pak Tirta dan keluarganya berangkat. Namun mereka tidak satu mobil, Aldho membawa mobil sendiri untuk berjaga-jaga apabila ada hal darurat di rumah sakit.


Sampai di kediaman Pak Theo mereka langsung disambut oleh sang tuan rumah. Pak Theo mempersilahkan keluarga Pak Tirta ke meja makan yang sudah disediakan hidangan spesial untuk makan malam.


"Kakek..." Selina langsung memeluk kakeknya yang beberapa hari ini tidak bertemu dengannya.


Sementara Roger datang dan langsung menyalimi mereka satu persatu. Dia tampak canggung karena masalah yang dia buat beberapa hari yang lalu. Namun kehadiran Selina rupanya menjadi pencair suasana.


"Hai Daddy..." Selina menghampiri Roger dan memeluknya.


Sebenarnya Roger sedikit terkejut dengan sikap manis putrinya. Setelah kejadian itu dia sempat berfikir bahwa Selina akan membenci dirinya namun hal itu tampaknya tak terjadi.


Suasana makan malam begitu hangat. Mereka begitu menikmati hidangan buatan Bi Lila dan setelahnya mereka mengobrol satu sama lain. Tampak Cindy juga mengobrol dengan Roger seolah tidak pernah terjadi sesuatu.


Aldho nampak mengobrol dengan papanya di dekat kolam renang. Setelahnya Pak Theo pergi untuk mengambil sesuatu di dalam rumah dan tinggal Aldho sendiri.


Roger mulai menghampiri Aldho.


"Hei, Aldho. Bagaimana kabarmu?" sapa Roger.


"Roger, aku baik. Kau sendiri bagaimana?" balas Aldho.


Aldho tersenyum sembari menatap kolam. Pandangannya masih lurus kedepan.


"Aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kau meminta maaf Roger." ungkap Aldho yang kini menatap Roger.


"Terimakasih Aldho. Aku sangat bahagia mendengarnya. Dan sebenarnya aku senang mendapat kabar bahwa kita bersaudara" ujar Roger antusias.


Aldho tersenyum tipis sembari memandangi langit yang begitu cerah hingga terlihat banyak bintang.


"Aku juga tidak menyangka. Semua terjadi begitu saja dan kita tidak pernah tahu takdir membawa kemana. Yang jelas aku juga senang kamu adalah adikku"


Tanpa menunggu lama mereka saling berpelukan. Ini untuk pertama kali sejak Roger pergi meninggalkan Cindy. Aldho telah memaafkan Roger.


Sementara yang lain begitu bahagia melihat Aldho kembali berbaikan dengan Roger.


"Ku dengar kau sudah bertunangan di sana?" tanya Aldho setelah berpelukan dengan Roger.


"Iya, aku bertemu seorang gadis yang bisa menerimaku apa adanya" ucap Roger.


Sementara Selina kini menghampiri Roger dan mengajaknya bermain.


"Daddy ayo kita main. Selina kangen sama Daddy" rengek Selina.


"Oh, jadi begitu sekarang mentang-mentang ada Daddy terus Papa dilupain?" goda Aldho.


"Tidak pa, Papa tetap nomer satu tapi Daddy juga nomer satu" sambil tertawa Selina menggoda Aldho balik.


Roger mengajak Selina ke kamarnya karena kebetulan dia membeli beberapa mainan untuk putrinya. Mereka menikmati waktu berdua.


"Sayang, kamu mau punya mama lagi nggak?" tanya Roger tiba-tiba.


"Mama? Mamaku kan Mama Cindy" jawab Selina.


"Mama Cindy kan mama dari Papa, nah kalau ini mama dari Daddy"


Selina hanya mengangguk-angguk saja.


Akhirnya Roger melakukan Video Call kepada Rebecca.


Tampak Rebecca menyapa Selina. "Hai Selina, cantiknya Daddy ya" ucap Rebecca.


Tentu saja Selina terkejut dan berbisik kepada Daadynya "Dadd, kok dia tahu namaku?"


Seketika Roger tertawa. "Iya karena dia calon mommy kamu sayang"


Rebecca nampak tersipu malu sementara Selina begitu bahagia.


"Calon mamaku cantik sekali Dad" ungkapnya dengan takjub.


Rebecca dan Roger memang telah berdamai. Beberapa hari yang lalu Roger telah menghubungi dan meminta maaf kepada Rebecca karena dia telah meninggalkannya sendirian.


Rebecca yang tak bisa marah terhadap Roger tentu saja langsung memaafkannya.


Roger juga sudah menceritakan tentang Rebecca kepada Papanya. Niat baiknya tentu disambut antusias oleh Pak Theo.


Setelah puas bermain dengan Selina Roger kembali bergabung dengan keluarganya dan saling mengobrol. Dia tak ingin melewatkan kesempatan ini.


"Maaf, permisi semuanya. Aku ingin memberitahukan sesuatu. Sebelumnya aku sudah mendapat Ijin dari orang-orang tersayangku, Papa dan tentu saja Selina bahwa aku memutuskan untuk menikah. Aku akan menikahi kekasihku yang ada di Milan" ungkap Roger.


Tentu saja hal itu mendapat respon positif dari semua orang.


Cindy dan Aldho begitu bahagia mendengarnya.


...****************...