Baby Blues

Baby Blues
bab 88 bertemu nenek



"Sayang kok nggak pulang-pulang, Papa kangen Selina" rengek Aldho memelas dalam panggilan videonya.


"Papa, kan Selina sudah bilang kalau disini dua minggu. Baru satu minggu kok Papa minta pulang" ujar Selina.


"Udah dong Al, biar Selina disini dulu. Aku kan juga mau mengajaknya berkeliling. Jangan buat Selinanya gak betah" protes Roger kemudian menutup panggilan videonya. Aldho nampak bingung ketika Roger menutup Teleponnya tiba-tiba.


"Tuh, kamu sih merengek terus nanti kalau Selina rewel disana gimana?" omel Cindy.


"Iya-iya sayang, jangan ngambek lagi dong. Nanti cantiknya ilang" Aldho meraih tubuh Cindy dan mendekapnya bak guling hidup.


.


Rumah tampak sepi setelah seminggu Selina ikut Roger. Aldho menghabiskan waktunya sepulang kerja dengan menemani Cindy terkadang juga pergi nongkrong dengan teman-temannya.


Cindy sedang sibuk dengan peluncuran pakaian dengan musim terbaru sehingga dia terus berkoordinasi dengan timnya yang ada di Milan melalui sambungan daring.


Rencananya minggu ini dia akan ke Milan untuk peluncuran produk dan mengajak Aldho serta kedua orang tuanya sekalian liburan.


Semua sudah disiapkan tinggal menunggu jadwal keberangkatan. Pak Tirta dan Aldho juga sudah mengurus cuti selama dua pekan.


Cindy memberitahu Roger dan Rebecca tentang rencana keberangkatannya namun tidak dengan Selina. Dia sengaja ingin memberi kejutan untuk putrinya.


Roger telah menyiapkan apartemennya agar mereka bisa tinggal bersama.


Sementara hari ini Roger bersiap untuk bertemu dengan mamanya dan mengenalkan Selina.


Dia juga meminta bantuan Rebecca untuk meyakinkan mamanya jika terjadi penolakan.


Selina sedang bersiap memakai baju yang dibelikan Roger beberapa waktu lalu saat mereka jalan-jalan ke mall.


"Daddy memangnya kita mau kemana sih?" tanya Selina penasaran.



"Kita mau makan malam diluar sayang, kamu tampak sangat cantik." balas Roger.


"Oh, seperti waktu aku kencan dengan Papa?" balasan Selina sontak membuat Rebecca terkejut.


Roger yang mengerti akan maksud Selina langsung mengangguk dan tersenyum.


Mereka bertiga sampai di sebuah restoran bernama Mejor Milano. Roger menuju meja yang sudah dipesannya diikuti dengan Rebecca dan Selina.


Selina yang tampak menikmati suasana dan pemandangan kota Milan malam hari. Sedangkan Roger mulai gelisah jika Mamanya tidak akan menerima Selina.


Rebecca yang melihat kegelisahan Roger segera menenangkannya. Dia meraih tangan Roger dan menggenggamnya.


"Semua akan baik-baik saja sayang" bisik Rebecca.


Tak berselang lama seorang wanita paruh baya datang menemui mereka.


"Roger, Rebecca kalian sudah menunggu lama ya?" sapa Mama Roger.


"Tidak kok ma, baru saja" balas Roger.


Pandangan Mama Roger langsung tertuju pada sosok gadis kecil yang duduk di dekat Rebecca. Tak lain adalah Selina.


"Ini siapa?" tanya Mama Roger.


"Ini Selina, Sayang perkenalkan ini nenekmu" balas Roger.


Selina langsung memperkenalkan diri dan salim.


Mama Roger tampak terkejut dengan pengakuan Roger. Dia baru teringat bahwa bertahun-tahun lalu Roger menghamili Cindy dan membatalkan pernikahannya demi dirinya.


"Tu-tunggu. Roger apa benar dia putrimu?" Mama Roger nampak tak percaya.


Roger mengangguk. Sementara Mamanya masih memperhatikan Selina dengan seksama. Dia memandang mata bocah itu yang memang benar sangat mirip dengan Roger.


Seketika air mata mengalir membasahi pipi wanita paruh baya itu.


"maaf mama mau ke toilet dulu" Mama Roger langsung beranjak meninggalkan kursinya. Tentu saja Roger menjadi sangat khawatir.


Seandainya dia tidak berjanji kepada mendiang ibu Rebecca untuk menjodohkan Roger dan Rebecca pasti dia akan merestui hubungan Roger dan Cindy waktu itu.


Nasi sudah menjadi bubur. Semua sudah terlanjur dan kini dia hanya bisa meratapi perbuatannya di masa lalu.


" Mama pasti marah" gumam Roger lirih.


Rebecca meraih tangan Roger dan menggenggamnya. " Tidak sayang mungkin mama hanya butuh waktu sebentar. Kita tunggu dulu ya"


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Mama Roger kembali ke mejanya.


Terlihat mata sembab dari wanita paruh baya itu. Namun Roger tidak ingin mengoreknya lebih dalam .


"Hai sayang, senang bertemu denganmu. Ini nenek kamu juga" Sapa Mama Roger kepada Selina.


Melihat interaksi antara keduanya membuat Roger sangat lega.


Selanjutnya Roger memberitahu Mamanya bahwa dia akan segera menikahi Rebecca. Tentu saja Mamanya senang bukan kepalang.


"Mama sangat bahagia mendengarnya sayang" Mama Roger memeluk anak dan calon menantunya itu.


"Rencananya kapan dan mau dirayakan dimana? Mama tidak sabar" ungkap Mama Roger.


"Rencana kita akan menikah di Bali ma, bulan depan." balas Rebecca.


Namun sedikit ada kekecewaan saat Rebecca mengatakan akan menikah di Bali.


"Kenapa tidak disini? Disini banyak tempat bagus, kalian bisa menikah di Venesia, danau Como, Tuscany dan banyak lainnya. Kenapa harus Bali?" protes Mama Roger.


"Ma, aku dan Rebecca berasal dari Indonesia dan kami ingin melangsungkan pernikahan disana. Teman Roger banyak yang disana, kesehatan Papa akhir-akhir ini juga menurun. Aku khawatir perjalanan jauh membuatnya terganggu" jelas Roger.


Meski berat akhirnya Mama Roger menyetujuinya.


"Baiklah jika itu mau kalian. Rebecca sepertinya sudah dekat dengan Selina?" ujar Mama Roger.


"Iya ma, aku sangat senang dan cocok dengan putri kecil ini" ungkap Rebecca sembari membelai lembut rambut Selina.


Selesai makan malam Mama Roger ingin berbicara secara pribadi dengan Roger. Rebecca dan Selina memilih untuk berjalan-jalan di taman sekitar restoran.


"Roger, maafkan Mama. Melihat Selina Mama jadi emosional dan teringat saat Mama memintamu meninggalkan Cindy. Mama benar-benar egois dan lupa bahwa ada kehidupan didalam perut Cindy. Aku telah menyiksamu dengan perasaanmu" air mata terus menetes membasahi Wajah wanita paruh baya tersebut.


"Ma, semua sudah terjadi tak perlu disesali. Yang penting sekarang aku sangat senang karena keluarga Cindy telah memaafkanku dan Selina dekat denganku" ungkap Roger.


Roger merasa benar-benar bahagia saat ini. Beban perasaan yang selama ini dia tanggung perlahan mulai ringan ketika Cindy memaafkannya. Selina dan Rebecca saat ini menjadi dua sosok yang membuatnya semangat.


.


Cindy beserta keluarganya sudah tiba di bandara Milan. Roger sudah berada di sana untuk menyambut kedatangan keluarga Kakaknya. Sementara Selina dan Rebecca tetap di apartemen mempersiapkan semuanya.


"Mommy kenapa masak banyak sekali?" Selina heran.


"Tidak apa-apa. Nanti Daddy pengen makan banyak" balas Rebecca.


"Awas nanti sakit perut loh" omel Selina yang langsung ditanggapi tawa Rebecca.


Aldho dan keluarganya langsung pergi menuju apartemen Roger. Sebenarnya apartemen Cindy juga cukup luas saat ini ditempati Angel. Namun Roger meminta agar mereka jadi satu di tempatnya.


Sampai di apartemen Roger sengaja memencet bel dan tidak membuka pintu.


"Itu pasti Daddy pulang" Selina yang mendengar suara bel langsung berlari untuk membuka pintu.


Saat membuka pintu dia dibuat terkejut melihat orang-orang yang disayanginya datang.


"Papa...." Selina langsung meloncat dan memeluk Aldho.


"Sayangku, Papa kangen berat sama Kekasih kecilku ini"


.


...****************...