Baby Blues

Baby Blues
Bab 54 memaafkan



"Viona" Mama Grace sangat terkejut saat mendapati Viona yang berdiri di depan pintu.


"Selamat malam, Grace" Sapa Viona ragu.


"Untuk apa kamu kesini? Belum puas menyakiti anakku?" ucap Mama Grace ketus. Dia masih tidak bisa melupakan tentang apa yang telah Viona lakukan terhadap Cindy.


"Grace, maafkan aku. Aku kesini untuk minta maaf"


Pak Tirta penasaran siapa yang datang karena Mama Grace belum juga kembali. Saat ke depan dia turut terkejut dengan kedatangan Viona.


Aldho dan Pak Theo selesai mengobrol dia kembali ke dalam rumah. Namun di ruang keluarga terlihat sepi dan mendengar suara seseorang di depan.


Aldho mencari tahu ke depan dan melihat Viona datang.


Dengan kesal Aldho menghampiri Viona.


"Mau apa lagi kesini? Belum puas menyakiti istriku?"


"Aldho... Maafkan ibu. Ibu kesini untuk minta maaf"


Pak Theo melihat Viona datang minta maaf membuatnya sedikit lega. Akhirnya wanita itu berani datang meminta maaf.


Aldho tak menjawab. Dia memalingkan mukanya. Bingung antara memaafkannya atau tidak. Namun dia juga berfikir bagaimanapun Viona adalah ibunya.


"Cindy di mana Aldho, aku ingin minta maaf kepadanya" ungkap Viona.


"Dia sedang beristirahat Jangan ganggu dia"


Sementara Cindy berhasil menidurkan putrinya dan berniat kembali menemui keluarganya. Tapi dia mendengar suara gaduh di depan lalu mencoba mencari tahu.


Cindy terkejut melihat kedatangan mertuanya. Terakhir kali mereka bertemu saat pertengkaran waktu itu.


Cindy nampak ketakutan melihat Viona terlebih saat Viona memanggilnya.


"Cindy.. Cindy kemarilah" panggil Viona.


"Ti-tidak... Aku tidak mau" tolak Cindy.


Aldho melihat Cindy nampak ketakutan. Tangannya terlihat gemetar lalu dengan cepat Aldho menghampiri Cindy dan memeluknya.


"A-aku takut kak.." bisik Cindy.


"Tidak apa-apa. Dia tidak akan bisa menyakitimu lagi" Aldho mengusap kepala Cindy.


Tiba-tiba Viona menerobos masuk ke dalam rumah dan menghampiri Cindy. Dia bersimpuh dihadapan Cindy sambil menangis.


"Cindy.. Maafkan ibu nak. Ibu salah, ibu benar-benar minta maaf" Viona terus memohon kepada Cindy.


Awalnya Cindy masih ragu namun melihat Viona yang bersimpuh sambil menangis membuat Cindy mulai iba.


"Ba-baiklah aku akan maafkan. Tapi..."


Mendengar ucapan Cindy membuat Viona langsung bersemangat.


"Iya.. Apa sayang?" tanya Viona penasaran.


"Tolong jangan kasar lagi. Aku takut... Dan jangan coba pisahkan aku dengan Kak Aldho karena aku mencintainya" ungkap Cindy.


"Iya.. Iya sayang pasti. Aku tidak akan mengulanginya lagi" Viona langsung bangkit dan memeluk Cindy.


"Terimakasih Cindy" Viona tampak sangat bahagia dan begitu dekat dengan Cindy. Padahal semua itu dia lakukan untuk menarik perhatian Aldho agar dia mau menerimanya kembali.


Aldho menyaksikan ibunya yang tampak menyesal dan kembali menyayangi Cindy. Sekilas dia merasa senang namun tak serta merta menerima Viona begitu saja. Butuh waktu bagi Aldho untuk menyesuaikan diri kembali.


Setelah meminta maaf ke semua orang Viona mencoba kembali dekat dengan keluarga Tirta walaupun sebenarnya Mama Grace masih jengkel kepadanya.


Pak Theo nampak senang dengan perubahan sikap Viona. Sebenarnya Pak Theo masih memiliki perasan terhadap Viona. Karena bagaimanapun juga dia adalah cinta pertamanya.


Kedua orang tua Aldho sudah pulang. Ayah dan Mamanya juga sudah beristirahat. Ini untuk pertama kalinya akhirnya mereka bisa beristirahat dengan tenang karena Selina sudah diurus oleh Cindy.


Aldho memindahkan ranjang bayi yang ada di kamar lamanya ke dalam kamar Cindy. Malam ini adalah pertama kali mereka tidur dalam ruangan yang sama.


Cindy sedang berganti pakaian setelah selesai dia melihat Aldho yang duduk termenung di sofa kamar.


"Sayang, aku tidak salah kan jika memaafkan Bu Viona?" tanya Cindy menghampiri Aldho yang masih terlihat jengkel dengan Ibunya.


"Tidak sayang, aku justru masih merasa tidak enak kepadamu. Sikapnya yang begitu keterlaluan membuatku berpikir kamu tidak akan pernah memaafkannya"


"Awalnya aku enggan memaafkannya tapi setelah dipikirkan dia adalah ibu kita. Biar bagaimanapun orang tua harus dimaafkan"


Mendengar ucapan Cindy membuat Aldho bahagia. Dia mengusap kepala istrinya dengan lembut dan penuh cinta.


"Kamu semakin dewasa sekarang. Aku mencintaimu" kecupan lembut mendarat di kening Cindy. Sesuatu yang paling disukainya.


"Aku juga mencintaimu sayang, sangat... sangat... Sangat..." belum sempat Cindy meneruskan ucapannya Aldho kembali mencium bibir ranumnya.


"Maaf aku kecanduan dengan bibir cantik ini"


Saat keduanya menikmati kegiatan yang semakin menggelora itu tiba-tiba terdengar Selina menangis. Segera Cindy melepaskan diri dari Aldho dan menghampiri putrinya.


"Oh.. Sayang, kamu bangun.. Haus ya" Cindy mulai menggendong Selina dan menyusuinya. Aldho kini menghampiri Cindy dengan santai. Diperhatikannya Selina yang sedang digendong Cindy.


Cukup lama Selina belum juga selesai membuat Aldho menjadi gemas.


"Adek.. Udah dong nenennya, gantian sama papa ya" Aldho melirik Cindy.


"Eh.. Sayang kok gitu sih.." Cindy kaget mendengar ocehan Aldho.


"Ya kan aku juga mau sayang" goda Aldho. Muka Cindy langsung merona.


"Enak aja. Ini kan buat Selina. Nanti kalo kak Aldho jadi bayi lagi gimana?" ledek Cindy.


Aldho langsung tertawa mendengar ucapan Cindy.


"Tidak apa-apa jika aku jadi bayi. Nanti aku akan berkompetisi dengan Selina. Siapa bayi yang paling sehat dan paling suka *****" Cindy langsung mencubit pipi Aldho dengan keras hingga dia mengeluh sakit.


"Ini nih.. Bayi nakal"


.


Pak Theo tak henti-hentinya memandang potret kebersamaan dirinya yang menggendong Selina serta didampingi Cindy dan Aldho. Begini rasanya memiliki keluarga yang utuh walaupun tidak lengkap.


Dia berinisiatif mengunggah foto itu ke sosial media. Meski sudah lanjut usia Pak Theo masih aktif bersosial media. Roger yang mengajari hal tersebut dan dia pula yang membuatkannya agar bisa mengetahui kegiatan ayahnya saat masih di Australia saat itu.


Semenjak adanya Selina Pak Theo tidak pernah absen mengunggah foto cucunya tersebut. Dari situ pula Roger bisa mengetahui tentang Selina.


Roger sedang sibuk mengurus beberapa pekerjaan. Kemudian dia mendengar bunyi notifikasi di ponselnya. Dia tahu itu pasti notifikasi unggahan foto dari ayahnya. Hal yang selalu dia tunggu dengan bahagia. Pasti itu adalah foto Selina lagi.


Dengan segera Roger membuka ponselnya dan mencari notifikasi dari akun ayahnya. Benar itu foto Selina namun yang dia sangat terkejut saat melihat foto itu.


Roger merasa senang sekaligus sedih. Dia senang karena akhirnya dia bisa melihat wajah Cindy setelah sekian lama. Dia nampak cantik dan bahagia. Namun saat melihat Aldho yang merangkul Cindy dengan mesra dia merasa cemburu.


"Seharusnya aku yang berada di situ. Bukan kau" gumamnya penuh penyesalan.


.


.


.



bonus foto Papa Aldho biar makin semangat bacanya....