Baby Blues

Baby Blues
Bab 67 berkencan



Hubungan Cindy dan Aldho kini kembali membaik. Sejak kejadian itu mereka sama-sama belajar untuk saling jujur dan menghargai satu sama lain.


Bahkan kini Cindy semakin romantis terhadap Aldho.


"Sayang jangan lupa dibawa bekalnya, jangan terlalu banyak makan di luar itu tidak sehat" Cindy memberikan sebuah kotak makan kepada Aldho sebelum berangkat bekerja.


Disela-sela kesibukannya dia masih mampu menyempatkan diri untuk menyiapkan bekal untuk suaminya. Hal itu pula yang membuat Aldho semakin mencintainya.


.


Selesai menangani pasien waktunya untuk istirahat siang. Renata bergegas menemui Aldho untuk mengajaknya makan siang. Namun dia mendapati Aldho yang sedang tersenyum memandangi sebuah kotak makan.


"Aldho makan siang ke kantin yuk temani aku"


Namun Aldho tak langsung menjawab. Dia sibuk memotret kotak makan dengan ponselnya.


"Eh, maaf Renata istriku sudah membawakan bekal dari rumah" jawab Aldho tanpa melihat wajah Renata.


Renata yang penasaran mendekati Aldho untuk melihat bekalnya. Nasi lengkap dengan lauk dan sayur yang dihias menjadi bentuk yang lucu.


"Ini terlalu cantik untuk dimakan" gumam Aldho memandangi foto di ponselnya.


Seketika Renata terkekeh "Istrimu begitu kekanak-kanakan, masak iya suami sedewasa ini masih diberi bekal seperti itu"


Mendengar ucapan Renata membuat Aldho kesal."Ini aku yang minta" Aldho menatap Renata dengan pandangan menusuk.


Seketika Renata terdiam dan takut. Dia langsung bergegas pergi meninggalkan Aldho.


Beberapa waktu lalu Aldho dan Cindy sedang jalan-jalan di mall dan dia melihat stand bento dengan berbagai macam bentuk yang lucu.


"Sayang, kapan-kapan aku mau dibuatkan bekal seperti itu." Rengek Aldho bak anak kecil. Entah kenapa akhir-akhir ini Aldho selalu menginginkan hal-hal lucu. Bahkan dia lebih sering membeli pakaian dan berbagai macam aksesoris lucu untuk Selina.


Setiap istirahat Aldho selalu melakukan video call dengan Cindy hal itu membuat Renata semakin cemburu. Padahal usaha Viona kemarin hampir saja membuatnya berbangga.


"Tante, kenapa sekarang Cindy dan Aldho semakin dekat? Mana janji tante untuk memisahkan mereka?" Rengek Renata dalam telepon.


"Sabar Renata, semua butuh proses. Kamu sabar ya" Viona mencoba membujuk Renata agar tidak menyerah.


Memisahkan Aldho dan Cindy tak semudah yang dibayangkan.


.


Harusnya hari ini adalah jadwal mereka untuk bulan madu yang sempat tertunda beberapa waktu lalu namun lagi-lagi tak bisa di laksanakan karena kesibukan Cindy yang mempersiapkan lomba peragaan busana minggu depan serta jadwal operasi Aldho yang padat


Akhirnya sebagai gantinya Cindy hanya meminta ditemani menonton film di bioskop.


"Sayang, kamu siap-siap ya. Setelah ini aku selesai kerja langsung menjemputmu dan kita ke bioskop" ucap Aldho di dalam telepon.


Renata yang tak sengaja mendengar percakapan Aldho segera mencari tahu kemana saja mereka pergi. Akhirnya secara diam-diam dia mengikutinya.


Cindy sudah siap dan sudah dijemput Aldho.


Sementara Renata masih membuntuti keduanya. Hingga akhirnya mereka menuju bioskop.


"Hai, Aldho. Tidak kusangka kita bertemu di sini" Tiba-tiba Renata muncul seolah tidak disengaja.


"Hai Cindy" Sapa Renata saat bertemu Cindy.


"Hai, kak Renata, mau nonton film juga?" balas Cindy.


"Iya tadinya, tapi tiba-tiba temanku membatalkan janji padahal aku sudah disini. hmmm.. Jika aku bergabung dengan kalian boleh?" Renata pura-pura sedih.


Aldho sedikit terkejut, dia tidak berani menjawab.


"Boleh kok" balas Cindy tiba-tiba.


Dengan senang akhirnya Renata mengikuti Aldho dan Cindy. Tentu saja dia bergegas mencari tempat duduk di dekat Aldho dan pada akhirnya pria itu diapit oleh dua wanita.


Kebetulan film yang mereka tonton adalah the fault in our star. Renata terus mencuri-curi pandang terhadap Aldho namun tentu saja Aldho selalu menoleh ke kiri yaitu Cindy.


Terlihat Aldho begitu gemas saat melihat ekspresi Cindy yang malu-malu ketika adegan romantis berlangsung.


Aldho meraih tangan Cindy dan menggenggamnya. "Mau ku cium seperti itu?" bisik Aldho.


Aldho hanya terkekeh karena gemas kemudian dia mencium pipi bibir secepat kilat.


Renata yang menyaksikan adegan romantis itu benar-benar jengkel. Niatnya ingin mencari perhatian Aldho justru malah mendapat kesialan.


Film ditutup dengan adegan sedih sehingga membuat Cindy tak kuasa menahan tangis. Hingga keluar dari bioskop pun Cindy masih terlihat sedih.


"Sayang sudah dong, cantiknya berkurang loh. Mau makan malam apa deh supaya hilang sedihnya?" Aldho memeluk Cindy sambil merayunya.


"Cih,, seperti anak kecil" gumam Renata di belakang mereka.


Mereka berlanjut makan malam. Kali ini mereka pergi ke restoran Cina dekat bioskop.


Renata berjalan dibelakang Aldho dan Cindy yang dari tadi saling merangkul dan bermanja-manja. Sepanjang makan malam tingkah Aldho pun semakin menjadi.


Dia terus memperlihatkan sisi nakalnya dan tak henti-hentinya bermanja-manja kepada Cindy bahkan tak sungkan menunjukkan kemesraan dan berciuman di depan Renata.


Dia sengaja melakukan hal itu untuk membuat Renata jengah. Salah sendiri mengganggu pasangan berkencan.


Cindy yang tersipu malu telah berciuman di tempat umum hanya merasa heran dengan suaminya. Dia langsung pergi ke toilet.


"Aldho kamu banyak berubah ya" ungkap Renata saat Cindy sedang di toilet.


"Berubah bagaimana? Aku tetap begini" balas Aldho sembari fokus menikmati makanannya.


"Gaya kencanmu sama sekali beda tidak seperti dulu. Sekarang kamu terlihat seperti bocah SMA" protes Renata.


Aldho tersenyum " Justru ini yang aku suka. Dari dulu aku selalu mendambakan wanita yang memanjakan aku dan Cindy memberikan itu semua untukku"


Saat masih berpacaran dengan Renata memang Aldho selalu dituntut terlihat tegas dan serius. Renata tidak mau pasangannya terlihat lembek di depan orang lain. Padahal sebenarnya Aldho sangatlah menyukai hal-hal yang manja dan romantis.


...****************...


Hubungan Roger dan Rebecca sejauh ini berjalan lancar. Ibu Roger juga sangat senang ketika mendengar Rebecca kini tinggal bersama Roger dan kini Rebecca sudah tidak diperbolehkan bekerja untuknya. Cukup fokus mengurus Roger.


Sehari-hari yang dia lakukan hanyalah memasak untuk Roger, menemaninya jalan-jalan dan bersantai di apartemen. Tentu saja dia tetap menerima fasilitas serta uang yang banyak dari Roger.


Jelas sebagai gadis yang terbiasa melakukan pekerjaan diluar membuatnya jenuh dan hal itu membuatnya terus teringat akan ibunya.


Biasanya Rebecca akan memeluk foto dan boneka minnie mouse pemberian mendiang ibunya. Namun karena terburu-buru dia tidak sempat membawanya.


Itu adalah barang terakhir yang ibunya berikan sebelum pergi untuk selamanya.


Akhirnya Rebecca berniat untuk mengambil di rumah ibu tirinya.


Rebecca tiba di rumah itu. Terakhir kali mereka bertengkar saat Roger menjemputnya. Dia tetap bertekad untuk memasuki rumah itu lagi walaupun harus menerima siksaan ibu tirinya lagi.


Dipencet bel rumah itu dan beberapa saat kemudian Ibu tiri Rebecca muncul dari balik pintu.


"Oh, tuan putri akhirnya pulang ke sarangnya? Kemana pangeranmu? Sudah bosan denganmu? Menelantarkanmu?" cerocos wanita itu.


"Aku kesini untuk mengambil barangku" balas Rebecca.


"Kau sudah pergi dari rumah ini jadi jangan harap bisa membawa keluar barang yang ada di dalam rumah ini" jawabnya sinis.


Tanpa mempedulikannya lagi Rebecca langsung menyerobot masuk dan mengambil barang yang dimaksud.


Sebuah boneka serta pigura berisi foto ibunya.


Ibu Tiri Rebecca yang emosi langsung menarik boneka itu hingga kepala dan badannya terputus.


"Sekarang mungkin boneka ini yang kepalanya terputus, mungkin saja setelah ini dirimu"


.


.


.


...****************...