Baby Blues

Baby Blues
bab 89 peragaan busana



Selina benar-benar bahagia sekaligus tidak menyangka bahwa Papanya akan menyusulnya ke Milan, bahkan Mama, kakek dan neneknya ikut serta.


Bagai amplop dan perangko Selina dan Aldho tak melepaskan sama sekali. Selina begitu manja kepada Aldho, dia minta gendong di punggung, duduk dipangkuan Aldho dan kadang hanya bergandengan tangan. Tidak sekalipun jauh dari papanya hanya saat Aldho ke toilet saja mereka saling melepaskan.


"Selina dekat sekali ya sama Papa?" ucap Rebecca kepada Selina.


"Iya Mommy, Papa yang sudah merawat dan membesarkan aku. Papa juga selalu jadi teman terbaik untukku" ujar Selina.


Melihat kedekatan Selina dan Aldho sejenak membuatnya mengingat tentang masa kecilnya. Rebecca tak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah hingga dirinya dewasa. Beruntung Selina merasakan kasih sayang luar biasa dari Aldho meski bukan ayah kandungnya. Memikirkan hal itu membuatnya mulai berkaca-kaca.


Lamunannya sirna ketika Roger tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"Hayo ngelamunin apa sih. Cantik-cantik ngelamun nanti kesambet loh" goda Roger sembari menciumi pipi Rebecca.


"Sayang, apa nanti jika kita punya anak kamu akan menyayanginya seperti Kak Aldho menyayangi Selina?" ucap Rebecca sendu.


"Tentu saja, aku tidak ingin mengulang kesalahanku lagi. Aku janji jika nanti kita punya anak aku akan selalu menyayanginya. Bukan hanya anak kita tapi kamu juga, karena kamu adalah penyemangat hidupku" Roger merapatkan pelukannya. Kini dia merasakan jatuh cinta kepada Rebecca.


.


Hari pertama Cindy di Milan langsung disibukkan dengan pekerjaan. Beruntung Rebecca dengan senang hati menjaga dan memperlakukan keluarganya dengan baik sehingga dia tidak begitu khawatir.


Pekerjaan yang menumpuk membuat Cindy harus lembur dan kali ini Aldho yang menjemputnya.


Aldho diajak Cindy berkeliling perusahaannya. Dia benar-benar terpukau dengan pencapaian istrinya.


"Nanti kamu sama Selina ikut jalan di runaway ya sayang" pinta Cindy sembari menunjukkan baju hasil rancangannya.


"Tapi aku tidak pernah sayang, mana mungkin aku... Bisa-bisa nanti malah mengacaukan acaramu" tolak Aldho.


Namun Cindy terus meyakinkan Aldho. Dengan segala jurus mautnya akhirnya Aldho menuruti permintaan Cindy.


"Baiklah, tapi aku minta gaji yang setimpal. Aku tidak mau jika sma dengan model lain" protes Aldho.


"Tenang tuan, gajimu spesial dariku" goda Cindy.


Masih ada waktu seminggu untuk latihan. Aldho mulai berlatih berjalan di atas catwalk. Selina juga turut andil dalam peragaan busana kali ini. Bocah itu begitu antusias dengan usaha mamanya.


Hingga hari yang ditunggu tiba, Aldho dan Selina bersiap untuk merias diri dan memakai baju yang akan dipakai. Sementara Cindy sibuk mengkoordinasi bersama Angel.


Peragaan busana kali ini mengusung tema bridal sehingga pakaian yang dipamerkan merupakan gaun pengantin serta tuksedo untuk pria.


Para model mulai berjalan satu persatu di atas catwalk. Tiba giliran Aldho yang berjalan membuatnya sedikit grogi. Kesehariannya yang berada di rumah sakit menangani pasien dan meja operasi memang jauh berbeda dengan keadaan saat ini. Ini semua dia lakukan demi Cindy.



Dengan gagahnya Aldho berjalan di atas catwalk. Tubuh tinggi proporsional nan kekar membuatnya tak kalah memukau dengan para model pria.


Pak Tirta dan Mama Grace yang menyaksikan tentu merasa terpukau dan bangga atas pencapaian putrinya.


Hingga peragaan busana terakhir semua model berjalan mengitari runaway dan Cindy sebagai desainer berjalan keluar di antara para model. Dia tidak sendiri melainkan bersama Selina yang dia gandeng tangannya sebelah kiri.


Aldho menyusul Cindy dengan menggandeng tangannya sebelah kanan. Benar-benar tidak disangka mereka berjalan ditengah khalayak ramai bahkan bisa dikatakan seluruh dunia melihatnya.


Cindy memberi sambutan serta pidato atas pencapaian mereka kali ini. Tak lupa dia mengenalkan Aldho dan Selina sebagai suami dan anaknya. Tentu hal itu mengundang penasaran banyak orang.


"Pertanyaan yang selalu datang kenapa labelku bernama Alsey Milano adalah singkatan dari nama suami dan putriku.


Cindy tidak ragu lagi mengakui didepan semua orang. Bahkan Cindy berani terang-terangan menunjukkan kemesraan didepan banyak orang. Tidak peduli bagaimana pendapat orang lain justru yang dia terima adalah dukungan dan pujian. Dia benar-benar merasa lega.


.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya Cindy sudah bisa bernafas lega. Dia menikmati sisa-sisa waktunya di Milan untuk berlibur bersama keluarganya.


Mereka mengunjungi beberapa destinasi wisata dan berbelanja berbagai barang.


Setelah makan malam bersama keluarga Rebecca berinisiatif mengajak Cindy dan Aldho pergi ke club. Mereka menyetujui saja karena sudah lama tidak ke clubbing mumpung Selina sudah tidur dijaga oleh kakek dan neneknya.


Cindy sudah siap pergi. Kali ini dia terlihat berbeda.



Dia tampak memukau dengan gaun hitam berpotongan rendah. Aldho hanya bisa melongo menyaksikannya.


"You look so sexy Baby" bisik Aldho.


Mereka berempat sudah sampai di salah satu Club terbesar di kota itu. Disana sudah ada Angel dan kekasihnya menyambut karena sudah janjian.


Mereka menuju lantai atas ke tempat yang sudah dipesan. Selama berjalan banyak pria yang menatap kecantikan Cindy membuat Aldho mulai risih.


Diraihnya tubuh mungil istrinya itu dan terus merangkul pinggangnya. Hingga duduk pun Aldho langsung meminta Cindy duduk di pangkuannya.


Cindy sedikit canggung didepan teman-temannya namun dia tidak bisa menolak permintaan Aldho.


Setelah berbincang beberapa saat Angel mengajak para gadis untuk turun ke lantai dansa. Para pria hanya menyaksikan dari atas.


Diantara tiga wanita itu memang Cindy yang muda namun siapa sangka dia yang sudah dahulu menikah dan punya anak. Namun kecantikannya seolah menunjukkan bahwa dia masih gadis remaja.


Aldho memperhatikan Cindy yang tengah menikmati alunan musik DJ sembari meliuk-liukkan tubuh seksinya.


Tampak beberapa pria mencoba untuk mendekati istrinya tersebut. Aldho yang terpancing langsung menenggak habis minumannya dan menyusul Cindy ke lantai dansa.


Pria yang hendak menggoda Cindy mulai mendekat dan langsung saja Aldho menyambar tubuh Cindy dan memeluknya. Cindy yang terkejut langsung melihat ke belakang. Dia begitu senang saat Aldho bergabung dengannya.


Pria yang tadi masih ingin mencari celah untuk menggoda Cindy. Aldho yang cemburu langsung meraih wajah Cindy dan mencium bibirnya dengan begitu panas. Cindy pun membalas ciuman Aldho tak kalah ganas.


Roger dan kekasih Angel juga bergabung di lantai dansa. Mereka berempat hanya bisa melongo melihat Cindy dan Aldho yang tengah bercumbu ditengah keramaian.


Roger dan Rebecca hanya tersenyum melihat tingkah kakaknya. Padahal sebelumnya mereka begitu tertutup tentang hubungan. Terlebih Aldho yang selama ini selalu cuek terhadap wanita.


Pengaruh alkohol membuat mereka melakukan hal diluar kebiasaannya. Bak sejoli yang dimabuk cinta. Roger akhirnya membawa mereka pulang sebelum lepas kendali.


Bahkan disepanjang perjalanan Aldho dan Cindy yang duduk di kursi belakang masih saling mencumbu. Suara-suara des ahan dan suara aneh mereka membuat Roger tak fokus menyetir dan Rebecca bergidik. Bahkan mereka sampai tak berani menoleh ke belakang.


"Aku tidak menyangka mereka seberani ini" gumam Rebecca.


"Dasar bucin. Awas saja melakukan di mobilku, akan ku suruh mereka membersihkannya sendiri." ujar Roger sembari menghela nafas panjang. Dia ingin segera sampai rumah dan melempar keduanya ke kamar dan menguncinya agar tidak terlihat oleh matanya.


.


.