
Sudah seminggu sejak kecelakaan Rebecca belum juga sadar. Hal itu membuat Roger semakin khawatir.
Meski keluarga Rebecca tak pernah menyalahkan Roger tapi tetap saja dia merasa sangat bersalah.
Hari ini Rebecca sudah dipindah ke ruang perawatan sehingga Roger bisa menemaninya dari dekat. Semalaman Roger terus menemani Rebecca. Rasa bersalahnya membuat Roger terus menunggunya.
"Ayolah Rebecca bangun.. Jangan membuatku terus khawatir" gumam Roger sembari memegang tangan Rebecca.
Karena mengantuk Roger akhirnya mulai tertidur. Namun dia merasakan suatu gerakan dari jemari Rebecca. Seketika Roger langsung bangun dan memperhatikannya.
"Rebecca.. Kau sudah sadar?" Roger melihat Rebecca mulai menggerakkan kelopak matanya. Saat itu dia langsung memanggil perawat.
Dokter segera datang memeriksa keadaan Rebecca. Akhirnya gadis itu siuman dan keadaannya mulai membaik.
Saat membuka mata orang pertama yang di lihatnya adalah Roger. Karena saat itu hanya Roger yang menjaganya. Keluarganya begitu sibuk dengan urusan masing-masing.
"Roger..." ucap Rebecca lirih.
.
Hari-hati berlalu tak terasa besok sudah ulang tahun Cindy. Mama Grace mempersiapkan kejutan sederhana untuk putri tercintanya.
Dia menyiapkan makan siang di salah satu restoran favorit Cindy. Tak lupa mengundang kedua orang tua kandung Aldho.
Saat makan siang bersama mereka menyiapkan sebuah kue ulang tahun yang cantik untuk Cindy.
"Selamat ulang tahun Cindy" ucap Mama Grace sembari mencium putrinya.
"Terimakasih mama... Ini cantik sekali" balas Cindy.
Tak lupa Pak Tirta mengucapkan untuknya juga.
"Putriku tersayang selamat ulang tahun"
Disusul oleh Aldho, Pak Theo serta Viona mengucapkan selamat ulang tahun untuk Cindy.
Meskipun acaranya sederhana namun hal itu membuat Cindy begitu bahagia.
Semua orang bergantian memberi hadiah. Pak Theo memberi hadiah sebuah liontin cantik, ibu mertuanya memberi hadiah sebuah tas bermerk ternama.
"Sayang, hadiahmu nanti malam ya" Bisik Aldho yang berhasil membuat Cindy tersipu malu.
Sementara Mama Grace dan Pak Tirta memberi sebuah kotak berukuran sedang. Cindy membuka kotak itu dan ternyata adalah sebuah paket liburan ke Bali.
"Mama, ayah.. Ini paket liburan?"
"Iya sayang, awalnya kami ingin memberi paket liburan ke luar negeri namun kalian masih sibuk. Sudah saatnya kalian honeymoon sayang"
Aldho hanya tersenyum mendengar ucapan mamanya. Tempo hari mereka sudah pernah membahasnya.
"Tapi ma, Selina kan masih terlalu kecil untuk bepergian?" protes Cindy.
"Kalian itu mau berbulan madu untuk apa membawa Selina? Biar itu jadi urusan mama" Seketika semua orang tertawa.
"Ayolah sayang nikmati liburanmu mumpung mamamu sangat bersemangat" ujar Pak Tirta.
Akhirnya Cindy hanya bisa tersenyum dan menuruti kemauan mamanya.
Selesai acara makan siang mereka kembali ke rumah masing-masing. Sampai di rumah Cindy penasaran akan kado dari Aldho.
"Sayang, memangnya kamu mau kasih kado apa sih? Kok harus nanti malam?"
"Itu rahasia. Lihat saja nanti" ucap Aldho tersenyum tipis.
Walaupun sedikit menggerutu akhirnya Cindy menuruti saja. Namun Aldho mengeluarkan sebuah kotak berisi gaun untuk Cindy.
"Nanti pakai itu ya, karena aku akan mengajakmu ke tempat yang indah." ucap Aldho. Hal itu semakin membuat Cindy penasaran.
Melihat gaun yang diberikan oleh Aldho sepertinya dia akan mengajaknya ke tempat yang istimewa. Sehingga Cindy juga menyiapkan dirinya secantik mungkin.
Aldho bersiap memakai setelan jas yang senada dan sejenak dia menatap cermin. Malam ini dia akan mengutarakan semua isi hatinya kepada Cindy.
Aldho menghela nafas panjang. Dia berharap rencananya malam ini harus berjalan lancar.
Setelah semua siap Aldho berpamitan kepada kedua orang tuanya. Mama Grace dan Pak Tirta memang sudah tahu akan rencana Aldho.
"Ma, ayah Aldho berangkat dulu ya, titip Selina dulu" ucap Aldho sembari mengusap lembut pipi Selina.
"Iya sayang, selamat bersenang-senang, semoga berjalan lancar" Mama Grace begitu antusias.
Cindy mengikuti Aldho ke dalam mobil. Di sepanjang perjalanan dia tak berhenti bertanya kemana dan mau apa.
Aldho hanya tersenyum dan Cindy pikir mungkin ini makan malam atau semacamnya. Setelah mengemudi sekitar satu jam mereka sampai.
"Nah, kita sampai" Aldho menghentikan mobilnya di sebuah resort.
Cindy keluar dari mobil dan melihat resort yang nampak mewah dan indah.
"Kita akan kesini?" tanya Cindy yang langsung dijawab anggukan oleh Aldho.
Aldho mengulurkan tangannya kepada Cindy dan mereka memasuki resort itu bersama.
Mereka langsung disambut oleh salah satu staf dan diarahkan ke tempat yang Aldho pesan.
Cindy dibuat kagum dengan tempat itu. Sebuah taman di luar ruangan dengan banyak dekorasi bunga. Terdapat sepasang kursi dan meja serta hidangan yang sudah disiapkan.
Sepanjang jalan menuju meja tersebut dihiasi oleh taburan kelopak mawar dan lilin. Serta alunan piano membuat suasana bertambah romantis.
"Ini.. Kak Aldho menyiapkan semua ini?" Cindy nampak tidak percaya.
"Ini adalah hari spesial untukmu sayang" ucap Aldho sembari menuntun Cindy.
Bak di film romantis Aldho terus memperlakukan Cindy dengan begitu manis. Mereka menikmati makan malam berdua.
Selesai makan malam Aldho beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Cindy untuk berdansa. Sekarang Cindy mulai mahir berdansa karena Aldho beberapa kali mengajaknya ke beberapa pesta temannya.
Dengan iringan musik dan penyanyi yang menyanyikan lagu Edd Sheeran berjudul Perfect Aldho dan Cindy mulai menikmati dansa mereka. Cindy merasa begitu nyaman dan menyandarkan kepalanya di bahu Aldho. Menikmati setiap ritme gerakan dan alunan musik seolah dia dibuat melayang oleh Cinta Aldho.
Kedua netra itu saling menatap. Tak ada kata-kata namun pandangan kedua itu sudah mengisyaratkan maksudnya.
Aldho mulai mendekati wajah Cindy. Begitupun Cindy yang pasrah dengan perlakuan Aldho. Akhirnya bibir mereka saling bertemu. Ciuman itu terasa begitu mesra.
Seperti sepasang kekasih yang lama tak bertemu mereka begitu dimabuk cinta. Tak peduli dengan orang disekitarnya, dunia hanya milik mereka berdua.
"Selamat ulang tahun cintaku" bisik Aldho.
"Terima kasih sayang. Ini kejutan yang sangat indah" balas Cindy.
"Ini masih permulaan, ada kejutan lagi untukmu"
"Benarkah? Kejutan apa lagi? Cindy dibuat penasaran dengan kejutan Aldho selanjutnya.
Aldho memegang tangan Cindy dan berjalan menuju salah satu sisi taman. Terlihat kain besar berwarna putih di depan Cindy.
Kemudian seseorang melepas kain itu dan sebuah dekorasi penuh bunga mawar serta tulisan "WILL YOU MARRY ME?" di tengahnya.
"A-Apa ini maksudnya?" Cindy masih heran dengan kejutan Aldho.
Tiba-tiba Aldho berjongkok di hadapan Cindy dan memberikan sebuah kotak berisi cincin berlian.
"Cindy, maukah kamu menikah denganku?" Aldho mengucapkan kalimat itu dengan mata berkaca.
"Tapi, kak Aldho kita kan sudah menikah?" protes Cindy.
"Aku tahu, kita memang sudah menikah. Tapi aku belum pernah melamarmu. Menyatakan isi hatiku. So, will you marry me honey?"
.
.
.
......................